Tempat Wisata Religi Islam di Indonesia (Ini Rekomendasinya)

Masjid Agung Kotagede, Sumber: id.wikipedia.org

Pada musim liburan tidak jarang orang-orang yang memeluk agama Islam menghabiskan waktu liburnya untuk pergi wisata religi dengan mengunjungi berbagai tempat yang kental dengan sejarah Islam. Biasanya mereka akan mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan memiliki nilai sejarahnya, misalnya saja masjid dengan bangunan yang menarik.

Sebenarnya wisata religi adalah bentuk pariwisata yang masuk ke dalam bagian wisata budaya. Jadi di dalam pariwisata budaya (cultural tourism) memuat wisata religi yang tujuan kegiatannya untuk melakukan ziarah ataupun urusan keagamaan lainnya. Di dalam cultural tourism terdapat 12 unsur kebudayaan yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung, salah satunya ialah wisata religi ini.

Untuk wisata ziarah atau religi ini biasanya dilakukan oleh rombongan, misalnya saja rombongan pengajian di kompleks rumah atau yang lainnya. Mereka akan menggunakan pakaian yang sama, misalnya saja kaos sablon dengan desain tertentu. Hal ini untuk mempermudah rombongan mengenali anggotanya yang ikut dalam wisata, sehingga meminimalisir orang tersebut salah rombongan.

Rekomendasi tempat wisata religi Islam di Indonesia, Sumber: hotelmurah.com
Rekomendasi tempat wisata religi Islam di Indonesia, Sumber: hotelmurah.com

Meskipun demikian tidak jarang juga orang-orang dengan rombongan kecil mengunjungi berbagai tempat wisata religi Islam tersebut. Anda dan keluarga bisa menikmati indahnya arsitektur masjid yang memiliki sejarah di dalamnya. Selain itu Anda juga bisa mengunjungi makam-makam dari tokoh penyebar agama Islam untuk berziarah, misalnya saja makam para Wali Songo.

Rekomendasi Tempat Wisata Religi Islam di Indonesia

Ketika mengunjungi objek wisata religi, wawasan Anda terhadap sejarah tempat tersebut akan bertambah. Apalagi yang berkaitan dengan sejarah Islam, dengan begitu akan membantu meningkatkan keimanan Anda. Anda bisa mengunjungi beberapa tempat di bawah ini untuk berwisata religi bersama keluarga.

1. Masjid Menara Kudus

Tempat wisata religi pertama yang bisa Anda kunjungi ialah Masjid Menara Kudus. Masjid ini berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bangunan masjid ini dibangun oleh salah satu Wali Songo yakni Sunan Kudus pada tahun 1549. Oleh karena itu banyak yang mengenal masjid ini dengan sebuatan Masjid Menara Kudus.

Di bagian barat kompleks masjid ini terdapat makam dari Sunan Kudus. Jadi setelah berziarah ke makam Sunan Kudus, Anda bisa mengunjungi salah satu masjid unik di Indonesia ini. Anda bisa melihat bahwa bangunan masjid ini memiliki arsitektur yang unik, karena memadukan budaya Islam dengan budaya Hindu-Budha.

Masjid Menara Kudus, Sumber: regional.kompas.com
Masjid Menara Kudus, Sumber: regional.kompas.com

2. Istana Maimun

Jika Anda ingin pergi wisata ke luar Jawa, maka Anda bisa mengunjungi Istana Maimun. Istana Maimun terletak di Jl. Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara. Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Deli yang mengandung banyak sejarah. Di bagian sisi depan dari Istana Maimun ini terdapat bangunan masjid yakni Masjid Raya Medan atau disebut juga dengan Masjid Al-Mashun.

Bangunan ini dibangun pada tahun 1888 dan merupakan salah satu bukti kejayaan dari Kesultanan Deli yang saat itu berada di bawah kepemimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Saat ini Istana Maimun menjadi destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Istana Maimun, Sumber: pegipegi.com
Istana Maimun, Sumber: pegipegi.com

3. Masjid Agung Jawa Tengah

Bangunan masjid yang indah ini berada di Semarang, Jawa Tengah. Arsitektur dari masjid ini mirip dengan Masjid Nabawi yang ada di Madinah. Sehingga tidak heran jika banyak wisatawan yang datang mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah untuk beribadah dan menikmati keindahan arsitekturnya. Uniknya pada hari raya atau saat sholat jum’at, payung hidrolik yang menghiasi pelataran masjid tersebut akan mengembang secara otomatis.

Masjid Agung Jawa Tengah, Sumber: id.wikipedia.org
Masjid Agung Jawa Tengah, Sumber: id.wikipedia.org

4. Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi

Tempat wisata religi yang satu unik memang cukup unik, karena letaknya berada di perut bumi. Masjid Aschabul Kahfi ini berlokasi di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Uniknya bangunan masjid ini berada di bawah tanah jadi ketika Anda beribadah, Anda akan merasa lebih fokus. Hal ini disebabkan oleh lokasi masjid yang berada di dalam goa sehingga suara bising tidak dapat masuk.

Setiap tempat wisata khususnya tempat ibadah, pasti memiliki peraturan. Apapun itu, Anda harus menaati berbagai aturan di tempat wisata yang telah ditetapkan pihak pengelola. Jadilah wisatawan yang tertib dan bijak saat berwisata ya, supaya obyek wisata tetap terjaga sebagaimana mestinya. Apalagi masjid merupakan bangunan suci umat Islam untuk beribadah.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi, Sumber: travel.tribunnews.com
Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi, Sumber: travel.tribunnews.com

5. Masjid Agung Kotagede

Destinasi wisata religi yang bisa Anda datangi selanjutnya berada di daerah Bantul, Yogyakarta yakni Masjid Agung Kotagede. Masjid Agung Kotagede ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Gedhe Mataram. Bangunan masjid ini diperkirakan selesai dibangun sekitar tahun 1589. Perlu Anda ketahui bahwa di dalam kompleks masjid ini terdapat makam dari keluarga raja-raja Mataram Islam.

Di sana juga terdapat makam dari tokoh penting Kerajaan Mataram Islam yakni Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati. Jika Anda melihat bagian atap dari Masjid Agung Kotagede, maka Anda akan melihat atap bersusun yang mirip dengan pagoda. Tidak lain dan tidak bukan, hal tersebut berkaitan dengan kedatangan pedagang China pada zaman dulu yang membawa unsur China pada bangunannya.

Masjid Agung Kotagede, Sumber: id.wikipedia.org
Masjid Agung Kotagede, Sumber: id.wikipedia.org

Itulah tadi informasi yang telah kami sampaikan mengenai rekomendasi tempat wisata religi Islam di Indonesia yang bisa Anda kunjungi untuk meningkatkan keimanan. Jangan ragu untuk mengonsultasikan berbagai masalah Anda mengenai pengembangan pariwisata bersama kami, kami akan senang hati membantu Anda. Untuk mendapatkan informasi lainnya terkait pariwisata, Anda bisa mengakses laman website PT Eticon Rekayasa Teknik.

8 Destinasi Wisata Budaya di Indonesia (Menarik untuk Dikunjungi)

Desa Adat Ratenggaro, Sumber: alamindonesia.co.id

Menurut hasil sensus penduduk dari Badan Pusat Statistik pada bulan September 2020 jumlah penduduk Indonesia tercatat ada sekitar 270.203.917 jiwa. Banyaknya penduduk yang ada di Indonesia tersebut, membuat negara ini memiliki keberagaman budaya yang menarik. Bahkan terdapat beberapa destinasi wisata budaya yang bisa Anda kunjungi untuk melihat berbagai budaya di Indonesia.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, selain itu Indonesia juga terdiri dari 300 suku yang tersebar di berbagai daerah. Misalnya saja suku Sunda, Jawa, Dayak, Melayu, dan yang lainnya. Di dalam keberagaman suku tersebut juga terdapat bahasa daerah yang memiliki ciri khas tersendiri. Meskipun begitu Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa nasional untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

Adanya pariwisata berbasis budaya (Cultural Tourism) dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisatawan yang dapat melestarikan warisan budaya. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai tempat wisata budaya yang dibuka untuk umum dan bisa Anda kunjungi. Di destinasi wisata budaya tersebut, Anda bisa lebih mengenal dan mempelajari keberagaman budaya di Indonesia.

Destinasi wisata budaya yang ada di Indonesia, Sumber: seva.id
Destinasi wisata budaya yang ada di Indonesia, Sumber: seva.id

Di dalam pariwisata berbasis budaya, terdapat 12 unsur kebudayaan yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata budaya Indonesia. Berikut ini unsur-unsur kebudayaan yang dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung.

  1. Bahasa (language)
  2. Masyarakat (traditions)
  3. Kerajinan tangan (handicraft)
  4. Makanan dan kebiasaan makan (foods and eating habits)
  5. Musik dan kesenian (art and music)
  6. Sejarah suatu tempat (history of the region)
  7. Cara Kerja dan Teknolgi (work and technology)
  8. Agama (religion)
  9. Bentuk dan karakteristik arsitektur di daerah wisata (architectural characteristic in the area)
  10. Tata cara berpakaian penduduk setempat (dress and clothes)
  11. Sistem pendidikan (educational system)
  12. Aktivitas pada waktu senggang (leisure activities)

8 Destinasi Wisata Budaya di Indonesia

Di Indonesia terdapat beberapa daerah yang menerapkan pariwisata berbasis budaya, misalnya saja wisata budaya Bali. Itulah yang menjadi salah satu bukti pengembangan destinasi wisata budaya di Indonesia. Berikut di bawah ini beberapa contoh wisata budaya yang ada di Indonesia dan bisa Anda kunjungi bersama teman, kerabat, atau keluarga.

1. Desa Adat Ratenggaro

Desa Adat Ratenggaro ini terletak di Umbu Ngedo, Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Kampung adat ini berjarak sekitar 56 km dari ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya yakni Tambolaka. Untuk menuju ke kawasan ini, wisatawan bisa menyewa kendaraan atau menggunakan jasa travel dari Tambolaka. Karena memang belum ada akomodasi umum yang bisa digunakan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Adat Ratenggaro.

Baca juga: Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

Dari Tambolaka, Anda akan menempuh waktu sekitar 1,5 jam hingga 2 jam melalui jalur darat yang beraspal. Namun jangan khawatir, akses menuju ke desa adat ini dipelihara dengan baik jadi kondisi jalannya juga baik. Di kampung adat ini Anda akan melihat sejarah peninggalan dari manusia di zaman megalitikum. Di sini terdapat 304 kubur batu megalitikum yang umurnya sudah mencapai ribuan tahun.

Desa Adat Ratenggaro, Sumber: alamindonesia.co.id
Desa Adat Ratenggaro, Sumber: alamindonesia.co.id

2. Desa Dayak Pampang

Destinasi wisata budaya selanjutnya ialah Desa Dayak Pampang yang berlokasi di Jl. Wisata Budaya Pampang, No.32, RT.03, Kota Samarinda. Untuk Anda yang ingin menuju ke tempat ini aksesnya cukup mudah, karena hanya berjarak sekitar 23 km dari pusat Kota Samarinda. Di sini wisatawan bisa mempelajari mengenai suku Dayak yang menarik. Anda bisa melihat pertunjukan seni tari tradisional khas suku Dayak kenyah setiap hari Minggu siang.

Desa Dayak Pampang, Sumber: traverse.id
Desa Dayak Pampang, Sumber: traverse.id

3. Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu yang terbesar di Indonesia dan dibangun pada abad ke 9 masehi. Lokasi dari Candi Prambanan ini berada di perbatasan dari 2 kabupaten yakni Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Terlepas dari itu semua, untuk Anda yang ingin mengunjungi tempat ini aksesnya cukup mudah. Karena sudah dapat dijangkau oleh transportasi umum.

Candi Prambanan ini juga masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Apabila Anda berkunjung ke tempat wisata budaya ini, Anda akan melihat kemegahan dari arsitektur bangunannya secara langsung.

Candi Prambanan, Sumber: alkhabaar.com
Candi Prambanan, Sumber: alkhabaar.com

4. Desa Penglipuran

Destinasi wisata budaya berikutnya terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Desa Penglipuran terkenal akan masyarakatnya yang masih menjalankan serta melestarikan budaya Bali di dalam kehidupan mereka. Desa adat ini banyak didatangi wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara karena arsitektur rumahnya yang menarik. Apabila Anda pergi ke Bali, jangan lupa untuk datang berkunjung ke Desa Penglipuran ini ya.

Desa Penglipuran, Sumber: au.hotels.com
Desa Penglipuran, Sumber: au.hotels.com

5. Festival Budaya Lembah Baliem

Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya yang terletak di Desa Wosilimo, sekitar 27 km dari Wamena, Papua. Di lembah ini juga menjadi tempat tinggal bagi suku Dani. Festival Budaya Lembah Baliem telah memikat banyak wisatawan untuk berkunjung. Tidak hanya wisatawan domestik saja, namun wisatawan mancanegara juga tertarik untuk melihat festival yang diadakan setiap bulan Agustus ini.

Lembah Baliem, Sumber: dream.co.id
Lembah Baliem, Sumber: dream.co.id

6. Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo ini terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa adat ini berada di ketinggian 1200 mdpl, akses jalan menuju ke desa ini tidaklah mudah. Meskipun demikian, jerih payah Anda untuk sampai ke desa adat ini akan tergantikan dengan keindahan alamnya yang eksotis. Salah satu hal yang menjadi daya tarik wisatawan ialah bentuk arsitektur dari rumah adat Mbaru Niang ini.

Desa Wae Rebo, Sumber: travel.kompas.com
Desa Wae Rebo, Sumber: travel.kompas.com

7. Tana Toraja

Salah satu destinasi wisata budaya di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi ialah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Rumah adat Tongkonan di Desa Pallawa dan Desa Kete Kesu termasuk daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tana Toraja. Selain itu kebudayaan penduduknya yang kental juga menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan. Bahkan upacara pemakaman penduduknya yang unik juga menjadi daya tarik wisatawan.

Tana Toraja, Sumber: eljohnnews.com
Tana Toraja, Sumber: eljohnnews.com

8. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berlokasi di Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Di sini Anda akan melihat keberagaman Indonesia yang dimuat dalam satu kawasan yang luas. Anda bisa menjumpai 33 rumah adat di setiap provinsi yang ada di Indonesia. Di TMII Anda juga akan melihat tempat ibadah untuk berbagai agama di Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah, Sumber: 1putri.org
Taman Mini Indonesia Indah, Sumber: 1putri.org

Itulah tadi 8 destinasi wisata budaya di Indonesia yang dapat PT. Eticon Rekayasa Teknik sampaikan. Mari bersama-sama bersatu untuk melestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak dan tetap terjaga sebagaimana mestinya. Dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia, baik di masa ini maupun di masa yang akan datang.

Mengenal Pariwisata Berbasis Budaya (Cultural Tourism)

Wisata budaya Indonesia, Sumber: idntimes.com

Pariwisata berbasis budaya (Cultural Tourism) adalah jenis kegiatan pariwisata yang memanfaatkan kebudayaan sebagai objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Di destinasi wisata tersebut, wisatawan akan merasakan dan mempelajari berbagai kebudayaan tertentu. Adanya cultural tourism dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisatawan yang dapat melestarikan warisan budaya.

Pariwisata budaya ibarat pisau bermata dua dalam pemanfaatan warisan budaya sebagai objek daya tarik wisata. Di satu sisi pariwisata dapat melestarikan warisan budaya tersebut, sedangkan di sisi lain kegiatan pariwisata akan merusak atau berdampak negatif terhadap warisan budaya itu karena objek tersebut akan dikonsumsi oleh wisatawan (Burn dan Holden, 1995).

Untuk menghindari dampak negatif dari pariwisata tersebut diperlukan pengelolaan yang baik terhadap pariwisata, khususnya dalam hal ini kebudayaan. Apabila industri pariwisata dapat dikelola dengan baik, maka pariwisata dapat menjamin kelestarian alam dan budaya. Selain itu pariwisata juga dapat menjadi wadah untuk lapangan kerja bagi masyarakat lokal yang berada di sekitar kawasan wisata tersebut.

Mengenal pariwisata berbasis budaya, Sumber: travel.okezone.com
Mengenal pariwisata berbasis budaya, Sumber: travel.okezone.com

Oleh sebab itu diperlukan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) untuk menekan dampak negatif dari pariwisata. Sehingga pariwisata berbasis budaya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan yakni untuk melestarikan kebudayaan. Untuk mewujudkan konsep pariwisata berkelanjutan ini tentu saja membutuhkan dukungan dari semua sektor.

Mulai dari pemerintah, pengelola wisata, masyarakat sekitar, hingga wisatawan juga perlu berpartisipasi dalam hal ini. Untuk mengembangkan pariwisata, hal yang tidak kalah penting juga dengan melibatkan konsultan pariwisata untuk merancang atau mendesain pengembangan wilayah. Dengan adanya kolaborasi yang baik tersebut diharapkan pariwisata Indonesia menjadi semakin baik ke depannya.

Pariwisata Berbasis Budaya (Cultural Tourism)

Di dalam cultural tourism terdapat 12 unsur kebudayaan yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung. Berikut di bawah ini unsur-unsur kebudayaan yang dapat menarik kedatangan wisatawan.

  • Bahasa (language). Di Indonesia sendiri memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Selain penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, di berbagai daerah yang ada di Indonesia juga masih menggunakan bahasa asli daerah tersebut untuk berkomunikasi. Bahasa daerah itulah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
  • Masyarakat (traditions). Masyarakat di Indonesia terkenal akan keramahannya dalam menyambut wisatawan yang datang berkunjung untuk berwisata. Bahkan tidak jarang masyarakat lokal mengenalkan budaya daerah tersebut kepada para wisatawan.
  • Kerajinan tangan (handicraft). Di beberapa daerah biasanya memiliki kerajinan tangan khas yang dibuat langsung oleh masyarakat sekitar. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat lokal merasakan langsung manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan.
  • Makanan dan kebiasaan makan (foods and eating habits). Makanan khas daerah masuk ke dalam unsur kebudayaan dalam pariwisata berbasis budaya ini. Makanan dan kebiasaan makan yang unik inilah yang membuat wisatawan tertarik untuk datang berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia.
  • Musik dan kesenian (art and music). Musik dan kesenian yang beragam merupakan salah satu hal yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung. Bahkan wisatawan mancanegara sangat tertarik dengan musik dan kesenian dari Indonesia, hingga tidak jarang mereka mempelajarinya.
  • Sejarah suatu tempat (history of the region). Sejarah juga merupakan salah satu unsur kebudayaan yang menjadi daya tarik untuk wisatawan datang berkunjung.
  • Cara Kerja dan Teknolgi (work and technology). Begitu pula dengan sebelumnya, cara kerja dan teknologi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung.
  • Agama (religion). Di Indonesia terdapat berbagai macam agama yang dianut oleh masyarakat. Secara resmi Indonesia mengakui 6 agama diantaranya Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Keberagaman dan rasa toleransi antar umat beragama inilah yang menarik wisatawan asing untuk datang berkunjung.
  • Bentuk dan karakteristik arsitektur di daerah wisata (architectural characteristic in the area). Arsitektur dari rumah adat yang ada di berbagai daerah di Indonesia berhasil memukau wisatawan untuk datang berkunjung. Salah satu contohnya ialah arsitektur rumah adat Bali yang unik dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Bali.
  • Tata cara berpakaian penduduk setempat (dress and clothes). Pakaian adat yang beragam juga menjadi penarik perhatian wisatawan untuk datang berkunjung.
  • Sistem pendidikan (educational system). Sistem pendidikan juga masuk ke dalam salah satu unsur kebudayaan yang menarik kunjungan wisatawan.
  • Aktivitas pada waktu senggang (leisure activities). Uniknya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat lokal pada waktu senggang, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Baca juga: Istilah-Istilah dalam Pariwisata (I-W)

Mengapa Pengembangan Budaya Dapat Mendorong Sektor Pariwisata?

Dilansir dari laman Bisnis.com, Frans Teguh (Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf) mengatakan bahwa “Kebudayaan merupakan dasar pembangunan kepariwisataan Indonesia. Pengembangan destinasi wisata sebagai salah satu pilar pembangunan kepariwisataan nasional esensinya merupakan pemanfaatan warisan kebudayaan itu sendiri.”

Frans Teguh juga mengatakan bahwa wisata budaya yang berbasis keunikan dari tradisi dan kearifan lokal merupakan salah satu sektor pariwisata di Indonesia yang diminati oleh para wisatawan. Oleh sebab itu perlu diadakan pengelolaan kepariwisataan yang mengedepankan nilai-nilai luhur dan kebudayaan bangsa, nilai-nilai keagamaan, serta kelestarian dan mutu lingkungan hidup.

Wisata budaya Indonesia, Sumber: idntimes.com
Wisata budaya Indonesia, Sumber: idntimes.com

Pariwisata Berbasis Budaya di Indonesia

Ada berbagai daerah di Indonesia yang menerapkan pariwisata berbasis budaya. Salah satu contohnya ialah wisata budaya Bali, yang saat ini masih menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung. Selain di Bali, wisata budaya Indonesia yang lainnya juga ada di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak tahun 2008, Yogyakarta sudah mencanangkan diri sebagai kota pariwisata berbasis budaya. Di kota ini, pengembangan pariwisata disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut. Serta berpusat pada budaya Jawa yang selaras dengan sejarah dan budaya dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sudah banyak rencana yang telah dicanangkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Misalnya saja seperti pengembangan dan peningkatan kuantitas serta kualitas fasilitas di tempat wisata, memperbanyak event-event wisata seni dan budaya, hingga optimalisasi pemasaran program. Salah satu contoh pariwisata berbasis kebudayaan yang ada di Jogja ialah Taman Pintar Yogyakarta. Tidak hanya arena permainan saja yang dimilikinya, namun pengunjung juga akan diajak untuk mengenal sejarah dan budaya Jogja.

Pariwisata di Indonesia, Sumber: pegipegi.com
Pariwisata di Indonesia, Sumber: pegipegi.com

Mari bersama-sama bersatu untuk melestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak dan tetap terjaga sebagaimana mestinya. Karena dengan menjaga kelestarian kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.