7 Daftar Taman Nasional di Indonesia (Cantik dan Eksotis)

Daftar taman nasional di Indonesia, Sumber: travelspromo.com

Daftar Taman Nasional Indonesia – Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Kawasan taman nasional ini dilindungi langsung oleh pemerintah pusat. Dilansir dari laman Wikipedia jumlah taman nasional di Indonesia hingga saat ini terdapat 55 taman nasional yang tersebar dibeberapa daerah di Indonesia. Berbeda dengan cagar alam, taman nasional ini memperbolehkan dikunjungi untuk wisata. Anda bisa mengunjungi taman nasional ini untuk menikmati keindahannya yang cantik dan eksotis.

Di taman nasional, Anda bisa menjumpai berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Di kawasan konservasi ini Anda bisa berwisata sekaligus mengenal berbagai flora dan fauna yang ada di Indonesia. Anda bisa memilih sendiri dari daftar taman nasional di Indonesia yang ada dan ingin Anda kunjungi ketika liburan tiba bersama keluarga.

Daftar taman nasional di Indonesia, Sumber: travelspromo.com
Daftar taman nasional di Indonesia, Sumber: travelspromo.com

Selain taman nasional ada lagi kawasan yang terlindungi lainnya seperti suaka margasatwa dan cagar alam. Tidak jarang, orang awam bingung membedakan 3 hal tersebut. Meskipun memiliki fungsi yang sama yakni sebagai kawasan yang dilindungi pemerintah, namun ketiga tempat tersebut memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaannya?

  • Taman nasional dapat diakses untuk umum dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Di dalamnya terdapat berbagai macam flora, fauna, dan ekosistem tertentu yang bisa Anda jumpai.
  • Cagar alam hampir sama dengan taman nasional yang melindungi berbagai flora, fauna, dan ekosistem tertentu. Namun tentu saja ada perbedaannya yakni di kawasan ini tidak diperbolehkan diakses secara umum untuk wisata maupun kegiatan komersial lainnya. Penjagaan di kawasan cagar alam sangat ketat, sehingga ketika mengunjungi kawasan ini dibutuhkan surat izin khusus dari instansi terkait.
  • Suaka margasatwa termasuk ke dalam kawasan yang melindungi berbagai hewan yang keberadaannya sudah semakin berkurang atau bisa dikatakan hampir punah. Kawasan ini khusus digunakan untuk merawat, melindungi, serta mengembang-biakkan berbagai satwa yang terancam punah tersebut.

7 Daftar Taman Nasional di Indonesia

Adanya kawasan lindung ini juga termasuk sebagai upaya untuk melestarikan alam agar tidak rusak. Tanpa adanya usaha untuk melestarikannya, tentu saja berbagai tumbuhan, hewan, hingga ekosistem khusus lainnya akan punah dan mengganggu kestabilan bumi. Berikut ini beberapa daftar taman nasional di Indonesia yang dikelola oleh pemerintah, namun bisa Anda kunjungi.

1. Taman Nasional Ujung Kulon

Kawasan taman nasional ini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia yang dilindungi langsung oleh UNESCO. Di Taman Nasional Ujung Kulon ini terdapat jenis badak yang populasinya terncam punah yakni badak bercula satu. Selain itu masih ada berbagai satwa liar lainnya yang dilindungi di kawasan taman nasional ini, diantaranya yakni kera ekor panjang, babi hutan, merak, dan yang lainnya.

Selain itu ada beberapa tipe hutan yang termasuk ke dalam kawasan taman nasional ini, yakni hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan hujan tropika dataran rendah, dan padang rumput. Jika kawasan ini termasuk daftar taman nasional di Indonesia yang ingin Anda kunjungi, maka Anda tidak perlu khawatir, karena di sini telah dilengkapi dengan fasilitas penginapannya juga.

2. Taman Nasional Komodo

Taman nasional berikutnya datang dari Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di Taman Nasional Komodo ini merupakan tempat tinggal komodo dan berbagai spesies lainnya. Di kawasan ini Anda bisa berjumpa dengan rusa timor, kuda liar, hingga hewan laut (penyu, paus, hiu, dan yang lainnya).

Mengintip keindahan alam di taman nasional, Sumber: kompas.com
Mengintip keindahan alam di taman nasional, Sumber: kompas.com

3. Taman Nasional Way Kambas

Daftar taman nasional di Indonesia selanjutnya ialah Way Kambas yang terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia. Taman Nasional Way Kambas ini dijadikan sebagi pusah pelatihan bagi gajah. Di kawasan ini tidak hanya gajah saja yang dilindungi namun berbagai satwa langka lainnya seperti badak sumatera hingga harimau sumatera juga ada di taman nasional ini.

4. Taman Nasional Wakatobi

Layaknya berada di taman bermain, di Taman Nasional Wakatobi ini Anda juga bisa menikmati serunya bermain air ditemani dengan pemandangan alamnya yang menawan. Di sini Anda akan menjumpai berbagai ikan, terumbu karang, hingga satwa lainnya. Satwa lainnya tersebut misalnya saja seperti penyu sisik, penyu lekang, penyu tempayan, hingga beberapa jenis burung laut bisa Anda temui di sini.

5. Taman Nasional Bunaken

Untuk daftar taman nasional di Indonesia selanjutnya ini, Anda bisa menjumpai ekosistem laut yang beragam seperti 390 spesies terumbu karang. Selain itu Anda juga bisa bertemu dengan berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska, hingga mangrove. Anda bisa menikmati keindahan bawah laut dengan mengunjungi Taman Nasional Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara ini saat libur telah tiba.

Baca juga: Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

6. Taman Nasional Tanjung Puting

Di taman nasional ini Anda bisa berjumpa langsung dengan bekantan dan berbagai jenis monyet lainnya. Taman Nasional Tanjung Puting ini berlokasi di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Kawasan ini merupakan tempat tinggal 38 spesies mamalia termasuk beberapa primata yang dilindungi, berbagai jenis reptil, selain itu juga terdapat lebih dari 200 spesies burung, hingga berbagai jenis tumbuhan.

7. Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser ini terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Pemandangan yang indah nan eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi taman nasional ini. Selain itu di kawasan pelestarian alam ini, Anda bisa menjumpai hutan hujan tropis yang di dalamnya terdapat hewan dilindungi seperti orangutan Sumatera dan yang lainnya.

Wisata di taman nasional, Sumber: batiqa.com
Wisata di taman nasional, Sumber: batiqa.com

Itulah informasi seputar 7 daftar dari taman nasional di Indonesia yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan. Selain list di atas, masih ada banyak lagi taman nasional di Indonesia yang bisa Anda kunjungi.

Adanya taman nasional ini juga termasuk sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup yang baik di masa kini hingga di masa yang akan datang. Sehingga berbagai flora, fauna, maupun ekosistem tertentu lainnya dapat terlindungi dan terhindar dari kepunahan. Untuk mendapatkan informasi terkait pariwisata lainnya, Anda bisa mengakses laman website kami.

Manfaat dari Hutan Mangrove Selain Untuk Wisata Apa Saja?

Manfaat hutan bakau, Sumber: geografi.org

Hutan mangrove dikenal juga dengan sebutan hutan bakau. Hutan mangrove merupakan hutan yang berada di daerah air payau dan lekat dengan pasang surut air laut. Di Indonesia sendiri memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 2,5 hingga 4,5 juta hektar. Bahkan luas hutan mangrove yang ada di Indonesia masuk ke dalam hutan mangrove terluas di dunia. Lalu sebenarnya apa saja manfaat dari hutan mangrove ini?

Selain sebagai tempat untuk pengembangan wisata, ada berbagai manfaat dari hutan mangrove ini. Salah satu manfaatnya datang dari segi lingkungan. Sudah seharusnya sebagai makhluk yang tinggal di bumi untuk menjaga kelestarian alam sekitar agar tidak terjadi kerusakan. Sebagian kerusakan di muka bumi ini terjadi akibat ulah manusia yang tidak mempedulikan kesehatan lingkungan.

Ekosistem mangrove yang ada di Indonesia cukup besar, dilansir dari Wikipedia bahwa luas hutan mangrove yang ada di Indonesia mencapai 25% dari keseluruhan mangrove yang ada di dunia. Tapi sayangnya, sebagian dari hutan magrove di Indonesia mengalami kondisi yang memprihatinkan. Oleh sebab itu sampai saat ini, pemerintah terus berupaya untuk merehabilitasi hutan mangrove.

Menurut Peraturan Menteri Kehutanan No.03/MENHUT-V/2004, pengertian dari rehabilitasi hutan mangrove adalah upaya mengembalikan fungsi hutan mangrove yang mengalami degradasi, kepada kondisi yang dianggap baik dan mampu mengemban fungsi ekologis dan ekonomis. Hal ini akan terus diupayakan untuk mencegah semakin berkurangnya ekosistem hutan mangrove yang ada di Indonesia.

Pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan, Sumber: mangrovemagz.com
Pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan, Sumber: mangrovemagz.com

Manfaat dari Hutan Mangrove

Ada berbagai manfaat hutan mangrove yang penting dan perlu Anda ketahui. Karena manfaat tanaman bakau ini berhubungan langsung dengan lingkungan dan kehidupan makhluk hidup. Berikut di bawah ini manfaat hutan mangrove bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

1. Pengembangan Pariwisata

Hal pertama dari manfaat hutan bakau adalah untuk pengembangan pariwisata. Secara tidak langsung, dengan dibukanya hutan mangrove sebagai destinasi wisata dapat menambah perekonomian negara. Ada beberapa hutan mangrove di Indonesia yang dijadikan sebagai destinasi wisata. Meskipun dibuka untuk wisata, namun perlu diperhatikan mengenai perawatannya agar hutan mangrove tidak rusak dan tetap terjaga.

2. Mencegah Terjadinya Erosi

Salah satu fungsi utama dari hutan mangrove adalah mencegah terjadinya erosi di daerah pantai. Erosi pantai yang terjadi dapat mengancam keselamatan makhluk hidup, oleh sebab itu dibutuhkan hutan mangrove untuk mencegahnya. Jika dibiarkan saja akan berdampak serius dan bisa terjadi bencana alam yang besar.

3. Penyedia Kayu Bakar

Manfaat hutan bakau selanjutnya adalah sebagai penyedia kayu bakar. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove memanfaatkan batang pohon mangrove yang sudah kering sebagai kayu bakar. Adanya pemanfaatan batang pohon baku ini membantu mengurangi penggunaan gas, sehingga akan lebih hemat. Selain itu kayu tersebut juga bisa digunakan sebagai material untuk pembuatan bangunan.

Manfaat hutan bakau, Sumber: geografi.org
Manfaat hutan bakau, Sumber: geografi.org

4. Sebagai Habitat Makhluk Laut

Fungsi hutan bakau berikutnya ialah sebagai habitat untuk beberapa makhluk laut. Ada berbagai jenis ikan kecil yang hidup di hutan mangrove ini. Hutan mangrove juga digunakan untuk hewan-hewan ini mencari makanan. Selain makhluk laut ada beberapa hewan darat yang memukimi hutan mangrove, diantaranya ada monyet, burung, kura-kura, dan berbagai hewan lainnya.

5. Membantu Mengurangi Dampak Global Warming

Pemanasan global atau biasa disebut dengan global warming memiliki dampak negatif yang mengancam keselematan makhluk bumi. Mengurangi dampak dari global warming ini merupakan salah satu manfaat dari hutan mangrove. Lingkungan yang sehat dan kawasan hutan mangrove yang terjaga akan membantu mencegah dampak buruk pemanasan global yang lebih parah di masa yang akan datang.

Baca juga: Penjelasan Efek Rumah Kaca: Apa Itu?

6. Membantu Menjaga Iklim

Kerusakan alam dapat menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang tidak teratur. Adanya hutan mangrove ini membantu untuk menstabilkan iklim yang terjadi. Jika tidak ada hutan mangrove maka tidak ada yang menjaga keseimbangan ekosistem perairan antara laut, pantai, dan daratan. Sehingga manfaat bakau ini sangatlah penting bagi lingkungan dan manusia.

Destinasi wisata hutan mangrove, Sumber: travel.tempo.co
Destinasi wisata hutan mangrove, Sumber: travel.tempo.co

Cara Melestarikan Hutan Mangrove

Setelah mengetahui apa saja manfaat dari hutan mangrove, maka saatnya Anda mengetahui bagaimana cara melestarikannya. Dengan menjaga hutan mangrove ini kita telah berupaya untuk menjaga keberlangsungan hidup di saat ini maupun di masa yang akan datang. Berikut beberapa cara untuk melestarikan hutan mangrove.

Melakukan Perbaikan Lingkungan di Sekitar Hutan Mangrove

Fungsi hutan mangrove sangat penting untuk kehidupan, maka dari itu dibutuhkan upaya untuk melestarikannya. Cara pelestarian hutan mangrove yang pertama adalah dengan melakukan perbaikan lingkungan di area sekitar hutan mangrove. Kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove salah satunya diakibatkan oleh pencemaran air ataupun tanah. Pencemaran tersebut sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia.

Pencemaran air bisa disebabkan karena banyak yang membuang sampah di laut. Permasalah sampah tersebut hingga saat ini masih menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dan diatasi. Kesadaran dan pemahaman masyarakat akan dampak negatif dari sampah plastik masih kurang. Oleh karena itu perlu melakukan perbaikan terlebih dahulu di sekitar hutan mangrove.

Melakukan Pembibitan Mangrove

Eksploitas yang dilakukan manusia terhadap hutan mangrove dengan mendirikan pemukiman di sekitar pantai, membuat ekosistem hutan mangrove semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Hal tersebutlah yang membuat perlu dilakukan pembibitan tanaman mangrove untuk menggantikan mangrove yang hilang akibat ulah manusia.

Pembibitan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses regenerasi dari tanaman mangrove. Bibit mangrove ini didapat dari hasil budidaya tanaman mangrove. Dengan melakukan kegiatan ini diharapkan dapat membantu untuk melestarikan hutan magrove.

Pelestarian hutan mangrove, Sumber: klikkalimantan.com
Pelestarian hutan mangrove, Sumber: klikkalimantan.com

Itu tadi informasi mengenai manfaat dari hutan mangrove beserta cara melestarikannya yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan. Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup yang baik di masa yang akan datang, mari kita bersama-sama bersatu untuk mewujudkannya. Untuk mendapatkan informasi lainnya terkait pariwisata, Anda bisa mengakses laman website kami.

Stop Plastik! Gunakan Tas Belanja Ini Sebagai Pengganti

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Jika dilihat dari banyaknya sampah plastik, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik masih kurang. Bila dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk pencegahannya, penumpukan sampah plastik ini akan menjadi masalah yang serius. Masalah yang akan terjadi bukan hanya menyangkut manusia saja, namun juga seluruh ekosistem yang ada di bumi.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilansir dari Databoks, sumber sampah terbanyak yang disumbangkan Indonesia tahun 2020 berasal dari aktivitas rumah tangga. Persentasenya mencapai 37,3% yang kemudian disusul oleh pasar tradisional yang persentasenya mencapai 16,4%.

Pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan permasalahan sampah ini, agar tidak terjadi masalah yang lebih serius di masa yang akan datang. Terlebih sampah plastik yang sulit diurai. Namun upaya pemerintah ini juga harus didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pelaku bisnis, dan yang lainnya. Salah satu upayanya dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik.

Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id
Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id

Begitu juga untuk lingkup pariwisata, karena hingga saat ini masalah sampah di tempat wisata masih belum teratasi secara maksimal. Padahal sektor wisata merupakan salah satu sektor yang penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga masalah sampah ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu kegiatan pariwisata.

Untuk membantu menjamin kelestarian lingkungan pada dunia pariwisata, perlu menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Konsep ini memperhitungkan dengan baik seluruh dampak mulai dari lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perhitungan dampak tersebut untuk masa ini hingga di masa depan. Maka dari itu diperlukan penerapan konsep ini untuk menekan dampak negatif dari pengembangan pariwisata.

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik

Untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek), maka diperlukan alternatifnya. Anda bisa menggunakan berbagai tas ramah lingkungan untuk meletakkan belanjaan, sehingga tidak perlu menggunakan kantong plastik lagi. Berikut rekomendasi beberapa jenis tas belanja pengganti plastik yang telah kami rangkumkan untuk Anda.

1. Tote Bag sebagai Pengganti Plastik

Tote bag pengganti plastik sudah mulai digunakan banyak orang. Tas ini juga sering dikenal dengan sebutan tas kanvas. Ada berbagai motif lucu yang bisa Anda pilih. Selain menjadi tas belanja, banyak yang menggunakan tote bag untuk berbagai kegiatan. Misalnya saja untuk pergi ke kampus bagi kalangan mahasiswa.

Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk
Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk

2. Tas Model Jaring

Tas pengganti kantong plastik berikutnya ialah tas dengan model jaring-jaring. Biasanya tas model ini lebih sering digunakan untuk belanja buah-buahan ataupun sayuran yang berukuran besar. Karena modelnya jaring-jaring yang memiliki lubang, jadi tas ini tidak dapat digunakan untuk belanja kebutuhan yang memiliki ukuran kecil.

Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id
Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id

3. Paper Bag

Paper bag ini biasa dijumpai pada toko-toko baju. Jika Anda memiliki bisnis di bidang fashion, maka bisa menggunakan paper bag sebagai pengganti kantong plastik. Tas ini juga memiliki tampilan yang lebih eksklusif daripada kantong plastik. Anda juga bisa mencetak dengan menampilkan logo perusahaan pada permukaan paper bag sebagai branding.

Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com
Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com

4. Tas Belanja Lipat

Tas belanja pengganti plastik berikutnya terbuat dari bahan parasut, sehingga dapat dilipat dan dibawa kemana saja dengan mudah. Model dan motif yang ditawarkan oleh tas lipat ini snagat beragam, jadi Anda dapat memilihnya seusai dengan motif kesukaan. Tas belanja ini juga bisa Anda bawa dengan mudah karena tidak akan memakan banyak tempat.

Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com
Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com

5. Tas Anyaman

Tas anyaman sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan untuk berbelanja. Namun banyak yang menganggap tas ini memiliki model yang sudah jadul, sehingga sudah jarang yang menggunakannya. Tetapi jangan salah, seiring perkembangannya tas anyaman ini telah berubah. Saat ini banyak tas anyaman yang memiliki model yang cantik dan lebih fashionable.

Baca juga: Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Tas pengganti kresek ini dapat digunakan berkali-kali, sehingga tidak mencemari lingkungan. Terbuat dari bahan yang kuat untuk mengangkut banyak barang belanjaan Anda. Daripada menggunakan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan, lebih baik beralih ke tas anyaman yang cantik ini bukan?

Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com
Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com

6. Tas dari Kaos Daur Ulang

Punya kaos bekas yang sudah tidak dipakai? Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan sebagai tas belanja. Banyak tutorial yang bisa Anda ikuti untuk pembuatannya di internet. Bahkan tas dari kaos ini juga bisa dijadikan sebagai ide bisnis yang bisa menghasilkan tambahan pendapatan.

Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com
Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com

7. Tas Belanja Pengganti Plastik dari Karung Goni

Karung goni biasanya digunakan sebagai wadah untuk berbagai produk pertanian (kentang, ketela, dan yang lainnya). Namun ternyata inovasi terbaru dari karung goni, dapat dijadikan sebagai tas belanja yang cantik. Anda bisa menggunakan tas ini sebagai pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan.

Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id
Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id

8. Tas Spunbond

Tas spunbond ini terbuat dari bahan kain sintetis. Jenis tas ini juga sudah mulai banyak ditemukan di pasaran sebagai tas belanja pengganti plastik. Walaupun memiliki tekstur yang kaku, tas ini tetap nyaman digunakan sebagai wadah untuk berbagai belanjaan Anda.

Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com
Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com

9. Plastik dari Singkong

Akibat penggunaan kantong plastik yang masih sulit diatasi, banyak yang melakukan berbagai inovasi. Salah satunya adalah terciptanya pengganti plastik yang terbuat dari singkong. Jika dilihat secara kasat mata, kantong ini seperti plastik yang terbuat dari bahan kimia. Namun sebenarnya ini adalah plastik yang terbuat dari singkong, yang diklaim lebih ramah lingkungan.

Plastik singkong ini mudah larut di dalam air, tapi tidak perlu khawatir jika terkena air hujan. Karena plastik ramah lingkungan ini akan larut di dalam air pada suhu tertentu. Kantong ini dapat dijadikan sebagai alternatif dari penggunaan kantong plastik berbahan kimia, jadi akan lebih ramah lingkungan.

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id
Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Mari ciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan menekan penggunaan kantong plastik di kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini kita telah berupaya bersama-sama untuk menyelamatkan bumi di masa yang akan datang. Mulai dari diri sendiri sadar akan bahaya sampah plastik yang mengintai keselamatan. Jika tidak mulai dari sekarang, kapan lagi?

Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id

Sebagai makhluk hidup yang meninggali bumi, sudah seharusnya kita bersama-sama bersatu untuk melestarikan alam sekitar. Hal tersebut sebagai penunjuk bahwa kita telah merawat bumi dengan baik. Karena sebagian besar kerusakan lingkungan yang terjadi tidak lain adalah akibat atau ulah dari manusia itu sendiri yang tidak peduli dengan kelestarian alam.

Menjaga kelestarian alam sekitar juga merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk membantu pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan adanya pariwisata berkelanjutan tidak hanya dari faktor ekonominya saja yang dipikirkan, namun dari kelestarian alam dan budayanya juga diperhitungkan. Sehingga dapat menjamin kestabilan pariwisata di masa depan tanpa adanya dampak kerusakan lingkungan.

Pelestarian lingkungan juga merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata, sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Melestarikan alam sekitar bukanlah tanggung jawab dari satu atau dua orang saja, namun meliputi seluruh aspek masyarakat ataupun wisatawan juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Lalu apa maksud dari melestarikan alam sekitar? Yakni kita bersama-sama untuk menjaga serta melindungi seluruh aspek yang berkaitan dengan lingkungan alam. Tujuannya agar alam tidak mengalami kerusakan yang mengakibatkan dampak buruk bagi makhluk hidup di sekitarnya. Menjaga kelestarian alam harus dimulai sejak sekarang demi menjaga kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id
Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id

Akibat Tidak Menjaga Lingkungan

Apabila kita sebagai manusia tidak menjaga lingkungan dengan baik, maka kerusakan alam tersebut dapat membawa dampak besar di masa yang akan datang. Berikut beberapa contoh akibat dari tidak menjaga lingkungan alam dengan baik.

1. Mendatangkan Bencana Alam

Contoh yang paling sering terjadi hingga sekarang adalah terjadinya penebangan liar dimana-mana. Adanya penebangan hutan secara liar serta tidak ada upaya untuk melakukan penghijauan kembali atau reboisasi, maka dapat mendatangkan bencana. Bencana yang bisa terjadi akibat illegal logging adalah kekeringan, banjir, hingga tanah longsor.

Jika terus dibiarkan maka bisa merusak tatanan ekosistem. Kekeringan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya atau kurangnya cadangan air di tanah karena hilangnya akar-akar pohon sebagai tempat menyimpan air.

2. Punahnya Hewan dan Tumbuhan

Apabila kita tidak melestarikan alam sekitar, maka dampak yang terjadi adalah punahnya berbagai hewan dan tumbuhan. Pencemaran lingkungan yang terjadi dapat merusak hewan dan tumbuhan yang ada. Jika ada salah satu spesies yang punah, maka akan mempengaruhi berbagai spesies lainnya karena menyangkut mengenai rantai makanan yang ada.

Kerusakan lingkungan mengancam punahnya hewan, Sumber : gurugeografi.id
Kerusakan lingkungan mengancam punahnya hewan, Sumber : gurugeografi.id

3. Hilangnya Sumber Makanan

Seperti yang kita ketahui bahwa sumber makanan manusia berasal dari sejumlah hewan dan tumbuhan. Apa jadinya jika hewan dan tumbuhan mengalami kepunahan? Tentu saja manusia akan kehilangan sumber makanannya, sehingga yang terjadi adalah bencana kelaparan yang merajalela. Secara tidak langsung punahnya hewan dan tumbuhan akan berakibat pula pada punahnya manusia.

4. Habisnya Sumber Energi

Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan akan berdampak pada habisnya sumber energi. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita menjaga sumber daya alam dengan baik. Salah satu caranya adalah menghemat energi, Anda bisa mulai beralih menggunakan panel surya untuk menghemat penggunaan listrik dari bahan bakar fosil.

Langkah-Langkah Melestarikan Alam Sekitar

Ada beberapa usaha sederhana yang bisa kita gunakan untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak rusak. Memang benar harus dari kesedaran diri sendiri, namun kesedaran bersama juga diperlukan untuk mengupayakannya. Dengan menjaga alam sekitar merupakan salah satu upaya untuk membangunan pariwisata berkelanjutan.

1. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Usaha sederhana yang bisa digunakan untuk melestarikan alam sekitar adalah biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai. Bahkan ada wisatawan yang berkunjung ke pantai juga membuang sampahnya ke laut. Jika hal ini terus dibiarkan, lama-kelamaan akan terjadi pencemaran lingkungan.

Tidak membuang sampah sembarangan, Sumber : jubi.co.id
Tidak membuang sampah sembarangan, Sumber : jubi.co.id

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Untuk permasalah sampah di tempat wisata masih menjadi topik penting di dalam dunia pariwisata. Terlebih banyak ditemukan sampah plastik yang susah diurai. Mengurangi penggunaan plastik masih perlu digalakkan, agar menekan jumlah sampah plastik yang ada. Dengan berkurangnya sampah plastik merupakan salah satu langkah yang bagus untuk kelestarian lingkungan.

Mengurangi penggunaan plastik, Sumber : klikhijau.com
Mengurangi penggunaan plastik, Sumber : klikhijau.com

3. Menanam Pohon

Rutin menanam pohon dapat membantu untuk menjaga kelestarian lingkungan. Walaupun langkah ini terbilang sederhana, namun jika dilakukan bersama-sama dengan masyarakat maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk alam. Apalagi kelangsung hidup manusia di masa yang akan datang juga bergantung pada apa yang kita lakukan saat ini, termasuk menanam pohon.

Menanam pohon, Sumber : djarumtreesforlife.org
Menanam pohon, Sumber : djarumtreesforlife.org

4. Menghemat Energi Listrik

Seiring berjalannya waktu kebutuhan manusia akan listrik semakin meningkat, hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pula jumlah populasi. Oleh sebab itu menghemat penggunaan listrik diperlukan untuk menjaga sumber daya alam agar tidak habis. Anda bisa mematikan lampu di siang hari, sebagai gantinya Anda bisa memanfaatkan sinar matahari untuk penerangan di waktu siang.

Ilustrasi menghemat energi listrik, Sumber : youtube.com
Ilustrasi menghemat energi listrik, Sumber : youtube.com

5. Tidak Melakukan Penebangan Liar

Penebangan liar merupakan salah satu faktor utama yang dapat merusak alam. Oleh sebab itu tidak melakukan penebangan hutan secara liar merupakan cara yang ditempuh. Jika memang diperlukan penebangan, maka bisa melakukan sistem tebang pilih. Sistem ini tentu saja dapat menjadi solusi agar tidak terjadi penebangan hutan secara berlebihan tanpa adanya upaya untuk melestarikannya kembali.

Ilustrasi penebangan hutan secara liar, Sumber : pontas.id
Ilustrasi penebangan hutan secara liar, Sumber : pontas.id

6. Menjaga Ekosistem Laut

Upaya melestarikan alam sekitar selanjutnya bisa dengan menjaga ekosistem laut. Dengan tidak membuang sampah ke laut, tidak membuang limbah berbahaya ke laut, hingga tidak merusak terumbu karang merupakan upaya untuk menjaga ekosistem laut. Selain itu menghindari penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan bagi para nelayan juga termasuk langkah untuk melestarikan ekosistem laut.

Menjaga ekosistem laut, Sumber : berkahkhair.com
Menjaga ekosistem laut, Sumber : berkahkhair.com

7. Penggunaan Transportasi Umum

Maraknya penggunaan kendaraan pribadi masyarakat dapat meningkatkan polusi udara. Sehingga diperlukan kesadaran untuk mengurangi menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan transportasi umum yang telah disediakan. Pencemaran udara melalui kendaraan pribadi merupakan aspek terbesar yang ditemukan di beberapa kota besar.

Penggunaan transportasi umum, Sumber : ekonomi.bisnis.com
Penggunaan transportasi umum, Sumber : ekonomi.bisnis.com

Itu tadi informasi yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai melestarikan alam sekitar sebagai upaya untuk pengembangan pariwisata. Mari bersama-sama bersatu untuk menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan hidup yang baik di masa yang akan datang.

Sosial Media Untuk Promosi Wisata, Bagaimana? (Penjelasan)

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Di dalam perkembangan dunia digital yang cukup pesat ini, tentu saja Anda tidak akan asing dengan sosial media. Saat ini sosial media digunakan untuk berbagai hal termasuk untuk promosi wisata. Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta jiwa. Kemudian untuk 95% dari data tersebut mengakses internet untuk bermain di jejaring sosial.

Dari data tersebut sudah terlihat bagaimana potensi yang bisa didapatkan dari promosi di sosial media. Semakin banyak orang yang mengakses media sosial, maka semakin besar pula peluang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dilirik penggunanya. Sebenarnya penggunaan media sosial untuk promosi sudah lama digunakan oleh pelaku bisnis.

Namun masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan medsos untuk promosi produk maupun jasa yang ditawarkannya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan sosial media dengan tepat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang melemahkan perekonomian dari berbagai aspek termasuk pariwisata.

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com
Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Bahkan sejak masuknya covid-19 ke Indonesia, sudah banyak destinasi wisata yang ditutup untuk menurunkan penyebaran virus corona. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Selain itu pendapatan negara dari sektor pariwisata juga ikut menurun, karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

Tetapi bukan berarti pelaku usaha yang ada di dunia pariwisata menyerah akan masalah ini. Banyak pelaku usaha yang terus berusaha agar tempat usahanya tetap hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan. Walaupun tempat wisata ditutup sementara jangan sampai promosi terhenti.

Pemilik usaha tetap bisa mempromosikan tempat wisata saat pandemi melalui jalur online. Salah satunya dengan menggunakan sosial media, bisa melalui facebook, instagram, twitter, tiktok, dan jejaring sosial lainnya. Sehingga pada saat wisatawan sudah diperbolehkan melakukan perjalanan wisata, destinasi wisata tersebut bisa menjadi tujuan bagi para pengunjung.

Tips Memaksimalkan Sosial Media Untuk Promosi Pariwisata

Ada beberapa cara untuk memaksimalkan penggunaan sosmed sebagai wadah promosi pariwisata. Sehingga walaupun dunia pariwisata sedang mengalami penurunan di masa pandemi, pelaku usaha tetap berusaha agar usahanya bisa bertahan. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti oleh pemilik usaha untuk pengembangan pariwisata.

1. Rutin Membuat Konten

Gunakan tren terkini untuk memperkaya konten pada sosial media sebuah tempat wisata. Dengan rutinnya konten yang dihasilkan, dapat membuat konsumen semakin penasaran. Buatlah konten yang berhubungan dengan tempat wisata, misalnya saja membahas satu per satu mengenai spot yang ada di destinasi wisata tersebut.

Selain itu juga bisa memperlihatkan keindahan pemandangan di lingkungan sekitar. Berikan berbagai informasi yang bermanfaat untuk konsumen, dengan begitu akan menumbuhkan kepercayaan di dalam diri konsumen terhadap tempat wisata tersebut. Cara ini dapat membantu untuk meningkatkan jumlah pengikut atau followers pada sosial media yang digunakan sebagai tempat promosi.

Dalam membuat konten juga tidak boleh asal-asalan, untuk menarik perhatian pengunjung dibutuhkan visual konten yang menarik. Bisa juga disisipi dengan promo atau diskon yang diadakan secara berkala. Informasi tersebut dapat menarik perhatian pengunjung untuk datang mengunjungi destinasi wisata tersebut. Dampak positif sosial media tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan pengunjung.

Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id
Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id

2. Menggunakan Influencer

Bukan hal baru di dalam dunia sosial media menggunakan influencer untuk mempromosikan sebuah jasa atau produk. Banyaknya pengikut atau followers dari si influencer ini bisa berdampak pada kenaikan pengunjung di tempat wisata yang direkomendasikan oleh influencer. Ada banyak influencer dari berbagai bidang dan usia, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan sendiri mana yang cocok untuk mempromosikan usahanya.

Untuk menentukan menggunakan jasa influencer juga tidak boleh sembarangan, diperlukan riset terlebih dahulu. Riset tersebut bisa dilakukan dengan cara melihat rentang usia pengikut si influencer, kemudian jumlah followersnya, serta cara komunikasi si influencer itu sendiri. Sehingga barulah dipilih mana yang sesuai dengan brand image tempat wisata tersebut.

Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id
Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id

3. Sering Melakukan Interaksi dengan Pengikut

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melakukan interaksi kepada pengikut di sosial media. Salah satunya bisa dengan membuat konten yang berisi permainan semacam kuis atau pertanyaan yang seru dan menarik. Dengan adanya interaksi tersebut dapat menumbuhkan rasa kedekatan diantara pelaku usaha dengan konsumennya.

Baca juga : Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

Seringnya melakukan interaksi dengan pengikut di sosial media juga akan berdampak pada kemudahan saat akan riset market. Pemilik usaha bisa dengan mudah mengumpulkan data-data dari konsumen, misalnya saja tren apa yang sedang disukai oleh banyak orang saat ini. Sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan serta fasilitas yang disediakan di tempat wisata tersebut.

Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com
Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com

4. Mengumpulkan Testimoni Pelanggan

Testimoni pelanggan merupakan sesuatu hal yang penting dalam memasarkan produk atau jasa, termasuk promosi wisata. Anda bisa mengumpulkan berbagai cerita mengenai kunjungan wisata oleh pengunjung tersebut, kemudian di upload ulang dengan menambahkan beberapa kata agar konten lebih menarik perhatian.

Testimoni pelanggan tersebut dapat menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap calon pengunjung lainnya. Sehingga calon pengunjung akan semakin tertarik dan penasaran ingin segera mengunjungi destinasi wisata Anda. Selain itu, testimoni yang diupload kembali di sosial media juga dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung yang telah datang berwisata di destinasi tersebut.

Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com
Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com

5. Memanfaatkan Fitur Iklan di Sosial Media

Jika Anda menggunakan instagram sebagai wadah untuk promosi tempat wisata di sosial media, maka bisa memanfaatkan fitur instagram ads. Fitur ini bisa membantu Anda untuk menjangkau lebih luas lagi target pasar yang ingin Anda tuju. Semakin luas jangkauannya, maka peluang untuk naiknya pengunjung juga menjadi lebih besar.

Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com
Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com

Itulah tadi penjelasan mengenai sosial media untuk promosi wisata. Kondisi seperti sekarang ini membuat para pelaku usaha untuk terus mengupayakan bagaimana cara agar tempat wisatanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan sosial media untuk terus melakukan branding pariwisata, agar terus berkembang dan tidak terlupakan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata: Apa Saja Itu?

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Kurangnya atau tidak memadainya fasilitas penunjang yang ada di tempat wisata, dapat berdampak pada sepinya pengunjung. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas dari destinasi wisata ialah memberikan fasilitas lengkap untuk seluruh wisatawan. Fasilitas pariwisata inilah yang nantinya dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi para wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang menunjang perekonomian, oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik. Salah satu solusi untuk membangun pariwisata ke arah yang lebih baik adalah dengan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) ini merupakan konsep pengembangan pariwisata dengan memperhitungkan serta memperhatikan keseluruhan dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Maka dari itu, memperbaiki fasilitas yang tidak terawat dan membangun fasilitas lain di tempat wisata menjadi salah satu usaha untuk mengembangkan wisata.

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com
Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Faktanya masih banyak ditemukan beberapa destinasi wisata yang tidak memiliki fasilitas umum yang lengkap, sehingga menyulitkan wisatawan. Bahkan ada juga yang sudah memiliki fasilitas penunjang, namun tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan kotor begitu saja. Padahal apabila disediakan fasilitas yang lengkap dapat memudahkan serta membuat wisatawan nyaman saat liburan.

Hal tersebut juga relevan dengan pasal 7 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengenai salah satu pilar yang ada dalam pembangunan kepariwisataan yakni pembangunan destinasi pariwisata. Di dalam pembangunan destinasi pariwisata mencakup pembangunan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, prasarana dan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata

Lalu apa sajakah fasilitas pariwisata yang dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan? Berikut beberapa fasilitas penunjang yang dibutuhkan di destinasi wisata, sebagai upaya untuk pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik.

1. Tersedianya Fasilitas Toilet yang Memadai

Untuk setiap tempat wisata sudah seharusnya memiliki toilet yang memadai. Bukan hanya dari segi jumlahnya yang banyak, namun juga harus terawat kebersihannya agar wisatawan nyaman menggunakannya. Karena pada kenyataannya banyak sekali destinasi wisata yang menyediakan toilet dengan kondisi yang memprihatinkan, atau dalam kata lain tidak bersih dan tidak terawat.

Memiliki tim yang mengatur kebersihan toilet, sudah seharusnya dimiliki oleh tempat wisata. Pihak pengelolalah yang wajib mengatur mengenai kebersihan dari fasilitas paling penting di destinasi wisata ini. Ketika toilet bersih dan wangi, pengunjungpun merasa nyaman untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com
Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com

2. Tersedianya Tempat Sampah

Ketersediaan fasilitas tempat sampah di lokasi wisata, sampai saat ini masih menjadi catatan penting bagi pengelola tempat wisata. Seperti yang kita ketahui, permasalahan sampah di tempat wisata masih menjadi hal penting yang perlu diatasi. Banyak sekali ditemukan sampah-sampah plastik yang dibuang ke sembarang tempat.

Bahkan untuk tempat wisata alam seperti laut, banyak sekali ditemukan sampah plastik yang dibuang ke laut. Jika dibiarkan terus-menerus hal tersebut dapat mencemari laut. Apabila laut tercemar, maka akan berdampak besar pada rusaknya ekosistem laut. Oleh sebab itu, kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik harus terus digalakkan.

Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id
Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id

3. Tersedianya Fasilitas Ramah Difabel

Seluruh destinasi wisata merupakan tempat umum yang bisa dikunjungi oleh siapa saja, termasuk bagi teman difabel. Namun ketersediaan fasilitas penunjang bagi difabel di destinasi wisata masih kurang. Sehingga diperlukan upaya untuk menciptakan tambahan fasilitas di setiap destinasi wisata yang ramah difabel.

Mulai dari adanya petugas yang mengusai bahasa isyarat hingga toilet khusus difabel. Bahkan peraturan mengenai fasilitas difabel terkait toilet juga telah diatur oleh pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 60 Tahun 2006. Dengan adanya fasilitas ramah difabel ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyaman, serta keselamatan bagi teman difabel.

Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co
Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co

4. Ketersediaan Ruang Hijau

Adanya ruang hijau di tempat wisata juga akan membantu meyediakan udara yang sejuk dan asri di sekitar tempat wisata. Hal itu juga merupakan upaya untuk menjaga kelestarian alam sekitar. Banyaknya tumbuhan dan tanaman hijau dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Ruang hijau ini akan diletakkan pada titik-titik tertentu di sekitar tempat wisata agar memberikan sirkulasi udara yang baik.

Saat ini sudah banyak daerah yang membangun ruang hijau di pusat kota. Ruang hijau tersebut bisa berupa taman kota hingga hutan kota yang amat bermanfaat untuk pengunjung wisata di kota tersebut. Bisa juga dimanfaatkan untuk aktivitas warga lokal.

Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com
Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com

5. Tersedianya Tempat Ibadah

Fasilitas yang tidak kalah penting yang harus ada di lokasi wisata adalah tempat ibadah, misalnya saja seperti masjid atau mushola. Dengan adanya mushola ini dapat membantu pengunjung muslim yang akan menunaikan ibadah. Mushola yang tersedia di tempat wisata inipun juga harus dijaga kebersihannya, mulai dari tempat mengambil air wudhu hingga karpet yang digunakan di dalam mushola atau masjid.

Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com
Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com

6. Terdapat Akses yang Mudah

Fasilitas selanjutnya adalah ketersediaan akses yang mudah bagi para wisatawan. Misalnya saja kondisi jalan yang baik sehingga nyaman dan memudahkan pengunjung untuk sampai ke tempat wisata tersebut. Kemudian lahan parkir resmi yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Bisa juga dengan disediakannya angkutan umum yang membawa wisatawan dari tempat parkir menuju spot tertentu yang diinginkan.

Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com
Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com

7. Tersedianya Area Food Court

Area wisata yang di dalamnya tersedia area makanan atau food court, maka akan semakin lengkap. Biasanya wisatawan yang datang berkunjung, setelah selesai berkeliling tempat wisata akan merasakan haus atau lapar. Untuk itu, tersedianya fasilitas food court ini dapat membantu bagi para wisatawan yang ingin makanan maupun bersantai di area kuliner tersebut.

Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com
Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com

Terima kasih telah berkenan membaca artikel di atas, mari bersama-sama membantu untuk menyukseskan pengembangan pariwisata di Indonesia. Ikut membangun pariwisata bersama masyarakat juga termasuk dalam upaya untuk pengembangan pariwisata menuju ke arah yang lebih baik.

Penjelasan Efek Rumah Kaca: Apa Itu?

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

Untuk mengetahui penjelasan dari efek rumah kaca, maka bisa dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Efek rumah kaca merupakan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan bumi seperti layaknya rumah kaca. Bisa dikatakan bahwa panas matahari yang masuk ke bumi terjebak di dalam atmosfer, sehingga menyebabkan suhu dibumi menjadi lebih hangat.

Hal itu dikarenakan gas-gas yang ada di atmosfer menahan panas matahari, gas itu dikenal dengan sebutan gas rumah kaca. Namun sebenarnya gas-gas ini muncul dilingkungan secara alami, akan tetapi ada juga yang diakibatkan oleh kegiatan atau aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang terdapat di dalam atmosfer meliputi CO2 (karbon dioksida), N2O (nitrogen dioksida), CH4 (metana), serta freon (SF6, HFC dan PFC).

Penjelasan mengenai pengertian efek rumah kaca di atas sudah sedikit memberikan gambaran, bahwa di zaman saat ini terdapat beberapa aktivitas manusia yang membuat meningkatnya gas rumah kaca. Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus terjadi, maka bumi akan semakin rusak. Bisa jadi bumi tidak mampu lagi untuk menjaga kehidupan makhluk hidup yang menghuninya.

Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com
Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com

Sebenarnya efek rumah kaca ini juga memiliki dampak positif untuk bumi kita ini. Ketika prosesnya, panas bumi akan kembali masuk dan mengakibatkan suhu di bumi naik yang kemudian menghangat. Proses tersebut menjadikan bumi layak untuk di tinggali berbagai makhluk hidup. Namun jika efek rumah kaca terus-menerus terjadi, maka tidak hanya menjadi hangat namun bumi bisa memanas.

Istilah memanasnya bumi inilah yang sering disebut dengan global warming atau pemanasan global. Untuk mencegah terjadinya global warming, kita sebagai manusia yang meninggali bumi tentu saja harus lebih peduli dengan kondisi bumi yang seperti ini. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah membangun bangunan yang ramah lingkungan atau biasa disebut dengan green architecture.

Penyebab dari Efek Rumah Kaca

Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa hal yang menyebabkan efek rumah kaca ialah gas-gas yang ada di dalam atmosfer. Gas rumah kaca inilah yang mengakibatkan panas dari matahari terjebak di atmosfer. Gas-gas tersebut terbentuk secara alami karena lingkungan, namun ada beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan gas-gas ini meningkat secara drastis. Apa saja itu?

1. Penggunaan Sumber Daya Alam Berlebihan

Penggunaan sumber daya alam yang dilakukan secara besar-besaran dan berlebihan dapat menjadi salah satu faktor penyebab efek rumah kaca. Misalnya saja penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Padahal seiring berjalannya waktu populasi manusia terus bertambah, sehingga kebutuhan listrik juga ikut bertambah.

2. Sampah Rumah Tangga

Sampah atau limbah yang berasal dari rumah tangga ini juga bisa menjadi penyebab dari efek rumah kaca. Ketika sampah rumah tangga tersebut hanya dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk mengatasinya, maka dapat menghasilkan gas karbon dioksida dan methana. Padahal sampah-sampah yang ditimbun tersebut banyak dijumpai di kota-kota besar.

3. Penebangan Hutan secara Liar

Penebangan hutan yang dilakukan secara liar dapat menjadi faktor yang menyebabkan efek rumah kaca semakin meningkat. Tanpa adanya tumbuhan hijau disekitar, maka sarana yang digunakan untuk meminimalisir efek rumah kaca juga akan berkurang. Jika penebangan liar terus terjadi dapat mengakibatkan pembakaran hutan yang dilakukan secara berlebihan yang akan menghasilkan gas rumah kaca berupa karbon dioksida.

Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com
Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com

4. Terjadinya Pencemaran Laut

Terjadinya pencemaran laut ini tidak jauh dari permasalahan sampah yang sampai saat ini belum dapat teratasi. Misalnya saja seperti permasalahan sampah di tempat wisata, sebagian besar wisatawan yang berlibur akan menyumbangkan sampah plastik yang bisa mengancam kelestarian lingkungan. Jika sampah-sampah tersebut dibuang ke laut tentu saja akan mencemari laut.

Hasil dari pencemaran laut berdampak pula pada meningkatnya efek rumah kaca. sampah-sampah tersebut akan mempengaruhi ekosistem yang ada di laut, sehingga banyak populasi di laut yang mati. Padahal laut memiliki peran penting dalam penyerapan salah satu gas rumah kaca yakni karbon dioksida.

5. Industri Peternakan

Limbah atau sampah pada industri peternakan ternyata dapat menghasilkan gas rumah kaca, misalnya saja kotoran sapi. Limbah sapi tersebut dapat menghasilkan gas rumah kaca seperti CO2 (karbon dioksida) dan CH4 (metana). Jika tidak ditanggulangi maka akan semakin besar dampak yang diakibatkan oleh gas rumah kaca tersebut.

6. Industri Pertanian

Penyebab dari efek rumah kaca juga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk nonorganik. Walaupun pupuk tersebut dipercaya dapat meningkatkan hasil dari pertanian, namun penggunaannya dapat merusak lingkungan. Pupuk nonorganik dapat menghasilkan gas rumah kaca misalnya saja N2O (nitrous oksida), yang dapat meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Penjelasan mengenai efek rumah kaca berikutnya adalah dari segi dampaknya. Tentu saja feke rumah kaca memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan bumi yang kita tinggali ini. Berikut dampak yang terjadi akibat efek rumah kaca.

1. Terjadinya Global Warming

Telah disampaikan sebelumnya, apabila suhu bumi terus meningkat maka lama kelamaan bumi akan memanas. Istilah tersebut lebih akrab dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Pemanasan global merupakan salah satu dampak terburuk dari efek rumah kaca ini.

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com
Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

2. Mencairnya Es di Kutub Utara dan Selatan

Dampak berikutnya dari efek rumah kaca berkaitan dengan pemanasan global, akibat dari naiknya suhu bumi berpengaruh pula pada wilayah kutub utara dan selatan. Es-es yang ada di kutub ini akan mulai mencair, sehingga dapat menaikkan air laut. Hal yang ditakutkan adalah daratan semakin lama bisa tenggelam karena air air laut terus mengalami kenaikan volume.

Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com
Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com

3. Lapisan Ozon Menipis

Lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi yang terpancar dari ultraviolet (UV) serta mencegah sinar UV tersebut mengenai permukaan bumi, karena dianggap berbahaya dan merugikan makhluk hidup. Namun jika lapisan ozon mulai menipis, bukan tidak mungkin radiasi ultraviolet dapat dengan mudah masuk ke bumi dan mengancam keselamatan makhluk hidup di bumi.

Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com
Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com

Cara Menganggulangi Efek Rumah Kaca

Sebagai makhluk hidup yang meninggali bumi, tentu saja menjaga kelestarian bumi merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Untuk itu agar kelangsungan hidup bumi terus berlangsung maka kita harus mengupayakan untuk menanggulangi efek rumah kaca. Berikut penjelasan mengenai cara menanggulangi efek rumah kaca.

1. Melakukan Reboisasi

Cara pertama yang dapat digunakan untuk menanggulangi efek rumah kaca adalah melakukan reboisasi atau penghijauan kembali. Reboisasi ini dilakukan pada hutan-hutan gundul yang terjadi penebangan liar di dalamnya.

2. Penghematan Listrik

Cara berikutnya adalah dengan menghemat penggunaan listrik. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa pembangkit listrik dari bahan bakar fosil yang dapat berdampak pada efek rumah kaca. Sehingga Anda bisa menghemat penggunaan listrik dengan menggantinya menggunakan panel surya. Panel surya ini diyakini dapat dijadikan solusi untuk penghematan listrik.

3. Menekan Penggunaan Plastik

Sampah plastik merupakan salah satu barang yang sangat sulit diurai, dengan menekan penggunaannya maka dapat membantu untuk mengurangi efek rumah kaca. Menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan juga dapat mengurangi masalah yang terjadi di tempat wisata, yakni penggunaan sampah plastik di destinasi wisata.

Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id
Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id

4. Pengolahan Limbah Industri Peternakan

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa limbah dari industri peternakan dapat meningkatkan efek rumah kaca. Oleh sebab itu, limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas. Biogas dapat difungsikan untuk energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil.

5. Menggunakan Pupur Organik

Penggunaan pupuk nonorganik dapat meningkat efek rumah kaca semakin besar, karena gas-gas yang dihasilkannya. Maka dari itu beralis ke pupuk organik merupakan salah satu cara untuk menanggulangi efek rumah kaca.

Terima kasih telah berkenan membaca artikel dari PT Eticon Rekaya Teknik mengenai penjelasan dari efek rumah kaca di atas. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda, sehingga dapat saling membantu untuk mengurangi efek rumah kaca yang terjadi.

Mengintip Permasalahan Sampah di Tempat Wisata

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

Permasalahan sampah di tempat wisata dari dulu hingga saat ini masih menjadi topik hangat di dunia pariwisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem laut, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika sampah-sampah tersebut hanya didiamkan saja, maka akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Jika dilihat dalam Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah disebutkan, bahwa setiap orang berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan daya tarik wisata. Selain itu, setiap orang juga berkewajiban untuk ikut serta membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Jadi sudah jelas bahwa setiap orang termasuk wisatawan, warga sekitar, maupun pengelola wisata tersebut wajib untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jika sampah di tempat wisata dibiarkan menumpuk, maka akan mencemari lingkungan. Bahkan sudah ada beberapa destinasi wisata di Indonesia yang rusak akibat hal tersebut.

Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com
Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com

Seperti yang telah diketahui bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling penting bagi Indonesia. Untuk menciptakan pariwisata yang dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, maka diperlukan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Apa itu pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism)?

Pariwisita berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang memperhitungkan seluruh dampak dari segi ekonomi, lingkungan, serta sosial. Baik untuk masa kini ataupun dimasa yang akan datang. Sehingga tidak hanya berdampak pada ekonomi saja, namun juga dapat menjamin kelestarian lingkungan dari tempat wisata.

Dampak Sampah Plastik

Di tempat wisata banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang digunakan oleh para wisatawan. Plastik merupakan barang yang sulit sekali untuk di daur ulang, butuh ratusan tahun lamanya agar dapat terurai. Walaupun pada akhirnya terurai, plastik tersebut tidak dapat terurai secara sempurna melainkan akan menjadi potongan mikroskopis. Berikut dampak dari sampah plastik.

1. Pencemaran Udara

Di dalam kandungannya, plastik terdapat zat beracun yang apabila dilepaskan ke tanah saat kantong plastik rusak akibat terpapar sinar matahari ataupun sampah plastik tersebut dibakar, maka akan melepaskan zat beracun berbahaya ke udara. Sehingga dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu kualitas udara di lingkungan tersebut.

Udara yang dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik dapat dengan mudah terhirup oleh manusia. Jika dibiarkan terus-menerus, akan berdampak serius pada kesehatan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit karena kandungan dari zat beracun plastik tersebut.

Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com

2. Pencemaran Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Bahkan keindahan laut di Indonesia menarik banyak wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Misalnya saja pulau Bali yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menarik banyak wisatawan asing untuk datang berkunjung.

Banyaknya wisatawan asing maupun lokal tidak hanya meningkatkan perekonomian suatu negara, namun juga terdapat salah satu dampak yang dikhawatirkan yakni penumpukan sampah. Semakin banyak wisatawan yang tidak mempedulikan lingkungan, maka akan semakin banyak pula tempat wisata yang tercemar akibat sampah tersebut.

Bahkan menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 64 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia per tahunnya. Bahkan mencapai angka 3,2 juta ton sampah plastik yang telah dibuang ke laut. Hal tersebutlah yang dapat membuat ekosistem laut terganggu dan tercemar akibat sampah.

Makhluk hidup yang ada di laut banyak yang mengonsumsi sampah karena berpikir bahwa sampah-sampah tersebut merupakan makanan mereka. Mulai dari ikan-ikan kecil hingga ikan besar juga memakan sampah-sampah yang dibuang ke laut tersebut. Sehingga banyak makhluk hidup di laut yang mati akibat teracuni zat beracun dari kandungan sampah plastik.

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com
Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

3. Terganggunya Kesehatan Manusia

Setelah mencemari udara dan laut, sampah plastik juga akan mengganggu kesehatan manusia. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa sampah plastik terdapat kandungan zat beracun di dalamnya. Jika zat beracun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan.

Misalnya saja saat Anda mengonsumsi ikan laut yang tanpa disadari telah mengonsumsi sampah plastik, maka secara tidak sengaja Anda juga ikut mengonsumsi zat beracun dari plastik tersebut. Selain itu pembakaran sampah plastik yang terjadi disekitar Anda, kemudian secara tidak sengaja terhirup maka juga akan menggangu kesehatan Anda.

Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com
Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com

Upaya Mengurangi Sampah di Destinasi Wisata

Untuk mengurangi penumpukan plastik di tempat wisata, perlu dilakukan kerja sama yang baik antara wisatawan, pihak pengelola tempat wisata, maupun pemerintah. Sehingga dapat meminimalisir dampak pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah yang diakibatkan para wisatawan di lokasi wisata. Apalagi saat ini wisata di Indonesia sudah mulai berangsur pulih kembali pasca pandemi covid-19 yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata.

1. Tersedianya Tempat Sampah

Untuk meminimalisir wisatawan membuang sampah secara sembarangan, pihak pengelola tempat wisata harus menyediakan tempat sampah yang cukup dan mudah di temukan oleh wisatawan. Setidaknya terdapat 2 macam tempat sampah yang disediakan, yakni tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik. Tujuannya agar lebih memudahkan pada saat memilah sampah-sampah tersebut.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Perlu diadakan penyuluhan kembali terkait dampak dari penggunaan plastik terhadap lingkungan. Untuk wisatawan yang pergi berlibur diharapkan membawa wadah makan serta wadah minum yang bisa digunakan kembali. Selain itu perlu juga untuk membawa tas kain yang bisa dijadikan sebagai pengganti kantong plastik, sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik.

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id
Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id

3. Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik

Berdasarkan data dari The World Bank tahun 2018 di Indonesia sendiri memberikan kontribusi sampah yang dibuang ke laut sekitar 3,2 juta ton dengan jenis sampah yakni sedotan plastik. Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di laut maka diperlukan edukasi untuk para wisatawan agar mengurangi penggunaaan sedotan plastik.

Itulah beberapa informasi mengenai permasalahan sampah di tempat wisata, siapapun itu berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ikutilah anjuran pemerintah untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan sehat.

Membangun Pariwisata Bersama Masyarakat

Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat

United Nation World Tourism Organizations (UNWTO) mengakui bahwa sektor pariwisata adalah sektor unggulan dan merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan wilayah di suatu negara maupun peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Meningkatnya jumlah destinasi dan investasi pariwisata menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur.

Continue reading