Tips Memilih Konsultan/Penyedia Jasa SLF

Tips Memilih Konsultan dan Penyedia Jasa SLF

SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai dengan IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai dengan fungsinya. Kelaikan teknis sebuah bangunan gedung dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan dari instansi, pengkaji teknis, maupun penyedia jasa konsultan terkait.

Adapun yang akan diperiksa oleh pengkaji teknis di antaranya adalah kesesuaian fungsi, persyaratan tata bangunan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan bangunan gedung sebagaimana yang telah diatur melalui Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Menteri Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. Dengan adanya SLF, bangunan gedung yang saat ini Anda fungsikan memiliki keandalan yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.   

Sertifikat Laik Fungsi yang telah terbit ini memiliki masa berlaku 5 (lima) tahun untuk jenis bangunan umum dan 20 (dua puluh) tahun untuk bangunan tempat tinggal. Dengan begitu, sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi habis, pemilik/pengguna bangunan gedung harus mengajukan perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi.

Cara memilih penyedia jasa SLF terbaik

Untuk memudahkan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi, pemilik/pengguna bangunan gedung dapat melakukan konsultasi maupun bekerja sama dengan perusahaan pengkaji teknis atau penyedia jasa SLF yang berpengalaman.

Pengkaji teknis yang dimaksud dalam hal ini adalah perseorangan atau badan usaha, baik yang berstatus badan hukum maupun yang memiliki sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli atau sertifikat badan usaha untuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi suatu bangunan gedung.

Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memilih pengkaji teknis dan konsultan/penyedia jasa SLF terbaik?

Melalui artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa poin yang wajib Anda pertimbangkan sebelum bermitra dengan perusahaan penyedia jasa SLF.

1. Pelajari profil perusahaan beserta legalitasnya

Saat ini, cukup banyak penyedia jasa pengurusan SLF yang dapat Anda jumpai. Namun perlu diingat, bahwa dalam memilih mitra konsultan/penyedia jasa, khususnya untuk pengkaji teknis bangunan gedung tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Mengapa demikian? Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kualitas pemeriksaan dan hasil kajian mendalam yang akan Anda dapatkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari lebih jauh mengenai jasa konsultan yang akan Anda libatkan menjadi mitra kerja.

Hal yang tak kalah pentingnya juga, perusahaan yang baik adalah perusahaan yang bukan hanya bekerja karena permintaan klien. Melainkan juga memiliki misi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas.  

Pada tahap ini, pastikan Anda melakukan review mendalam mengenai perusahaan calon mitra melalui internet. Pastikan nama perusahaan dapat ditemukan di internet dan memiliki alamat yang jelas. Selain itu, perusahaan yang profesional tentunya memiliki sebuah website yang difungsikan untuk menginformasikan seluruh layanannya.

Jika poin-poin di atas sudah Anda dapatkan, jangan lupa untuk memastikan bahwa perusahaan calon mitra pengurusan SLF memiliki legalitas yang lengkap. Misalnya saja seperti akta perusahaan, NIB (Nomor Induk Berusaha), SBU (Sertifikat Badan Usaha), SIUJK (Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi), dan tenaga ahli bersetifikat, termasuk juga legalitas pendukung lainnya.  

2. Pilih jasa dengan layanan responsif dan profesional

Jangan terlalu cepat mengambil keputusan sebelum Anda mengetahui sistem kerja sebuah perusahaan. Cobalah untuk membandingkan profil beberapa perusahaan supaya Anda mendapatkan gambaran mengenai mitra kerja terbaik. Jalinlah komunikasi di awal melalui customer success atau customer relations perusahaan calon mitra. Harapannya lewat tahap ini, Anda dapat mengetahui seberapa profesional layanan yang diberikan oleh perusahaan calon mitra pengurusan SLF.  

3. Lihat pengalaman/portofolio pekerjaannya

Selain kelengkapan legalitasnya, mulailah untuk mencari informasi mengenai pengalaman perusahaan calon mitra pengurusan SLF. Tidak dapat dipungkiri, pengalaman dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kapasitas sebuah perusahaan dalam menangani sebuah pekerjaan.

Jika perusahaan sudah lama berdiri, dapat dikatakan mereka memiliki cukup banyak pengalaman. Namun, hal ini tentu tidak cukup untuk jadi pertimbangan. Pelajari juga secara detail nama perusahaan dan daerah mana saja yang pernah menjadi klien dalam dua tahun terakhir. Jika perlu, Anda dapat menanyakan besaran nilai proyek yang pernah diampu oleh perusahaan yang akan dilibatkan sebagai mitra kerja pengurusan SLF.  

Selain pengalaman dan portofolio pekerjaannya, pastikan bahwa tenaga ahli yang diterjunkan ke lapangan benar-benar memiliki kompetensi keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan uji teknis keandalan bangunan. Biasanya, perusahaan yang profesional memiliki anggota tim yang tersertifikasi resmi sesuai dengan keahliannya. Untuk mendapatkan informasi detail dari setiap tenaga ahli yang diusulkan, cobalah untuk mencari namanya melalui sosial media jaringan profesional LinkedIn.

4. Minta rekomendasi dari rekan kerja

Perusahaan konsultan/penyedia jasa SLF yang memiliki banyak pengalaman bisa menjadi tanda bahwa perusahaan tersebut sangat profesional dan berkompeten. Namun, supaya Anda lebih yakin, cobalah untuk meminta rekomendasi lewat rekan kerja Anda.

Baca juga: Kelengkapan Persyaratan SLF

Tips Memilih Konsultan dan Penyedia Jasa SLF

Seberapa profesional PT Eticon Rekayasa Teknik?

Jika Anda mencari pengkaji teknis atau konsultan SLF terpercaya, menggunakan jasa PT Eticon Rekayasa Teknik adalah pilihan yang tepat. Perusahaan kami beranggotakan tim ahli bersertifikasi resmi di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) pada asosiasi bergengsi seperti IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), PPI (Persatuan Insinyur Indonesia), dan INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) yang memiliki keseriusan dalam bidang kajian teknis bangunan.

Dalam dua tahun terakhir, perusahaan kami mendapat kepercayaan sebagai mitra kerja dalam pengurusan SLF untuk banyak perusahaan besar, seperti PT Pertamina (Persero), PT Nikomas Gemilang, PT Krakatau POSCO, PT Mayora Indah, PT P&G Operations Indonesia, PT Gunung Garuda, PT Ferro Mas Dinamika, PT Ferro Ceramic Color, PT Baja Perkasa Sentosa, PT SLP Internusa, dan puluhan perusahaan lainnya. Selain memiliki pengalaman dalam pengurusan SLF untuk tipe bangunan gedung pabrik/industri, kami juga berpengalaman dalam melakukan uji teknis bangunan gedung yang difungsikan untuk kegiatan pelayanan kesehatan, seperti RS Dewi Sri Karawang, RS Fikri Medika Karawang, dan RS Gramedika Sleman.

Nah, itulah beberapa tips cara memilih konsultan/penyedia jasa pengurusan SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Semoga Anda menemukan mitra yang tepat sebelum benar-benar meneken kontrak kerja sama dalam pengurusan dan penerbitan SLF.

Baca juga: Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *