Mengenal Lebih Dekat dengan Pondasi Raft yang Mulai Banyak Dipilih Para Kontraktor

Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com

Setiap bangunan tentu membutuhkan jenis pondasi yang berbeda antara bangunan satu dengan bangunan yang lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan pondasi tersebut yaitu kondisi tanah. Dari banyaknya jenis pondasi yang dapat digunakan dalam pembangunan, jenis pondasi raft bisa Anda jadikan pilihan.

Mengenal Seputar Pondasi Raft

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat banyak jenis pondasi yang ada dalam pembangunan, salah satunya yaitu pondasi raft. Tapi sebenarnya apa itu pondasi raft? Pondasi raft adalah salah satu jenis pondasi bangunan dengan kekuatan dan volume besar yang dibuat dari plat beton bertulang.

Bahan utama pembuat pondasi tersebut berfungsi untuk meneruskan beban-beban bangunan diatasnya yang kemudian diteruskan ke dalam tanah keras. Bentuk dari pondasi raft menyerupai rakit, sehingga pondasi ini dikenal juga dengan nama pondasi rakit.

Pondasi rakit termasuk dalam jenis pondasi dangkal yang mempunyai bentuk plat sangat lebar dengan ketebalan tertentu, sehingga membentuk plat raksasa. Pondasi rakit banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan bertingkat, bangunan yang memiliki basement, konstruksi rumah satu dan dua lantai, bahkan pada bangunan yang digunakan untuk tempat menopang tangki-tangki besar perusahaan.

Namun, jumlah lantai bangunan bertingkat yang bisa dipenuhi oleh pondasi rakit maksimal 10 lantai saja. Untuk ketebalan dari pondasi rakit cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan bangunan yang akan dibangun. Jenis pondasi rakit juga bisa dikombinasikan dengan pondasi dalam, dimana pada bagian bawah pondasi rakit yang terdapat kolom diberikan tambahan bored pile.

Pondasi rakit pada bangunan, Sumber: klopmart.com
Pondasi rakit pada bangunan, Sumber: klopmart.com

Apa Saja Kelebihan Pondasi Raft?

Terdapat beberapa alasan mengapa pondasi rakit banyak dijadikan sebagai pilihan. Hal ini tentu tidak lepas dari berbagai kelebihan yang dimilikinya. Diantara berbagai kelebihan tersebut, yakni sebagai berikut:

1. Dapat Diaplikasikan Pada Tanah Sulit

Pondasi raft atau pondasi rakit merupakan salah satu jenis pondasi yang bisa Anda andalkan sebagai solusi untuk area tanah yang tidak rata bahkan area tanah yang sulit. Jenis pondasi ini juga bisa digunakan untuk struktur bangunan dengan beban ringan pada jenis tanah yang lunak seperti tanah liat maupun pada tanah yang terdapat zona lunak pada area tertentu. 

Pondasi rakit dapat menjangkau zona-zona tersebut dengan menggunakan tekanan bantalan sesuai dengan tingkat penurunan yang disanggupi zoom.

2. Efisien dan Efektif

Kelebihan lainnya dari pondasi raft adalah lebih efisien dan efektif. Mengapa demikian? Karena untuk membuat pondasi rakit tidak begitu banyak memakan waktu, atau dengan kata lain Anda dapat menghemat waktu pada proses pembuatannya.

Secara tidak langsung, hal ini juga akan membuat proses pembangunan sebuah bangunan menjadi lebih cepat. Meskipun dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, namun tentunya tidak mengurangi kualitas dari pondasi tersebut.

3. Biaya Relatif Terjangkau

Selain efektif dan efisien, pada proses pembuatan jenis pondasi rakit juga tidak memakan biaya yang banyak karena biaya yang digunakan relatif terjangkau. Pada pembuatan pondasi raft, biaya pada proses penggalian dapat ditekan agar tidak terlalu membengkak.

Hal ini dapat dilakukan karena pondasi rakit tergolong jenis pondasi dangkal sehingga pekerjaan penggalian yang dilakukan relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Selain itu, proses pembuatan pondasi rakit juga bisa dilakukan tanpa bantuan alat berat.

Sehingga Anda tidak perlu menganggarkan secara khusus untuk pengadaan atau untuk menyewa alat berat. Jadi, selain dapat menghemat sumber daya dan tenaga kerja, pembuatan jenis pondasi rakit juga dapat menghemat anggaran Anda.

4. Adaptasi Fisik Bangunan yang Baik

Kelebihan terakhir dari pondasi raft yaitu adaptasi bangunan yang lebih baik. Pengerjaan pondasi rakit sudah cukup teruji, hal ini dibuktikan dengan banyaknya gedung perkantoran dan gedung-gedung lainnya di Indonesia yang telah mengaplikasikan pondasi rakit pada bangunan tersebut.

Jenis pondasi rakit sendiri mampu mengikuti kondisi tanah yang mungkin saja terjadi, salah satunya yaitu penurunan tanah. Tentunya kondisi tersebut akan lebih aman dan tidak membahayakan bagi bangunan diatasnya. Karena apabila tanah mengalami penurunan, maka seluruh pondasi akan turun secara bersama-sama mengikuti tanah tersebut.

Sehingga bangunan diatasnya pun tidak akan mengalami kemiringan atau bahkan kerusakan yang berujung ambruk.

Kelebihan pondasi rakit, Sumber: castleforms.com
Kelebihan pondasi rakit, Sumber: castleforms.com

Apa Saja Kekurangan dari Pondasi Raft?

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, pondasi raft nyatanya juga tidak lepas dari beberapa kekurangan. Namun meskipun begitu, kekurangan dari pondasi rakit bisa diminimalisir keberadaannya. Diantara kekurangan-kekurangan tersebut, yakni sebagai berikut:

1. Pondasi Rakit Dapat Terkikis

Salah satu kekurangan yang dimiliki oleh pondasi rakit adalah dapat terkikis. Jika tidak dirawat dan diperhatikan dengan baik, pada bagian tepi alas pondasi rakit dapat terkikis seiring dengan berjalannya waktu. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena kekurangan yang satu ini dapat diatasi dengan mudah.

Anda hanya perlu menyediakan waktu untuk melakukan perawatan dan memperhatikan bagian tepi alas pondasi ini. Dengan memberikan perawatan terbaik, maka pondasi rakit dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

2. Membutuhkan Pekerja yang Berpengalaman

Meskipun dapat dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat, namun terkadang desain pondasi raft bisa menjadi sangat kompleks dan rumit. Hal inilah yang akhirnya mengharuskan kehadiran seorang ahli atau pekerja yang berpengalaman dalam proses pembuatannya.

Karena desain yang kompleks tersebut dapat menjadi masalah apabila pada proses pembuatannya tidak dilakukan oleh seseorang yang terampil dan teliti.

3. Membutuhkan Penguat Berat

Terkadang, jenis pondasi yang satu ini membutuhkan penguat berat tambahan pada area tertentu. Hal inilah yang tentunya dapat menambah biaya pengeluaran pada pembuatannya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tidak semua proses pembuatan pondasi rakit membutuhkan penguat berat tersebut.

Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com
Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com

Metode Pelaksanaan Pondasi Raft

Setidaknya terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk pengerjaan pondasi rakit. Pelaksanaan pondasi rakit juga terbilang simpel dan tidak ribet. Berikut adalah langkah-langkah pengerjaan pondasi rakit, antara lain:

  • Galian basement sekaligus digunakan sebagai galian untuk pondasi rakit. Sehingga elevasi atau sudut kemiringan galian mengikuti sudut kemiringan yang telah ditentukan konsultan dengan nilai CBR minimal 50% dari luas bangunan. Jadi, apabila nilai CBR tidak memenuhi maka perlu dilakukan perbaikan tanah.
  • Pembuatan lantai kerja.
  • Membuat dan merakit pembesian sesuai dengan gambar kerja yang sudah ada.
  • Membuat bekisting (cetakan) dengan pasangan batako sebagai dinding basement.
  • Memasang pembesian dengan sistem pelat dua arah
  • Memasang pembesian untuk tulangan kolom dan dinding basement
  • Kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan obat anti rayap
  • Pengecekan kembali pembesian sebelum dilakukan pengecoran
  • Setelah semuanya sesuai, barulah dilakukan proses pengecoran pada tiap-tiap bagian pondasi tersebut.

Nah, itulah ulasan mengenai pondasi rakit dengan berbagai kelebihan dan kekurangan serta metode pelaksanaannya. Berbagai kelebihan dan kekurangan pondasi raft dapat Anda jadikan pertimbangan mengingat saat ini banyak jenis pondasi yang ada dalam pembangunan. Semoga ulasan tersebut dapat memberikan tambahan informasi bagi Anda dan kita semua.

Mengulas Secara Lengkap Mengenai Detail Pondasi Sumuran yang Penting untuk Bangunan

Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com

Membangun sebuah bangunan tentunya membutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh, apalagi jika bangunan tersebut berukuran besar dengan bobot yang berat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Anda bisa menggunakan jenis pondasi sumuran. Untuk mengetahui detail dari pondasi sumuran, simak informasinya sampai selesai ya.

Sebelum mengenal lebih jauh detail dari pondasi yang satu ini, akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya pondasi itu. Pondasi sendiri merupakan salah satu elemen penting pada sebuah bangunan. Hal ini tentu saja karena pondasi adalah hal pertama yang harus ada sebelum elemen lain pada bangunan tersebut terbentuk. 

Atau dengan kata lain, pondasi merupakan penopang bagi bangunan itu sendiri. Mengingat pentingnya sebuah pondasi, maka pondasi perlu dibuat dengan kuat dan kokoh. Terdapat beberapa jenis pondasi pada sebuah bangunan, salah satunya adalah pondasi sumuran.

Ulasan lengkap mengenai pondasi sumuran, Sumber: hanggoroblog.wordpress.com
Ulasan lengkap mengenai pondasi sumuran, Sumber: hanggoroblog.wordpress.com

Mengenal Detail Pondasi Sumuran

Sesuai dengan namanya, pondasi sumuran merupakan jenis pondasi bangunan yang terdiri dari susunan pipa beton melingkar yang dicor sehingga memiliki bentuk silinder layaknya sebuah sumur. Jenis pondasi bangunan ini juga sering disebut dengan istilah cyclop.

Jenis pondasi sumuran termasuk jenis pondasi dalam yang biasanya digunakan pada konstruksi bangunan yang dilakukan ke arah vertikal. Oleh sebab itu, jenis pondasi yang satu ini sangat cocok dijadikan pilihan untuk gedung atau bangunan lain yang dibangun di kawasan pinggiran bukit maupun tanah berbatu.

Hal ini karena detail pondasi sumuran yang efektif memiliki fungsi untuk memperkokoh tanah bangunan. Sehingga mampu menahan tekanan tanah yang rentan terhadap longsor. Di samping itu, jenis pondasi ini juga berfungsi untuk menjaga dan menopang beban bangunan agar bangunan tetap stabil.

Beberapa contoh bangunan yang menggunakan pondasi jenis ini diantaranya seperti jembatan, apartemen, tower, rumah susun, dan masih banyak lagi.

Apa Saja Kelebihan Pondasi Sumuran?

Sama halnya dengan jenis pondasi bangunan lainnya, pondasi sumuran juga memiliki berbagai kelebihan untuk struktur bangunan. Di bawah ini adalah detail pondasi sumuran yang cocok untuk konstruksi bangunan dengan berbagai kelebihan, diantaranya sebagai berikut:

1. Ramah Lingkungan

Sebagian besar proses pembuatan pondasi dalam akan menimbulkan suara yang berisik atau bising. Biasanya suara tersebut muncul karena proses penggalian tanah. Nah, jika Anda menggunakan jenis pondasi ini maka hal tersebut bisa dihindari. Karena kelebihan dari pondasi ini yaitu sangat ramah lingkungan.

Ramah lingkungan disini artinya pada saat proses pembuatannya, pembangunan jenis pondasi ini menghasilkan polusi suara yang lebih rendah daripada jenis pondasi lainnya. Sehingga, ketika Anda membuat sebuah struktur bangunan dengan jenis pondasi ini, suara dari proses pembuatan yang dihasilkan tidak akan mengganggu orang lain di sekitar Anda.

Selain tidak menimbulkan suara bising, pembuatan detail pondasi sumuran juga tidak menimbulkan getaran keras. Seperti yang kita tahu, getaran dengan frekuensi yang tinggi selain dapat mengganggu ketenangan juga dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi bangunan yang ada di sekitarnya, seperti bangunan bisa roboh.

2. Bisa Diaplikasikan Pada Tanah Labil

Kelebihan lainnya dari jenis pondasi yang satu ini adalah bisa diaplikasikan pada tanah yang labil, seperti tanah bekas timbunan sampah hingga lokasi tanah yang berlumpur. Selain itu, pondasi bangunan yang satu ini juga sangat mudah diadaptasikan pada berbagai jenis tanah yang berada di dalam air.

Tentunya kita semua tahu bahwa tanah yang berada di dalam air mempunyai susunan struktur yang berbeda dengan tanah kering. Hal itulah yang terkadang menjadi penghalang untuk membangun sebuah pondasi.

Namun jika Anda menggunakan jenis pondasi ini, maka tanah tersebut tidak menjadi sebuah penghalang untuk proses pembangunannya. Dengan begitu, pembangunan dapat dilakukan dengan mudah.

Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com
Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com

3. Mampu Menahan Beban Berat

Berbicara mengenai ketahanan, tingkat ketahanan pondasi sumuran merupakan salah satu yang patut diunggulkan. Hal ini tentu saja karena pondasi ini merupakan jenis pondasi dalam, atau pondasi yang memiliki kedalaman cukup dalam. Penanaman pondasi jenis ini pun juga bisa mencapai titik tanah yang paling keras sekalipun.

Sehingga hal tersebut mampu membuat jenis pondasi dalam ini menahan beban dengan bobot yang berat. Dalam arti lain, beban yang dapat ditumpu oleh pondasi ini cukup besar, bahkan mampu dimanfaatkan untuk menopang beban bangunan yang bertingkat.

Mengingat tingginya tingkat ketahanan pada pondasi sumuran, pondasi jenis ini bisa digunakan sebagai struktur bangunan gedung yang biasanya memiliki banyak lantai atau bertingkat dan juga berukuran besar.

4. Biaya Pembuatan Relatif Terjangkau

Jika Anda ingin membuat pondasi bangunan dengan budget yang terjangkau, maka jenis pondasi yang satu ini bisa Anda jadikan solusi yang tepat. Jika dibandingkan dengan pondasi lainnya, jenis pondasi ini merupakan pondasi dengan biaya pembuatan yang relatif terjangkau.

Salah satu alasannya adalah karena detail pondasi sumuran yang efisien dan efektif tidak membutuhkan bantuan alat berat untuk proses pembuatannya. Selain itu juga karena pondasi sumuran memiliki struktur yang sangat sederhana. Material yang digunakan untuk membentuk pondasi sumuran juga tidaklah banyak.

Biaya paling besar hanya dibutuhkan untuk pengadaan bahan-bahan pengisi sumuran, yaitu berupa beton dan batu belah. Karena itulah biaya yang dikeluarkan untuk membuat pondasi sumuran tidak terlalu membengkak.

5. Pembuatan yang Tidak Rumit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu kelebihan dari pondasi bangunan yang satu ini adalah proses pembuatannya yang tidak rumit. Hal ini karena dalam proses pembuatannya tidak membutuhkan bantuan dari alat berat apapun. Semua tahapan dilakukan secara manual dengan bantuan tenaga manusia.

Dengan begitu, Anda tidak perlu menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan atau untuk menyewa alat berat yang tentu biayanya tidak sedikit.

Kelebihan dari sumuran, Sumber: pinhome.id
Kelebihan dari sumuran, Sumber: pinhome.id

Bagaimana Metode Pelaksanaan Pondasi Sumuran?

Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh para pekerja untuk melaksanakan pembuatan jenis pondasi ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Mulanya, para pekerja membuat galian untuk lubang hingga kedalaman alas pondasi dengan ukuran diameter yang sesuai dengan pipa beton yang digunakan.
  • Kemudian pipa beton pertama, kedua, dan pipa beton lainnya dimasukkan secara hati-hati pada galian atau lubang tersebut.
  • Langkah selanjutnya adalah penambalan celah-celah pipa beton dengan adukan semen dan pasir agar pipa-pipa beton tersebut dapat terikat dan semakin kuat.
  • Lalu, membuat adukan sebagai isian sumuran tersebut. Biasanya isian tersebut terdiri dari semen, kerikil, pasir, dan air.
  • Sebelum menuangkan adonan tersebut, para pekerja akan memasukkan batu kali terlebih dahulu. Barulah kemudian dimasukkan adonan diatasnya. Langkah tersebut dilakukan hingga elevasi ±1 (satu) meter di bawah cap/footing.
  • Dilanjutkan proses pengecoran dengan beton K 250 hingga permukaan atas dinding sumuran terisi secara merata dan penuh.
  • Pada bagian atas pondasi sumuran, dapat dilanjutkan pada tahap pekerjaan pembesian untuk membuat cap/footing dan kolom/pilar.

Demikian ulasan mengenai detail pondasi sumuran beserta dengan kelebihan dan metode pelaksanaannya. Semoga ulasan ini dapat memberikan informasi dan manfaat tambahan bagi Anda.

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Cair yang Benar? Temukan Jawabannya Disini!

Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net

Limbah merupakan salah satu permasalahan besar yang hampir dirasakan oleh setiap negara. Salah satunya adalah limbah cair dari proses industri. Pengolahan limbah cair sendiri perlu diperhatikan oleh para pelaku industri maupun pemerintah setempat. Karena jika hanya dibiarkan, hal tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan maupun manusia.

Mengenal Limbah Cair

Sesuai dengan namanya, limbah cair merupakan sisa atau buangan yang memiliki wujud cair. Limbah cair bisa berasal dari berbagai aktivitas atau kegiatan, salah satunya adalah kegiatan industri. Sejalan dengan berkembangnya kegiatan industri, maka hasil limbah cair yang dihasilkan pun juga semakin banyak dan beragam. 

Contoh limbah cair industri misalnya seperti sisa limbah tempe dan tahu, sisa cairan pewarna makanan atau pakaian, sisa cairan pengawet, kandungan besi pada air, hingga sisa-sisa bahan kimia lainnya. Limbah cair industri memiliki berbagai kandungan antara satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis produksi industri yang dilakukan.

Terdapat limbah cair yang bisa dengan mudah dinetralisir, tetapi ada juga limbah cair yang mengandung bahan berbahaya. Umumnya, limbah cair dikelompokkan dalam karakteristik fisika, kimia, dan biologi. Karakteristik fisika mencakup suhu, warna, bau, dan tingkat kekeruhan limbah. Karakteristik kimia mencakup kesadahan, PH, BOD, COD. 

Sedangkan karakteristik biologi mencakup ragam organisme yang terdapat pada limbah tersebut. Mengingat banyaknya limbah cair yang dihasilkan dan banyaknya kontaminan yang terdapat di dalamnya, maka pengolahan dan pengelolaan limbah industri cair perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar limbah yang dibuang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.

Mengenal limbah cair, Sumber: tecamgroup.com
Mengenal limbah cair, Sumber: tecamgroup.com

Bagaimana Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri?

Biasanya limbah cair hasil produksi akan langsung dibuang pada daerah perairan seperti laut, sungai, selokan, bahkan tanah. Padahal, jika limbah cair langsung dibuang begitu saja tanpa pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan berbagai masalah.

Lalu, bagaimana cara pengolahan limbah cair tersebut? Sistem pengolahan limbah cair dari proses industri dapat dilakukan dalam berbagai tahapan, diantaranya sebagai berikut:

1. Primary Treatment

Primary treatment atau pengolahan pertama dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan padatan atau kontaminan dari air secara fisik dengan melewati saringan (filter) dan bak sedimentasi. Maka dari itu, prosesnya pun meliputi penyaringan (filtration) dan pengendapan (sedimentation).

Proses penyaringan bertujuan untuk mengurangi padatan maupun lumpur yang bercampur serta partikel-partikel yang terkandung pada air limbah tersebut. Karena polutan tersebut dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan pada badan air penerima dan dapat juga mengganggu efisiensi dari alat pengolahan limbah lainnya.

Proses ini dilakukan dengan cara melewatkan air limbah melalui media yang porous. Sedangkan tahap pengendapan pada limbah hasil industri dapat terjadi karena adanya kondisi yang sangat tenang. Untuk mempercepat proses pengendapan dapat dilakukan dengan bantuan tawas yang sebelumnya sudah diencerkan.

Proses ini dikenal dengan istilah rapid mixing (pengadukan cepat) untuk melarutkan koagulan seperti tawas di dalam air, dan slow mixing (pengadukan lambat) untuk mencampurkan koagulan dengan polutan flok yang dapat mengendap.

2. Secondary Treatment

Tahap selanjutnya dalam upaya pengolahan limbah cair yaitu pengolahan kedua (secondary). Pengolahan kedua bertujuan untuk menghilangkan koloid serta menstabilisasikan zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan dilakukannya proses penguraian secara aerobik dan anaerobik.

  • Proses aerobik. Proses pengolahan limbah cair yang satu ini dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme aerobik dan menggunakan bantuan oksigen sebagai energi untuk metabolisme dari bakteri tersebut. Penambahan bakteri dan penambahan oksigen pada proses ini sangat penting dilakukan untuk mendapatkan hasil pengolahan yang sempurna.
  • Proses anaerobik. Pengolahan anaerobik merupakan proses pengolahan senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam limbah menjadi gas metana dan karbondioksida tanpa bantuan oksigen seperti halnya proses pengolahan aerobik.

3. Tertiary Treatment

Tertiary treatment atau pengolahan limbah cair tersier merupakan metode pengolahan yang dilakukan setelah limbah diolah menggunakan metode primer dan sekunder tetapi masih terdapat zat tertentu dalam limbah tersebut yang berbahaya. Tertiary treatment sendiri dapat disesuaikan dengan kandungan zat yang masih tersisa dalam air limbah tersebut.

Metode pengolahan limbah yang satu ini tergolong dapat mengolah limbah dengan baik. Namun sayangnya, pengolahan tersier jarang diaplikasikan karena biaya yang diperlukan untuk melakukan pengolahan cenderung lebih tinggi atau mahal.

Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net
Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net

Apa Tujuan dari Pengolahan Limbah Cair?

Dilakukannya proses pengolahan air limbah dari hasil industri tentu bukan tanpa alasan. Pengolahan air limbah dilakukan dengan tujuan tertentu agar tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi apapun dan siapapun. Berikut adalah beberapa tujuan dari pengolahan limbah cair industri, yakni antara lain:

1. Menetralisir Kontaminan

Seperti yang kita tahu, limbah cair sisa hasil industri mengandung berbagai kontaminan berbahaya yang mungkin saja beracun. Racun pada limbah cair tersebut apabila dibuang secara ilegal dapat menyebabkan terjadinya berbagai pencemaran.

Limbah cair yang dibuang di daerah perairan dapat menyebabkan pencemaran air yang mengganggu biota air dan menyebabkan kurangnya pasokan air bersih. Sedangkan limbah yang dibuang secara ilegal ke tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah yang membuat tanah menjadi tidak subur lagi.

Namun, jika limbah cair diproses dengan pengelolaan yang baik dan tepat, maka resiko tersebut dapat diminimalisir bahkan dihindari. Karena tujuan dari pengolahan tersebut adalah menetralisir kontaminan berbahaya yang terkandung pada air limbah. Sehingga ketika dibuang, limbah-limbah tersebut tidak akan mencemari lingkungan.

2. Meningkatkan Kualitas Hasil Industri

Pengelolaan air limbah dapat menghasilkan aliran limbah yang cocok untuk pembuangan dan penggunaan kembali terhadap lingkungan. Dengan begitu, secara tidak langsung hal tersebut efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari hasil industri itu sendiri.

Selain itu, pengelolaan limbah cair industri yang efektif juga dapat mengurangi biaya pengeluaran dan biaya operasional.

3. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Tujuan lainnya dari pengolahan air limbah yaitu sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain meminimalisir dan menghilangkan kontaminan, pengolahan air limbah juga bertujuan untuk membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Jika air limbah yang dibuang tidak mengandung kontaminan, maka pencemaran air dan tanah pun tidak akan terjadi. 

Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih terjaga dan masyarakat pun akan mendapatkan berbagai keuntungan dari lingkungan tersebut. Misalnya seperti pasokan air bersih tetap terjaga, tanah subur yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, dan masih banyak lagi.

Jika kebutuhan manusia dapat terpenuhi oleh lingkungan yang sehat, maka secara tidak langsung hal tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Karena dengan lingkungan yang sehat, dapat mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan manusia.

Tujuan pengelolaan limbah cair, Sumber: watertreatmentservices.co.uk
Tujuan pengelolaan limbah cair, Sumber: watertreatmentservices.co.uk

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengolahan air limbah dari sisa industri. Cara-cara tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi polutan yang terdapat dalam limbah agar lingkungan tetap terjaga dan lestari.

Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan kesadaran bagi kita untuk tidak serta merta membuang limbah cair secara ilegal tanpa pengolahan yang tepat.

Ingin Tahu Apa Saja Jenis Crane yang Biasa Digunakan? Cek Detailnya Disini!

Bagian-bagian dari crane, Sumber: arparts.id

Setiap pekerjaan yang berat, tentu tidak dapat dilakukan hanya dengan menggunakan tenaga manusia. Maka dari itu, untuk mempermudah pekerjaan tersebut dibutuhkan bantuan alat berat yang sesuai, salah satunya adalah crane. Banyaknya jenis crane yang ada memungkinkan para pekerja untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Apa Itu Crane?

Crane sendiri merupakan salah satu jenis alat berat yang dapat berotasi hingga 360 derajat, atau dengan kata lain crane adalah alat berat yang mampu berputar. Secara umum, fungsi crane yang paling utama yaitu untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Karena membutuhkan bantuan dari crane, maka tentunya material yang dipindahkan adalah material yang bobotnya tidak ringan. Biasanya crane dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi pada skala yang besar seperti pembangunan gedung perkantoran yang tinggi, gudang industrial, pelabuhan, pergudangan, dan masih banyak lagi.

Namun terdapat juga crane yang dimanfaatkan untuk pekerjaan dalam skala sederhana. Alat berat jenis ini mampu mengangkut material secara vertikal maupun horizontal. Jangkauan mengangkut crane juga tergantung dari panjang lengan yang dimilikinya. Semakin panjang lengan crane, maka semakin jauh pula jangkauan mengangkutnya.

Sesuai dengan fungsinya, maka crane haruslah memiliki kemampuan mengangkat, menahan, membawa dan menggeser beban, memiliki kapasitas besar, serta ketinggian yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Mengenal berbagai jenis crane, Sumber: hseblog.com
Mengenal berbagai jenis crane, Sumber: hseblog.com

Apa Saja Bagian Crane?

Sebelum mengetahui apa saja jenis crane yang ada, akan lebih baik jika kita juga mengenal bagian-bagian dari crane itu sendiri. Berikut adalah bagian-bagian dari crane, yakni antara lain:

  • Lengan crane atau jib. Jib atau lengan crane merupakan salah satu komponen yang memiliki kemampuan berputar sebesar 360 derajat yang berfungsi untuk mengangkat beban. Setiap jenis crane memiliki panjang lengan yang berbeda, sehingga daya angkutnya pun berbeda antara satu crane dengan jenis crane lainnya.
  • Counter weight. Sesuai dengan namanya, komponen crane yang satu ini berfungsi sebagai keseimbangan lengan crane. Beban counterweight sesuai dengan kebutuhan dari crane. Jadi, semakin besar beban yang diangkut oleh crane maka akan semakin besar pula beban counterweight.
  • Hoist. Atau pengangkat merupakan salah satu komponen crane yang berfungsi untuk membawa beban secara vertikal.
  • Trolley. Sedangkan trolley adalah bagian crane yang berfungsi untuk membawa beban secara horizontal.
  • Sling. Sebuah kabel baja yang berfungsi sebagai pengait antara crane dengan beban. Panjang dari sling sendiri dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari crane itu sendiri.
  • Operator’s cab. Bagian crane yang satu ini bermanfaat sebagai tempat untuk mengoperasikan crane, yang dimana terdapat berbagai tuas dan panel pengendali crane.
  • Mast. Mast memiliki fungsi untuk mengatur ketinggian lengan crane dengan bantuan tenaga hidrolik.
  • Base section. Sesuai dengan namanya, komponen ini berada di bagian paling dasar dari crane. Base section terbuat dari beton yang berat dan berguna untuk menahan beban dari material maupun crane itu sendiri.
  • Slewing unit. Seperti yang kita tahu, crane adalah alat berat yang dapat berputar. Nah, komponen inilah yang berfungsi untuk memutar lengan crane secara 360 derajat.
  • Climbing frame. Letak kabin yang tinggi tentu membutuhkan akses masuk ke dalam kabin bagi operator. Climbing frame inilah yang berfungsi sebagai akses operator untuk masuk ke operator’s cab.
  • Tower top. Komponen ini merupakan komponen dari crane yang letaknya paling tinggi atau di puncak crane.
  • Collar frame. Komponen crane yang satu ini berfungsi sebagai pengaman apabila telah melebihi batas free standing. Komponen ini terdiri dari sabuk pengaman sabuk pengaman yang dikaitkan pada bangunan.
Bagian-bagian dari crane, Sumber: arparts.id
Bagian-bagian dari crane, Sumber: arparts.id

Jenis-Jenis Crane yang Biasa Digunakan Beserta Fungsinya

Mungkin sebagian besar dari kita beranggapan bahwa crane hanya memiliki satu jenis saja. Namun ternyata, crane memiliki berbagai jenis sesuai dengan fungsinya masing-masing. Di bawah ini adalah jenis-jenis crane yang ada, yakni sebagai berikut:

1. Tower Crane

Tower crane merupakan salah satu jenis crane yang biasanya digunakan pada proyek konstruksi bangunan, terutama pembangunan gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi, seperti gedung perkantoran. Struktur tower crane yang tinggi dapat memudahkan para pekerja untuk menaikkan material-material pada jangkauan bangunan yang paling atas sekalipun.

Tinggi dari jenis crane ini berkisar antara 70 hingga 80 meter dengan kemampuan mengangkut material hingga lebih dari 20 ton. Karena ukurannya yang besar dan tinggi, membuat proses pemasangan tower crane memakan cukup banyak waktu, karena banyaknya bagian crane yang harus dipasang secara terpisah.

Tower crane, Sumber: hargabeton.com
Tower crane, Sumber: hargabeton.com

2. Truck Crane

Truck crane disebut juga dengan nama mobile crane. Disebut sebagai mobile crane karena jenis alat berat ini memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Kelebihan dari truck crane atau mobile crane adalah dapat dibawa langsung ke lokasi proyek tanpa bantuan kendaraan pengangkut. Hal ini karena tipe crane truck dapat dipasangkan langsung pada truk.

Sehingga memiliki fleksibilitas untuk bergerak ke arah barang yang akan diangkut. Crane truck memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi. Hal ini bertujuan agar ketika crane beroperasi, crane tersebut menjadi seimbang.

Crane truck atau mobile crane, Sumber: craneindonesia.com
Crane truck atau mobile crane, Sumber: craneindonesia.com

3. Crawler Crane

Jenis crane selanjutnya yaitu crawler crane. Alat berat yang satu ini biasanya digunakan pada proyek pembangunan. Sesuai dengan namanya, crane crawler menggunakan roda-roda rantai (crawler) untuk melakukan mobilisasi. Sehingga crane crawler dapat digunakan di berbagai medan, bahkan medan yang sulit sekalipun.

Namun meskipun memiliki roda dan bisa bergerak, untuk sampai ke lokasi pembangunan crane crawler perlu dibawa menggunakan kendaraan pengangkut (truk trailer).

Crawler crane, Sumber: pakki.org
Crawler crane, Sumber: pakki.org

4. Hydraulic Crane

Penggunaan hydraulic crane biasanya hanya untuk pekerjaan dengan skala sederhana, seperti bagian pergudangan dan perbengkelan. Namun biasanya pada pergudangan dan perbengkelan terdapat lebih dari satu crane hydraulic untuk memenuhi banyaknya kebutuhan pengangkutan barang.

Jenis crane ini biasanya diletakkan pada satu titik dan tidak fleksibel untuk dipindah-pindahkan. Berbeda juga dengan crane lainnya, jangkauan hydraulic crane sendiri tidak terlalu panjang dan hanya mampu berputar hingga 180 derajat saja.

Hydraulic crane, Sumber: simscrane.com
Hydraulic crane, Sumber: simscrane.com

5. Hoist Crane (Overhead Crane)

Berbeda dengan jenis crane lainnya, hoist crane merupakan alat berat yang beroperasi dan dipasang di atas langit-langit. Sama halnya dengan hydraulic crane, hoist crane juga digunakan di perbengkelan dan pergudangan. Hanya saja, hoist crane dipasang di atas langit-langit menggunakan rel khusus.

Rel-rel tersebut berfungsi sebagai jalur untuk bergerak hoist crane. Namun sayangnya, hoist crane hanya dapat bergerak maju dan mundur saja, atau dengan kata lain hanya bergerak ke satu arah saja.

Hoist atau overhead crane, Sumber: thomasnet.com
Hoist atau overhead crane, Sumber: thomasnet.com

6. Floating Crane

Jika biasanya crane beroperasi di daratan, maka jenis floating crane beroperasi di lautan atau perairan. Crane floating biasanya juga disebut sebagai sebuah kapal terapung yang memiliki crane di atasnya.

Crane floating dipergunakan untuk mengangkut suatu material berupa batu-batuan dari kapal tongkang dan kemudian dilanjutkan dengan pemrosesan dan dimasukkan pada mother vessel. Alat berat yang satu ini digerakkan dengan bantuan Tugboat, karena tidak memiliki mesin induk dan alat kemudi sendiri.

Untuk menunjang performa kinerjanya, floating crane memiliki alat tambahan yaitu loader dan dozer. Kedua alat tersebut bermanfaat untuk mempermudahkan jangkauan crane ke arah yang susah dicapai.

Floating crane, Sumber: newcivilengineer.com
Floating crane, Sumber: newcivilengineer.com

Itulah ulasan lengkap mengenai jenis-jenis crane beserta dengan fungsinya. Semoga ulasan tadi dapat memberikan tambahan informasi bagi Anda.

Dua Gedung Pencakar Langit di India Diruntuhkan, Akibat Tidak Tersertifikasi Laik Fungsi (SLF)?

Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com

Pernahkah Anda melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi di Indonesia atau bahkan di luar negeri? Jika pernah, apakah Anda tahu apa istilah yang tepat untuk menyebut gedung tinggi tersebut? Ya benar, gedung pencakar langit.

Kenapa Disebut Gedung Pencakar Langit?

Istilah gedung pencakar langit tentu sudah tidak asing lagi bagi kita, karena istilah tersebut seringkali disebut saat kita membicarakan perihal gedung-gedung yang menjulang tinggi. Tapi tahukah Anda mengapa disebut dengan gedung pencakar langit?

Penggunaan kata “pencakar langit” atau “skyscraper” adalah istilah untuk menyebut bangunan yang tinggi atau bangunan yang memiliki banyak lantai. Awalnya penggunaan pencakar langit ini digunakan oleh masyarakat Amerika Serikat. Mereka menggunakan kata tersebut untuk mewakili kekaguman pada gedung-gedung yang tinggi.

Sesuai dengan namanya, bentuk fisik pencakar langit sangatlah tinggi, sehingga seakan-akan dapat mencakar langit. Bagi sebagian besar masyarakat di kota-kota besar di dunia tentu sudah tidak asing lagi dengan gedung-gedung tinggi ini, karena jenis gedung ini biasanya berada di pusat kota-kota besar.

Sebenarnya pembangunan gedung-gedung tinggi yang banyak dilakukan di kota-kota besar bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena sebagian besar kota-kota besar memiliki ketersediaan lahan yang terbatas. Sehingga bangunan tersebut dibangun secara vertikal agar memiliki kapasitas yang besar meskipun tanpa lahan yang cukup luas.

Gedung yang menjulang tinggi, Sumber: medcom.id
Gedung yang menjulang tinggi, Sumber: medcom.id

Beberapa Gedung Pencakar Langit di Dunia

Umumnya, gedung-gedung tinggi dibangun untuk berbagai kebutuhan. Sebut saja seperti gedung perkantoran, perhotelan, apartemen, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Dilansir dari wikipedia, sebuah gedung bisa dikatakan sebagai gedung pencakar langit apabila gedung tersebut memiliki minimum tinggi 150 meter atau 490 kaki.

Saat ini rekor gedung pencakar langit tertinggi di dunia yaitu Burj Khalifa di Dubai, dengan ketinggian gedung mencapai 828 meter. Sementara negara yang memiliki gedung-gedung tinggi terbanyak di dunia yaitu China, dengan jumlah gedung kurang lebih 2.971. Di Indonesia sendiri, gedung yang menjulang tinggi banyak ditemukan di kota Jakarta.

Selain Burj Khalifa, terdapat ratusan bahkan ribuan gedung menjulang tinggi yang tersebar di berbagai negara di dunia. Dengan adanya gedung-gedung ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke negara tersebut. Di bawah ini adalah beberapa gedung tertinggi di dunia, yakni antara lain:

  • Burj Khalifa. Gedung yang berada di Dubai ini memiliki tinggi 828 meter dengan total lantai mencapai 163. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih 6 tahun, dari 2004 hingga 2010. Selain menjadi gedung pencakar langit tertinggi, Burj Khalifa juga merupakan salah satu gedung termegah di dunia.
  • Shanghai Tower. Gedung menjulang tinggi yang berada di China ini menempati posisi kedua untuk gedung tertinggi di dunia dengan bangunan yang menjulang setinggi 631 meter. Gedung ini dibangun pada tahun 2015 dengan total lantai mencapai 128.
  • Guangzhou CTF Finance Centre. Gedung yang menjulang tinggi ini terletak di Guangzhou. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih 6 tahun, sejak 2010-2016. Gedung ini memiliki tinggi 530 meter. Total biaya untuk pembangunan gedung ini mencapai 21,7 triliun.
  • CITIC Tower. Gedung tinggi satu ini berada di Beijing, China. CITIC Tower memiliki tinggi hingga 527 meter dengan total lantai yang dimiliki 117. Proses pembangunan gedung ini memakan waktu kurang lebih 5 tahun dengan biaya gingga 54,3 triliun.
  • Central Park Tower. Gedung pencakar langit ini terletak di kawasan elit Billionaire’s Row, New York, Amerika Serikat. Central Park Tower memiliki tinggi yang menjulang yaitu 472 meter. Central Park Tower selesai dibangun pada tahun 2020 dan  memiliki total 102 lantai. Bangunan ini digunakan untuk tempat tinggal yang tentu saja mewah.
  • Lakhta Center. Bangunan yang terletak di Rusia ini memiliki tinggi 462 meter dan merupakan gedung tertinggi di Rusia dan Eropa. Lakhta Center dimanfaatkan sebagai gedung perkantoran bagi beberapa perusahaan. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 201 dan selesai tahun 2019.
  • Vincom Landmark 81. Gedung pencakar langit yang satu ini berada di Ho Chi Minh City, Vietnam. Gedung ini diberi nama berdasarkan dengan dari total lantai yang dimiliki, yaitu berjumlah 81 lantai. Gedung yang berada di Vietnam ini menjulang setinggi 461 meter.
Gedung-gedung tinggi di dunia, Sumber: archdaily.com
Gedung-gedung tinggi di dunia, Sumber: archdaily.com

Peristiwa Gedung Pencakar Langit di India

Tahukah Anda bahwa beberapa waktu lalu terdapat dua gedung pencakar langit di India dirobohkan? Hal tersebut menjadi perbincangan banyak media Internasional bahkan media Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu 28 Agustus 2022 sekitar pukul 14:30 waktu setempat.

Sebelumnya gedung tersebut dimanfaatkan sebagai apartemen dengan total 850 buah. Dua bangunan tinggi di India tersebut memiliki tinggi mencapai 103 meter. Sebelum diruntuhkannya gedung tersebut, sekitar 7.000 orang dievakuasi untuk menjauhi gedung. Lebih dari 3.700 kg bahan peledak digunakan untuk meruntuhkan dua bangunan tersebut.

Akibat dari diruntuhkannya gedung tersebut terdapat gumpalan besar dari puing-puing debu. Peruntuhan gedung pencakar langit di India ini hanya berlangsung selama 9-10 detik, dan seketika gedung tersebut runtuh tanpa ada sedikitpun bangunan yang tersisa. Peruntuhan dua gedung pencakar langit di India sudah sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar.

Pasalnya setelah lebih dari satu dekade melakukan pertempuran hukum, dengan mengajukan petisi, akhirnya pada tanggal 28/08/2022 gedung tersebut dihancurkan. Hari itu tentunya menjadi puncak kemenangan bagi masyarakat yang berada di sekitar gedung.

Peruntuhan dua gedung di India bukanlah tanpa alasan, diruntuhkannya dua gedung tersebut karena melanggar aturan atau ilegal. Pembangunan gedung tersebut melanggar serangkaian peraturan bangunan dan juga norma keselamatan kebakaran. Atau sederhana, dua gedung di India tersebut tidak tersertifikasi laik fungsi.

Padahal sejatinya semua bangunan, apalagi gedung pencakar langit perlu ada legalitas kelayakan pemakaian sebelum digunakan. Hal itu bertujuan untuk keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan dalam penggunaan gedung. Karena melanggar aturan pembangunan itulah, dua gedung pencakar langit di India diruntuhkan.

Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com
Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com

Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan

Peristiwa diruntuhkannya dua gedung pencakar langit di India, tentunya menjadi acuan bagi kita untuk mengantongi sertifikasi SLF sebelum menggunakan suatu bangunan. SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bukti bahwa gedung yang telah dibangun bisa dimanfaatkan.

Setiap bangunan yang selesai dibangun wajib memiliki SLF sebagai syarat untuk menggunakan bangunan tersebut. SLF sangat penting karena bisa dijadikan sebagai bukti bahwa bangunan tersebut aman, siap digunakan, serta termasuk dalam upaya menjalankan ketertiban administrasi sebagai warganegara yang baik.

Untuk mengurus SLF, Anda bisa menggunakan jasa konsultan SLF yang berpengalaman. Anda bisa mengurus sertifikasi SLF bersama PT Eticon Rekayasa Teknik. Kami merupakan perusahaan konsultan SLF yang siap untuk membantu mengurus SLF bangunan Anda. Segera urus sertifikasi SLF kenyamanan serta kemudahan Anda dalam pemakaian bangunan.

Desain Rumah Tumbuh Sederhana yang Menarik Untuk Budget Ekonomis

Rumah tumbuh minimalis putih, Sumber: kompasiana.com

Membangun rumah idaman tentunya menjadi impian bagi semua orang. Namun sayangnya, hal tersebut seringkali terhambat oleh lahan dan budget yang terbatas. Tapi Anda tidak perlu khawatir, jika Anda ingin membangun sebuah rumah di lahan dan dengan budget terbatas, Anda bisa menyiasatinya dengan mencoba desain rumah tumbuh.

Apa Itu Rumah Tumbuh?

Bagi Anda yang belum familiar dengan istilah rumah tumbuh, rumah tumbuh merupakan pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap. Artinya, Anda bisa membangun rumah dengan budget yang dimiliki terlebih dahulu. Nantinya jika Anda memiliki dana tambahan, Anda bisa melakukan pembangunan lanjutan untuk menambah ruangan pada rumah.

Rumah tumbuh seringkali dijadikan sebagai solusi ketika pada sebuah keluarga memiliki penambahan anggota di masa depan. Jadi singkatnya, rumah tumbuh ini adalah rumah yang dibangun atau dirancang secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan serta kemampuan pemiliknya.

Oleh sebab itu, untuk rancangan anggaran biaya pembangunan rumah tumbuh sendiri sangat ditekan tanpa mengurangi kualitas dan fungsi rumah yang dibangun. Membangun sebuah rumah tumbuh bisa menjadi salah satu tips hemat dalam membangun rumah, karena bisa dibangun dengan budget yang dimiliki terlebih dahulu.

Konsep rumah tumbuh harus benar-benar direncanakan dengan matang. Karena konsep awal rumah akan sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan rumah selanjutnya. Sehingga saat Anda akan melanjutkan pembangunan rumah kembali, Anda bisa dengan mudah melakukannya tanpa memikirkan ulang konsepnya.

Desain rumah tumbuh, Sumber: ilovelife.co.id
Desain rumah tumbuh, Sumber: ilovelife.co.id

Keunggulan Membangun Rumah Tumbuh

Setiap desain atau jenis rumah yang dibangun pastinya memiliki berbagai kelebihan dan keunggulan yang membuat rumah tersebut banyak diminati. Sama halnya dengan desain rumah tumbuh ini. Desain rumah tumbuh saat ini banyak diminati karena berbagai keunggulan yang dimilikinya. Berikut adalah keunggulan rumah tumbuh, yakni antara lain:

1. Dapat Menyesuaikan Budget

Anggaran atau budget merupakan salah satu faktor yang seringkali menjadi penghambat bagi mereka yang ingin membangun sebuah hunian. Dengan menerapkan konsep rumah tumbuh ini, Anda bisa membangun rumah dengan ketersediaan dana yang Anda miliki.

Anda bisa membangun ruangan-ruangan yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Sebut saja seperti ruang tamu, ruang makan, dapur berikut kitchen set, dan kamar mandi. Selanjutnya saat ketersediaan dana sudah cukup, Anda bisa melanjutkan pembangunan tanpa perlu melakukan renovasi besar-besaran.

2. Solusi Adanya Penambahan Anggota Keluarga

Biasanya pemilik rumah akan merasa kebingungan saat mereka memiliki anggota keluarga baru atau anak mulai tumbuh dewasa. Pasalnya terkadang mereka tidak mempersiapkan ruangan tambahan untuk mengatasi hal tersebut.

Dengan rumah tumbuh, saat Anda memiliki anggota keluarga baru atau anak tumbuh dewasa, Anda bisa mengatasi keterbatasan ruang dengan mambangun ruang atau rumah lanjutan. 

3. Tidak Membutuhkan Lahan Luas

Selain biaya, lahan yang terbatas juga menjadi penghambat dalam membangun rumah. Karena saat harus membeli lahan yang lebih luas tentu hal tersebut akan mengurangi budget yang sudah dianggarkan untuk membangun rumah. Rumah tumbuh dengan desain vertikal bisa menjadi solusi untuk mengatasi pembangunan rumah di lahan terbatas.

Pada rumah tumbuh vertikal biasanya perluasan atau penambahan ruang dilakukan ke atas, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membangun rumah tambahan. Namun yang perlu diperhatikan adalah kekuatan struktur bangunan saat pertama kali dibuat haruslah kuat dan kokoh.

Keunggulan rumah tumbuh, Sumber: kompas.com
Keunggulan rumah tumbuh, Sumber: kompas.com

Inspirasi Desain Rumah Tumbuh Cantik dan Ekonomis

Sebelum memutuskan untuk membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh, Anda juga perlu mencari berbagai inspirasi desain yang bisa dijadikan acuan untuk membuat rumah tumbuh.

Karena dengan desain tersebut, Anda akan dengan mudah untuk melakukan pembangunan rumah lanjutan. Berikut ini adalah beberapa inspirasi rumah tumbuh sederhana yang bisa Anda jadikan inspirasi, antara lain:

1. Rumah Tumbuh Vertikal Minimalis

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan bahwa saat ini membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh sangat diminati. Salah satu konsep rumah timbul yang kerap diaplikasikan adalah konsep rumah tumbuh vertikal. Konsep rumah tumbuh yang satu ini mungkin Anda untuk membangun hunian unik di lahan yang terbatas.

Pasalnya rumah tumbuh vertikal merupakan konsep rumah tumbuh yang proses pembangunannya tumbuh ke atas. Anda bisa membuat rumah tumbuh vertikal hingga 3 lantai, apabila 2 lantai dirasa belum memenuhi  ruangan yang Anda butuhkan.

Tetapi yang perlu diingat adalah karena desain rumah ini tumbuh ke atas, maka pondasi yang dibangun untuk konsep rumah vertikal haruslah kokoh dan kuat. Sehingga nantinya rumah tumbuh tersebut juga akan kuat dan tidak mudah roboh. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk renovasi.

Rumah tumbuh vertikal, Sumber: artikel.rumah123.com
Rumah tumbuh vertikal, Sumber: artikel.rumah123.com

2. Desain Rumah Tumbuh Minimalis Putih

Hunian dengan desain minimalis merupakan salah satu hunian yang diminati oleh banyak orang. Bagaimana tidak, biasanya rumah minimalis didesain dengan warna-warna soft dan pastel yang mampu memberikan kesan tenang bagi pemiliknya.

Nah, apabila Anda ingin membuat rumah dengan desain minimalis namun dana yang Anda miliki terbatas, Anda bisa mencoba mengaplikasikan konsep rumah tumbuh. Seperti contoh desain rumah tumbuh minimalis berikut ini. Rumah tumbuh dengan sentuhan warna full putih ini memberikan kesan rumah yang rapi dan bersih.

Meskipun konsep yang diterapkan sederhana, namun rumah tumbuh tersebut terlihat elegan dan menarik. Desain rumah tumbuh ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi Anda yang ingin membangun rumah dengan desain sederhana namun memiliki tampilan yang modern.

Rumah tumbuh minimalis putih, Sumber: kompasiana.com
Rumah tumbuh minimalis putih, Sumber: kompasiana.com

3. Konsep Rumah Tumbuh Tropis

Jika Anda mempunyai lahan yang cukup luas, maka konsep rumah tumbuh dengan gaya tropis bisa menjadi salah satu inspirasi bagi Anda. Desain rumah tropis identik dengan penggunaan kaca yang besar dan juga banyaknya tanaman hijau.

Anda bisa mengaplikasikan penggunaan kaca sebagai pengganti dinding agar cahaya matahari dapat masuk ke rumah dan membantu pencahayaan di rumah. Anda bisa juga memberikan sentuhan tanaman agar suasana rumah menjadi semakin sejuk dan nyaman.

Rumah tumbuh tropis, Sumber: rumah123.com
Rumah tumbuh tropis, Sumber: rumah123.com

4. Konsep Rumah Tumbuh Horizontal

Apabila Anda tidak tertarik untuk membangun rumah tumbuh dengan konsep rumah bertingkat, maka desain rumah tumbuh horizontal bisa Anda jadikan pilihan. Rumah tumbuh horizontal merupakan proses pembangunan rumah dengan perluasan secara melebar, baik ke area samping maupun belakang rumah.

Konsep pembuatan rumah tumbuh horizontal biasanya dilakukan jika masih memiliki cukup lahan yang bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan rumah dengan desain horizontal ini cenderung lebih mudah dan murah karena desain struktur awal tidak perlu dipersiapkan untuk rumah bertingkat.

Rumah tumbuh horizontal, Sumber: idea.grid.id
Rumah tumbuh horizontal, Sumber: idea.grid.id

Nah, itulah beberapa desain rumah tumbuh sederhana yang bisa Anda jadikan pilihan. Point penting yang harus diingat adalah Anda perlu mempersiapkan desain rumah tumbuh secara matang dan terarah. Hal ini bertujuan, agar rumah yang nantinya akan dibangun sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Agar Anda tidak salah saat mendesain, Anda bisa mengkonsultasikan hal ini dengan penyedia jasa desain rumah dan bangunan. Segera rencanakan desain rumah tumbuh impian Anda bersama PT Eticon Rekayasa Teknik.