Project Penerbitan SLF PT Indah Kiat Pulp & Paper di Serang, Banten

Project penerbitan SLF PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang, Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik sebagai salah satu jasa konsultan SLF di Indonesia telah membuktikan eksistensinya sebagai mitra yang dapat dipercaya perihal pengurusan SLF. Terbukti dengan banyaknya perusahaan terkemuka di Indonesia yang mempercayakan kebutuhan penerbitan SLF bangunan mereka kepada kami.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung, Sertifikat Laik Fungsi atau yang kemudian disingkat menjadi SLF adalah sebuah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelayakan bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan.

Jadi belum “sah” sebuah bangunan untuk dioperasionalkan apabila bangunan tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi. Kehadiran SLF tentunya bukan hanya sekedar untuk melengkapi syarat administratif dan agar bangunan gedung menjadi legal di mata hukum. 

Faktanya, kepemilikan SLF ini memiliki kegunaan yang lebih daripada itu. Sebagai salah satu perizinan yang harus “dikantongi” sebelum bangunan dimanfaatkan, sudah jelas bahwa SLF mampu menjadi tolak ukur bahwa bangunan tersebut benar-benar layak dan aman dimanfaatkan.

Tidak hanya terlihat aman dari segi fisiknya saja yang terlihat berdiri dengan kokoh. Melainkan juga dari segi “psikis” pun aman dan menjamin keselamatan penggunanya. Sehingga potensi-potensi buruk seperti kebakaran gedung, bangunan gedung roboh atau ambruk dapat diminimalisir.

Proses sidang yang dilakukan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Proses sidang yang dilakukan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF PT Indah Kiat Pulp & Paper di Serang

Berbicara tentang SLF, belum lama ini PT Eticon Rekayasa Teknik kembali terlibat dalam project penerbitan SLF untuk salah satu bangunan di Serang, Banten. Bangunan industri tersebut adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper yang berlokasi di Jl. Raya Serang – Jkt, Kragilan, Kec. Kragilan, Kabupaten Serang, Banten 42184.

PT Indah Kiat Pulp & Paper adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang produksi pulp, kertas budaya, kertas industri, dan tisu. Sampai saat ini, PT Indah Kiat Pulp & Paper sendiri sudah memproduksi pulp dan berbagai jenis produk kertas. 

Namun untuk PT Indah Kiat Pulp & Paper yang berada di Serang ini fokus sebagai perusahaan pengemas kertas terbesar di Serang. Meskipun begitu, PT Indah Kiat Pulp & Paper secara konsisten mengembangkan produk ramah lingkungan, dapat didaur ulang, dan biodegradable untuk mengurangi limbah yang merugikan.

Sebagai perusahaan besar, tentulah keamanan dan kenyamanan pekerjanya menjadi sesuatu yang diprioritaskan. Dimana untuk menunjang kedua aspek tersebut, PT Indah Kiat Pulp melengkapi bangunannya dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Beruntungnya, tim Eticon yang diberikan kepercayaan untuk itu.

Visitasi oleh dinas terkait Kota Serang, Sumber: doc pribadi
Visitasi oleh dinas terkait Kota Serang, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Penerbitan SLF di Serang

Dalam mengurus SLF untuk PT Indah Kiat Pulp di Serang ini terdapat beberapa dokumen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan utama. Terdapat dua jenis dokumen yang dibutuhkan dalam hal ini, yaitu dokumen administratif dan dokumen teknis. Semua dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. 

Diantara beberapa dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk penerbitan SLF PT Indah Kiat Pulp, meliputi: 

Dokumen Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel)

Dokumen Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang

Sementara sebelum masuk ke tahap penerbitannya, tim Eticon selaku jasa konsultan SLF dari PT Indah Kiat Pulp perlu melalui beberapa tahapan pengurusan terlebih dahulu. Alur pengurusan yang tidak mudah ini dilakukan guna memastikan bahwa bangunan industri PT Indah Kiat Pulp benar-benar layak diberikan SLF. 

Karena bagaimanapun, dalam alur pengurusan SLF melibatkan uji kelaikan fungsi bangunan. Untuk alur pengurusan SLF PT Indah Kiat Pulp di Serang ini antara lain meliputi: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Penerbitan SLF
Serah terima SLF oleh pihak PT Indah Kiat Pulp & Paper, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF oleh pihak PT Indah Kiat Pulp & Paper, Sumber: doc pribadi

Pengurusan SLF Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik!

Demikianlah project PT Eticon Rekayasa Teknik yang belum lama ini dilakukan untuk penerbitan SLF bangunan industri PT Indah Kiat Pulp di Serang Banten. Keberhasilan kami dalam membantu penerbitan SLF kali ini tentunya semakin memperkuat citra Eticon sebagai salah satu konsultan SLF terpercaya di Indonesia.

Pun, ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa sebagai jasa konsultan SLF, PT Eticon Rekayasa Teknik selalu 100% dalam membantu setiap klien perihal kebutuhannya. Lagi-lagi tim Eticon diberikan kepercayaan untuk mengurus penerbitan SLF karena kami memiliki tim solid dan ahli dengan background keilmuan yang dibutuhkan.

Jadi, apabila bangunan Anda sudah selesai dibangun dan belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi, segeralah mengurus SLF bersama PT. Eticon Rekayasa Teknik. Karena hanya bersama ahlinya, pengurusan SLF bangunan Anda dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu!

Project Penerbitan SLF PT SLP Internusa di Karawang, Jawa Barat

Serah terima SLF kepada pihak PT SLP Internusa Karawang, Sumber: doc pribadi

Belum “sah” sebuah bangunan yang dimanfaatkan setelah dibangun, sebelum bangunan tersebut mengantongi perizinan lengkap. Salah satu perizinan bangunan yang wajib dimiliki agar bangunan gedung dapat dimanfaatkan sebagaimana tujuan awal pembangunannya adalah perizinan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF adalah perizinan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum dapat dimanfaatkan. Pernyataan tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) menjadi sangat penting karena keberadaannya mampu menunjang keamanan dan kenyamanan bangunan itu sendiri serta keselamatan pengguna. Apalagi untuk bangunan yang diperuntukkan sebagai fasilitas umum seperti rumah sakit sampai pusat perbelanjaan.

Atau bahkan bangunan besar yang diperuntukkan bagi kegiatan produksi seperti pabrik atau perusahaan sejenisnya. Di samping itu, kepemilikan dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga dapat meminimalisir resiko atau potensi buruk yang mungkin terjadi pada bangunan tersebut.

Seperti beberapa contoh kasus di Indonesia, sebut saja tragedi dan renovasi yang dilakukan untuk Stadion Kanjuruhan di Malang yang tidak memiliki SLF terbaru sebagai acuan untuk menjamin keselamatan penontonnya. Sehingga dari peristiwa tersebut ratusan nyawa menjadi korban.

Atau bahkan terjadinya kebakaran gedung di Tunjungan Plaza 5 Surabaya dan Gedung Wisma Kosgoro Jakarta akibat tidak memiliki SLF terbaru. Dari kasus-kasus yang terjadi sudah jelas bahwa SLF sangatlah penting untuk setiap bangunan sebelum dioperasionalkan.

Project penerbitan SLF PT SLP Internusa di Karawang, Sumber: google pict
Project penerbitan SLF PT SLP Internusa di Karawang, Sumber: google pict

Project Penerbitan SLF PT SLP Internusa di Karawang

Berbicara tentang SLF, tim Eticon kembali berhasil menyelesaikan project penerbitan SLF di Kota Karawang. Seperti yang kita tahu, Karawang adalah kota di Jawa Barat yang dikenal juga sebagai salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Hal ini tentu bukan tanpa alasan mengapa Karawang mendapat julukan tersebut. 

Karena di Kota Karawang banyak perusahaan industri berdiri dengan beragam bidang produksi. Salah satunya adalah PT SLP Internusa. PT SLP Surya Ticon Internusa adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang persewaan gudang dan fasilitas pabrik siap pakai untuk menunjang pertumbuhan bisnis.

SLP sendiri merupakan perusahaan gabungan antara PT Surya Semesta Internusa (SSIA), Mitsui Co Ltd, dan Ticon Industrial Connection Plc. Dimana kemudian ketiga perusahaan tersebut membuka dan memperluas kawasan pergudangan di Kawasan Industri Karawang. 

PT SLP Internusa beralamatkan di Kav. Technopark, Jl. Surya Utama No.2 No A, Kutamekar, Ciampel, Karawang, Jawa Barat. Sebagai perusahaan besar, menjamin keamanan dan kenyamanan setiap orang yang ada di dalam bangunan tersebut tentu menjadi sebuah keharusan.

Bukan hanya perlu menyediakan bangunan yang kokoh secara fisik saja. Melainkan juga perlu memastikan bahwa bangunan tersebut layak digunakan dalam jangka panjang. Langkah tepat untuk menunjang aspek tersebut adalah dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi.

Dan langkah tepat itu pula lah yang dilakukan oleh pengelola bangunan PT SLP Internusa di Karawang ini. Karena alasan itu pula, beberapa waktu silam pengelola PT SLP Internusa menghubungi tim Eticon untuk menangani project penerbitan SLF bangunan mereka.

Sebagai jasa konsultan SLF yang sampai detik ini sudah berhasil menangani project penerbitan SLF untuk berbagai perusahaan di Indonesia tentu ini menjadi kesempatan baru yang tidak kami sia-siakan. Dengan penuh dedikasi, kami berhasil menyelesaikan project penerbitan SLF bangunan PT SLP Internusa ini.

Uji kelaikan fungsi bangunan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id
Uji kelaikan fungsi bangunan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id

Persyaratan SLF Bangunan PT SLP Internusa Karawang

Dalam project penerbitan SLF kali ini setidaknya terdapat dua jenis dokumen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan lengkap. Diantara berbagai persyaratan tersebut sebagai berikut: 

Dokumen Administratif

  • Surat Permohonan
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada)
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Dokumen Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF PT SLP Internusa di Karawang

Seperti project-project sebelumnya, sebelum SLF diterbitkan untuk PT SLP Internusa, tim Eticon sebagai konsultan SLF perlu melalui beberapa tahapan atau alur pengurusan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa PT SLP Internusa memang layak mendapatkan SLF dan bangunannya layak digunakan.

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Penerbitan SLF
Serah terima SLF kepada pihak PT SLP Internusa Karawang, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT SLP Internusa Karawang, Sumber: doc pribadi

Mengurus SLF Bangunan Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik

Project penerbitan SLF untuk bangunan PT SLP Internusa kali ini menjadi project kesekian di Kota Karawang yang telah berhasil tim Eticon selesaikan sampai proses serah terima. Keberhasilan ini lagi dan lagi menjadi bukti nyata bahwa Eticon adalah jasa konsultan SLF profesional dan sangat bisa diandalkan.

Karena Eticon memiliki tim solid dengan background keilmuan yang dibutuhkan pada proses penerbitan tersebut. Dengan fakta tersebut tidak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan jasa kami. Jadi, ketika Anda memiliki kebutuhan untuk penerbitan SLF, Eticon adalah jawaban yang tepat!

Project Penerbitan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia di Karawang, Jawa Barat

Serah terima SLF dengan pihak PT. Hiruta Kogyo Indonesia Karawang, Sumber: doc pribadi

Salah satu persyaratan bangunan sebelum dapat dioperasionalkan adalah dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau yang dikenal juga sebagai SLF. SLF merupakan perizinan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat untuk setiap bangunan yang sudah melewati uji kelaikan.

Kewajiban bangunan memiliki SLF juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi adalah sertifikat yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum dimanfaatkan.

Mengacu pada pernyataan dan penjelasan tersebut, tentu saja sebagai pengelola bangunan gedung sudah seharusnya melengkapi bangunannya dengan kepemilikan SLF. Karena bagaimanapun, adanya SLF tidak hanya sebatas kewajiban dalam memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku di negara ini.

Lebih dari itu, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) menjadi sebuah pelengkap atau penyempurna untuk keamanan bangunan. Karena bisa saja mungkin secara kasat mata bangunan terlihat kokoh dari luarnya. Tapi kita tidak tahu apakah bangunan tersebut benar-benar kokoh dan layak pakai atau tidak.

Karenanya, dibutuhkan SLF sebagai bukti nyata bahwa bangunan yang berdiri memang layak dioperasionalkan. Serta bangunan tersebut mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan juga keselamatan yang maksimal bagi penggunanya dalam jangka panjang.

Sehingga bangunan gedung dan mereka yang ada di dalamnya terhindar dari berbagai potensi bahaya yang mengancam. Seperti kebakaran gedung, robohnya bangunan, dan lain sebagainya seperti yang beberapa kali terjadi pada bangunan di Indonesia yang nekat dioperasionalkan tanpa memiliki SLF.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia

Kepemilikan SLF untuk menunjang keamanan bangunan juga diaplikasikan oleh salah satu klien kami dari Karawang. Ya, seperti yang kita tahu Karawang adalah salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Karena banyaknya bangunan industri yang mempercayakan berdirinya bangunan mereka di kota tersebut.

Tidak hanya bangunan-bangunan taraf nasional, melainkan juga berdiri banyak bangunan multinasional. Salah satu bangunan industri multinasional yang berdiri di Karawang adalah PT. Hiruta Kogyo Indonesia. Pada kesempatan beberapa waktu lalu, pihak pengelola PT. Hiruta Kogyo Indonesia menghubungi tim Eticon. 

PT. Hiruta Kogyo Indonesia menghubungi perihal penerbitan SLF untuk bangunan industri mereka di Karawang. PT. Hiruta Kogyo Indonesia adalah sebuah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang industri manufaktur suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Perusahaan ini beralamatkan di Jalan Maligi X Lot V-6, Margakaya, Kec. Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat. Sebagai salah satu perusahaan besar, tentu saja keamanan semua karyawannya menjadi concern tersendiri untuk PT. Hiruta Kogyo Indonesia ini.

Sebab, jika semua yang ada di dalam bangunan tersebut merasa aman ketika bekerja maka akan berpengaruh juga pada produktivitasnya. Dan beruntungnya, tim Eticon lah yang diberikan kepercayaan untuk menangani project penerbitan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia Karawang ini.

Prosesi sidang paparan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Prosesi sidang paparan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Persyaratan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia di Karawang

Untuk mendapatkan perizinan SLF, tim Eticon sebagai konsultan SLF untuk PT. Hiruta Kogyo Indonesia perlu melampirkan berbagai dokumen penting sebagai kelengkapan persyaratan. Setidaknya terdapat dua kategori yang harus dipenuhi, yaitu dokumen administratif dan dokumen teknis. Berbagai dokumen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan pada project penerbitan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia kali ini antara lain: 

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia Karawang

Sebelum sebuah bangunan gedung mendapatkan perizinan berupa Sertifikat Laik Fungsi, selain perlu melengkapi dokumen persyaratan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya juga perlu melalui alur pengurusan yang tidak singkat.

Seperti project-project sebelumnya, alur pengurusan ini dilakukan guna memastikan bahwa bangunan memang benar-benar layak mendapatkan SLF dan layak dioperasionalkan. Untuk alur pengurusan SLF PT. Hiruta Kogyo Indonesia yaitu: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Penerbitan SLF
Serah terima SLF dengan pihak PT. Hiruta Kogyo Indonesia Karawang, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF dengan pihak PT. Hiruta Kogyo Indonesia Karawang, Sumber: doc pribadi

Pengurusan SLF Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik

Itulah project penerbitan SLF untuk bangunan industri PT. Hiruta Kogyo Indonesia di Karawang yang beberapa waktu lalu telah tim Eticon berhasil selesaikan. Project di Karawang kali ini bukan yang pertama untuk kami, melainkan kami sudah beberapa kali meraih keberhasilan dalam project penerbitan SLF di kota industri tersebut.

Keberhasilan kali ini memantapkan nama Eticon sebagai salah satu jasa konsultan SLF profesional dan terbaik di Indonesia. Meskipun berjalannya project penerbitan ini tidak semudah kelihatannya, namun itu bukan masalah karena Eticon memiliki tim solid dengan background pendidikan yang dibutuhkan untuk proses penerbitan.

Jadi, apabila Anda memiliki kebutuhan penerbitan SLF bangunan bisa menggunakan jasa kami. Karena mengingat penerbitan SLF hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memang ekspert di bidangnya dan kami memilikinya di dalamnya Mari, wujudkan bangunan aman dengan kepemilikan SLF bersama Eticon!

Apa Itu Ustek Perencanaan Bangunan Gedung? Begini Penjelasannya!

Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk

Dokumen ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung adalah inti dari berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh calon penyedia jasa. Dimana dalam dokumen ini tidak hanya kemampuan dan kompetensi yang akan dievaluasi, tetapi juga menjadi landasan kuat untuk penilaian utama.

Oleh sebab itu, rasanya sangat penting bagi calon penyedia jasa menyusun usulan teknis dengan tepat, cermat, dan teliti. Ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung ini mengacu atau berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Dalam proses penyusunan usulan teknis, para calon penyedia jasa harus memastikan bahwa semua aspek yang diminta dalam Kerangka Acuan Kerja tergambar secara jelas dan lengkap. Secara garis besar, usulan teknis berisi hal-hal mendasar dan penting dalam rencana proyek pembangunan.

Mulai dari metode dan pendekatan yang akan diterapkan, alat dan sumber daya, keunggulan dan keistimewaan yang dimiliki calon penyedia jasa, inovasi, tujuan dan tantangan proyek yang mungkin akan dihadapi, hingga rincian tenggat waktu terkait pelaksanaan proyek pembangunan hingga prosesnya selesai.

Jadi secara keseluruhan, usulan teknis ini menjadi gambaran yang detail tentang bagaimana calon penyedia jasa berencana memenuhi kebutuhan yang dituangkan dalam sebuah dokumen usulan. Oleh sebab itu, penyusunannya membutuhkan ketelitian guna memastikan bahwa usulan tersebut memenuhi persyaratan teknis.

Usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang harus diusulkan oleh calon penyedia jasa, Sumber: ppvs.uk
Usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang harus diusulkan oleh calon penyedia jasa, Sumber: ppvs.uk

Bagaimana Uraian Ustek Perencanaan Bangunan Gedung?

Dalam ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung, terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan. Karena bagaimanapun, setiap point-point di dalamnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelancaran setiap proses proyek konstruksi bangunan.

Diantara berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan atau kerangka usulan teknis perencanaan bangunan gedung sebagai berikut: 

1. Pendahuluan/ Latar Belakang

Dalam penulisan atau proposal apapun, pendahuluan adalah salah satu bagian terpenting yang harus ada. Tak terkecuali pada ustek untuk perencanaan bangunan gedung ini. Karena pendahuluan pada usulan teknis memberikan background atau latar belakang proyek kepada pihak/ pemilik proyek itu sendiri.

Biasanya, informasi pada pendahuluan ini diambil dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR). Kerangka Acuan Kerja sendiri adalah sebuah dokumen yang didalamnya berisi penjelasan tentang landasan, tujuan, serta struktur proyek yang akan segera dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Kerangka Acuan Kerja ini juga berisi perjanjian waktu, jadwal pertemuan, serta negosiasi dengan pihak yang terkait dalam proyek konstruksi. Atau dengan kata lain, Kerangka Acuan Kerja ini adalah sebuah panduan atau pedoman yang dipakai dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi.

Pada bagian pendahuluan menjadi penting untuk usulan teknis karena akan dijelaskan secara rinci mengenai tujuan proyek, latar belakang proyek dilakukan untuk apa, hingga tantangan yang mungkin terjadi dan ingin dipecahkan.

2. Pengalaman Kerja Perusahaan

Bagian ini menyoroti dan fokus pada informasi tentang jati diri perusahaan dan pengalaman kerja sebuah perusahaan yang relevan dengan proyek-proyek sebelumnya. Hal ini mencakup profil perusahaan, keahlian yang dimiliki setiap anggota timnya, hingga berbagai proyek terkait yang telah terselesaikan dengan lancar.

Pada bagian pengalaman kerja perusahaan juga menjadi penting karena mampu memberikan pandangan atau point of view dan penilaian terhadap kemampuan sebuah perusahaan dalam menangani proyek sejenis dengan proyek yang diusulkan.

3. Tanggapan Terhadap KAK

Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja disusun oleh tim tenaga ahli yang diusulkan berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan dalam menangani pekerjaan serupa. Pada bab ini, konsultan akan memberikan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disediakan oleh pemilik proyek.

Tanggapan ini sendiri mencakup analisis mendalam tentang Kerangka Acuan Kerja tentu saja, menyamakan pemahaman konsultan dengan kebutuhan proyek, sampai pada memberikan penjelasan tentang metode atau pendekatan apa yang akan diambil untuk menjalankan proyek konstruksi.

Tanggapan ini juga mencakup rekomendasi perubahan atau penyesuaian terhadap Kerangka Acuan Kerja yang diusulkan jika hal tersebut dibutuhkan. Sehingga dengan begitu pekerjaan dapat ditindaklanjuti dan dilaksanakan dengan tepat mutu, tepat waktu, efektif, efisien, dan tetap sasaran.

4. Apresiasi dan Inovasi

Bagian pada ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung selanjutnya adalah apresiasi dan inovasi. Pada bagian ini, konsultan menawarkan apresiasi atau penghargaan dan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengerjaan proyek pembangunan gedung.

Apresiasi dan inovasi disini termasuk dengan usulan yang lebih baik dari apa yang diharapkan oleh pemilik proyek. Inovasi dapat berupa ide-ide, gagasan orisinal yang fresh, pemanfaatan teknologi terkini, ataupun metode yang lebih efektif untuk menjalankan proyek konstruksi yang diusulkan.

Usulan teknis harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Sumber: sjshire.wa.gov.au
Usulan teknis harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Sumber: sjshire.wa.gov.au

5. Pendekatan dan Metodologi

Bagian pada ustek (usulan teknis) perencanaan bangunan gedung ini merinci tentang pendekatan-pendekatan terhadap aspek terkait, khususnya dalam hal penyelesaian pelaksanaan pekerjaan akhir. Di samping itu, metodologi yang nantinya akan diterapkan juga dijelaskan secara rinci pada bagian satu ini. 

Pendekatan pada usulan teknis kali ini mencakup alur kerja, berbagai proses yang akan dilakukan, hingga langkah-langkah yang nantinya akan diambil untuk mencapai tujuan proyek pembangunan itu sendiri. Untuk mempermudah pemahaman, penggunaan bahasa gambar sangat disarankan dalam hal ini.

Dan untuk mempercepat proses pelaksanaan perencanaan ini, konsultan akan memanfaatkan kemajuan teknologi agar proses penyusunan perencanaan pekerjaan serta pelaporan kegiatan dapat dicapai dengan cepat dan akurat.

6. Rencana Kerja

Rencana kerja dalam ustek (usulan teknis) perencanaan bangunan gedung berisi tentang rincian atau detail jadwal pelaksanaan proyek pembangunan. Juga lengkap dengan struktur organisasi tenaga ahli yang akan ikut terlibat di dalam proyek pembangunan.

Jadwal dalam hal ini mencakup waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan proyek, penugasan jobdesk kepada anggota tim yang terlibat, serta alokasi sumber daya yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan yang akan dilakukan.

Di samping itu, bagian rencana kerja pada usulan teknis juga menjelaskan tentang bagaimana komunikasi dan koordinasi antar tim yang akan dilakukan selama proyek berlangsung. Karena bagaimanapun, komunikasi dan koordinasi yang baik selama proyek berlangsung dapat berpengaruh terhadap kelancaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Langkah-Langkah Membuat Usulan Teknis Perencanaan Bangunan

Dalam pembuatan ustek perencanaan bangunan gedung terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Diantara beberapa langkah tersebut sebagai berikut: 

1. Identifikasi Kebutuhan dan Tujuan

Sesuai dengan namanya, pada bagian ini langkah yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan. Dalam hal ini, menentukan tujuan dari dibuatnya sebuah bangunan yang direncanakan. 

Apakah bangunan akan dijadikan sebagai bagunan komersial, residensial, pemerintahan, atau jenis bangunan lainnya. Lalu, identifikasi kebutuhan ruang, fasilitas, hingga infrastruktur yang harus ada di dalam bangunan tersebut.

2. Konsultasi dengan Pihak Terkait

Kemudian, juga perlu mendiskusikan dan mengkonsultasikan rencana bangunan dengan pihak-pihak yang terkait dalam proyek pembangunan. Seperti pemilik lahan, arsitek, insinyur struktur, dan pakar lainnya. Langkah diskusi ini dibutuhkan guna mendapatkan saran dan masukan dari mereka yang ahli di bidangnya.

3. Penyusunan Konsep Desain

Pada langkah ustek perencanaan bangunan gedung ini, tenaga ahli yang dalam hal ini adalah arsitektur akan membuat konsep desain awal bangunan. Konsep desain awal ini mencakup tata letak umum, ukuran, bentuk, dan karakteristik estetika bangunan yang akan dibuat.

4. Analisis Kelayakan

Analisis kelayakan bangunan juga dibutuhkan dalam hal ini. Karena langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa rencana telah memenuhi persyaratan teknis dan regulasi yang sudah ditentukan. Analisis kelayakan sendiri mencakup analisis struktural, analisis keamanan, analisis kebakaran, analisis lingkungan, dan analisis lain yang relevan.

Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk
Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk

5. Perizinan

Perizinan juga menjadi langkah yang tidak kalah penting. Dalam hal ini yaitu mendapatkan perizinan dan juga izin yang dibutuhkan dari otoritas lokal sebelum memulai proyek konstruksi. Izin dalam hal ini termasuk perizinan bangunan, perizinan lingkungan, dan izin lain yang diperlukan.

6. Rancangan Teknik

Rancangan teknik harus dibuat dengan sangat jelas dan rinci. Dalam hal ini rancangan teknik yang dibuat termasuk gambar teknik/ Detail Engineering Design (DED), spesifikasi material, dan rincian konstruksi lainnya. Pastikan juga bahwa desain yang dibuat memenuhi standar teknis yang relevan dan memiliki ketahanan yang memadai.

7. Pemilihan Material

Langkah terakhir adalah pemilihan material konstruksi. Pemilihan material konstruksi ini harus sesuai dengan kebutuhan dari bangunan dan lingkungan sekitar. Dalam memilihnya, pertimbangkan faktor-faktor seperti kekuatan, ketahanan terhadap cuaca, efisiensi, dan keberlanjutan material.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan tentang Ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang dibutuhkan guna mempermudah proyek bangunan yang akan dilakukan. Ketika sudah melalui usulan teknis, proyek berjalan dengan lancar sesuai keinginan, dan bangunan telah berdiri maka harus dilengkapi dengan perizinan bangunan yang lengkap.

Karena bagaimanapun perizinan adalah hal penting bagi setiap bangunan yang akan didirikan maupun sudah berdiri. Salah satu perizinan yang wajib dimiliki oleh bangunan yang sudah berdiri dengan sempurna adalah Sertifikat Laik Fungsi atau kita juga mengenalnya sebagai SLF.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah dokumen perizinan yang wajib dimiliki oleh bangunan yang sudah berdiri sebelum dioperasionalkan sebagaimana tujuan utamanya. Dimana untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, jasa konsultan SLF profesional sangat dibutuhkan dalam hal ini. 

Mengingat Sertifikat Laik Fungsi hanya bisa diterbitkan oleh mereka yang ahli dan perlu melalui uji kelaikan fungsi sebelum benar-benar mendapatkan SLF. Sehingga hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki background yang relevan dengan penerbitan SLF. Semoga informasi dari kami bermanfaat.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Mitigasi Struktural pada Bangunan

Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com

Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing dengan istilah mitigasi yang akrab kaitannya dengan bencana alam, ya? Nah, mitigasi sendiri terbagi menjadi dua kategori yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Tapi, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas sedikit tentang mitigasi struktural yang berfungsi untuk mencegah dampak buruk dari bencana alam.

Mitigasi sendiri merujuk pada serangkaian upaya, tindakan, atau langkah yang diambil untuk mengurangi dan mencegah dampak dari terjadinya bencana alam. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, bencana tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya. 

Oleh sebab itu, mitigasi rasanya menjadi sangat penting untuk meminimalkan resiko dan kerugian yang timbul akibat bencana tersebut. Mitigasi sebagai upaya preventif tidak hanya berfokus pada respon setelah terjadi bencana alam saja. Namun juga fokus pada pencegahan sebelumnya dan perencanaan yang tepat.

Melalui mitigasi yang terstruktur pastinya menjadi angin segar dan sebuah harapan agar ketika terjadi bencana alam kerugian yang dirasakan tidak terlalu besar. Baik kerugian untuk manusia, kerusakan lingkungan, hingga kerugian yang berdampak pada sektor ekonomi.

Mitigasi struktural sebagai upaya mencegah bencana dengan fokus pada penggunaan infrastruktur fisik dan teknologi, Sumber: downtoearth.org.in
Mitigasi struktural sebagai upaya mencegah bencana dengan fokus pada penggunaan infrastruktur fisik dan teknologi, Sumber: downtoearth.org.in

Apa Itu Mitigasi Struktural?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa terdapat dua kategori mitigasi yang ada yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktur. Namun pada kesempatan kali ini, kami akan lebih fokus pada pembahasan mengenai mitigasi struktural saja.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah yang dimaksud dengan mitigasi struktural itu? Mitigasi struktural sendiri adalah sebuah upaya untuk mengurangi resiko dan kerugian akibat bencana alam yang berfokus pada penggunaan infrastruktur fisik dalam hal ini adalah melalui bangunan dan juga teknologi.

Melalui mitigasi jenis ini, berbagai sarana fisik sengaja dibangun maupun ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi yang kian canggih dan sesuai. Sehingga dari kombinasi keduanya ini dapat meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam yang bisa terjadi kapan pun.

Bangunan tersebut adalah bangunan yang telah memenuhi standar persyaratan yang berlaku sehingga tetap dapat bertahan meskipun terkena bencana sekalipun. Bangunan yang dirancang dan dibangunan dalam hal ini tentu dengan prinsip tahan terhadap bencana dan memiliki struktur yang lebih kuat.

Dirancang sedemikian rupa agar bisa bertahan atau minimal mengalami kerusakan yang dapat dikendalikan ketika sebuah bencana terjadi. Sehingga dengan begitu, resiko kerusakan alam, kerugian materiil, bahkan adanya korban jiwa dapat diminimalkan.

Pembangunan yang terjadi dalam hal ini perlu memperhitungkan karakteristik dari berbagai jenis bencana yang ada. Dimana mencakup penggunaan material konstruksi yang sesuai hingga penggunaan teknologi yang pas. Dengan mengadopsi mitigasi struktural secara efektif harapannya dampak buruk dari terjadinya bencana alam dapat dikurangi secara signifikan.

Sehingga masyarakat di sekitarnya dan infrastruktur yang ada menjadi lebih aman dan terlindungi. Karena mengingat Indonesia adalah negara yang rawan terjadi bencana alam yang mungkin sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa bisa diprediksi kapan datangnya.

Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com
Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com

Apa Saja Contoh Mitigasi Struktural?

Mengingat jenis mitigasi satu ini tidak jauh-jauh dari rekayasa bangunan, praktis contoh konkret yang ada di sekitar kita pun tidak jauh dari pembangunan sebuah bangunan untuk mencegah bencana alam yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.

Lagi, tentu bangunan yang dibuat juga sesuai dengan bencana apa yang sering terjadi di tempat tertentu. Lantas, apa sajakah contoh dari mitigasi struktural itu sendiri? 

  • Membangun struktur bangunan yang tahan panas dan juga bangunan tahan gempa.
  • Membuat bangunan anti dan tahan gempa yang disebut sebagai Early Warning System yang juga bermanfaat untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.
  • Mendesain bangunan dengan bentuk atap runcing yang berfungsi untuk mencegah atau menghindari endapan abu vulkanik ketika terjadi erupsi gunung berapi.
  • Membuat waduk sebagai sarana untuk mencegah terjadinya banjir yang berpotensi meluap ke pemukiman.
  • Membangun barak pengungsian permanen yang dapat menampung semua korban bencana alam.
  • Membuat jalur evakuasi di gedung perkantoran maupun tempat-tempat umum sebagai upaya untuk penyelamatan agar lebih efektif dan efisien.
  • Menyiapkan transportasi yang digunakan untuk proses evakuasi.
  • Membangun dam yang berfungsi untuk menahan lahar dingin dan lahar panas akibat letusan gunung berapi yang terjadi.
  • Membangun tanggul untuk menahan tsunami di daerah-daerah pesisir laut.
  • Membangun tanggul di sepanjang sungai untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat bencana banjir.
  • Pembangunan tanggul laut raksasa di Jakarta yang bertujuan untuk mencegah luapan air laut yang dapat merusak infrastruktur dan rumah penduduk sekitar laut.
  • Pembangunan taman kota dan lahan hijau di berbagai kota di Indonesia sebagai upaya untuk mengurangi resiko banjir dan perbaikan drainase di perkotaan.
Membuat jalur evakuasi juga termasuk dalam mitigasi struktural, Sumber: disasterplus247.com
Membuat jalur evakuasi juga termasuk dalam mitigasi struktural, Sumber: disasterplus247.com

Demikianlah informasi seputar mitigasi struktural yang secara garis besar merupakan langkah preventif untuk mengurangi dampak bencana alam dengan rekayasa teknis bangunan dan pemanfaatan teknologi. Tetapi tetap saja bangunan yang dibangun atas dasar tersebut harus mengantongi sejumlah perizinan bangunan. 

Salah satu jenis perizinan bangunan yang sangatlah penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan bangunan adalah perizinan SLF atau Sertifikat Laik Fungsi. SLF sendiri adalah perizinan yang diterbitkan pemerintah daerah setempat untuk menunjukkan bahwa bangunan layak dioperasionalkan sesuai tujuan awal bangunan dibuat.

Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, kehadiran jasa konsultan SLF begitu dibutuhkan perannya. Karena mengingat penerbitan SLF ini tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Tetapi harus mereka yang memiliki background terkait yang dibutuhkan untuk proses penerbitan. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat!

Project Penerbitan SLF PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi

Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

Pada kesempatan kali ini kami akan menceritakan keberhasilan dalam project penerbitan SLF untuk bangunan industri di daerah Bekasi yaitu PT. Commonwealth Steel Indonesia atau Moly Cop Indonesia. Project ini bertujuan untuk memberikan keamanan lebih bagi bangunan maupun penghuninya.

Eticon memang telah membuktikan eksistensinya sebagai mitra yang dapat diandalkan perihal penerbitan SLF. Dimana sampai saat ini, kami telah membantu berbagai perusahaan besar di Indonesia perihal penerbitan SLF dan salah satunya adalah PT. Commonwealth Steel Indonesia di Bekasi yang telah kami lakukan.

PT. Commonwealth Steel Indonesia atau yang juga dikenal dengan nama Moly Cop Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi grinding media, reagen flotasi, dan produk engineering lainnya yang saat ini didominasi produk impor.

Mengingat perusahaan ini adalah perusahaan yang besar tentu keamanan bangunan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Karena bagaimanapun, apabila bangunan yang berdiri aman maka semua pengguna yang ada di dalam bangunan juga akan mendapatkan keamanan.

Itulah sebabnya, mengapa pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia menghubungi Eticon. Karena mereka menginginkan keamanan yang tidak hanya kasat mata berupa bangunan kokoh tetapi juga aman secara fungsinya. Dan langkah tepat yang diambil adalah melengkapi perizinan bangunan dengan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi.

Gedung bangunan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi, Sumber: google pict
Gedung bangunan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi, Sumber: google pict

Sertifikat Laik Fungsi untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia)

Seperti banyak pembahasan yang sudah kami berikan, Sertifikat Laik Fungsi atau SLF adalah salah satu perizinan bangunan yang wajib dimiliki untuk setiap bangunan yang telah berdiri secara sempurna. Tapi satu hal yang perlu digaris bawahi adalah kepemilikan SLF tidak hanya sekedar formalitas saja.

Melainkan juga sebagai validasi bahwa bangunan yang akan dioperasionalkan benar-benar aman. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi untuk setiap bangunan juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Dimana dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi wajib dimiliki guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum bangunan tersebut dimanfaatkan atau dioperasionalkan sebagaimana tujuan awalnya. 

Mengingat begitu pentingnya mengantongi SLF, sudah seharusnya bagi pemilik atau pengelola untuk menunjang keamanan dan kenyamanan bangunan gedung dengan kepemilikan SLF ini. Karena perlu diketahui, tanpa kehadiran SLF bisa saja bangnan yang terlihat kokoh dari luar ternyata tidak laik fungsi. 

Hal inilah yang nantinya dapat memberikan potensi buruk bagi bangunan itu sendiri maupun pengguna bangunan yang ada di dalamnya. Apalagi untuk bangunan-bangunan industri seperti PT. Commonwealth Steel Indonesia yang sudah pasti memiliki banyak karyawan di dalamnya, maka keamanannya adalah prioritas.

Project penerbitan SLF oleh Eticon dan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF oleh Eticon dan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

Persyaratan Penerbitan SLF di Kota Bekasi

Seperti halnya pengurusan perizinan bangunan lainnya, untuk mengurus SLF pun perlu dokumen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan. Kali ini, tim Eticon selaku konsultan SLF untuk bangunan industri PT. Commonwealth Steel Indonesia perlu memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis. 

Berbagai persyaratan ini sudah ditentukan oleh pemerintah daerah Bekasi dimana PT. Commonwealth Steel Indonesia berdiri. Diantara berbagai persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia)

Mengurus SLF memang rumit dan menyita waktu, karena itu proses pengurusannya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, terdapat berbagai tahapan yang hanya bisa dilakukan oleh tim ahli dengan background keilmuan yang dibutuhkan untuk proses penerbitannya.

Alur pengurusan SLF untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia yang perlu tim Eticon lakukan antara lain: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik Sebagai Konsultan SLF

Itulah cerita singkat PT Eticon Rekayasa Teknik yang telah berhasil membantu project penerbitan SLF untuk bangunan industri PT. Commonwealth Steel Indonesia atau Moly Cop Indonesia yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Memang pada proses pengurusannya tidak mudah karena melalui alur yang cukup panjang.

Tetapi karena kami memiliki dedikasi dan komitmen kuat untuk membantu klien. Serta memiliki tim ahli ahli yang solid project tersebut bisa berjalan dengan lancar hingga proses serah terima. Keberhasilan project untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia semakin memperkuat identitas Eticon sebagai jasa konsultan SLF profesional di Indonesia.

Dengan keberhasilan ini pula lah tim Eticon membuktikan bahwa kami adalah konsultan yang penuh tanggung jawab untuk membantu klien perihal penerbitan SLF untuk bangunan. Jadi, ketika membutuhkan konsultan untuk menerbitkan SLF bangunan Anda yang sudah selesai berdiri, Eticon lah jawabannya!

Project Penerbitan SLF PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi

Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi

Cerita project kali ini datang dari klien di Bekasi. Kali ini tim Eticon berhasil membantu project penerbitan SLF untuk bangunan industri PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). Project yang berlangsung pada tahun 2022 ini membantu klien untuk menunjang keamanan bangunan industri dengan kelengkapan SLF.

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia layanan data center dengan menggunakan teknologi berstandar Jepang namun perusahaannya berbasis di Indonesia. PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) hadir ketika pasar Indonesia berkembang sangat pesat.

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) sendiri berlokasi di Lippo Cikarang, Jl. Mataram No.6A 6B, Cibatu, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dan sebagai salah satu bangunan industri cukup besar dan berpengaruh di Indonesia, tentu keamanan dan kenyamanan haruslah dijunjung tinggi.

Tidak hanya untuk keamanan bangunannya sendiri, melainkan keamanan untuk mereka yang menggunakan bangunan tersebut. Dimana salah satu langkah tepat untuk hal tersebut adalah dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi. Itulah sebabnya, pihak dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) menghubungi tim Eticon. 

Menghubungi tim Eticon perihal perbantuan project penerbitan SLF untuk bangunan mereka. Menjadi keputusan yang tepat bagi PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) karena memilih Eticon sebagai partner untuk project kali ini. Karena dengan senang hati kami menjadi partner untuk project tersebut.

Gedung bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi, Sumber: google pict
Gedung bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi, Sumber: google pict

Sertifikat Laik Fungsi untuk PT Graha Teknologi Nusantara (GTN)

Kita tahu bahwa Sertifikat Laik Fungsi adalah dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan, apalagi untuk bangunan yang akan diperuntukkan sebagai bagunan industri, bangunan untuk publik, dan lain sebagainya. Kepemilikannya bukan hanya sekedar formalitas untuk memenuhi aturan administratif saja. 

Melainkan juga sebagai penanda bahwa bangunan yang akan digunakan benar-benar layak dioperasionalkan sesuai tujuan sebelumnya. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Pada peraturan tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi yang singkat menjadi SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum bangunan dimanfaatkan. Dengan fakta itu, tentu saja kehadiran SLF menjadi begitu krusial bagi setiap bangunan. 

Oleh sebab itu, penting rasanya bagi para pengelola dan pemilik bangunan aware terhadap keberadaan perizinan bangunan satu ini. Karena bukan tidak mungkin tanpa SLF bangunan yang didirikan dapat memberikan potensi buruk untuk mereka yang berada di dalam bangunan.

Seperti halnya beberapa kasus yang terjadi di Indonesia karena tidak mengantongi atau tidak memperpanjang SLF yang sudah habis masa berlakunya. Sebut saja seperti tragedi Stadion Kanjuruhan dan salah satu mall di Surabaya yang ternyata belum atau tidak memperpanjang SLF yang sudah tidak berlaku.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon sebagai syarat penerbitan SLF, Sumber: eticon.co.id
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon sebagai syarat penerbitan SLF, Sumber: eticon.co.id

Persyaratan Penerbitan SLF Bekasi

Sebelum masuk sampai ke tahap pengurusan, sebelumnya tim Eticon perlu memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk proses penerbitan SLF bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena SLF adalah perizinan dari pemerintah daerah maka tim Eticon sebagai konsultan SLF dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dan aturan dari pemerintah daerah Bekasi. Untuk dokumen persyaratannya sendiri antara lain:

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF Bangunan PT Graha Teknologi Nusantara Bekasi

Mengurus SLF untuk bangunan memang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, terdapat berbagai alur tahapan yang harus dilalui dan perlu melibatkan orang-orang dengan background tertentu. 

Untuk alur pengurusan SLF bangunan industri PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi yang harus dilakukan oleh tim Eticon sebagai konsultan SLF pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) antara lain: 

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik Sebagai Konsultan SLF

Nah, demikianlah perjalanan project penerbitan SLF untuk salah satu bangunan industri di Bekasi yaitu PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). Keberhasilan pada project kali ini tentu semakin memperkuat identitas Eticon sebagai salah satu konsultan SLF profesional di Indonesia.

Karena terbukti dengan banyaknya perusahaan besar yang mempercayakan kebutuhan penerbitan SLF bangunannya kepada kami. Tak terkecuali dengan PT Graha Teknologi Nusantara. Menengok fakta tersebut, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengandalkan Eticon ketika memiliki kebutuhan akan penerbitan SLF.

Jadi, ketika Anda sudah selesai mendirikan bangunan gedung maka segeralah menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik untuk kelengkapan perizinan bangunan. Bersama Eticon, mari membuat bangunan yang aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang!

Project Penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon

Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi

Sebagai salah satu perusahaan konsultan profesional di Indonesia, PT Eticon Rekayasa Teknik telah sukses membantu berbagai perusahaan besar di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Cirebon dalam hal menerbitkan SLF. Salah satu project yang belum lama ini kami kerjakan adalah penerbitan SLF untuk bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika.

Sebelum itu, kita tahu bahwa Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan dokumen perizinan yang sangat penting kehadirannya bagi setiap bangunan. Karena tanpa adanya SLF, bangunan mungkin bisa saja terlihat kokoh namun tidak menjamin akan aman jika dioperasionalkan secara jangka panjang.

Itulah mengapa kehadiran SLF ini menjadi sebuah penanda bahwa bangunan gedung telah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan yang ditetapkan. Kepemilikan SLF ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Pada peraturan satu ini dijelaskan bahwa setiap bangunan gedung wajib memiliki SLF sebelum bangunan benar-benar dioperasionalkan. Karena dengan begitu, artinya bangunan gedung telah melewati uji kelaikan fungsi bangunan sehingga aman dan nyaman jika digunakan dalam jangka panjang.

Kepemilikan SLF sendiri sangat penting karena penggunaan bangunan gedung tanpa kelengkapan Sertifikat Laik Fungsi dapat menimbulkan berbagai resiko bagi penggunanya. Seperti kebakaran gedung, bangunan yang runtuh, dan lain sebagainya.

RS Klinik Jantung Hasna Medika di Kota Cirebon, Sumber: hasnamedika.com
RS Klinik Jantung Hasna Medika di Kota Cirebon, Sumber: hasnamedika.com

Project Penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon

Salah satu klien kami yang juga turut melengkapi keamanan bangunannya dengan kepemilikan SLF adalah RS Klinik Jantung Hasna Medika. Klinik Hasna Medika adalah sebuah pusat pelayanan kesehatan jantung yang cukup terkenal eksistensinya.

Tidak hanya berdiri di satu lokasi atau kota saja, tetapi klinik khusus jantung ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Cirebon. Klinik Jantung Hasna Medika cabang Cirebon sendiri berlokasi di Jl. Raden Gilap No. 8, Palimanan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sebagaimana kita tahu bahwa rumah sakit adalah bangunan publik yang sudah pasti banyak orang didalamnya. Karenanya, dibutuhkan SLF untuk dapat memberikan keamanan bagi mereka yang berada di bangunan rumah sakit tersebut. 

Keamanan dan keselamatan itu juga yang dicari oleh RS Klinik Jantung Hasna Medika untuk memberikan keamanan bagi setiap orang yang berada di rumah sakit. Itulah sebabnya, beberapa saat lalu pihak RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon menghubungi Eticon untuk membantu project penerbitan SLF bangunan mereka.

Dan seperti project-project penerbitan SLF sebelumnya, dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi tim Eticon membantu proses pengurusan SLF hingga proses penerbitan selesai dilakukan.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id

Persyaratan Sertifikat Laik Fungsi di Cirebon

Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi membutuhkan kelengkapan dokumen sebagai syarat yang harus dipenuhi. Proses penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon membutuhkan dua persyaratan utama yaitu persyaratan administratif dan persyaratan teknis.

Karena SLF merupakan perizinan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dimana bangunan itu berdiri, maka persyaratan yang dipenuhi pun harus sesuai dengan ketentuan dan aturan dari daerah tersebut. Dalam hal ini, untuk SLF bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: 

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF Bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon

Proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi memang dapat dikatakan rumit dan memakan waktu. Karena terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Pada project penerbitan RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon sendiri alur pengurusan yang dilakukan diantaranya: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi
Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi

Mengurus SLF Bangunan Bersama Eticon

Itu dia cerita project penerbitan SLF untuk bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon yang telah dilakukan oleh PT Eticon Rekayasa Teknik beberapa waktu lalu. Keberhasilan project penerbitan SLF kali ini menjadi bukti bahwa sebagai konsultan SLF kami berkomitmen untuk terus membantu klien yang membutuhkan bantuan perihal kelengkapan perizinan bangunan.

Pun, ini menjadi bukti juga bahwa PT Eticon Rekayasa Teknik adalah konsultan yang sangat bisa diandalkan karena dilengkapi dengan tim ahli di bidang yang dibutuhkan untuk penerbitan SLF. Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki kebutuhan akan penerbitan SLF untuk bangunan gedung bisa mempercayakannya kepada Eticon.

Tidak hanya untuk bangunan di Cirebon saja, melainkan untuk semua bangunan gedung yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia kami sangat siap membantu. Jika membutuhkan konsultan SLF terpercaya, maka PT Eticon Rekayasa Teknik lah jawabannya!

Siapa Itu Tim Ahli Bangunan Gedung? Simak Penjelasannya Disini!

Kriteria khusus untuk menjadi Tim Ahli Bangunan yang harus dipenuhi, Sumber: veriforce.com

Dalam dunia konstruksi, istilah Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) tentunya bukan hal yang asing lagi. Kehadiran pada ahli konstruksi ini menjelma sebagai elemen krusial dalam pembangunan bangunan dan memegang peran yang sangat penting untuk memastikan kesuksesan suatu proyek. Tapi, sebenarnya siapa yang dimaksud dengan Tim Ahli Bangunan Gedung itu sendiri?

Siapakah Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Itu?

Tim Ahli Bangunan Gedung atau yang juga akrab dikenal dengan TABG adalah tim yang terdiri dari para ahli terkait dengan penyelenggaraan bangunan gedung untuk memberikan pertimbangan teknis dalam proses penelitian dokumen rencana teknis dengan masa penugasan terbatas. 

Juga mereka yang bertugas untuk memberikan masukan dalam penyelesaian masalah terhadap penyelenggaraan bangunan gedung tertentu yang susunan anggotanya ditunjuk secara kasus per kasus disesuaikan dengan kompleksitas bangunan gedung itu sendiri.

Karena perlu diketahui, proses pendirian sebuah bangunan bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara sembarangan. Melainkan membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Sebab sebuah bangunan bukan hanya merupakan struktur fisik saja. 

Tetapi juga menjadi fasilitas yang akan terus melayani kebutuhan dan fungsionalitas jangka panjang. Nah, oleh karena itu untuk memastikan ketahanan bangunan tersebut dibutuhkan penerapan teknik-teknik konstruksi yang cermat dan terencana dengan baik.

Tim Ahli Bangunan Gedung dalam dunia konstruksi, Sumber: furlongbuilding.com
Tim Ahli Bangunan Gedung dalam dunia konstruksi, Sumber: furlongbuilding.com

Dimana dalam hal ini Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) memegang peranan krusial. Setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeriksaan bangunan gedung melibatkan keterlibatan aktif dari TABG. Jadi, keberadaan para ahli ini bukan hanya sekedar formalitas semata.

Melainkan suatu kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap detail konstruksi dipertimbangkan dengan seksama. Dalam setiap proyek pembangunan gedung atau proyek konstruksi lainnya, tim hali bangunan satu ini dapat dikatakan sebagai garda terdepan dalam merumuskan dan melaksanakan strategi yang efektif.

Mereka pun memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap aspek pembangunan mengikuti standar keamanan, kelayakan struktural, dan efisiensi biaya. Dengan begitu, proyek pembangunan dapat berjalan dengan lancar sebagaimana yang diharapkan.

Tugas dan Tanggung Jawab Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG)

Para tenaga ahli yang tergabung dalam Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) memiliki tanggung jawab yang terdefinisikan dengan jelas. Masing-masing menyumbangkan keahliannya untuk memastikan kesuksesan konstruksi bangunan. Berikut beberapa aspek penting dari pekerjaan mereka, antara lain: 

1. Mengkaji Teknis

Salah satu pilar utama dalam tugas Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) adalah melaksanakan kajian teknis secara menyeluruh. Proses ini dimulai sejak tahapan perencanaan hingga tahap pengembangan proyek.

Bahkan sebelum mendapatkan izin mendirikan bangunan, TABG telah terlibat secara aktif dalam menilai semua aspek teknis yang terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap langkah dilakukan dengan ketelitian, sistematis, dan tingkat profesionalitas yang tinggi.

Baik itu dimulai dari proses perencanaan awal, perizinan, hingga pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, mereka memastikan bahwa pondasi proyek dibangun atas dasar yang kuat dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

2. Review Kualitas Arsitektur

Proses konstruksi sebuah bangunan tidak hanya berkutat pada aspek teknis semata. Tetapi, melibatkan evaluasi mendalam terhadap kualitas arsitektur yang direncanakan. Aturan dan standar pembangunan menjadi paduan yang tak terindahkan dalam memastikan bahwa setiap struktur yang akan didirikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Dalam konteks ini, TABG mencakup tugas kritis dalam melakukan review kualitas arsitektur. Proses review kualitas arsitektur oleh TABG menjadi landasan utama dalam memastikan bahwa setiap bangunan yang akan didirikan mematuhi standar pembangunan yang telah ditetapkan.

Prinsip ini tidak hanya sekedar menjadi pedoman formal. Melainkan sebuah komitmen untuk menghasilkan struktur bangunan yang tidak hanya memenuhi aspek estetika tetapi juga bersesuaian dengan lingkungan sekitarnya.

Tugas dan tanggung jawab TABG yang memastikan kesuksesan konstruksi bangunan, Sumber: cubeonqueen.co.nz
Tugas dan tanggung jawab TABG yang memastikan kesuksesan konstruksi bangunan, Sumber: cubeonqueen.co.nz

3. Memberikan Saran dan Pendapat Secara Profesional

Memberikan saran dan pendapat secara profesional merupakan tugas utama yang tak kalah penting dalam konsep kerja Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG). Hal ini dilakukan dengan penuh proporsionalitas sesuai dengan cakupan kerja yang telah ditetapkan dan tidak melebihi batasannya.

Secara teknis, tim ini memiliki tugas krusial dalam memberikan saran, nasihat, dan pertimbangan yang berkaitan dengan aspek-aspek arsitektur dan konstruksi bangunan. Pentingnya keberadaan TABG terlihat dalam sejumlah tahapan pembangunan mulai dari fase perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

Diskusi dan konsultasi yang terjadi melalui tim satu ini berlangsung seefektif mungkin terutama ketika pembangunan masih berada dalam tahapan perencanaan. Namun, kebutuhan akan tim ahli tidak berhenti disitu saja karena mereka tetap dibutuhkan sepanjang proses pendirian bangunan.

Secara umum, peran TABG sebagai penasihat terbagi dalam beberapa bagian bidang. Tim ini memiliki spesialisasi tertentu yang memungkinkan mereka memberikan pandangan dan berfokus pada aspek-aspek tertentu. Beberapa contoh tim penasihat melibatkan Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK), Tim Penasihat Konstruksi Bangunan (TPKB), serta Tim Penasihat Instalasi Bangunan (TPIB).

4. Tugas Tambahan TABG

Selain tugas pokok yang telah diuraikan sebelumnya, Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) juga memiliki tanggung jawab tambahan yang tidak kalah penting. Dalam konteks ini, TABG turut membantu dalam beberapa aspek krusial seperti pembuatan penilaian dan acuan untuk proses kinerja pembangunan.

Jadi, tidak hanya berperan sebagai pengawas dan penasihat saja. Pentingnya peran TABG tidak hanya terbatas pada aspek teknis tetapi juga melibatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap masalah yang mungkin muncul terkait konstruksi dan arsitektur.

Dengan kehadiran TABG dapat memberikan solusi tepat guna mengatasi masalah-masalah kompleks yang ada pada pembangunan. Seorang ahli bangunan juga dapat menangani tugas tambahan dalam proses penyempurnaan aturan teknis atau peraturan yang berkaitan dengan struktur bangunan.

Kriteria Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG)

Untuk menjadi TABG terdapat beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi. Apa saja? Berikut penjelasannya.

  • Sehat jasmani rohani. Harus dalam kondisi sehat secara jasmani rohani karena keduanya berkaitan erat. Jika terdapat gangguan pada salah satu aspeknya maka dapat menghambat proses kerja.
  • Menguasai kepakaran dalam bidang arsitektur. Calon ahli bangunan harus memiliki pemahaman mendalam dan nilai-nilai sebagai pakar dalam bidang arsitektur. Karena tugas mereka dalam mengkaji proses pembangunan membutuhkan keahlian tersebut.
  • Minimal S3 di bidang yang sesuai. Anggota tim ahli bangunan diharapkan memiliki background pendidikan sesuai, minimal lulusan S3 pada jurusan yang relevan dengan bidang arsitektur.
  • Menguasai IT. Di era serba teknologi, tim ahli bangunan perlu menguasai teknologi informasi dan aktif menggunakan bahasa Inggris untuk mendukung efektivitas komunikasi, terutama dalam situasi internasional.
  • Memiliki keahlian tertentu. Keahlian khusus menjadi syarat wajib bagi tim ahli bangunan. Setiap anggota diharapkan memiliki fokus dan keahlian tertentu yang sesuai dengan bidang arsitektur sesuai dengan pembagian tugas dalam tim.
Kriteria khusus untuk menjadi Tim Ahli Bangunan yang harus dipenuhi, Sumber: veriforce.com
Kriteria khusus untuk menjadi Tim Ahli Bangunan yang harus dipenuhi, Sumber: veriforce.com

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang perannya begitu krusial dalam proyek pembangunan. Selain kehadiran TABG, kehadiran jasa konsultan SLF pun juga tidak kalah pentingnya. Mengapa demikian? Karena seperti yang kita tahu bahwa setiap bangunan gedung wajib mengantongi SLF sebelum dioperasionalkan.

Dimana untuk mendapatkan SLF, peran serta dari jasa konsultan SLF berpengalaman sangat dibutuhkan. Dengan begitu, proses penerbitan SLF dapat berjalan dengan lebih lancar, tepat, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.

Beginilah Klasifikasi Bangunan Gedung yang Belum Banyak Diketahui Orang

Klasifikasi bangunan terbagi sesuai karakter dan tujuan struktur, Sumber: sqmarchitects.com.au

Klasifikasi bangunan gedung adalah aspek yang tidak bisa dianggap sepele. Mengingat krusialnya bangunan sebagai tempat dimana manusia menjalankan berbagai aktivitasnya sehari-hari. Bangunan gedung bukan hanya sebatas struktur fisik, melainkan memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan produktivitas manusia.

Karenanya, penting adanya penyelenggaraan bangunan gedung yang teratur dengan berlandaskan pada peraturan dan norma yang berlaku. Dalam konteks ini, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) menjadi instrumen yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Karena tidak hanya diperlukan sebatas menaati aturan hukum saja. Tetapi juga mendesak untuk menjaga kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. PBG membantu dalam mengatur tahap-tahap perencanaan, desain, dan konstruksi bangunan sehingga memastikan bahwa standar keamanan dan kenyamanan terpenuhi.

Sementara pentingnya SLF untuk bangunan gedung menunjukan bahwa bangunan telah memenuhi persyaratan dan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Dengan penerapan PBG dan pemberian SLF menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan yang handal, memiliki identitas kuat, seimbang, dan berada dalam harmoni dengan lingkungan sekitarnya.

Peran bangunan dalam membentuk kualitas hidup masyarakat, Sumber: canada.constructconnect.com
Peran bangunan dalam membentuk kualitas hidup masyarakat, Sumber: canada.constructconnect.com

Dasar Hukum Klasifikasi Bangunan Gedung

Kembali lagi ke klasifikasi bangunan. Dengan memahami klasifikasi bangunan gedung masyarakat dapat lebih sadar terhadap peran bangunan gedung dalam membentuk kualitas hidup sehari-hari. Karena bagaimanapun, bangunan gedung adalah salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang yang harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis.

Salah satu dasar hukum bangunan gedung terlampir dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pada peraturan satu ini mengatur tentang pelaksanaan fungsi, persyaratan, penyelenggaraan bangunan gedung, serta  peran masyarakat dan pembinaan dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

Ragam Klasifikasi Struktur Bangunan Gedung

Klasifikasi struktur bangunan melibatkan pengkategorian yang lebih rinci terkait dengan karakteristik dan tujuan struktur itu sendiri. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses konstruksi dan penggunaan struktur bangunan dapat dilakukan dengan ketepatan dalam menetapkan persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.

Dengan menetapkan fungsi dan klasifikasi yang sesuai untuk struktur bangunan, akan diperoleh keefektifan dan efisiensi yang lebih baik dalam pemenuhan persyaratan administratif dan teknis yang diperlukan. Ragam klasifikasi struktur bangunan gedung itu sendiri antara lain: 

1. Berdasarkan Tingkat Kompleksitas

Berdasarkan tingkat kompleksitasnya, bangunan gedung diklasifikasikan menjadi bangunan sederhana, tidak sederhana, dan bangunan khusus. Dimana bangunan sederhana merujuk pada bangunan dengan karakteristik umum dan tingkat kepentingan yang sederhana serta menggunakan teknologi konvensional. 

Sedangkan bangunan tidak sederhana mengacu pada bangunan dengan karakteristik yang lebih kompleks dan tingkat kepentingannya lebih tinggi serta mungkin melibatkan penggunaan teknologi yang lebih canggih.

Sementara itu struktur bangunan khusus adalah bangunan dengan fungsi dan persyaratan khusus yang membutuhkan pendekatan perencanaan dan pelaksanaan yang sangat spesifik serta menggunakan teknologi khusus pula.

2. Berdasarkan Tingkat Permanensi

Menilik aspek tingkat permanensi, klasifikasi bangunan gedung terbagi menjadi bangunan abadi atau permanen, bangunan semi permanen, dan bangunan sementara. Bangunan permanen adalah arsitektur yang menghadirkan kekekalan melalui fungsinya karena dirancang untuk masa layanan lebih dari 20 tahun.

Sedangkan bangunan semi permanen menjadi perwujudan keberlanjutan dengan masa umur antara 5 hingga 10 tahun. Di sisi lain, bangunan sementara tercermin pada bangunan darurat atau sementara yang menghadirkan solusi cepat untuk kebutuhan fungsional dengan masa layanan maksimal 5 tahun saja.

Klasifikasi bangunan gedung yang belum banyak diketahui, Sumber: ee-associates.com
Klasifikasi bangunan gedung yang belum banyak diketahui, Sumber: ee-associates.com

3. Berdasarkan Tingkat Resiko Kebakaran

Meninjau potensi resiko kebakaran, klasifikasi bangunan gedung dapat dikategorikan kedalam tiga tingkatan berdasarkan resiko kebakaran yang dihadapi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Dari fakta tersebut itulah mengapa setiap bangunan gedung memerlukan rekomendasi damkar untuk dapat meminimalisir resiko kebakaran yang mungkin terjadi.

Bangunan dengan resiko kebakaran tinggi mencakup gedung-gedung yang karena fungsinya, desain penggunaan material, komponen pembentuknya, serta kuantitas dan kualitas bahan di dalamnya memiliki tingkat kecenderungan terbakar yang sangat tinggi.

Sementara itu, bangunan dengan resiko kebakaran sedang atau menengah adalah bangunan yang fungsinya, desain penggunaan bahan, komponen pembentuknya, serta kuantitas dan kualitas bahan di dalamnya memiliki tingkat kecenderungan terbakar yang sedang.

Sedangkan bangunan dengan resiko kebakaran rendah adalah bangunan yang fungsinya, penggunaan bahan, komponen pembentuknya, serta kuantitas dan kualitas bahan di dalamnya memiliki kecenderungan terbakar yang rendah.

4. Berdasarkan Zonasi Gempa

Mengacu pada respon terhadap gempa bumi, bangunan gedung dapat diklasifikasikan dalam tingkatan I hingga VI. Tingkatan ini mencerminkan seberapa besar potensi dampak gempa pada suatu wilayah.

Tingkatan I adalah wilayah yang sangat rentan terhadap gempa, tingkatan II menunjukkan tingkat resiko gempa yang cukup signifikan, tingkatan III mencakup daerah dengan lipatan dan retakan. Sedangkan tingkatan IV adalah wilayah lipatan tanpa adanya retakan. 

Tingkatan V mencirikan wilayah dengan resiko gempa yang relatif kecil, dan tingkatan VI adalah daerah yang dianggap stabil dari segi gempa. Semua tingkatan ini mengikuti pedoman dan standar teknis untuk memastikan bahwa bangunan di setiap wilayah dapat merespons gempa bumi dengan sebaik mungkin.

5. Berdasarkan Letak Geografis

Meninjau posisi geografisnya klasifikasi bangunan gedung terbagi menjadi lokasi padat, lokasi sedang, dan lokasi senggang. Lokasi padat biasanya mencakup wilayah yang terletak di pusat kegiatan perdagangan atau kota metropolitan. 

Sementara lokasi sedang umumnya terletak di lingkungan pemukiman dan lokasi senggang umumnya terletak di pinggiran kota atau daerah yang berfungsi sebagai zona resapan. Klasifikasi ini membantu dalam perencanaan dan pengembangan bangunan dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari setiap lokasi geografis.

6. Berdasarkan Ketinggian Bangunan

Klasifikasi bangunan gedung berdasarkan ketinggiannya dikelompokkan menjadi tiga, rendah, sedang, dan tentu saja tinggi. Penetapan klasifikasi dimensi ini bergantung pada jumlah tingkat atau lantai bangunan gedung yang ditetapkan oleh otoritas pemerintah setempat.

Bangunan dengan dimensi rendah memiliki jumlah tingkat atau lantai 4. Untuk bangunan sedang melibatkan jumlah tingkat atau lantai antara 5 hingga 8. Sementara bangunan dengan dimensi tinggi memiliki jumlah tingkat atau lantai lebih dari 8.

7. Berdasarkan Kepemilikan

Dalam hal kepemilikan, klasifikasi bangunan gedung terbagi menjadi milik negara, badan usaha, dan milik perorangan. Bangunan gedung yang dimiliki oleh negara adalah fasilitas yang digunakan untuk keperluan publik atau pelayanan pemerintah yang dibiayai oleh dana dari APBN, APBD, atau sumber pembiayaan lainnya. 

Contohnya seperti sekolah, rumah sakit, gedung pemerintahan, dan lain sebagainya. Sementara bangunan perorangan adalah bangunan milik pribadi yang dibangun dengan biaya pribadi seperti rumah.

Klasifikasi bangunan terbagi sesuai karakter dan tujuan struktur, Sumber: sqmarchitects.com.au
Klasifikasi bangunan terbagi sesuai karakter dan tujuan struktur, Sumber: sqmarchitects.com.au

Kesimpulan

Demikianlah klasifikasi bangunan gedung yang ada. Dengan memperhatikan klasifikasi bangunan sesuai ketentuan yang berlaku harapannya mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan potensi resiko yang dapat terjadi pada proses pembangunannya.

Tetapi, apapun itu jenis bangunan gedung yang ada, setiap bangunan gedung wajib mengantongi SLF sebelum benar-benar dioperasionalkan. Karena dengan adanya SLF pula potensi resiko dapat diminimalisir. 

Bagaimana cara mengurus SLF? Yaitu dengan mempercayakannya kepada jasa konsultan SLF berpengalaman. Karena hanya bersama ahlinya, pengurusan SLF dapat berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.