Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai memang terdapat banyak kelebihan. Salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai aset investasi properti yang menjanjikan. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyewa villa ataupun rumah yang ada di pinggir pantai. Hal tersebut dikarenakan pemandangan yang langsung menghadap ke laut lepas.

Namun untuk membangun sebuah bangunan di pinggir pantai seperti itu tetap memiliki aturan tersendiri. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai, bahwasannya pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya.

Hal tersebut tertuang dalam peraturan daerah masing-masing wilayah, mengenai rencana tata ruang wilayah provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu tujuan dibuatnya peraturan mengenai batas sempadan pantai ini untuk menjaga dan melindungi kelestarian ekosistem serta sumber daya yang ada di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil disekitarnya.

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Sehingga membangun sebuah bangunan yang difungsikan untuk rumah pribadi, investasi, ataupun bisnis di tepi pantai boleh-boleh saja. Namun harus mengikuti peraturan mengenai batas sempadan pantai yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing wilayah. Sebagai warga negara yang baik Anda selaku pemilik bangunan, wajib mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), biasanya bangunan tersebut tidak sesuai dengan gambar yang ada di dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika pemilik bangunan tersebut terbukti melanggar peraturan yang telah ditetapkan dari Garis Sempadan Bangunan, maka terdapat sanksi hukum yang harus dijalani.

Tips Membangun Rumah di Pinggir Pantai

Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk membangun bangunan yang berada di tepi pantai. Untuk membangun bangunan di area ini juga tidak boleh sembarangan, karena bangunan di lokasi ini harus dibuat kuat dari segi arsitekturnya. Berikut tips atau langkah-langkah yang bisa Anda jadikan referensi pada saat akan membangun rumah di pinggir pantai.

1. Mengikuti Aturan dari Batas Sempadan Pantai

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengecek mengenai ketetapan daerah mengenai batas sempadan pantai untuk bangunan yang akan Anda dirikan. Dengan mengikuti aturan ini, Anda juga bisa meminimalisir rumah dari risiko ancaman bencana alam. Misalnya saja seperti badai, banjir, erosi atau abrasi, tsunami, hingga bencana lainnya yang sering terjadi di pantai.

Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com
Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com

2. Menggunakan Konsep Arsitektur Tropis

Untuk membangun rumah atau bangunan di tepi pantai, perlu menggunakan konsep bergaya arsitektur tropis. Desain rumah ini sangat cocok digunakan di kawasan pantai yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga Indonesia memiliki iklim tropis.

Ketika merealisasikan konsep rumah arsitektur tropis ini dibutuhkan jasa desain rumah ahli yang profesional serta memiliki pengalaman yang berkaitan dengan desain rumah. Karena pada saat mendesain rumah ini tidak boleh sembarangan, harus mencakup beberapa aspek agar rumah nyaman, aman, serta berkualitas.

Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com

3. Bangunan Dibuat seperti Rumah Panggung

Untuk bangunan yang ada di pinggir pantai, biasanya akan dibuat seperti rumah panggung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila air laut sedang pasang. Sehingga air laut tidak akan masuk ke dalam rumah, dan berbagai barang yang ada di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari air. Arsitek Anda tentu saja sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa terjadi pada rumah Anda.

Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com
Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com

4. Bangunan Utama Menghadap ke Pantai

Tujuan utama memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai adalah untuk menikmati keindahan pemandangan laut. Oleh sebab itu, bangunan utamanya haruslah menghadap ke arah laut lepas. Anda bisa membuat ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi menghadap ke arah laut. Sehingga Anda dapat menikmati keindahan pemandangan pantai setiap saat.

Bangunan dengan posisi tersebut juga akan menguntungkan apabila kedepannya akan dijadikan sebuah bisnis. Bisa dengan bisnis restoran ataupun bisnis penginapan. Bangunan yang menghadap ke pantai tersebut akan menjadikannya sebagai daya tarik, sehingga banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi bisnis Anda tersebut.

Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com

5. Memilih Bahan Bangunan yang Tepat

Untuk membuat bangunan di tepi pantai juga diperlukan ketepatan dari material yang digunakan. Misalnya saja menentukan pondasi yang tepat untuk bangunan agar struktur bangunan tidak mudah roboh. Hal tersebut perlu disesuaikan pula dengan kondisi tanah sekitar, Anda bisa mendiskusikannya dengan arsitek yang bekerja sama dengan Anda.

Mengingat bangunan atau rumah berada di tepi pantai, maka diperlukan material seperti kayu dan beton yang kuat dan tahan akan air. Selain itu Anda juga wajib memastikan semua aspek di dalam struktur bangunan rumah memiliki daya tahan yang kuat akan angin, hingga berbagai cuaca seperti panas dan hujan.

Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com
Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com

6. Menggunakan Konsep Terbuka

Melihat area dari rumah yang berada di pinggir pantai, maka menggunakan konsep terbuka sangat cocok digunakan. Sebenarnya hal ini sudah sepaket dengan menggunakan arsitektur tropis. Anda bisa menggunakan konsep terbuka untuk desain dapur Anda, sehingga Anda bisa memasak di luar ruangan dengan pemandangan yang mengarah ke pantai.

Anda juga bisa menambahkan berbagai tanaman, agar nuansa rumah lebih asri dan sejuk. Karena hawa di pantai terkadang sangat panas, sehingga memiliki banyak tanaman di dalam maupun di luar rumah sangat disarankan. Berikan jendela besar di tengah-tengah bangunan utama, agar pemandangan laut bisa langsung terlihat dari dalam rumah.

Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com

Itulah tadi tips mengenai membangun rumah di pinggiran pantai. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan dimanapun itu. Mempercayakannya kepada jasa desain dan perancanaan merupakan salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan bangunan impian Anda.

Arsitektur Rumah Adat Bali: Penarik Perhatian Wisatawan

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari berbagai daya tarik yang dipancarkan Bali, ada satu hal yang termasuk dari kebudayaan Indonesia yang menarik bagi wisatawan. Hal tersebut ialah gaya arsitektur rumah adat Bali yang mempesona, gaya arsitektur yang unik dan tradisional tersebut mampu menarik perhatian wisatawan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah total wisatawan domestik yang mengunjungi Bali pada tahun 2019 adalah 10.545.039 jiwa. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada tahun yang sama berjumlah 6.275.210 jiwa. Jika dilihat dari data kunjungan tersebut, Bali menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Apabila merujuk pada konsep pariwisata berkelanjutan, yang di dalamnya terdapat 4 pilar yang mencakup pengembangan wisata. Salah satunya adalah pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture). Rumah adat Bali termasuk ke dalam kebudayaan Indonesia, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat serta wisatawan menjaga kelestariannya.

Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com
Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com

Empat pilar utama untuk pengembangan pariwisata tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Kemudian pilar tersebut telah dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia yang mencakup beberapa kriteria berikut:

  1. Pengelolaan destinasi parwisata berkelanjutan (Sustainability Management)
  2. Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy)
  3. Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture)
  4. Pelestarian lingkungan (Environment)

Oleh sebab itu melestarikan warisan budaya merupakan tujuan yang perlu diperhatikan dalam menyusun perancanaan pariwisata berkelanjutan, yang dalam hal ini mencakup rumah adat Bali. Untuk menciptakan pengembangan pariwisata tersebut dibutuhkan dukungan dari semua aspek, mulai dari masyarakat, wisatawan, hingga pemerintah.

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali telah diwariskan dari zaman dulu hingga saat ini dan sudah berkembang secara turun temurun. Gaya arsitektur bali didesain dengan mencerminkan tradisi masyarakat setempat untuk membangun sebuah bangunan, struktur, maupun rumah-rumah. Gaya arsitektur Bali sangat kental dengan tradisi Hindu Bali yang dikombinasikan dengan Jawa Kuno.

Arsitektur rumah adat Bali memiliki karekteristik budaya yang kental, dapat dilihat dengan ukiran yang terdapat pada setiap desainnya. Selain itu material atau bahan yang biasa digunakan untuk membangun rumah seperti bambu, batu bata, kayu jati, atap jerami, atau bahan lokal yang lainnya. Berikut keunikan dari gaya arsitektur rumah adat Bali.

1. Terdapat Beberapa Bangunan dalam Satu Hunian

Apabila mengunjungi Bali, maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah adat Bali yang memiliki beberapa bangunan yang berdiri di dalam satu lahan. Bangunan tersebut terpisah-pisah dan tidak dalam satu atap, namun masih menjadi kesatuan dari rumah tersebut. Berbagai bangunan tersebut memiliki fungsinya masing-masing, seperti kamar tidur, dapur, tempat ibadah, dan yang lainnya.

Baca juga : Pariwisata Indonesia Pascapandemi COVID-19

Rumah adat Bali dibangun dengan aturan Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali ini mirip dengan Feng Shui jika dilihat dari budaya China. Untuk membangun rumah adat Bali, terdiri dari beberapa bagian yang dikenal dengan sebutan Tri Hita Karana. Bagian-bagian yang terdapat pada Tri Hita Karana meliputi Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan.

Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com
Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com

2. Pintu Masuk Rumah Adat Bali Terdapat Gapura Candi Bentar

Pada umumnya rumah adat Bali memiliki pintu masuk yang berupa gapura Candi Bentar. Peletakkan gapura Candi Bentar tersebut bertujuan untuk menambah keindahan dari pintu masuk rumah. Detail yang terdapat di gapura Candi Bentar ini lebih ornamental. Sehingga dapat memancarkan kesan hunian yang indah dan etnik.

Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id
Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id

3. Terdapat Pengaruh Kepercayaan Polytheisme

Sebelum datangnya ajaran Hindu ke Pulau Bali, masyarakat sekitar menganut kepercayaan Polytheisme. Polytheisme merupakan bentuk kepercayaan dengan mengakui adanya banyak dewa atau bisa dikatakan memuji kepada banyak dewa. Oleh sebab itu, terkadang masih banyak ditemui unsur kebudayaan tersebut pada gaya arsitektur Bali.

Bahkan hingga saat ini masih banyak dijumpai di Bali, masih ada yang menganut unsur kebudayaan tersebut. Dengan adanya satu kompleks hunian yang di dalamnya terdapat beberapa pura, pura-pura tersebut digunakan untuk memuja dewa yang berbeda-beda.

Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com
Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com

4. Letak Bangunan Menurut Arah Mata Angin

Di Bali arah utara merupakan arah yang dianggap suci, sedangkan untuk arah sebaliknya yakni selatan dianggap buruk. Konsep tersebut diambil dari Tri Angga, yakni panduan tata letak. Biasanya peletakkan tempat ibadah diletakkan pada sudut bagiat utara sebuah rumah, karena merupakan tempat suci. Sehingga peletakkan pura keluarga ada di paling utara sebuah rumah adat di Bali.

Baca juga : Pentingnya Penilaian Daya Dukung di Destinasi Wisata

Menurut konsep dari Tri Angga, bagian yang paling depan disebut dengan istilah utama mandala, yakni sebagai tempat suci untuk ibadah. Kemudian untuk bagian tengah disebut dengan madya mandala sebagai tempat tinggal untuk penghuni rumah. Lalu untuk bagian yang paling belakang disebut dengan istilah Nista manala sebagai tempat yang digunakan untuk dapur.

Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com
Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com

5. Bangunan Dirancang Dekat dengan Nuansa Alam

Keunikan selanjutnya dari rumah adat Bali adalah bangunan dirancang dekat dengan nuansa Alam. Umumnya rumah adat Bali memiliki halaman yang luas, dengan tujuan agar manusia dapat akrab dan dapat berkomunikasi dengan alam sekitar.

Ventilasi di rumah Bali ini juga dibuat dengan adanya tambahan ruang di antara atap dan dinding. Tujuannya agar sirkulasi udara di dalam ruangan dapat berjalan dengan baik. Sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan alam secara lancar.

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com
Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Mari bersama-sama lestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak. Karena dengan menjaga kelestarian kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata Indonesia di masa ini maupun di masa yang akan datang.

Tipe-tipe Apartemen di Kota Besar: Apa Saja?

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Apartemen merupakan sebuah unit hunian mandiri yang menempati sebagian dari sebuah bangunan gedung. Secara umum hunian ini menempati satu lantai pada bangunan bertingkat yang megah dan mewah. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang dan yang lainnya. Pada setiap unit, memiliki beberapa tipe-tipe apartemen yang berbeda. Pemilihan tipe tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemilik unit di apartemen tersebut.

Ada banyak bangunan apartemen yang dikategorikan ke dalam high rise building, karena karakteristik bangunannya sesuai dengan bangunan tinggi atau high rise building. Karakteristik high rise building ini salah satunya ialah memiliki tinggi bangunan minimal 23 meter atau setara dengan bangunan yang memiliki 6 lantai ke atas. Selain itu juga memiliki luas lantai minimal 750 meter persegi hingga maksimal 1500 meter persegi.

Namun ada juga beberapa jenis bangunan tinggi yang tidak masuk ke dalam high rise building karena tidak memenuhi karakteristiknya. Kebanyakan apartemen memiliki bangunan yang sangat tinggi dan mewah, sehingga dalam proses pembangunannya diperlukan perhitungan yang matang agar bangunan kokoh dan kuat menahan beban.

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id
Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Setiap bangunan gedung diperlukan pengawasan serta pemeriksaan secara rutin, supaya sebuah bangunan gedung tetap aman bagi penghuninya. Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk mengetahui apakah bangunan tersebut laik fungsi atau tidak. Jika sebuah bangunan gedung dinyatakan laik fungsi, maka dapat dibuktikan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sesuai yang tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan bangunan meliputi empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Apalagi apartemen memiliki bangunan yang tinggi, sehingga memungkin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika tidak dilengkapi dengan standar dan ketentuan dalam pembangunannya.

Apa Saja Jenis-jenis Tipe Apartemen?

Untuk daerah kota-kota besar, maka tidak asing dengan bangunan tinggi yang difungsikan sebagai apartemen. Namun ternyata setiap unit apartemen memiliki beberapa jenis tipe yang berbeda. Apa saja tipe-tipe apartemen tersebut?

1. Apartemen Classic Six

Apartemen classic six merupakan unit apartemen yang dilengkapi dengan 6 ruangan. Ruangan-ruangan tersebut mencakup 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, dan ruang tamu. Untuk bangunan dari apartemen ini biasanya memakai gedung yang usianya sudah tua, yang kemudian dialih fungsikan sebagai apartemen dengan beberapa renovasi. Setelah merombaknya, bangunan apartemen ini akan terlihat lebih elegan dan menawan.

Jenis apartemen ini masih jarang sekali ditemukan di Indonesia, namun untuk wilayah Amerika dan Eropa apartemen ini dapat dengan mudah dijumpai. Bahkan di sana apartemen ini merupakan unit yang populer dikalangan masyarakat sekitar.

Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com
Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com

2. Apartemen Studio

Apartemen studio ini merupakan unit apartemen yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri mudah untuk menemukan tipe ini, karena banyak ditawarkan di pasaran. Hampir mirip seperti kamar kost, apartemen ini hanya memiliki 1 ruangan yang difungsikan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kamar tidur, dapur, ruang tv, ruang tamu, ruang maka, hingga tambahan ruang untuk kamar mandi.

Baca juga : Panduan Mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi) hingga Terbit

Jenis apartemen studio ini cocok digunakan oleh anak muda yang belum menikah, karena desain interior ruangan yang digunakan terlihat simple tapi tetap elegan. Biasanya dihuni oleh mahasiswa maupun karyawan sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Apartemen studio, Sumber : agoda.com
Apartemen studio, Sumber : agoda.com

3. Apartemen Convertible

Jenis apartemen convertible ini hampir sama dengan apartemen studio, letak perbedaannya pada luas ruangannya. Untuk apartemen convertible ini memiliki ruangan yang lebih luas dari apartemen studio. Sehingga memungkinkan untuk menambahkan beberapa partisi sebagai sekat antar ruang. Dari segi harga tipe ini lebih ekonomis dibandingkan dengan apartemen 1 kamar.

Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com
Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com

4. Apartemen Alcove

Jenis apartemen selanjutnya adalah alcove, untuk jenis apartemen ini juga tidak berbeda jauh dengan apartemen studio. Ukuran dari apartemen alcove ini sedikit lebih besar ketimbang apartemen studio. Selain itu apartemen jenis ini juga memiliki bentuk letter L, sehingga kamar tidur dapat diletakkan pada belokan tersebut. Jadi ruangan kamar tidur akan terpisah dengan ruangan yang lainnya.

Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com
Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com

5. Apartemen Loft

Apartemen berikutnya ialah apartemen loft, jenis apartemen ini memang jarang ditemukan. Namun ada beberapa kota-kota besar yang memiliki unit apartemen loft ini. Ciri dari apartemen ini dapat dilihat dari tinggi plafon atau langit-langit ruangan yang tingggi, sehingga biasanya akan terdapat tambahan ruangan diantara lantai dengan plafon yang disebut mezzanine.

Mezzanine ini umumnya digunakan sebagai tempat tidur, bahkan untuk wardrobe maupun walk in closet. Kemudian pada bagian bawahnya difungsikan sebagai ruangan lain. Misalnya saja untuk ruang tamu, ruang belajar, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.

Apartemen loft, Sumber : zumper.com
Apartemen loft, Sumber : zumper.com

6. Apartemen Garden

Apartemen garden merupakan sebuah apartemen yang memiliki taman atau ruang hijau terbuka. Biasanya taman tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik unit apartemen tersebut. Pemakaian istilah apartemen garden ini juga bisa diterapkan pada gedung apartemen yang memiliki taman dengan halaman yang luas.

Apartemen garden, Sumber : traveloka.com
Apartemen garden, Sumber : traveloka.com

7. Apartemen 1,2,3 Kamar

Jenis apartemen ini biasanya digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga. Karena di dalam unit ini terdapat beberapa kamar serta dilengkapi dengan berbagai ruangan lainnya. Jika dilihat secara kasat mata, apartemen jenis ini hampir sama dengan rumah-rumah pada umumnya. Memiliki berbagai ruangan yang dapat difungsikan dengan berbagai kebutuhan.

Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com
Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com

8. Apartemen Penthouse

Apartemen yang satu ini merupakan jenis apartemen yang memiliki ruangan yang paling luas dari jenis apartemen lainnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, salah satunya adalah terdapat lift pribadi di dalamnya. Hunian yang letaknya paling atas dari sebuah bangunan apartemen ini cukup populer di luar negeri. Keindahan pemandangan yang terlihat dari unit ini membuatnya nampak semakin eksklusif dan mewah.

Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au
Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au

Untuk memdirikan sebuah bangunan gedung diperlukan berbagai perhitungan yang matang, agar saat sudah dioperasikan bangunan tersebut dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuninya. Ada berbagai persyaratan struktur bangunan gedung yang perlu dipenuhi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

Arsitektur tropis merupakan sebuah konsep rumah yang diciptakan sebagai upaya untuk mengatasi iklim tropis. Di Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki iklim tropis. Pada wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa biasanya akan memiliki iklim tropis. Ciri dari negara yang memiliki iklim ini diantaranya memiliki rata-rata suhu udara yang tinggi, terletak di wilayah antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS, dan curah hujan yang tinggi.

Penggunaan konsep rumah ini akan cocok diterapkan untuk pembangunan rumah di wilayah Indonesia. Namun perlu Anda ingat, untuk membuat sebuah rumah haruslah terjamin dalam segi kualitas bangunan. Pastikan rumah yang akan Anda tempati aman, nyaman, dan berkualitas. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat terjadi saat rumah sudah dihuni.

Sebelum merealisasikan konsep arsitektur tropis ini, ada baiknya Anda sudah memastikan bahwa tanah yang akan dibangun tempat tinggal tersebut telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika Anda belum memilikinya maka segeralah mengurus IMB tersebut. Supaya kedepannya, bangunan yang Anda dirikan tersebut tidak menjadi masalah maupun terjadi kendala yang tidak diinginkan.

Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com
Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com

Ciri Rumah dengan Gaya Arsitektur Tropis

Terdapat beberapa ciri yang ada pada arsitektur tropis ini, mulai dari bentuk bangunan yang didirikan hingga tata ruangnya. Apa saja ciri dari penerapan gaya arsitektur tropis ini? Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Terdapat Tritisan

Tritisan merupakan sebuah atap tambahan yang dibuat secara terpisah dengan atap utama yang sudah ada. Bisa dikatakan pula tritisan ini merupakan perpanjangan dari atap utama yang sudah ada dan terletak pada bagian atas sebuah bangunan. Tritisan tersebut memiliki fungsi bermacam-macam sesuai denga kebutuhan, salah satunya digunakan sebagai peneduh dari berbagai cuaca baik curah hujan maupun sinar panas matahari.

2. Menggunakan Atap Berbentuk Miring

Untuk tempat tinggal atau hunian yang memggunakan konsep arsitektur tropis ini, biasanya menggunakan bentuk atap yang miring. Kemiringan dari atap rumah ini mencapai 30 derajat bahkan lebih. Fungsi penggunaan atap yang miring ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat perubahan cuaca yang signifikan dan berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Jenis material yang digunakan dalam pembuatan atap juga bermacam-macam, diantaranya atap baja ringan, atap kayu, dan yang lainnya. Dikarenakan fungsi atap yang penting dalam sebuah bangunan, maka anda perlu memilih atap yang memiliki kualitas terbaik. Tujuannya agar Anda dan anggota keluarga yang lain merasa aman dan nyaman berada di dalam rumah tersebut.

Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com
Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

3. Memiliki Banyak Ventilasi Udara

Adanya ventilasi di rumah dapat mempengaruhi langsung kualitas udara di dalam ruangan. Rumah yang memiliki ventilasi yang cukup akan menghasilkan sirkulasi udara yang baik, sehingga terjadi proses pertukaran udara antara dalam ruangan dan luar ruangan. Saat udara yang ada di dalam rumah baik, tentu saja kesehatan penghuni rumah juga akan terjaga.

Bahkan World Health Organization (WHO) juga menyatakan kualitas udara yang buruk di dalam rumah, diduga dapat menjadi salah satu penyebab menyebarnya penyakit menular antar penghuni rumah pada negara berkembang. Orang yang paling berisiko terkena dampak tersebut adalah ibu rumah tangga dan anak-anak, karena sebagian besar aktivitas mereka sering dihabiskan di dalam rumah.

Oleh sebab itu, konsep arsitektur tropis ini menggunakan banyak ventilasi di rumah agar menghasilkan sirkulasi udara yang baik bagi penghuni rumah. Selain agar terjadi pertukaran udara, ventilasi yang banyak juga dapat menghasilkan pencahayaan yang baik dari sinar matahari. Sehingga kondisi ruangan tidak lembab dan tetap terjaga kelembabannya.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

4. Terdapat Banyak Tumbuhan

Pada konsep tropis ini juga terdapat banyak tumbuhan yang berada di sekitar rumah. Ada berbagai tanaman hijau yang sengaja dibuat untuk menciptakan suasana rumah tropis yang sejuk. Sehingga dibuatlah taman dengan berbagai tumbuhan tropis di dalamnya, taman-taman tersebut ada yang dibuat di pekarangan rumah dan juga di dalam rumah.

Selain itu, konsep ini juga menggunakan jendela besar dengan tujuan agar cahaya alami dari sinar matahari dapat masuk dengan sempurna. Tidak hanya menggunakan jendela besar saja, namun arsitektur tropis juga menerapkan konsep hunian terbuka. Supaya rumah menjadi sejuk walaupun cuaca sedang panas.

5. Menggunakan Material Alami

Gaya arsitektur tropis juga menggunakan berbagai material alami yang biasa didapatkan dari lingkungan sekitar. Unsur-unsur tradisional akan melekat pada konsep rumah ini, misalnya penggunaan material seperti kayu, bambu, hingga batu alam. Konsep tropis ini akan semakin terlihat apabila memadu padankan material alami dengan berbagai tumbuhan tropis lainnya.

Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com
Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com

Manfaat Penggunaan Arsitektur Tropis

Manfaat yang akan anda dapatkan apabila menggunakan konsep ini bukan hanya dari keindahannya saja. Fokus utama terciptanya konsep rumah ini ialah untuk beradaptasi dengan iklim tropis. Supaya penghuni akan lebih merasa aman dan nyaman menghadapi berbagai pergantian cuaca yang terjadi, dari curah hujan yang tinggi hingga cuaca panas saat kemarau tiba.

Untuk mewujudkan bangunan yang sesuai dengan apa yang Anda harapkan, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada jasa desain struktur bangunan yang profesional dan memiliki banyak pengalaman. Sehingga dapat merealisasikan bentuk desain sesuai dengan yang Anda inginkan dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat pembangunan.

Itu tadi artikel mengenai konsep rumah bergaya arsitektur tropis, ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk Anda dan keluarga. Pastikan anda menggunakan jasa desain rumah yang profesional dan berpengalaman, agar rumah terasa aman untuk ditinggali.

Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

Green Architecture : Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

Perubahan iklim global terus memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan dan menjadi topik permasalahan yang hangat diperbincangkan. Meningkatnya suhu global, perubahan cuaca dan curah hujan selama beberapa dekade adalah salah satu buktinya. Bahkan, lapisan es di kutub utara dan selatan bumi mencair lebih cepat.

Pemanasan global adalah hal yang nyata. Dampak perubahan cuaca dan pemanasan global terhadap manusia dapat dirasakan di berbagai sektor kehidupan. Bahkan sesungguhnya, manusia sangat bergantung pada iklim bumi.

Continue reading