Penjelasan Lengkap Mengenai IPAL Komunal : Anda Wajib Tahu!

Informasi mengenai instalasi pengolahan air limbah komunal, Sumber: mimoza.tv

Sudah pernah mendengar istilah IPAL? IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sangat penting untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar limbah. Instalasi pengolahan air limbah sendiri dibagi menjadi 2, yakni komunal dan mandiri. Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai IPAL komunal untuk Anda.

Apa Itu IPAL Komunal?

Sebelum membahas mengenai instalasi pengolahan air limbah komunal, Anda perlu mengerti tentang apa itu instalasi pengolahan air limbah itu sendiri. Jadi IPAL adalah sebuah struktur yang dibuat sebagai tempat pengelolaan limbah organik atau anorganik dari air, sehingga limbah tersebut bisa dibuang tanpa mencemari lingkungan.

IPAL digunakan sebagai sarana untuk mengolah limbah cair. Misalnya seperti limbah dari WC atau toilet, air cuci, maupun air kamar mandi. Jika di lingkungan masyarakat, IPAL yang digunakan untuk mengolah limbah kotoran (tinja) dari WC lebih dikenal dengan sebutan septic tank.

Itu tadi penjelasan mengenai instalasi pengolahan air limbah secara umum. Sekarang saatnya Anda mengetahui mengenai instalasi pengolahan air limbah komunal. IPAL komunal adalah sistem pengolahan limbah yang tangki pengumpul limbahnya digunakan untuk menampung limbah di suatu lokasi secara bersama-sama. 

Instalasi pengolahan air limbah komunal ini digunakan untuk mengelola limbah rumah tangga. Jadi berbagai limbah hasil dari rumah tangga akan diproses oleh IPAL jenis ini. Misalnya saja seperti air mandi, air limbah cucian, air limbah dapur, dan lain sebagainya.

Jadi IPAL komunal artinya tempat pengelolaan limbah rumah tangga yang dilakukan secara terpusat di suatu lokasi untuk kepentingan umum. Misalnya saja instalasi pengolahan air limbah komunal yang dipasang untuk memproses limbah di perumahan, desa, maupun kampung.

IPAL komunal digunakan untuk mengelola limbah rumah tangga, Sumber: ciptakarya.pu.go.id
IPAL komunal digunakan untuk mengelola limbah rumah tangga, Sumber: ciptakarya.pu.go.id

Alasan Penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal

Hampir sama dengan limbah industri, limbah rumah tangga juga tidak bisa langsung dibuang ke saluran pembuangan. Jika air limbah tersebut dibuang langsung ke saluran pembuangan tanpa diproses, maka bisa menyebabkan berbagai hal.

Jadi limbah rumah tangga tersebut perlu diproses terlebih dahulu dengan melibatkan bakteri pengurai. Tujuannya agar hasil pembuangan tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Dengan begitu lingkungan tetap sehat dan bebas dari pencemaran yang disebabkan oleh limbah hasil pembuangan.

Semenjak pandemi covid 19 menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia, maka IPAL jenis ini sangat dibutuhkan. IPAL komunal bisa meminimalisir masyarakat terkena virus maupun bakteri yang terbawa di limbah air yang tidak melalui proses pengolahan.

Jadi masyarakat bisa mengurangi risiko terkena virus corona (misalnya), jika air limbah diproses terlebih dahulu sebelum dibuang. Selain membawa virus dan bakteri, limbah rumah tangga yang tidak diproses terlebih dahulu bisa merusak lingkungan. 

Misalnya saja kandungan deterjen dari limbah rumah tangga. Limbah tersebut dapat membahayakan ekosistem tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar perairan. Karena berbahaya bagi lingkungan, jadi limbah rumah tangga perlu diproses melalui instalasi pengolahan air limbah secara komunal.

Contoh IPAL Komunal

Bukan hanya untuk area pemukiman saja, namun instalasi pengolahan air limbah secara komunal juga digunakan diberbagai bangunan lainnya. Ada beberapa area lainnya yang bisa memanfaatkan penggunaan IPAL jenis ini untuk mengelola limbah rumah tangga. Berikut beberapa bangunan lain yang menggunakan IPAL komunal, diantaranya meliputi:

  • Bangunan rumah susun (rusun)
  • Gedung perkantoran
  • Bangunan apartemen untuk tempat tinggal
  • Bangunan perhotelan
  • Toilet umum yang dikelola oleh pemerintah setempat
  • Berbagai bangunan cafe, restoran, atau rumah makan
  • Berbagai bangunan yang dihuni banyak orang lainnya

Jadi dengan adanya instalasi pengolahan air limbah komunal ini bisa menjaga kualitas hidup masyarakat sekitar. Terlebih untuk menghindari berbagai dampak bahaya dari limbah rumah tangga. Dengan begitu masyarakat yang berada di sekitar kawasan komersial maupun di pemukiman tetap terlindungi.

Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal

Di dalam instalasi pengolahan air limbah secara komunal, terdapat 2 sistem yang bisa menjadi pilihan. Sistem tersebut dipilih sesuai dengan kebutuhan, agar pengolah limbah dapat bekerja secara optimal. Berikut 2 sistem yang perlu Anda ketahui dalam dalam instalasi pengolahan air limbah komunal.

1. Sistem Anaerob

Sistem anaerob merupakan sebuah instalasi pengolahan limbah rumah tangga menggunakan bakteri pengurai untuk proses pengolahannya. Selain menggunakan bakteri untuk mengurai limbah, sistem yang satu ini juga memanfaatkan gravitasi. 

Di dalam sistem anaerob, bakteri tersebut bisa tetap hidup dengan memanfaatkan udara alami yang datang dari luar melalui celah pipa ventilasi. Pada umumnya, sistem satu ini menghasilkan endapan yang nantinya akan diproses lebih lanjut.

Ilustrasi sistem IPAL secara komunal, Sumber: ditjenppi.menlhk.go.id
Ilustrasi sistem IPAL secara komunal, Sumber: ditjenppi.menlhk.go.id

2. Sistem Extended Aeration

Selanjutnya ada sistem extended aeration. Untuk mengolah limbah rumah tangganya, sistem ini menggunakan sistem bertingkat. Jadi mulai dari sistem anaerob yang digunakan untuk mengurai limbah menggunakan bakteri, kemudian dilanjutkan dengan memberi oksigen tambahan melalui blower udara.

Tujuannya supaya bakteri yang ada di dalam sistem tersebut dapat mengurai air limbah secara optimal. Berbeda dari sistem anaerob, sistem yang ini tidak akan menghasilkan endapan. Hal ini dikarenakan adanya sistem sirkulasi yang berguna untuk mengembalikan endapan ke tangki awal pengolahan.

Untuk menggunakan IPAL komunal, Anda bisa memilih antara kedua sistem tersebut. Anda bisa menyesuaikan sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk biaya dari sistem anaerob cenderung lebih terjangkau dan memerlukan perawatan berkala. Sedangkan sistem extended aeration lebih simpel, namun membutuhkan biaya yang besar.

Dampak Negatif IPAL Komunal

Perlu Anda ketahui, ternyata penggunaan instalasi pengolahan air limbah secara komunal memiliki dampak negatif. Dampak negatif tersebut bisa berasal dari pembangunan yang tidak benar maupun penggunaan yang kurang tepat. Alhasil dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif yang merugikan lingkungan maupun warga sekitar.

Dampak negatif tersebut dirasakan oleh warga yang ada di Desa Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Dikutip dari laman gatra.com, instalasi pengolahan air limbah komunal yang terjadi di Desa Puntan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Selain bau yang tidak sedap, air yang keluar dari IPAL komunal tersebut juga mengganggu area persawahan di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 2019 yang lalu. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah di penggunaannya. Warga yang menggunakannya belum paham mengenai instalasi pengolahan air limbah komunal. 

Dampak negatif instalasi pengolahan air limbah komunal, Sumber: gatra.com
Dampak negatif instalasi pengolahan air limbah komunal, Sumber: gatra.com

Itulah tadi penjelasan mengenai IPAL komunal yang perlu Anda ketahui. Ketika membangun instalasi pengolahan air limbah secara komunal, maka diperlukan untuk memperhatikan lingkungan. Tujuan dibuatnya IPAL sendiri adalah untuk tidak mencemari lingkungan, jadi sudah pasti dalam pembangunannya memperhatikan lingkungan.

Sebaiknya para pihak yang berkepentingan dalam pembangunan IPAL, perlu mengurus perihal perizinan lingkungan terlebih dahulu. Untuk memudahkan mengurus perizinan, bisa menggunakan jasa perizinan lingkungan yang profesional dan terpercaya.

Jika Anda termasuk salah satu pihak yang berperan dalam pembangunan IPAL, maka bisa mengurus perizinan lingkungan melalui Eticon. Tim Eticon siap membantu Anda dalam mengurus perizinan lingkungan sebelum membangun IPAL. Silahkan konsultasi dengan kami melalui kontak yang telah tersedia.

Mengulik Potensi Wisata Bahari Indonesia yang Sangat Kaya

Kegiatan diving, sumber: google.com

Potensi Wisata Bahari Indonesia – Wisata bahari merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi alam potensi sebagai daya tarik wisata maupun wadah kegiatan wisata baik di atas permukaan di wilayah laut yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan ekosistemnya yang kaya akan keanekaragaman jenis biota laut. Secara singkat, wisata bahari adalah rekreasi ke pantai atau lautan.

Wisata bahari adalah salah satu wisata unggulan yang dimiliki tanah air. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia mempunyai 20,87 juta Ha kawasan konservasi perairan, pesisir dan berbagai pulau kecil. Garis pantai Indonesia membentang hingga 99.093 km dengan luas laut 3,257 juta km persegi.

Kekayaan maritim inilah yang membuat potensi wisata bahari Indonesia sangat luas dengan keindahan dan keunikannya masing-masing. Potensi wisata bahari Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke. Ada hal yang masih bisa dieksplor dalam wisata bahari di Indonesia.

Di wisata bahari Indonesia terdapat 590 jenis karang, 2.057 ikan karang, 12 jenis lamun, 34 jenis mangrove, 1.512 jenis crustacean,  jenis penyu, 850 jenis sponge, 24 jenis mamalia laut serta 463 titik kapal tenggelam.

Potensi wisata bahari Indonesia, sumber: google.com
Potensi wisata bahari Indonesia, sumber: google.com

Kegiatan Wisata Bahari

Apabila Anda ingin mengetahui apa saja kegiatan dalam wisata bahari, maka jawabannya akan sangat panjang. Sebab, ada banyak sekali kegiatan yang bisa Anda lakukan saat berwisata bahari baik di lautan maupun di pantai. Di bawah ini beberapa di antaranya, yang bisa Anda jadikan referensi.

Menjelajahi dan menikmati keindahan alam bawah laut yang sangat menakjubkan. Ada banyak banget batu karang dan biota laut yang sangat indah di dasar lautan. Dengan menjelajahi dasar lautan, Anda bisa menikmati keindahan yang ada sekaligus mempelajari banyak hal baru.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan diving dan snorkeling. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan peralatan menyelam. Tujuan kegiatan satu ini adalah untuk mempelajari keragaman kehidupan yang ada di lautan. Namun kegiatan ini juga bisa sebagai aktivitas rekreasi dan refreshing menghilangkan penat.

Kegiatan wisata bahari lain adalah melakukan olahraga air seperti kegiatan speedboat, berselancar dan mengayuh perahu masuk dalam kegiatan ini.

Anda juga bisa menikmati hasil laut seperti ikan. Jenis kegiatan satu ini tentu saja tidak akan pernah dilewatkan oleh siapa saja yang sedang berwisata bahari dan yang paling menarik adalah, Anda akan mendapatkan cita rasa dan sensasi ikan yang berbeda, yang lebih segar daripada ikan yang biasa Anda konsumsi.

Dan kegiatan yang juga tidak boleh Anda lewatkan adalah ekowisata bahari. Kegiatan yang lebih dikenal dengan kegiatan konservasi ini bertujuan memberikan pengetahuan pada wisatawan untuk menjaga ekosistem pantai dan laut dari kerusakan.

Kegiatan diving, sumber: google.com
Kegiatan diving, sumber: google.com

Potensi Wisata Bahari Indonesia

Kurang banyak sudah dijelaskan di awal, mengenai potensi wisata bahari Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Untuk melengkapi uraian di atas, yang perlu Anda ketahui bahwa Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki jumlah pulau mencapai 16.056.

indonesia juga sangat strategis dari aspek geografis karena berada di daerah tropis yang diapit oleh dua benua dan samudera. Dari potensi wisata bahari Indonesia tersebut ada beberapa hal yang bisa dioptimalkan oleh negeri kita tercinta. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Meningkatkan Ekonomi

Jenis wisata bahari bisa berdampak secara langsung pada warga masyarakat di sekitar pantai dan lautan. Mereka bisa mendapatkan mata pencaharian dengan menawarkan jasa dan produk kepada para wisatawan. Dengannya, sektor ekonomi pun akan semakin meningkat.

Meningkatkan Pendapatan Daerah

Wisata bahari yang ada di daerah Gunung Kidul contohnya, akan dikelola oleh pemerintah daerah gunung kidul itu sendiri, baik yang masuk pada BUMD maupun BUMDes. Keberadaan wisata bahari ini akan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

Sarana Konservasi

Setiap orang yang melakukan kegiatan wisata di pantai atau laut bisa mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan dunia kelautan dan diharapkan hal tersebut dapat menambah kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.

Sarana Pendidikan

Metode belajar yang cukup efektif adalah dengan mendekatkan teori dengan objeknya. Dengan kegiatan wisata bahari setiap wisatawan akan mendapatkan pengetahuan mengenai banyak hal yang berkaitan dengan kelautan secara langsung.

Sarana pendidikan anak, sumber: google.com
Sarana pendidikan anak, sumber: google.com

Daftar Kepulauan Indonesia dengan Potensi Wisata Baharinya

Laut sangat berpotensi sekali untuk menjadi wisata bahari di tanah air. Berikut daftar kepulauan di tanah air yang memiliki banyak potensi dan kekayaan akan wisata baharinya, di antaranya adalah:

Kepulauan Anambas Riau

Terletak di provinsi Kepulauan Riau, taman wisata perairan kepulauan Anambas mempunyai banyak sekali potensi wisata bahari. Salah satunya Pulau Durai yang merupakan surga bagi para penyu di gugusan pulau tersebut.

Biota laut yang hidup di bawah lautan Anambas tidak kalah saing dengan pulau lainnya di Indonesia. Kelebihan lain yang bisa didapatkan oleh wisatawan di sini adalah air laut yang jernih, sehingga biota laut bisa dengan mudah dilihat bahkan dari atas permukaan laut.

Pulau Pieh Sumatera Barat

Potensi yang ada di pulau Pieh sangat banyak, mulai dari terumbu karang, ikan karang sampai penyu yang bisa dilihat dengan jelas karena air lautnya yang jernih. Ada satu hal yang membuat pulau satu ini sangat menarik, hal tersebut adalah rawa yang ada di daratan pulau.

Pulau Pieh merupakan salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Jadi tidak heran jika banyak wisatawan yang datang kesana dan sewa mobil Padang untuk menikmati keindahannya.

Kepulauan Banda Maluku Tengah

Pulau banda Maluku Tengah ini terdiri dari pulau besar dan kecil yang kaya akan banyak potensi darat maupun di lautannya. Pulau Banda sendiri sejak lama dikenal sebagai surga wisata selam, sejarah dan budaya.

Untuk potensi lautnya sendiri, secara spesifik di Pulau Banda Besar tercatat mempunyai lebih dari 300 spesies karang. Sedangkan pada peraian teluknya terdapat banyak sekali ikan cakalang dan kerang mutiara yang dilestarikan. Di pulau ini juga menawarkan banyak spot penyelaman yang sangat luar biasa.

Kepulauan Padaido Papua

Gugusan pulau padaido adalah salah satu destinasi wisata bahari yang ada di kabupaten biak numfor. Pada gugusan kepulauan ini ada puluhan titik selam dengan keindahan terumbu karang hingga 95 spesies dengan ratusan 155 an spesies ikan.

Bukan hanya itu, kepulauan ini juga mempunyai 48 spesies pohon, 26 spesies burung yang akan diminati oleh banyak para pengunjung atau wisatawan. Kemudian disana juga terdapat 14 spesies reptil dan 7 spesies mamalia yang bisa menyambut dan memanjakan para pecinta hewan.

Kepulauan padaido Papua, sumber: google.com
Kepulauan padaido Papua, sumber: google.com

Laut Sawu NTT

Jika Anda belum pernah melihat ikan paus secara langsung di dunia nyata, maka pulau satu ini sangat kami rekomendasi untuk Anda agar merasakan pengalaman yang berbeda saat berwisata bahari. Selain biota laut lain, ikan paus adalah primadona yang bisa Anda temui di sini. Bukan hanya satu dua ekor, bahkan Anda bisa menemukan 30 ekor paus sekaligus, jika sedang beruntung.

Lebih dari itu, penyu dan ikan pelagis juga sering kali menyambangi laut sawu ini. Sejauh ini laut satu ini mempunyai sekitar 500 jenis karang, 336 jenis ikan karang, 11 spesies ikan dengan ordo cetasea dan 3 jenis penyu. Sebelum Anda berkunjung ke sini, perlu kiranya Anda mengetahui beberapa hal berkenaan dengan peraturan tempat wisata.

Selain beberapa daftar di atas, ada juga beberapa destinasi yang menyimpang banyak potensi wisata bahari di Indonesia, yang bisa menjadi contoh pariwisata bahari Indonesia, seperti Wakatobi, Labuan bajo, Bunaken, Raja Ampat, Kepulauan Mandeh, Karimunjawa dan Taman Laut Taka Bonerate.

Demikian paparan mengenai mengulik potensi wisata bahari Indonesia yang sangat kaya. Semoga tulisan ini memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Kunjungi situs Eticon untuk mendapatkan update terbaru dari Kami.

Cara Pengolahan Limbah Rumah Tangga yang Tepat!

Limbah rumah tangga, sumber blog.spacestock.com

Mungkin masih banyak diantara Anda beranggapan, bahwa pengolahan limbah rumah tangga harus dilakukan oleh mesin-mesin canggih. Tidak semua limbah rumah tangga yang Anda hasilkan diolah menggunakan mesin. Karena ada cara yang sederhana dan bisa dilakukan oleh semua orang untuk mengurangi dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan.

Fakta yang ditemukan adalah sampah rumah tangga yang dihasilkan hanya terkumpul dan menumpuk pada tempat pembuangan sampah tanpa adanya pengelolaan lanjutan. Tentu bila ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengelolaan yang tepat maka, akan menimbulkan masalah baru. Masalah tersebut pada umumnya seperti perkembangbiakan bakteri hingga mencemari sumber air bersih.  

Dengan Anda mengetahui bagaimana cara pengolahan limbah rumah tangga yang tepat. Masalah dan dampak negatif berkelanjutan pada lingkungan bisa dikurangi resiko terjadinya. Informasi lengkapnya bisa Anda simak berikut ini.

Jenis Limbah Rumah Tangga

Jenis-jenis limbah rumah tangga, sumber laundry.drop.id
Jenis-jenis limbah rumah tangga, sumber: laundry.drop.id

Ada beberapa jenis limbah rumah tangga yang umumnya dihasilkan yaitu, limbah cair, padat dan gas. Jenis limbah ini pun selalu dihasilkan setiap harinya selama, kegiatan pada rumah tangga berlangsung.

Kenali jenis limbah rumah tangga agar tidak salah dalam mengelolanya berikut ini.

Limbah Padat

Jenis limbah lainnya yang juga dihasilkan dari rumah tangga adalah limbah padat. Bentuk dari limbah ini seperti sampah plastik, furniture tidak terpakai, kertas, peralatan elektronik, botol bekas minuman, dan lain-lain. Menjadi jenis limbah yang memberikan dampak pencemaran lingkungan dengan resiko tinggi bila tidak dikelola dengan tepat.

Hal ini dikarenakan ada salah satu jenis limbah padat yang sulit terurai di lingkungan yaitu, sampah anorganik seperti plastik. Dimana, sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang (sekali pakai) membutuhkan waktu terurai yang cukup lama. Sehingga bila dibiarkan begitu saja tanpa diolah maka, jumlahnya di lingkungan akan semakin banyak.

Limbah Cair

Limbah cair adalah salah satu jenis limbah yang paling banyak dihasilkan dan menyumbang pencemaran lingkungan, terutama pada tanah. Limbah ini diantaranya seperti minyak bekas penggorengan, sabun cuci, kotoran manusia, sabun mandi dan bahan kimia lainnya. Ini merupakan penyebab pencemaran tanah yang dapat membuat kualitas tanah dan air menjadi menurun.

Jika tidak ada penanganan yang tepat maka, dampak terhadap pencemaran lingkungan sangatlah besar resikonya. Mengingat limbah cair yang dihasilkan memiliki kandungan kimia yang berbeda-beda. Sehingga bila telah menjadi satu di lingkungan tentu, akan menghasilkan cairan kimia yang beracun. Pengaruhnya terhadap lingkungan ditentukan dari sistem pengolahan air limbah rumah tangga sederhana yang tepat.

Limbah Gas

Jika dibandingkan dengan jenis limbah lainnya seperti cair dan padat. Limbah gas menjadi jenis limbah rumah tangga yang relatif lebih sedikit dihasilkan. Biasanya limbah ini dihasilkan dari asap kendaraan bermotor, hasil kegiatan peternakan skala kecil, dan penggunaan freon pada alat elektronik.

Walaupun merupakan jenis limbah rumah tangga yang tidak banyak dihasilkan. Namun, tetap saja harus bisa dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada pencemaran lingkungan. Limbah gas juga merupakan salah satu penyebab dari terjadinya pemanasan global yang berakibat pada penipisan lapisan ozon atmosfer bumi.

Dampak Limbah Rumah Tangga bagi Lingkungan

Pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga, sumber indozone.id
Pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga, sumber: indozone.id

Pembuangan limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Dilansir dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembuangan limbah rumah tangga memiliki berbagai dampak. Mulai dari aspek kesehatan, air limbah yang berasal toilet mengandung bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, dan kolera.

Sudah sangat jelas dan pasti jika pengolahan limbah rumah tangga tidak dilakukan dengan benar dan tepat. Maka, limbah-limbah tersebut memiliki potensi yang besar mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan orang yang berada di lingkungan tersebut. Berikut ini beberapa dampak negatif yang dapat dihasilkan dari limbah rumah tangga diantaranya:

  • Menciptakan bakteri berbahaya seperti E.Coli yang dapat mengakibatkan penyakit pencernaan terhadap manusia. Sumur resapan air limbah rumah tangga menjadi pintu masuk dari bakteri ini pada tubuh manusia.
  • Menghasilkan bau yang tidak sedap pada area yang tercemar sehingga, membuat orang yang berada di lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman dan terganggu.
  • Kualitas air tanah di sekitar wilayah tercemar akan berkurang dan dapat menimbulkan kekurangan sumber air untuk berbagai jenis kebutuhan.
  • Mengurangi estetika di tempat yang tercemar. Lingkungan yang tadinya terlihat indah dan rapi akan menjadi tidak enak dipandang akibat dari pencemaran limbah rumah tangga.

Cara Pengolahan Limbah Rumah Tangga

Pengolahan limbah rumah tangga, sumber conserve-energy-future.com
Pengolahan limbah rumah tangga, sumber: conserve-energy-future.com

Jika Anda ingin limbah rumah tangga dapat dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Berikut ini bisa Anda ikuti beberapa cara pengolahan limbah rumah tangga.

1. Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Sampah organik menjadi jenis limbah rumah tangga yang hampir setiap harinya dihasilkan. Limbah ini dihasilkan dari sisa makanan, buah, sayuran, dan sejenisnya. Cara pengolahan sampah mandiri bisa dilakukan dengan menyisihkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk kompos. Manfaatnya akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki hobi berkebun.

2. Membuat Ecobrick

Cara pengolahan limbah rumah tangga yang masih awam diketahui oleh banyak orang. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang nantinya bisa dipakai kembali. Menjadi cara terbaik mengolah jenis limbah plastik agar tidak berujung pada tempat pembuangan akhir.

3. Menerapkan Prinsip Reuse, Reduce, dan  Recycle (3R)

Sangat penting bagi Anda yang ingin pengolahan limbah rumah tangga mudah untuk dilakukan. Bisa untuk menerapkan prinsip 3R sebagai salah satu cara yang dapat membantu agar limbah rumah tangga yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Prinsip 3R terdiri dari Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). Dengan menerapkan prinsip dari 3R merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah sesuai dengan jenisnya. Prinsip ini juga membantu untuk mengurangi berakhirnya sampah plastik yang sulit terurai.

4. Mengurangi Penghasilan Sampah

Limbah rumah tangga lebih banyak dihasilkan dari sampah baik organik dan anorganik. Untuk mencegah dari terjadinya pencemaran lingkungan dari limbah sampah yang dihasilkan. Mulailah untuk mengurangi penghasilan sampah caranya seperti menghabiskan seluruh makanan dan mengurangi mengkonsumsi air mineral dalam kemasan botol.

5. Membuat Saluran Limbah Cair yang Tepat

Untuk mencegah pencemaran lingkungan dari limbah cair yang dihasilkan. Perlu untuk membangun saluran yang tepat dan sesuai dengan kegunaannya. Sehingga limbah cair rumah tangga tidak menimbulkan dampak negatif yang dapat membuat masalah terhadap lingkungan. Untuk kotoran yang dihasilkan manusia seperti tinja dan urine dengan membangun jamban. Kemudian, dibuat septic tank yang dihubungkan dengan saluran pipa.

Dari penjelasan di atas mengenai pengolahan limbah rumah tangga tentunya dapat membuat Anda semakin paham dan mengerti cara untuk melakukannya. Dengan begitu Anda dapat menghindari limbah rumah tangga yang dihasilkan mencemari kelestarian dari lingkungan.

Bahaya Sampah Plastik yang Tidak Bisa Dianggap Remeh!

Bahaya sampah plastik terhadap lingkungan, sumber dejavanews.com

Bahaya sampah plastik yang termasuk ke dalam sampah anorganik sampai saat ini masih menjadi masalah terbesar bagi lingkungan, karena memiliki sifat bahan yang sulit terurai. Selama masih banyak jenis produk yang menggunakan plastik sebagai bahan pembuatannya dan lain sebagainya. Maka, sampah plastik pastinya akan terus bertambah dan menjadi masalah yang cukup serius bagi lingkungan.

Dampak bahaya sampah plastik bukan hanya dirasakan oleh lingkungan akan tetapi, bisa juga mengganggu kesehatan manusia. Sehingga sudah seharusnya Kita memperhatikan dan peduli berbagai dampak negatif yang akan ditimbulkan. Dari hal yang sederhana yaitu, bijak jika masih memakai atau menghasilkan jenis sampah plastik.

Karena penggunaan bahan plastik masih sangat mendominasi dan mayoritas digunakan hampir pada semua produk yang ada. Jika penggunaannya masih terus mendominasi ditambah dengan kurangnya perhatian baik yang menggunakan atau yang memakainya. Sudah sangat jelas dampaknya bagi lingkungan dan juga kesehatan akan sangat tinggi resikonya.

Agar Anda semakin peduli dan memiliki perhatian lebih terhadap bahaya sampah plastik. Pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut lagi. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai sampah plastik yang bisa Anda simak.

Jenis Sampah Plastik yang Sulit Terurai

Jenis sampah plastik, sumber lingkunganhidup.jogjakota.go.id
Jenis sampah plastik, sumber: lingkunganhidup.jogjakota.go.id

Perlu untuk Anda ketahui bahwa ada beberapa jenis sampah plastik yang sulit dan membutuhkan waktu terurai yang sangat lama. Bahkan ada juga yang tidak bisa terurai secara alami dengan bantuan dari alam. 

Berikut ini beberapa jenis sampah plastik yang sulit terurai diantaranya:

1. Kantong Plastik

Jenis sampah plastik yang sering dan mudah ditemukan akibat masih banyak yang menggunakannya sebagai tas belanja. Hal ini dikarenakan kantong plastik memiliki bahan yang ringan dan mudah digunakan. Namun, dibalik itu semua ternyata menyimpan bahaya yang besar terhadap lingkungan.

Kantong plastik baru bisa terurai sekitar 10 hingga 500 tahun lamanya. Bukanlah waktu yang sebentar sehingga, jenis sampah plastik ini sangatlah tidak ramah terhadap lingkungan. Karena memiliki sifat terurai yang sangat lama dan juga memiliki dampak negatif yang sangat besar.

2. Botol Plastik

Tentunya jenis sampah plastik yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi Anda. karena hampir semua produk minuman memakai plastik sebagai bahan pembuatan kemasannya. Jenis plastik yang banyak digunakan memiliki sifat sekali pakai. Sehingga menjadi sampah plastik dengan tingkat yang cukup tinggi setelah kantong plastik.

Jenis plastik yang umumnya digunakan adalah PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate). Memiliki warna transparan dan tidak dapat didaur ulang artinya, hanya bisa digunakan sekali pakai. Botol plastik bisa terurai sekitar 450 tahun tentunya, menjadi jenis sampah plastik yang membahayakan kelestarian lingkungan.

3. Sedotan Plastik

Ukurannya yang kecil dan minimalis sering digunakan untuk membantu menyedot minum. Ternyata menjadi sampah plastik yang juga tidak bisa terurai dalam waktu yang singkat. Waktu yang diperlukan untuk sedotan plastik terurai adalah sekitar  20 tahun.

Walaupun waktunya tidak selama kantong dan botol plastik untuk terurai. Tetap saja memiliki dampak dan bahaya bagi kelestarian lingkungan. Jenis bahan plastik yang digunakan juga memiliki sifat yang tidak bisa untuk didaur ulang. 

4. Styrofoam

Menjadi jenis sampah plastik yang banyak digunakan untuk mengemas produk makanan. Styrofoam sampai saat ini masih banyak digunakan karena sangat praktis untuk digunakan sebagai kemasan. Walaupun demikian, tetap saja menjadi sampah plastik yang sulit terurai.

Penggunaan styrofoam yang sekali pakai dan tidak dapat didaur ulang. Tentunya akan memberikan dampak bahaya bagi kelestarian lingkungan. Karena masa waktunya untuk terurai cukuplah lama yaitu, sekitar 450 tahun lamanya.

5. Kemasan Sachet Plastik

Menjadi sampah plastik yang juga mendominasi setelah kantong dan botol plastik. Kemasan sachet plastik kini telah banyak digunakan karena, hampir semua produk makanan instan menggunakannya sebagai kemasan. Waktunya untuk terurai hampir sama dengan sedotan plastik. Hanya saja waktunya sedikit lebih lama yaitu, sekitar 50-80 tahun lamanya.

Dampak Bahaya Sampah Plastik Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah plastik, sumber bangazul.com
Pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah plastik, sumber: bangazul.com

Bahaya sampah plastik saat ini tidak bisa dianggap remeh atau dipandang sebelah mata. Pasalnya dampak negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan dan lingkungan sangatlah berbahaya. 

Perlu untuk Anda ketahui bahwa sampah plastik kian meresahkan bagi sebagian besar orang yang peduli terhadap lingkungan. Mengingat jumlahnya yang sangat cepat meningkat dari tahun ke tahun.

Berikut ini beberapa dampak dampak bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan diantaranya:

1. Memberikan Masalah Pada Rantai Makanan

Siklus dari rantai makanan sangatlah penting bagi makhluk hidup agar tetap dapat bertahan hidup. Dampak yang diberikan dari sampah plastik adalah mengacaukan rantai makanan makhluk hidup.

Bahaya yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele, karena dampak yang ditimbulkan menyebabkan banyak masalah pada siklus rantai makanan. Salah satu makhluk hidup yang sangat terdampak adalah organisme terkecil di dunia, seperti plankton.

2. Menghasilkan Limbah Beracun

Limbah beracun yang dihasilkan dari sampah plastik berasal dari kandungan bahannya. Terdapat kandungan bahan kimia beracun sehingga, penggunaan dan paparan plastik telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan.

Inilah yang menjadi alasan mengapa sampah plastik bukan hanya berdampak bagi lingkungan. Akan tetapi, dampak bahaya yang ditimbulkan juga berakibat pada kesehatan manusia itu sendiri. Zat kimia yang dihasilkan akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah limbah beracun.

3. Menimbulkan Banyak Polusi

Jenis polusi yang ditimbulkan akibat dari dampak negatif sampah plastik cukuplah mengkhawatirkan. Karena polusi yang ditimbulkan antara lain seperti polusi air, tanah, dan udara. Sehingga banyak masalah yang harus dihadapi oleh lingkungan akibat dari bahaya yang dihasilkan sampah plastik.

Polusi yang terjadi sebagai penyebab pencemaran tanah yang mengakibatkan penurunan kualitas air dan tanah . Untuk polusi yang terjadi di udara diakibatkan dari pembakaran sampah plastik karena melepaskan gas beracun. Sedangkan polusi yang terjadi di air diakibatkan dari sampah plastik yang tidak bisa terurai. Sehingga menimbulkan bahaya sampah plastik di laut yang umumnya sering sekali terjadi.

4. Menghasilkan Mikroplastik yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Dampak negatif sampah plastik bagi kesehatan adalah mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Mikroplastik lebih banyak terkandung dalam air sehingga mudah masuk ke dalam organ tubuh ikan. Inilah yang menjadi penyebab bahaya sampah plastik bagi kesehatan bila bersentuhan langsung dengan makanan, metabolisme.

Solusi Dalam Mengatasi Bahaya Sampah Plastik

Jenis sampah plastik daur ulang, sumber cleanipedia.comJenis sampah plastik daur ulang, sumber cleanipedia.com
Jenis sampah plastik daur ulang, sumber: cleanipedia.com

Untuk mengurangi dampak bahaya dari sampah plastik ada beberapa solusi yang bisa diikuti dan diterapkan diantaranya sebagai berikut.

  • Membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Telah banyak jenis kantong belanja yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang kali.
  • Membiasakan membawa mug atau tumbler minuman sendiri. Dengan begitu penggunaan kemasan botol plastik bisa dikurangi. Mengingat waktu terurainya yang sangatlah lama dan memiliki zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan.
  • Mengurangi penggunaan sedotan plastik bila minuman yang dikonsumsi bisa secara langsung diminum. Ada baiknya lagi bila membawa sedotan sendiri yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang kali. Salah satu contohnya seperti sedotan bambu.
  • Membantu Orang sekitar untuk dapat peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. Caranya yaitu, dengan memberikan edukasi singkat mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan.
  • Mengurangi atau menghindari penggunaan produk atau bahan yang menggunakan jenis plastik sulit terurai dan tidak dapat didaur ulang. Telah banyak alternatif pilihan produk atau bahan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan berbagai penjelasan yang telah disampaikan tentunya dapat menambah kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik. Jika tidak dimulai dari sekarang kapan lagi? kesadaran akan melestarikan lingkungan. Karena bukan hanya menyangkut untuk kehidupan saat ini melainkan, untuk keberlangsungan kehidupan yang akan mendatang.

Semoga dengan berbagai penjelasan mengenai bahaya sampah plastik yang sudah disampaikan dapat berguna bagi Anda. Jangan lupa untuk tetap selalu update informasi menarik dan bermanfaat lainnya hanya di laman PT. Eticon Rekayasa Teknik.

Pentingnya Sertifikat CHSE Bagi Pelaku Usaha di Sektor Pariwisata

Pariwisata Indonesia, sumber prfmnews.pikiran-rakyat.com

Pandemi covid 19 yang belum usai membuat penerapan dari protokol kesehatan (prokes) masih tetap diterapkan. Dengan adanya sistem penerapan prokes membuat sektor pariwisata masih tetap dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Walaupun masih terdapat beberapa fasilitasnya yang dibatasi. Sehingga perlu bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk memiliki sertifikat CHSE.

Untuk tetap membuat sektor pariwisata selalu dibuka dan menerima kunjungan wisatawan di masa pandemi. Maka, pemerintah lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KemenParekraf) memberikan sebuah solusi kepada para pelaku usaha pariwisata. Solusi tersebut adalah dengan memberikan sertifikat CHSE sebagai jaminan atas destinasi wisata yang dikelola.

Jaminan yang diberikan oleh pemerintah adalah kepada wisatawan terhadap pelaksanaan tata kelola usaha dibidang wisata. Jaminan tersebut berhubungan dengan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Dengan dimilikinya sertifikat CHSE menandakan bahwa sektor pariwisata tersebut sangat baik dalam mengelola destinasi wisatanya.

Apa Itu Sertifikat CHSE?

Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan jenis usaha dibidang pariwisata  lainnya. Untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Dengan memiliki sertifikat CHSE banyak manfaat yang akan didapatkan, salah satunya untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Kondisi pandemi sangat mengharuskan bagi Anda para pelaku usaha pariwisata untuk bisa mendapatkan sertifikat ini. Tujuannya agar usaha pariwisata yang dikelola mendapatkan kepercayaan dan dipilih untuk dikunjungi oleh para wisatawan. 

Tentunya sertifikat CHSE bukan hanya bermanfaat saat kondisi pandemi saja namun, bisa juga bermanfaat dalam jangka panjang. Untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan. Sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan lebih maksimal dalam mendukung perkembangan dan kemajuannya.

Mengapa Sertifikat CHSE Penting untuk Dimiliki?

Contoh Sertifikat CHSE, sumber republika.co.id
Contoh Sertifikat CHSE, sumber: republika.co.id

Jika disesuaikan dengan kondisi saat ini yaitu, masa pandemi covid 19 yang belum berakhir. Sektor pariwisata tentu harus memiliki solusi atau cara bagaimana untuk tetap dapat beroperasi. Sehingga dengan sertifikat CHSE akan sangat membantu terutama dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Wisatawan atau pengunjung tentunya akan memilih destinasi atau produk pariwisata yang aman dan nyaman. Karena mereka tentunya tidak mau mengambil resiko jika berlibur ke sebuah tempat pariwisata yang rentan terpapar virus covid 19. Bisa juga bila tempat pariwisata tidak memiliki tata kelola yang baik.

Sehingga bagi Anda para pelaku usaha atau produk di sektor pariwisata sangatlah penting untuk memiliki sertifikat CHSE. Dengan mendapatkan sertifikat ini usaha pariwisata yang Anda jalani dapat bertahan dan diminati oleh banyak pengunjung atau wisatawan.

Manfaat dari Sertifikat CHSE Bagi Usaha di Sektor Pariwisata

Menteri Kemenparekraf Wishnutama Kusubandio saat menyerahkan Sertifikat-CHSE, sumber sulawesion.com
Menteri Kemenparekraf Wishnutama Kusubandio saat menyerahkan Sertifikat CHSE, sumber: sulawesion.com

Ada beberapa manfaat yang akan didapatkan bila memiliki sertifikat CHSE diantaranya:

1. Mudah Mendapatkan Kepercayaan Pengunjung atau Wisatawan

Memiliki usaha di sektor pariwisata sangatlah penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pengunjung atau wisatawan. Karena penilaian mereka terhadap layanan yang diberikan sangatlah berpengaruh. Terutama terhadap keberlangsungan usaha pariwisata untuk kedepannya.

Dengan memiliki sertifikat CHSE mendapatkan kepercayaan dari pengunjung atau wisatawan akan sangatlah mudah. Karena mereka sudah mengetahui bahwa usaha pariwisata yang Anda jalani sudah disertifikasi. Sehingga jaminan akan keamanan dan kenyamanan bisa mereka dapatkan.

2. Meningkatkan Jumlah Pengunjung atau Wisatawan

Dengan adanya pelayanan yang ekstra terhadap keamanan dan kenyaman yang diberikan. Maka, jumlah pengunjung atau wisatawan sangatlah mudah mengalami peningkatkan. Tentunya pelayanan ekstra yang diberikan adalah dampak dari sertifikat CHSE yang sudah dimiliki.

Pengunjung yang sudah merasakan lebih dulu pelayanan pariwisata yang diberikan akan memberikan respon yang baik. Sehingga memberikan rasa ketertarikan dan penasaran pengunjung atau wisatawan lain untuk datang berkunjung di tempat pariwisata yang Anda kelola.

3. Menampilkan Wajah Baru Usaha di Sektor Pariwisata

Untuk mendapatkan sertifikat CHSE tentunya tidak didapatkan begitu saja tanpa pemenuhan syarat dan penilaian. Artinya Anda sebagai pihak pengelola dari usaha pariwisata akan melakukan banyak perubahan baik tata kelola dan juga sistem yang digunakan.

Dengan adanya perubahan tentu, akan memberikan tampilan wajah baru dari usaha pariwisata yang dijalani. Hal yang paling berdampak terhadap perubahan seperti kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Ini juga yang akan membuat pengunjung atau wisatawan. semakin tertarik untuk datang berkunjung.

4. Mengurangi Penyebaran dan Penularan Virus Covid 19

Tujuan utama dari adanya sertifikasi CHSE oleh pemerintah adalah untuk mengurangi penyebaran dan penularan virus covid 19 di sektor pariwisata. Inilah salah satu manfaat yang akan Anda dapatkan sebagai pihak pengelola pariwisata. Dimana, seluruh lingkungan pariwisata dapat terhindar dari bahayanya virus covid 19.

Tentunya pengunjung atau wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman. Sehingga rasa betah dan ingin berkunjung kembali bisa menjadi salah satu keuntungan bagi Anda sebagai pihak pengelola. Karena mereka merasa sangat puas akan layanan yang diberikan terhadap keamanan dan kenyamanan.

Cara Mendapatkan Sertifikat CHSE

Pamflet informasi pendaftaran sertifikat CHSE, sumber sulutaktual.com
Pamflet informasi pendaftaran Sertifikat CHSE, sumber: sulutaktual.com

Sebagai wujud untuk membuat sektor pariwisata kembali pulih dan dapat beroperasi secara maksimal. Maka, pemerintah memberikan solusi dan kesempatan bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk melakukan sertifikasi CHSE. 

Selain memberikan solusi, pemerintah juga ikut membantu dengan menggratiskan (tidak dipungut biata) pembuatan sertifikat CHSE. Sehingga Anda sebagai pihak pengelola usaha di sektor pariwisata bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. 

Gratis dan memberikan banyak manfaat dalam keberlangsungan pariwisata. Jangan sampai terlewatkan untuk membuatnya. Proses dan tahapan pembuatannya pun tidaklah sulit dan tergolong sangatlah mudah. Berikut ini bisa Anda simak dan ikuti cara mendapatkan sertifikat CHSE.

1. Mengakses Website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KemenParekraf)

Akses halaman website https://chse.kemenparekraf.go.id/ dan pilih atau klik “Daftar Sekarang”. Menu ini terdapat pada akhir atau bagian bawah dari laman website.

2. Mengisi Data Kelengkapan Perusahaan atau Usaha Pariwisata

Ketika sudah mengklik menu tampilan “Daftar Sekarang” Anda akan diarahkan pada menu “Pendaftaran” untuk mengisi data kelengkapan. Isi kelengkapan data diri dan perusahaan untuk membuat akun yang akan diverifikasi melalui email yang didaftarkan.

3. Mengecek Verifikasi Akun yang Sudah Dibuat

Pada saat mendaftar selain menjadi informasi data diri dan perusahan. Sekaligus juga membuat akun agar terdaftar dan bisa mengakses berbagai hal menyangkut dengan sertifikat CHSE. Setelah akun diverifikasi, log-in melalui https://chse.kemenparekraf.go.id/ dengan memasukkan email dan password yang telah didaftarkan.

4. Melakukan Penilaian Mandiri

Penilaian dan evaluasi yang dilakukan secara mandiri/sendiri oleh pelaku usaha atas usaha wisata yang dijalankan berdasarkan kepada Daftar Periksa/Form CHSE yang telah ditetapkan sesuai dengan jenis usaha.

Pelaku usaha pariwisata melakukan penilaian mandiri, dan mengunduh format surat pernyataan deklarasi mandiri. Semua tahapannya akan diarahkan melalui tata cara yang diberikan untuk memudahkan dalam pengisiannya.

5. Audit Oleh Lembaga Sertifikasi

Tim Auditor akan melakukan peninjauan dan melakukan validasi terkait pernyataan yang telah diberikan secara berdasarkan pengisian angket terhadap jawaban dan bukti pendukung yang telah dilakukan pengisian oleh Pelaku Usaha terkait usaha yang didaftarkan.Selanjutnya menunggu proses audit/penilaian oleh Lembaga Sertifikasi yang ditunjuk.

6. Memperoleh Sertifikat CHSE dengan Labeling I Do Care

Labeling I DO CARE diberikan kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait pariwisata, lingkungan masyarakat sekitar daya tarik wisata dan/atau fasilitas pariwisata serta destinasi pariwisata yang telah memenuhi kriteria dan indikator.

Kriteria dan indikator tersebut meliputi pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Dinyatakan berhak untuk mendapatkan sertifikat CHSE tergantung dari hasil audit yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi.

Semoga dengan berbagai penjelasan mengenai sertifikat CHSE yang sudah disampaikan dapat berguna bagi Anda. Jangan lupa untuk tetap selalu update informasi menarik dan bermanfaat lainnya hanya di laman PT. Eticon Rekayasa Teknik.

Dampak Negatif Menyepelekan K3 Konstruksi, Anda Wajib Tau

K3 konstruksi, sumber: google.com

Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 konstruksi merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerjaan konstruksi.

Dalam upaya mewujudkan tertib dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, maka penyelenggara pekerjaan konstruksi harus dan wajib memenuhi berbagai syarat mengenai keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Dasar Hukum K3 Konstruksi

Berkaitan dengan diberlakukannya K3 dalam lingkungan kerja, ada beberapa landasan atau dasar hukum yang digunakan, di antaranya adalah:

  • UU no 01 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
  • UU no 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung
  • UU no 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
  • UU no 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi
  • Peraturan pemerintah no 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi
  • Peraturan pemerintah republik Indonesia no 36 tahun 2005 tentang bangunan gedung
  • Peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi republik Indonesia no 01 tahun 1980 tentang K3 konstruksi bangunan
  • Peraturan menteri tenaga kerja republik Indonesia no PER.05/MEN/1985 tentang pesawat angkat dan angkut
  • Peraturan menteri ketenagakerjaan RI no 9 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pada ketinggian
  • Keputusan direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no KEP-20/DJPPK/VI/2004 tentang sertifikasi kompetensi keselamatan kesehatan kerja bidang konstruksi bangunan
  • Keputusan direktur jendela pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no KEP-74/PPK/XII/2013 tentang lisensi keselamatan dan kesehatan kerja bidang supervise perncah
  • SKB menakertrans dan menPU ke 174/1986 dan no 104/KPTS/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan konstruksi beserta pedoman pelaksanaan K3 pada tempat kerja kegiatan konstruksi
  • Surat edaran dirjen binwas no 13/BW/1998 tentang akte pengawasan proyek konstruksi bangunan
  • Surat dirjen binawas no 147/BW/KK/IV/1997 tentang wajib lapor pekerjaan proyek konstruksi.
Landasan hukum K3, sumber: google.com
Landasan hukum K3, sumber: google.com

Tujuan K3 Konstruksi

Dalam undang-undang tahun 1970 dan landasan hukum lainnya terciptanya rambu-rambu K3 mempunyai peranan yang sangat penting untuk memfokuskan setiap kelancaran dan keselamatan selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Beberapa aturan dalam UU tersebut juga membahas tentang syarat hingga kelengkapan lain sebagai komponen dari keselamatan kerja. Begitu pula dengan tujuan dari K3 konstruksi, di antaranya adalah:

  • Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terintegrasi dan terstruktur
  • Untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dan menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktivitas
  • Untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan bermacam-macam risiko kecelakaan, kebakaran ataupun ledakan
  • Untuk memberikan petunjuk, arahan dan kesempatan jalan sebagai sarana penyelamatan diri pada suatu keadaan darurat yang sedang terjadi
  • Mampu menyalurkan pertolongan serta sebagai alat perlindungan saat terjadi suatu kecelakaan maupun keadaan darurat tertentu
  • Untuk melakukan pengendalian terhadap penyebarluasan kotoran, suhu, suara, angin, getaran serta berbagai faktor yang mempengaruhi lainnya
  • Untuk melaksanakan pengendalian terhadap timbulnya suatu penyakit karena kerja, baik fisik maupun psikis
  • Untuk penyelenggara dari aktivitas penyegaran suhu, udara dan kelembaban
  • Untuk memberikan penerangan yang sangat mencukupi pada kondisi darurat
  • Untuk mengatur langkah-langkah pengamanan sekaligus kelancaran pada proses evakuasi keadaan darurat sekaligus menjadi sarana pemeliharaan bangunan
  • Untuk menghasilkan adanya keserasian antara tenaga kerja dengan lingkungannya melalui aktivitas pemeliharaan kebersihan lingkungan dan
  • Untuk penyesuaian dan penyempurnaan bermacam-macam pengaman selama bekerja.

Prinsip Kerja K3 Konstruksi

Dalam melaksanakan setiap kegiatan dalam proyek konstruksi, perlu adanya prinsip kerja K3 dalam mencapai tujuan seluruh pihak, baik atasan maupun untuk pekerja itu sendiri. Di bawah ini beberapa prinsip kerja yang wajib diterapkan oleh seluruh pihak dalam K3 konstruksi.

Penyesuaian Kelengkapan Administrasi

Masalah surat menyurat atau administrasi wajib Anda lengkapi di awal pembangunan proyek konstruksi. Dimulai sejak pendaftaran proyek pada departemen kerja daerah pembangunan, pembayaran asuransi bagi tenaga kerja dan sebagainya.

K3 konstruksi, sumber: google.com
K3 konstruksi, sumber: google.com

Untuk bagian surat menyurat umumnya membutuhkan surat izin penggunaan jalan maupun fasilitas umum yang ada. Lebih dari itu, juga diperlukan surat keterangan penggunaan alat berat, karena mampu memberikan pengaruh tertentu bagi masyarakat sekitar.

Penyusunan Safety Plan

Salah satu rencana dalam pelaksanaan K3 ini bisa menunjang keberadaan pembangunan yang lebih lancar. Setiap pekerja tentu membutuhkan jaminan atas aktivitas maupun kegiatan konstruksi yang aman, nyaman dan terhindar dari adanya penyakit maupun kecelakaan.

Pelaksanaan dan Pelatihan Keamanan K3

Prinsip terakhir ini dilaksanakan melalui kerjasama yang transparan dan saling mendukung pada safety plan dengan perusahaan tertentu. pelaksanaan bisa terwujud dalam bentuk pengawasan khusus oleh K3 konstruksi.

Kegiatan pengawasan terdiri dari safety patrol, safety supervisor, serta safety meeting. Setiap unsurnya mempunyai peranan masing-masing bagi kesuksesan dan pencapaian tujuan pengawasan.

Fungsi K3 Konstruksi

Pada pelaksanaannya K3 mempunyai fungsi yang cukup banyak dan bermanfaat, baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja. Di bawah ini beberapa fungsi dari penerapan K3 konstruksi secara umum, adalah:

Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian akan adanya bahaya dan risiko bagi keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. Membantu memberikan saran dalam perencanaan, proses organisir, desain tempat kerja dan pelaksanaan kerja.

Sebagai pedoman dalam memantau kesehatan dan keselamatan para pekerja di lingkungan kerja. Memberikan saran mengenai informasi, edukasi dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.

Sebagai pedoman dalam membuat desain pengendalian bahaya, metode, prosedur dan program. Sebagai acuan dalam mengukur keefektifan tindakan pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya.

Efek Tidak Adanya K3 Konstruksi

Apabila K3 konstruksi tidak diterapkan ada beberapa efek yang akan terjadi. Dampak ini akan dirasakan oleh semua pihak baik perusahaan maupun para pekerjanya. Efek tersebut antara lain adalah:

Kerja Tidak Nyaman

Hal pertama yang akan terjadi adalah para pekerja tidak akan merasa nyaman saat bekerja. Hal tersebut disebabkan tidak diterapkannya prosedur dari K3 tersebut. Pola kerja pun menjadi lebih buruk dan para pekerja akan mempunyai rasa ragu saat bekerja.

Risiko Cedera dan Kematian

Apabila prosedur K3 konstruksi tidak dijalankan maka akan terjadi risiko cedera bahkan sampai risiko kematian oleh para pekerja. Padahal sebenarnya ada beberapa UU yang telah mengatur terkait dengan setiap pekerjaan yang mempunyai sifat yang spesifik.

Minimalisir cedera, sumber: google.com
Minimalisir cedera, sumber: google.com

Hasil Kerja Kurang Maksimal

Efek selanjutkan dari tidak adanya K3 konstruksi adalah hasil kerja yang kurang maksimal. Sebab salah satu tujuan diaplikasikannya prosedur K3 adalah untuk memberikan hasil yang lebih maksimal untuk setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja.

Merugikan Orang Lain di Area Kerja

Dampak negatif dari tidak diberlakukannya K3 bukan hanya bagi pekerja dan perusahaan saja, namun juga akan merugikan pihak lain di lingkungan perusahaan. Seperti kerugian yang disebabkan oleh limbah pabrik bagi masyarakat, baik secara langsung maupun bertahap. Untuk itu, penting menjalankan K3 dalam perusahaan konstruksi.

Kesulitan Menyelamatkan Diri Sendiri

Dampak negatif terakhir tidak adanya K3 adalah para pekerja sulit dalam menyelamatkan diri dan teman kerjanya saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Hal tersebut tentu saja akan sangat merugikan, baik secara materil maupun nyawa dan pada akhirnya mengganggu proses operasional dan produksi pada perusahaan.

Nah itulah, paparan singkat mengenai dampak negatif menyepelekan K3 konstruksi yang wajib Anda ketahui. Anda juga bisa membaca artikel berjudul pondasi bangunan untuk menambah wawasan Anda dan dapatkan artikel lainnya di website Eticon.

Pengertian AMDAL, Dasar Hukum, dan Sejarahnya : Wajib Tahu!

Mengenal pengertian AMDAL, Sumber: smartplusconsulting.com

Kemungkinan beberapa orang masih belum paham mengenai pengertian AMDAL. Lalu sebenarnya apa itu AMDAL? Secara umum AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang di dalamnya berisi tentang kajian mengenai dampak besar dari kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup.  

Jadi AMDAL ini merupakan sebuah kegiatan analisis yang penting dan harus dilakukan ketika akan melakukan perencanaan serta perancangan sebuah proyek. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan.

Meskipun ada beberapa masyarakat yang belum mengetahui mengenai pengertian AMDAL, namun secara tidak sengaja sebenarnya mereka sudah menerapkannya. Banyak masyarakat yang mulai menyadari mengenai pentingnya lingkungan. Jadi mereka akan memperhatikan sekali mengenai dampak yang terjadi terhadap lingkungan dari berbagai kegiatan.  

Mengenal pengertian AMDAL, Sumber: smartplusconsulting.com
Mengenal pengertian AMDAL, Sumber: smartplusconsulting.com

Pengertian AMDAL Menurut Dasar Hukumnya

Sebenarnya sebelum ada istilah AMDAL, setiap pembangunan yang terjadi sudah mulai memperhatikan mengenai keberlangsungan dari lingkungan hidup. Hal ini tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Di dalam undang-undang tersebut sudah ada banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah pembangunan. Misalnya saja mengenai pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan zaman, undang-undang mengenai pengelolaan lingkungan hidup pun juga ikut berkembang.

Dasar hukum AMDAL di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Peraturan tersebut merupakan pengganti Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Untuk pengertian AMDAL menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Di dalam AMDAL sendiri ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan mengenai dampaknya. Aspek tersebut ialah aspek fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan masyarakat. Peran yang menilai layak atau tidaknya berbagai kegiatan tersebut ialah pemerintah.

Kelayakan dari suatu rencana kegiatan dilihat dan dinilai dari dampak positif serta negatifnya. Apabila dampak positif lebih dominan, maka rencana tersebut akan lebih mudah mendapatkan izin kegiatannya. Namun sebaliknya, apabila dampak negatifnya yang lebih besar, maka rencana kegiatan tersebut akan dilarang.

Istilah-Istilah yang Ada di AMDAL

Setelah mengetahui pengertian AMDAL, maka Anda juga perlu mengetahui berbagai istilah yang ada di dalamnya. Istilah-istilah tersebut juga sudah tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Berikut ini beberapa istilah yang ada di dalam AMDAL.

1. UKL-UPL

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup merupakan kepanjangan dari UKL-UPL. UKL-UPL adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. 

2. PIL

PIL (Penyajian Informasi Lingkungan) adalah suatu telaah secara garis besar tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan atau diusulkan yang kemungkinan menimbulkan dampak lingkungan dari kegiatan tersebut apabila berjalan dan menentukan penilaian ke tahap lebih lanjut.

3. KA

Kerangka Acuan atau dikenal juga dengan istilah KA adalah ruang lingkup kajian analisis dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan.

Dasar hukum dari AMDAL, Sumber: harmony.co.id
Dasar hukum dari AMDAL, Sumber: harmony.co.id

4. ANDAL

Analisis Dampak Lingkungan Hidup atau biasa disingkat dengan sebutan ANDAL adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

5. RPL

RPL merupakan singkatan dari Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup. RPL atau Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup adalah upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak akibat dari rencana Usaha dan/atau Kegiatan.

6. RKL

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup atau disingkat sebagai RKL ini adalah upaya penanganan dampak terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Itu tadi beberapa istilah yang ada di dalam AMDAL. Kemudian untuk salah satu contoh proyek atau perencanaan kegiatan yang menggunakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL ini adalah pembuatan drainase. Jadi apapun jenis saluran drainase yang akan dibuat di lingkungan kota, perlu menggunakan studi kelayakan AMDAL terlebih dahulu.

Jadi ketika studi kelayakan mengenai kawasan atau area yang akan dibangun sudah memenuhi persyaratan, maka bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya. AMDAL ini sangat penting digunakan untuk membantu menjaga kelestarian alam sekitar. Sehingga lingkungan sekitar tetap terjaga dan tidak rusak akibat pembangunan.

Sejarah AMDAL

Tadi kita sudah membahas mengenai pengertian AMDAL, dasar hukumnya, hingga istilah-istilah yang ada di dalamnya. Kemudian informasi selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah sejarah mengenai AMDAL ini. Bagaimana awal mulanya sampai saat ini telah diterapkan di Indonesia.

Perlu Anda ketahui bahwa AMDAL sudah dilaksanakan di Indonesia sejak lama, yakni sejak tahun 1982. Dilansir dari laman garmedia.com, pada awalnya AMDAL ini berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1969 yang dikenal dengan nama NEPA 1969. 

NEPA 1969 atau The National Environmental Policy Act of 1969 ini merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk mengendalikan dampak dari berbagai kegiatan yang bisa merusak lingkungan hidup.

Sistem tersebut kemudian dibuat menjadi kebijakan atau peraturan. Sejak saat itu hingga sekarang ini, sistem yang mengatur tentang dampak pembangunan tersebut masih digunakan. Bahkan sudah banyak negara yang juga mulai menerapkan sistem tersebut, termasuk negara kita Indonesia.

Sebelum sistem AMDAL masuk ke Indonesia, pemerintah Indonesia masih menggunakan suatu kebijakan pembangunan berupa perencanaan program. Perencanaan program tersebut diawasi dengan sistem top down policy, planning, execution, dan control. 

Namun pada saat itu, pemerintah Indonesia hanya memfokuskan kebijakan pembangunan tersebut demi kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik saja. Lalu lambat laun pemerintah mulai menyadari akan pentingnya memperhatikan lingkungan hidup pada saat melakukan pembangunan.

Atas kesadaran tersebutlah yang membuat pemerintah Indonesia mulai membentuk suatu kebijakan. Kebijakan tersebut tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sejarah adanya AMDAL, Sumber: teropong.id
Sejarah adanya AMDAL, Sumber: teropong.id

Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia tidak berhenti disitu saja. Namun kebijakan yang sudah ada mengenai AMDAL tersebut mulai diperbaiki. Hal tersebut ditandai dengan mulai dibuatnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Kemudian kebijakan tersebut terus dikaji dan diperbaiki. Supaya pembangunan di Indonesia bukan hanya berwawasan mengenai lingkungan saja. Namun juga memikirkan mengenai pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu mulailah dibentuk mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 

Kebijakan tersebut masih terus dikaji dan diperbaiki ulang supaya perencanaan pembangunan terus berkembang dan maju. Hingga saat ini telah ditetapkan dasar hukum AMDAL di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Itulah tadi informasi yang telah kami sampaikan mengenai pengertian AMDAL, dasar hukumnya, istilah-istilahnya, hingga sejarah dari AMDAL. Ikuti berbagai artikel menarik yang kami sajikan untuk Anda. Anda bisa menemukan berbagai artikel menarik tersebut dengan mengunjungi laman website Eticon.

Pentingnya Menanam Pohon Bagi Kesehatan Lingkungan

Pentingnya menanam pohon untuk kesehatan lingkungan, Sumber: lifestyle.kompas.com

Pentingnya menanam pohon ini tidak hanya untuk generasi saat ini saja, namun juga untuk generasi selanjutnya. Keberadaan pohon ini termasuk salah satu aspek yang menentukan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di masa yang akan datang. Jika tidak ada pohon mungkin saja manusia akan hidup dengan segala keterbatasan yang ada, misalnya saja kekurangan oksigen hingga hidup di udara yang panas akibat sengatan matahari.

Menanam pohon adalah salah satu langkah kebaikan yang Anda ciptakan untuk kesehatan lingkungan di masa kini dan masa yang akan datang. Anda bisa mengikuti gerakan menanam pohon masal yang diadakan oleh beberapa komunitas untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Gerakan ini biasanya diadakan setiap tanggal 21 November yang ditetapkan sebagai Hari Pohon Sedunia.

Adanya Hari Pohon Sedunia ini juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon sebagai langkah untuk melestarikan alam sekitar. Ternyata melestarikan lingkungan juga menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Pentingnya menanam pohon untuk kesehatan lingkungan, Sumber: lifestyle.kompas.com
Pentingnya menanam pohon untuk kesehatan lingkungan, Sumber: lifestyle.kompas.com

Jadi melestarikan alam sekitar bukanlah tanggung jawab dari satu atau dua orang saja, namun meliputi seluruh aspek masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Karena manfaat pohon yang dirasakan bukan hanya berimbas pada beberapa orang saja, namun akan berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup semua orang yang ada di bumi ini.

Pentingnya Menanam Pohon

Kegiatan menanam pohon akan terlihat sepele bagi sebagian orang, namun kegiatan ini jika terus dilakukan akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Mengapa menanam pohon itu penting? Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena manfaat dari pohon yang baik untuk kesehatan lingkungan. Berikut manfaat dari menanam pohon yang bisa Anda rasakan di masa kini ataupun di masa mendatang.

1. Membuat Udara Sekitar Menjadi Lebih Segar dan Sehat

Salah satu manfaat menanam tanaman di rumah ialah membuat udara menjadi lebih sehat dan segar. Lingkungan di sekitar rumah juga akan menjadi lebih asri dan sejuk. Anda bisa menanam pohon di taman rumah, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh penghuni rumah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pohon mengalami fotosintesis dan menghasilkan oksigen.

Oksigen yang dihasilkan oleh pohon-pohon tersebutlah yang membuat udara disekitar menjadi segar dan sehat. Sehingga makhluk hidup yang ada di sekitar pohon dapat menghirup oksigen yang bersih.

Udara menjadi sehat dan segar, Sumber: manfaat.co.id
Udara menjadi sehat dan segar, Sumber: manfaat.co.id

2. Menjaga Populasi Berbagai Makhluk Hidup

Pentingnya menanam pohon juga berkaitan langsung dengan populasi makhluk hidup yang tinggal di pohon. Anda bisa membayangkan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk yang menjadikannya sebagai tempat tinggal. Ada puluhan bahkan ratusan makhluk hidup seperti burung, reptil, serangga, dan berbagai makhluk hidup lainnya yang bersarang di pohon.

Ketika tidak ada pohon, maka banyak makhluk hidup yang akan kehilangan rumah mereka. Alhasil mereka tidak bisa bertahan hidup dan pada akhirnya mengalami kepunahan. Jadi untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kita perlu menanam pohon untuk menjaga populasi makhluk hidup tetap ada dan bertahan dalam waktu yang panjang.

Membantu menjaga populasi makhluk hidup, Sumber: tunashijau.id
Membantu menjaga populasi makhluk hidup, Sumber: tunashijau.id

3. Membantu Mengurangi Ancaman Pemanasan Global

Manfaat menanam pohon untuk pemanasan global, jadi adanya pohon-pohon ini dapat membantu menyerap emisi karbon yang menjadi tersangka utama terjadinya pemanasan global. Pohon-pohon yang tumbuh dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global, sehingga penting sekali menanam pohon mulai dari sekarang.

Mengurangi dampak pemanasan global, Sumber: harapanrakyat.com
Mengurangi dampak pemanasan global, Sumber: harapanrakyat.com

4. Membantu Mengurangi Risiko Terjadinya Banjir dan Tanah Longsor

Pentingnya menanam pohon tidak lain dan tidak bukan untuk membantu mengurangi risiko terjadinya banjir dan juga tanah longsor. Pasalnya menanam pohon dapat membantu mencegah erosi tanah yang memicu terjadinya tanah longsor. Jadi nantinya pohon akan membantu menahan tekanan air akibat hujan lebat, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya tanah longsor.

Selain itu, pohon juga dapat membantu mencegah terjadinya banjir. Bahkan pohon dapat mengurangi ketinggian banjir di bantaran sungai hingga 20 persen. Jika tidak ada pohon, maka air hujan tidak dapat terserap dan pada akhirnya akan mengalir ke sungai sehingga menyebabkan luapan banjir.

Mengurangi risiko terjadinya banjir, Sumber: cnnindonesia.com
Mengurangi risiko terjadinya banjir, Sumber: cnnindonesia.com

5. Membantu Mencegah Terjadinya Polusi Udara

Perihal polusi udara ini memang masih menjadi persoalan yang perlu ditangani. Apalagi untuk masyarakat yang tinggal di dekat lokasi industri ataupun kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi. Udara-udara yang sudah terkontaminasi ini perlu dibersihkan dengan bantuan tanaman supaya zat karbon dioksida yang mengudara dapat diserap dengan baik oleh pohon yang nantinya zat tersebut akan diproses kembali menjadi oksigen.

Keberadaan banyak pohon yang kaya akan oksigen ini dapat membantu mencegah terjadinya polusi udara. Namun saat ini keberadaan pohon semakin lama semakin berkurang, ini semua karena ulah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Ketika Anda sudah mengetahui betapa pentingnya pohon untuk kesehatan lingkungan, Anda menjadi semangat untuk menanam kembali pohon-pohon tersebut.

Kesadaran untuk menanam pohon di sekitaran rumah bisa menjadi langkah awal untuk membantu lingkungan menjadi lebih sehat. Jadi tidak ada salahnya menanam beberapa pohon di taman rumah untuk menjaga rumah tetap sehat. Jika rumah sehat, maka Anda dan penghuni rumah lainnya juga lebih sehat.

Membantu mengurangi polusi udara, Sumber: halodoc.com
Membantu mengurangi polusi udara, Sumber: halodoc.com

Itulah tadi informasi yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai pentingnya menanam pohon bagi kesehatan lingkungan. Kita bisa membuat lingkungan sekitar menjadi nyaman dan aman untuk ditinggali dengan menjaga kelestarian lingkungannya. Karena secara tidak langsung, pohon dapat memberikan manfaat baik untuk keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya di masa kini dan yang akan datang.

Mengenal Jenis Saluran Drainase, Apa Saja?

Mengenal jenis saluran drainase, Sumber: pinhome.id

Saluran drainase adalah pembuangan air alami ataupun buatan yang mengalir dari permukaan maupun di bawah permukaan suatu tempat. Pembungan ini dilakukan dengan cara mengalirkan, menguras, membuang atau mengalirkan air. Drainase ini berguna untuk meminimalisir terjadinya banjir, jadi Anda perlu mengetahui apa saja jenis saluran drainase yang ada untuk mencegah masalah tersebut.

Anda telah mengetahui pengertian drainase dalam artian luas, lalu Anda juga perlu mengetahui pengertian drainase menurut para ahli. Salah satunya ialah menurut Halim Hasmar (2012;1) drainase secara umum didefiniskan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu.

Sebelum mengetahui apa saja jenis saluran drainase yang ada, Anda perlu mengetahui apa saja fungsi dari saluran drainase ini. Secara garis besar fungsi drainase adalah untuk meminimalisir terjadinya banjir. Namun secara rincinya, fungsi drainase meliputi sebagai berikut:

  • Drainase berfungsi untuk mengeringkan bagian wilayah kota yang memiliki permukaan lahan rendah ketimbang genangan. Jadi nantinya tidak dapat menyebabkan timbulnya dampak negatif berupa kerusakan infrastruktur kota hingga harta benda yang dimiliki oleh warga sekitar.
  • Fungsi drainase berikutnya ialah untuk mengalirkan kelebihan air ke permukaan badan air terdekat secara cepat. Tujuannya supaya nantinya tidak membanjiri wilayah tersebut dan tidak dapat merusak harta benda milik warga maupun infrastruktur perkotaan yang ada.
  • Selain 2 fungsi di atas, drainase juga berfungsi untuk mengendalikan sebagiaan air permukaan yang masuk karena guyuran hujan sehingga dapat dimanfaatkan untuk persediaan air ataupun kehidupan akuatik.
  • Fungsi drainase berikutnya ialah untuk meresapkan air permukaan sehingga dapat membantu menjaga kelestarian air tanah yang ada disuatu wilayah dan tidak menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.
Mengenal jenis saluran drainase, Sumber: pinhome.id
Mengenal jenis saluran drainase, Sumber: pinhome.id

Jenis-Jenis Saluran Drainase

Secara umum, jenis saluran drainase ini dibagi menjadi beberapa macam yakni dilihat dari bentuknya, fungsinya, konstruksinya, hingga letak salurannya. Berikut macam-macam saluran drainase yang perlu Anda ketahui untuk menambah wawasan Anda terkait saluran air yang ada disekitar lingkungan rumah.

1. Dilihat dari Bentuknya

Jika dilihat dari bentuknya, saluran drainase bisa dibagi menjadi 2 macam yakni drainase alami dan drainase buatan. Drainase alami adalah saluran air yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan dari manusia. Saluran ini terbentuk secara alami karena proses gravitasi dari bumi, misalnya saja sungai.

Kemudian untuk drainase buatan adalah saluran air yang memang sengaja dibuat oleh manusia untuk mengalirkan air. Saluran ini sengaja dibuat untuk menyesuaikan pengelolaan airnya. Contoh dari drainase buatan ialah selokan, gorong-gorong, talang air, dan lain sebagainya.

2. Dilihat dari Fungsinya

Jenis saluran drainase selanjutnya dapat dilihat dari fungsinya yang dibagi berdasarkan banyaknya jenis air pembuangan. Jenis tersebut meliputi single purpose dan multi purpose. Sesuai dengan namanya single purpose adalah jenis saluran yang hanya mengalirkan satu jenis air buangan saja. Misalnya saja untuk mengalirkan air limbah rumah tangga atau air limbah industri ataupun jenis air buangan lainnya.

Untuk jenis drainase multi purpose adalah saluran drainase yang bisa mengalirkan berbagai jenis air buangan apa saja. Bahkan jenis saluran yang satu ini bisa dialiri air buangan secara bergantian maupun sekaligus secara bersamaan.

Drainase yang baik dapat meminimalisir banjir, Sumber: pengadaan.web.id
Drainase yang baik dapat meminimalisir banjir, Sumber: pengadaan.web.id

3. Dilihat dari Konstruksinya

Apabila dilihat dari konstruksinya, saluran drainase ini terdapat 2 tipe yakni drainase terbuka dan drainase tertutup. Untuk drainase terbuka cocok digunakan untuk mengalirkan air di wilayah yang memiliki lahan luas. Saluran air ini juga memiliki bagian atas yang terbuka. Jadi saluran air jenis ini digunakan untuk mengalirkan air yang sifatnya tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Sedangkan untuk drainase tertutup memiliki bagian atas yang tertutup dan digunakan untuk mengalirkan air yang di dalamnya terdapat kandungan limbahnya. Sehingga nantinya tidak akan membahayakan lingkungan dan dapat membantu menjaga kelestarian alam sekitar.

4. Dilihat dari Letak Salurannya

Jenis saluran drainase berikutnya dilihat dari letak salurannya dapat dibagi menjadi 2 macam yakni drainase permukaan tanah dan drainase bawah tanah. Seperti namanya, drainase permukaan tanah ini bisa Anda lihat secara langsung karena letaknya berada di permukaan tanah. Fungsi dari saluran ini untuk mengalirkan air agar permukaan sekitar tidak terjadi genangan dan mengakibatkan banjir.

Kemudian untuk drainase bawah tanah biasanya menggunakan bantuan pipa-pipa untuk menyalurkan airnya. Biasanya pemilihan drainase bawah tanah ini di dasari karena alasan keindahan kota karena letaknya tidak menganggu keestetikan dan berada di bawah tanah.

Bentuk Penampang Saluran Drainase

Untuk bentuk dari saluran drainase ini disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya. Jika suatu daerah memiliki kebutuhan drainase yang besar, maka bentukan dan dimensinya disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika suatu daerah memiliki kebutuhan drainase yang kecil maka bentukan dan dimensinya juga disesuaikan. Berikut jenis-jenis bentuk penampang drainase yang perlu Anda ketahui, meliputi:

  • Bentuk Trapesium. Bentuk penampang yang satu ini berfungsi untuk menampung serta menyalurkan aliran air hujan, air rumah tangga, hingga air irigasi dengan jumlah debit yang besar dan memiliki sifat aliran yang terjadi terus menerus.
  • Bentuk Lingkaran. Bentuk saluran drainase ini berada di dalam tanah dan umumnya digunakan untuk pembuatan gorong-gorong.
  • Bentuk Setengah Lingkaran. Bentuk yang satu ini berfungsi untuk menampung serta menyalurkan aliran air hujan dalam jumlah debit yang kecil. Biasanya bentukan ini digunakan untuk saluran rumah penduduk yang berada di pinggir jalan perumahan.
  • Bentuk Persegi Panjang. Saluran drainase yang bentuknya persegi panjang ini tidak banyak memakan tempat, dengan syarat saluran tersebut harus terbentuk dari pasangan batu ataupun coran beton. Untuk fungsinya sendiri hampir sama dengan saluran drainase berbentuk trapesium.
  • Bentuk Segitiga. Untuk wilayah dengan lahan terbatas, biasanya akan menggunakan saluran drainase yang bentuknya segitiga. Saluran ini difungsikan untuk menampung jumlah debit air yang kecil.
Bentuk trapesium dari saluran drainase, Sumber: jawaracorpo.com
Bentuk trapesium dari saluran drainase, Sumber: jawaracorpo.com

Sebelum membangun ataupun membeli sebuah bangunan disuatu wilayah, sebaiknya Anda mencari tau terlebih dahulu mengenai saluran drainase disekitar lokasi tersebut. Pastikan bahwa saluran drainase disekitar lokasi Anda baik, sehingga nantinya tidak akan menyebabkan dampak buruk seperti banjir ataupun yang lainnya.

Itulah tadi informasi yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai jenis saluran drainase. Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan drainase yang baik dapat membantu mencegah terjadinya banjir disuatu wilayah. Jika Anda berada di wilayah yang sering banjir, maka bisa jadi salah satu penyebabnya dikarenakan saluran drainase yang buruk. Kunjungi laman website Eticon untuk mendapatkan berbagai artikel menarik lainnya.

7 Satwa Langka di Indonesia yang Dilindungi

Macan Tutul Jawa, Sumber: m.tribunnews.com

Indonesia memiliki beragam satwa yang hidup bebas di alam. Beberapa diantaranya merupakan satwa langka yang dilindung di Indonesia. Hewan tersebut langka karena keberadaannya terancam punah. Oleh karena itu, pemerintah melindungi beberapa satwa langka yang masih ada untuk dilindungi. Supaya mereka tetap bisa bertahan dan terus berkembangbiak.

Ada berbagai faktor yang mendasari mengapa beberapa satwa bisa langka dan terancam punah. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh kondisi alam ataupun ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Tidak dipungkiri bahwa bencana alam juga bisa membuat beberapa satwa yang tadinya banyak lalu semakin berkurang karena mati akibat terkena bencana alam.

Penyebab Kelangkaan Hewan di Indonesia

Selain karena faktor alam yang mengakibatkan satwa menjadi langka, tidak sedikit juga satwa langka di Indonesia yang terancam punah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Berikut ada beberapa penyebab hewan menjadi langka yang dipengaruhi oleh ulah manusia.

1. Perburuan Liar

faktor pertama yang menjadikan beberapa hewan di Indonesia menjadi langka dan terancam punah ialah aktivitas perburuan liar. Aktivitas ini sudah jelas ilegal dan sangat bertentangan dengan aturan konservasi kehidupan hewan liar. Setiap orang yang melakukan perbuaruan liar terhadap satwa yang dilindungi mendapat ancaman hukuman sesuai dengan aturan yang ada.

Namun nyatanya meskipun termasuk aktivitas ilegal, masih banyak yang melakukannya. Hal yang paling menyedihkan ialah hasil perburuan tersebut nantinya akan dijual kembali dalam keadaan hanya diambil bagian tubuh tertentu. Misalnya saja gajah diambil gadingnya, kemudian ular sanca diambil kulitnya, lalu burun cendrawasih ditangkap sebagai hewan peliharaan atau diawetkan.

Jika aktivitas tersebut terus-menerus dilakukan dan hanya dibiarkan saja. Bukan tidak mungkin hewan-hewan yang semulanya tidak langka menjadi langka dan terancam punah, kemudian hewan yang langka menjadi benar-benar punah.

7 satwa langka di Indonesia yang dilindungi, Sumber: kompas.com
7 satwa langka di Indonesia yang dilindungi, Sumber: kompas.com

2. Merusak Habitat Hewan

Rusaknya habitat hewan menjadi faktor mengapa ada satwa langka di Indonesia. Meskipun ada yang habitatnya rusak akibat bencana alam, tapi masih banyak sekali habitat hewan yang rusak akibat ulah manusia. Misalnya saja penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan kebakaran hutan. Secara otomatis rumah bagi satwa-satwa tersebut akan hilang dan rusak.

Kemudian secara perlahan, hewan-hewan tersebut juga ikut mati karena tidak mampu bertahan. Selain itu hewan-hewan yang mampu bertahan akan mulai mencari tempat tinggal baru. Termasuk mendatangi kawasan penduduk yang dihuni banyak manusia. Karena di datangi hewan-hewan liar, maka secara otomatis penduduk sekitar merasa terancam dan akhirnya menyakiti hewan tersebut.

Baca juga: Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Hewan Langka yang Dilindungi di Indonesia

Ada berbagai binatang langka di indonesia yang kehidupannya terancam punah dan saat ini keberadaannya di lindungi. Berikut beberapa daftar satwa langka yang keberadaannya dilindungi, data ini dikutip dari berbagai sumber yang ada.

1. Burung Cendrawasih

Burung Cenderawasih ini dapat dijumpai di bagian Timur Papua, Papua Nugini, hingga Australia Timur. Saat ini burung cantik ini keberadaannya sudah semakin sedikit dan terancam punah sehingga membuatnya menjadi hewan yang dilindungi. Karena kecantikan bulunya, dulu Burung Cenderawasih ini menjadi bahan pembuatan topi wanita di Eropa.

Kemudian semakin lama aktivitas perburuan tersebut mengakibatkan penurunan jumlah Burung Cenderawasih, bahkan beberapa jenis yang ada dikatakan terancam punah. Selain perburuan liar, perusakan habitat yang mengakibatkan hilangnya tempat tinggal seperti penebangan hutan juga menjadi faktor burung ini terancam punah.

Burung Cenderawasih, Sumber: burungnya.com
Burung Cenderawasih, Sumber: burungnya.com

2. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera atau Panthera tigris sondaica merupakan salah satu satwa langka yang ada di Indonesia. Dilansir dari laman Wikipedia, Harimau Sumatera ini satu-satunya anggota subspesies harimau sunda yang masih ada hingga sekarang.

Baca juga: Manfaat dari Hutan Mangrove Selain Untuk Wisata Apa Saja?

Keberadaannya sekarang terancam punah dan masuk ke dalam daftar merah yang dirilis oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Ancaman terbesar dari hilangnya populasi Harimau Sumatera ini diakibatkan oleh rusaknya habitat akibat ulah manusia, seperti pembukaa lahan dan yang lainnya.

Harimau Sumatera, Sumber: id.wikipedia.org
Harimau Sumatera, Sumber: id.wikipedia.org

3. Komodo

Komodo merupakan kadal terbesar yang ada di dunia dengan berat mencapai 100 kg, dan saat ini keberadaannya terancam punah. Hewan langka yang satu ini tinggal dan dilindungi di Taman Nasional Komodo yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar faktor kelangkaan kadal raksasa ini akibat dari ulah manusia yang tidka bertanggung jawab.

Komodo, Sumber: klikhijau.com
Komodo, Sumber: klikhijau.com

4. Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa merupakan salah satu hewan langka di Jawa. Keberadaan hewan langka ini hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa sebagai habitat aslinya. Macan Tutul Jawa ini memilki indra penglihatan dan penciuman yang lebih tajam dari jenis macan tutul lainnya. Serta ukurannya juga lebih kecil dibanding yang lainnya. Keberadaan Macan Tutul Jawa saat ini sangat terbatas dan masuk ke dalam satwa yang dilindungi.

Macan Tutul Jawa, Sumber: m.tribunnews.com
Macan Tutul Jawa, Sumber: m.tribunnews.com

5. Jalak Bali

Satwa langka di Indonesia selanjutnya ialah Jalak Bali. Jalak Bali termasuk ke dalam hewan endemik Bali yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah. Cantiknya tampilan dari burung ini membuat banyak orang yang ingin memilikinya sehingga terjadi perburuan liar. Inilah salah satu faktor semakin lama, populasi dari Jalak Bali berkurang dan tarancam punah.

Jalak Bali, Sumber: jalaksuren.net
Jalak Bali, Sumber: jalaksuren.net

6. Elang Flores

Keberadaan Elang Flores saat ini sudah semakin terbatas dan membuatnya terancam punah. Elang ini hanya bisa dijumpai di beberapa wilayah saja seperti Nusa Tenggara Timur, mulai dari Pulau Lombok, Sumbawa, Pulau Satonda, Rinca, hingga Flores. Tingkat perburuan yang tinggi menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan elang ini semakin langka.

Elang Flores, Sumber: surfbirds.com
Elang Flores, Sumber: surfbirds.com

7. Orang Utan

Satwa yang keberadaannya terancam punah selanjutnya ialah Orang Utan. Orang Utan memiliki 3 subspesies yakni Orang Utan Sumatera (Pongo abelii), Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orang Utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Perburuan liar dan kerusakan habitat menjadi faktor yang mengakibatkan jumlah Orang Utan semakin berkurang dan langka.

Orang Utan, Sumber: internationalanimalrescue.or.id
Orang Utan, Sumber: internationalanimalrescue.or.id

Jika Anda penasaran dan tertarik ingin melihat langsung bagaimana bentuk dari beberapa satwa langka yang ada di Indonesia, maka Anda bisa mengunjungi taman nasional. Selain taman nasional, Anda juga bisa melihat berbagai binatang langka Indonesia di kebun binatang. Melihat satwa-satwa yang ada di kebun binatang bisa menjadi pilihan wisata edukasi yang menyenangkan bagi Anda dan keluarga.

Itulah tadi informasi yang PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai 7 satwa langka di Indonesia yang dilindung. Supaya satwa-satwa tersebut tidak punah, maka perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Hindari hal-hal yang merugikan alam, seperti perburuan liar dan sebagainya. Untuk mendapatkan informasi terkait pariwisata lainnya, Anda bisa mengakses laman website kami ya.