Wajib Diperhatikan! Inilah 7 Prinsip Pembuatan Rumah Tahan Gempa agar Tetap Kuat


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Prinsip pembuatan bangunan anti gempa, Sumber: wzhhouse.com

Memiliki rumah yang aman dan nyaman tentu menjadi impian bagi semua orang. Untuk membuat bangunan yang aman, perlu memperhatikan berbagai aspek. Seperti halnya dengan rumah tahan gempa, yang dalam pembuatannya perlu memperhatikan aspek dan prinsip-prinsip yang penting.

Seperti yang kita tahu, Indonesia dikenal sebagai negara Ring of Fire karena dikelilingi oleh ratusan gunung berapi. Secara geografis, Indonesia diapit oleh tiga lempeng tektonik dunia yang terus bergerak, seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Hal itulah yang akhirnya membuat Indonesia menjadi negara yang rawan dilanda berbagai bencana alam, salah satunya gempa bumi. Mengingat rawannya Indonesia dilanda gempa bumi, maka penting bagi kontraktor, arsitek, bahkan pemilik rumah itu sendiri untuk memahami prinsip-prinsip pembuatan rumah tahan gempa.

Mengenal Rumah Tahan Gempa

Berbicara mengenai prinsip pembuatannya, kurang lengkap rasanya jika kita tidak mengenal apa itu rumah tahan gempa. Mungkin sebagian besar dari kita beranggapan bahwa bangunan tahan gempa adalah bangunan yang kokoh, kuat, dan tidak mudah roboh. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun konstruksi tersebut tidak cukup dikatakan sebagai konstruksi tahan gempa.

Lalu seperti apa sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai bangunan yang tahan gempa? Setidaknya, bangunan tahan gempa perlu memperhatikan desain dan analisis secara detail terhadap kombinasi beban, massa struktur, dan penggunaan materialnya.

Rumah tahan gempa perlu memiliki sistem penahan gaya dinamis dari gempa, terdapat komponen dengan sistem penahan gempa, serta struktur rumah tahan gempa harus memenuhi standar dan prinsip yang telah ditentukan. Sehingga nantinya rumah tersebut akan menjadi bangunan aman digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh bangunan tidak tahan gempa, Sumber: wgtn.ac.nz
Contoh bangunan tidak tahan gempa, Sumber: wgtn.ac.nz

Prinsip Dasar Pembuatan Rumah Tahan Gempa

Dalam membuat bangunan tahan gempa tentu tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena untuk membuatnya diperlukan prinsip-prinsip dasar dan penting. Terdapat beberapa prinsip dalam pembuatan rumah tahan gempa yang perlu diperhatikan, yakni sebagai berikut:

1. Denah dan Struktur Bangunan Simetris dan Sederhana

Rumah tahan gempa haruslah dibangun sesuai dengan denah dan struktur bangunan yang simetris. Mengapa demikian? Karena dengan menggunakan denah dan struktur bangunan yang simetris dan sederhana dapat memudahkan untuk menentukan titik kolom dan pondasi yang nantinya akan menjadi rangka utama pada struktur bangunan tersebut.

Di samping itu, denah dan struktur bangunan yang simetris dapat mempermudah dalam menentukan jalur gaya vertikal maupun horizontal. Denah dan struktur bangunan yang simetris juga akan lebih mampu untuk menahan guncangan dan getaran.

Sebaliknya, jika denah dan struktur bangunan tidak beraturan justru akan membuat bangunan menjadi lebih rentan terhadap getaran dan guncangan gempa bumi.

2. Kemampuan Bangunan Menahan Beban

Prinsip pembuatan rumah tahan gempa selanjutnya yaitu harus mempertimbangkan kemampuan bangunan dalam menahan beban. Konstruksi rumah tahan gempa yang terdiri dari beberapa aspek wajib seperti pondasi, struktur atap, balok, dan kolom perlu dibuat agar dapat menahan beban apabila terjadi gempa dengan skala yang kecil hingga skala besar.

Di samping struktur bangunan yang harus mampu menahan beban, penempatan dan penataan interior rumah pun juga perlu diperhatikan. Karena pada dasarnya, struktur bangunan dan interior saling mempengaruhi satu sama lain. Sehingga penempatan interior tidak boleh luput dari perhatian.

Pastikan bahwa berbagai furniture dan perabotan rumah tersebut ditempatkan di area rumah yang aman. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan yang mungkin saja terjadi apabila getaran gempa yang ditimbulkan kuat.

3. Kestabilan Tanah untuk Membangun Rumah

Kondisi tanah merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan apabila ingin membuat bangunan tahan gempa. Maka dari itu, letak bangunan tahan gempa harus dibangun pada tanah yang stabil. Tanah yang stabil memiliki karakteristik permukaan yang kering, rata, dan tidak miring.

Semakin padat dan keras kondisi tanah tersebut, maka gerak partikel tanah juga akan semakin kecil. Apabila gerakan tanah di bawah bangunan tersebut kecil maka akan menghasilkan getaran yang kecil pula pada permukaan tanah.

Pembangunan rumah tahan gempa di atas tanah liat yang lunak atau pasir lepas juga perlu dihindari. Hal ini karena dapat berisiko pada terjadinya gerakan berlebihan apabila terjadi gempa bumi, bahkan bisa saja menyebabkan bangunan menjadi runtuh.

4. Kekuatan Pondasi Bangunan

Pondasi merupakan komponen yang paling penting untuk sebuah bangunan, apapun jenis bangunannya. Pondasi merupakan struktur bangunan paling bawah dan dasar yang berfungsi sebagai penopang beban untuk bangunan diatasnya. Selain itu, pondasi juga merupakan penentu utama dari seberapa kuat sebuah bangunan.

Karena alasan itulah, pondasi untuk sebuah bangunan perlu dibuat kokoh dan kuat, begitupun dengan pondasi rumah tahan gempa. Membangun pondasi yang terlalu dangkal juga tidaklah baik, karena akan membuat strukturnya menjadi kurang mampu menahan guncangan dari gempa bumi.

Setidaknya, letak pondasi rumah tahan gempa harus dibuat lebih tinggi 45 cm dari permukaan tanah. Untuk jenis pondasi bangunan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari bangunan itu sendiri.

Kekuatan pondasi bangunan tahan gempa, Sumber: hunker.com
Kekuatan pondasi bangunan tahan gempa, Sumber: hunker.com

5. Keseluruhan Kerangka Harus Kokoh dan Kaku

Untuk mendapatkan rumah yang tahan terhadap gempa, keseluruhan kerangka harus dibuat terikat dengan kokoh dan kaku. Struktur rangka bangunan yang kokoh dan dipasang sampai kaku, akan membuatnya menjadi berdiri tegak dan tidak mudah goyang.

Sehingga hal inilah yang membuat sebuah bangunan menjadi lebih tahan terhadap getaran dan goncangan saat terjadi gempa bumi. Dengan begitu, rumah tersebut akan terhindar dari kerusakan yang parah.

6. Perhatikan Bahan Adukan

Prinsip pembuatan bangunan tahan gempa selanjutnya adalah bahan adukan yang digunakan. Bahan adukan untuk bangunan tahan gempa terdiri dari campuran semen, kerikil, pasir, dan beton. Selain menggunakan material yang berkualitas, ketepatan komposisi material juga menjadi kunci utama dari bahan adukan ini.

Maka dari itu, komposisi dari masing-masing material harus tepat dan seimbang. Pastikan juga proses pengadukan dilakukan dengan benar agar semua material tercampur dengan sempurna. Dengan begitu, beton yang dihasilkan akan menjadi lebih padat namun tetap memiliki bobot yang ringan.

7. Pemilihan Material Bangunan yang Sesuai

Pemilihan material bangunan yang tepat juga menjadi salah satu prinsip penting dalam pembuatan rumah yang tahan gempa. Karena jika salah dalam memilih material justru bangunan tersebut akan mudah roboh bahkan ketika guncangan gempa tidak terlalu besar. 

Untuk bangunan tahan gempa, akan lebih baik jika menggunakan material yang memiliki bobot ringan namun tetap kokoh, seperti kayu dan baja ringan. Material yang ringan dapat membuat beban bangunan menjadi lebih ringan juga. Sehingga bangunan tersebut menjadi bangunan yang aman untuk digunakan.

Tetapi, pastikan juga bahwa material yang dipilih merupakan material yang sudah SNI (Standar Nasional Indonesia), karena sudah diakui kualitasnya.

Prinsip pembuatan bangunan anti gempa, Sumber: wzhhouse.com
Prinsip pembuatan bangunan anti gempa, Sumber: wzhhouse.com

Itulah beberapa prinsip penting dalam pembuatan rumah tahan gempa yang perlu diperhatikan dan dipahami. Semoga ulasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi Anda yang ingin mengaplikasikan bangunan tahan gempa.

Ingin Menggunakan Pondasi Sarang Laba-Laba? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya Berikut Ini!


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Kelebihan konstruksi laba-laba, Sumber: mitrarakyat.com

Pondasi merupakan salah satu elemen penting bagi sebuah bangunan. Karena alasan itulah, pondasi perlu terbentuk dengan kuat dan kokoh. Jika pondasi kokoh, maka bangunan yang tertopang pada pondasi tersebut juga akan menjadi kokoh. Terdapat banyak jenis pondasi untuk bangunan, salah satunya adalah pondasi sarang laba-laba.

Pengertian Pondasi Sarang Laba Laba

Mungkin sebagian besar orang sudah familiar dengan konstruksi sarang laba-laba ini. Konstruksi sarang laba-laba pertama kali ditemukan oleh Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto pada tahun 1976 dan mulai diaplikasikan di proyek bangunan pada tahun 1978. 

Sarang laba-laba merupakan salah satu jenis pondasi bangunan dangkal yang memanfaatkan tanah sebagai bagian dari struktur bangunan. Konstruksi sarang laba-laba merupakan kombinasi antara pelat beton pipih menerus yang di bawahnya dikakukan oleh rip-rip tegak yang pipih tinggi dan sistem perbaikan tanah diantara rip-rip.

Perpaduan inilah yang menghasilkan sistem pondasi dengan kekuatan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pondasi dangkal lainnya. Dinamakan sarang laba-laba, tentu bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena pembesian pada plat pondasi di daerah kolom memiliki bentuk seperti sarang laba-laba.

Selain itu, bentuk jaringannya juga tarik-menarik yang bersifat monolit atau berada dalam satu kesatuan. Konstruksi sarang laba-laba sendiri terdiri dari dua bagian konstruksi, yaitu konstruksi beton dan perbaikan tanah. Pada dasarnya, pondasi laba laba bertujuan untuk memperkaku sistem pondasi itu sendiri dengan cara memanfaatkan tanah pendukungnya. 

Apabila semakin kaku sebuah pondasi, maka distribusi tegangan atau stres tanah semakin merata yang dapat memberikan pengaruh terhadap kekuatan pondasi tersebut. Atau dengan kata lain, jika pondasi semakin kaku, maka pondasi akan semakin kuat.

Mengenal pondasi sarang laba-laba, Sumber: docplayer.info
Mengenal pondasi sarang laba-laba, Sumber: docplayer.info

Apa Saja Kelebihan Konstruksi Sarang Laba-Laba?

Sama halnya dengan jenis pondasi bangunan lainnya, pondasi sarang laba-laba juga memiliki berbagai keunggulan yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan ketika membangun sebuah bangunan. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dari pondasi sarang laba-laba yakni sebagai berikut:

1. Sistem Pondasi yang Tahan Gempa

Salah satu kelebihan dari jenis pondasi laba-laba ini adalah sistem pondasi yang tahan terhadap gempa. Pondasi sarang laba-laba memang terkenal sebagai pondasi yang tahan terhadap gempa dan sudah teruji ketahananya.

Seperti yang kita semua tahu, Indonesia merupakan negara yang berada di jalur gempa teraktif karena dikelilingi Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga lempeng benua, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Dengan keadaan itulah, membuat Indonesia menjadi negara yang rawan terhadap gempa. Maka dari itu, jenis pondasi laba-laba sangat cocok diaplikasikan pada bangunan-bangunan di Indonesia.

2. Ramah Lingkungan

Ramah terhadap lingkungan merupakan salah satu kelebihan dari jenis pondasi yang satu ini. Hal ini karena dalam proses pembuatannya, pondasi laba-laba hanya menggunakan sedikit material kayu. Sehingga tidak perlu menebang banyak pohon yang dapat menyebabkan kerusakan pada hutan.

Selain itu, mengapa jenis pondasi ini disebut ramah lingkungan, karena dalam proses pembuatannya juga menghasilkan polusi udara yang lebih rendah. Atau dengan kata kata lain, ketika Anda membuat pondasi laba-laba, suara yang dihasilkan tidak menimbulkan suara bising atau berisik yang dapat mengganggu lingkungan sekitar pembangunan.

Di samping tidak menimbulkan suara bising, pembuatan pondasi sarang laba-laba juga tidak menimbulkan dampak yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan lainnya.

3. Proses Pengerjaan Relatif Singkat

Pondasi sarang laba-laba juga terkenal dengan kelebihannya sebagai pondasi yang proses pengerjaannya relatif singkat. Hal ini karena pada proses pengerjaannya, konstruksi sarang laba-laba menggunakan sistem ban berjalan dan padat karya.

Sistem tersebut merupakan sistem yang sederhana dan tidak menuntut memiliki keahlian tinggi pada proses pembuatannya. Sehingga hal tersebut membuat proses pengerjaan pondasi laba-laba tidak membutuhkan waktu yang lama.

Konstruksi sarang laba-laba pada rumah, Sumber: docplayer.info
Konstruksi sarang laba-laba pada rumah, Sumber: docplayer.info

4. Memiliki Tingkat Kekakuan (Rigidity) yang Tinggi

Jika dibandingkan dengan jenis pondasi dangkal lainnya, sistem pondasi sarang laba laba mempunyai tingkat kekakuan (rigidity) yang jauh lebih tinggi. Hal inilah yang akhirnya mampu membuat konstruksi sarang laba-laba menjadi sistem struktur bawah yang sangat kaku dan kokoh yang membuatnya aman terhadap penurunan tanah maupun gempa.

Tingkat kekakuan yang dimiliki konstruksi sarang laba-laba juga membuatnya menjadi salah satu jenis pondasi dangkal yang tingkat ketahanan maupun kekuatannya patut diunggulkan. Hal ini terbukti dengan potensi pengaplikasikannya dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat 2 hingga 10 lantai, terminal peti kemas, hingga landasan pesawat.

5. Jenis Pondasi yang Multifungsi

Pondasi sarang laba laba tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk satu kebutuhan saja. Namun lebih dari itu, plat konstruksi sarang laba-laba memiliki fungsi ganda atau multifungsi.

Selain dapat digunakan sebagai pelat pondasi, jenis pondasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai septic tank, bak reservoir, lantai, pondasi, kolom praktis, hingga dinding. Tentunya Anda bisa memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan Anda.

6. Mampu Memperkecil Penurunan Bangunan

Keunggulan terakhir dari konstruksi sarang laba-laba yaitu mampu memperkecil penurunan bangunan. Hal tersebut karena konstruksi sarang laba-laba dapat membagi rata kekuatan pada seluruh pondasi dan mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi.

Sehingga jenis pondasi ini juga berpotensi digunakan pada tanah lunak yang memiliki potensi terhadap penurunan yang mungkin saja terjadi. Dengan begitu, kerusakan pada bangunan tersebut dapat diminimalisir. Sekalipun terjadi kerusakan, dapat menekan biaya untuk proses renovasinya.

Kelebihan konstruksi laba-laba, Sumber: mitrarakyat.com
Kelebihan konstruksi laba-laba, Sumber: mitrarakyat.com

Kekurangan Pondasi Sarang Laba-Laba

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, jenis pondasi ini juga tidak luput dari kekurangannya. Di bawah ini adalah kekurangan dari konstruksi sarang laba-laba, yakni sebagai berikut:

1. Tidak Dapat Diaplikasikan Pada Kondisi Tanah Basah

Satu kekurangan dari konstruksi sarang laba-laba yaitu akan sangat sulit jika diaplikasikan pada kondisi tanah yang basah. Oleh karena itu, curah hujan yang tinggi dan terus menerus merupakan suatu kendala atau penghambat pada proses pembuatan pondasi ini.

Dimana curah hujan tersebut membuat tanah dan pasir yang merupakan bagian penting dari struktur pondasi akan menjadi lunak dan sulit untuk dipadatkan kembali. Nah, apabila tanah menjadi basah dan becek maka mobilitas kerja di lapangan pun menjadi terhambat.

Sehingga uji kepadatannya pun membutuhkan waktu pengeringan yang dapat berpengaruh juga pada proses pengerjaan yang menjadi lebih lama dari waktu normalnya.

Kekurangan pondasi laba-laba, Sumber: arsitektur.asia
Kekurangan pondasi laba-laba, Sumber: arsitektur.asia

Demikianlah ulasan mengenai konstruksi sarang laba-laba beserta dengan kelebihan dan kekurangannya. Nah, tahukan Anda selain pondasi, elemen penting lainnya untuk sebuah bangunan yaitu legalitas kelayakan pemakaian?

Sebelum digunakan, sebuah bangunan perlu ada legalitas kelayakan demi keamanan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan dalam pemakaian. Mengingat pentingnya legalitas kelayakan pada bangunan, Anda perlu mengurus sertifikat SLF untuk gedung Anda pada ahlinya.Jika Anda membutuhkan konsultan SLF, maka PT Eticon Rekayasa Teknik adalah solusi yang tepat bagi Anda. Dengan tenaga ahli yang kami miliki, kami mampu menjadi partner terbaik bagi Anda. Semoga informasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi kita.

Mengenal Lebih Dekat dengan Pondasi Raft yang Mulai Banyak Dipilih Para Kontraktor


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com

Setiap bangunan tentu membutuhkan jenis pondasi yang berbeda antara bangunan satu dengan bangunan yang lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan pondasi tersebut yaitu kondisi tanah. Dari banyaknya jenis pondasi yang dapat digunakan dalam pembangunan, jenis pondasi raft bisa Anda jadikan pilihan.

Mengenal Seputar Pondasi Raft

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat banyak jenis pondasi yang ada dalam pembangunan, salah satunya yaitu pondasi raft. Tapi sebenarnya apa itu pondasi raft? Pondasi raft adalah salah satu jenis pondasi bangunan dengan kekuatan dan volume besar yang dibuat dari plat beton bertulang.

Bahan utama pembuat pondasi tersebut berfungsi untuk meneruskan beban-beban bangunan diatasnya yang kemudian diteruskan ke dalam tanah keras. Bentuk dari pondasi raft menyerupai rakit, sehingga pondasi ini dikenal juga dengan nama pondasi rakit.

Pondasi rakit termasuk dalam jenis pondasi dangkal yang mempunyai bentuk plat sangat lebar dengan ketebalan tertentu, sehingga membentuk plat raksasa. Pondasi rakit banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan bertingkat, bangunan yang memiliki basement, konstruksi rumah satu dan dua lantai, bahkan pada bangunan yang digunakan untuk tempat menopang tangki-tangki besar perusahaan.

Namun, jumlah lantai bangunan bertingkat yang bisa dipenuhi oleh pondasi rakit maksimal 10 lantai saja. Untuk ketebalan dari pondasi rakit cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan bangunan yang akan dibangun. Jenis pondasi rakit juga bisa dikombinasikan dengan pondasi dalam, dimana pada bagian bawah pondasi rakit yang terdapat kolom diberikan tambahan bored pile.

Pondasi rakit pada bangunan, Sumber: klopmart.com
Pondasi rakit pada bangunan, Sumber: klopmart.com

Apa Saja Kelebihan Pondasi Raft?

Terdapat beberapa alasan mengapa pondasi rakit banyak dijadikan sebagai pilihan. Hal ini tentu tidak lepas dari berbagai kelebihan yang dimilikinya. Diantara berbagai kelebihan tersebut, yakni sebagai berikut:

1. Dapat Diaplikasikan Pada Tanah Sulit

Pondasi raft atau pondasi rakit merupakan salah satu jenis pondasi yang bisa Anda andalkan sebagai solusi untuk area tanah yang tidak rata bahkan area tanah yang sulit. Jenis pondasi ini juga bisa digunakan untuk struktur bangunan dengan beban ringan pada jenis tanah yang lunak seperti tanah liat maupun pada tanah yang terdapat zona lunak pada area tertentu. 

Pondasi rakit dapat menjangkau zona-zona tersebut dengan menggunakan tekanan bantalan sesuai dengan tingkat penurunan yang disanggupi zoom.

2. Efisien dan Efektif

Kelebihan lainnya dari pondasi raft adalah lebih efisien dan efektif. Mengapa demikian? Karena untuk membuat pondasi rakit tidak begitu banyak memakan waktu, atau dengan kata lain Anda dapat menghemat waktu pada proses pembuatannya.

Secara tidak langsung, hal ini juga akan membuat proses pembangunan sebuah bangunan menjadi lebih cepat. Meskipun dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, namun tentunya tidak mengurangi kualitas dari pondasi tersebut.

3. Biaya Relatif Terjangkau

Selain efektif dan efisien, pada proses pembuatan jenis pondasi rakit juga tidak memakan biaya yang banyak karena biaya yang digunakan relatif terjangkau. Pada pembuatan pondasi raft, biaya pada proses penggalian dapat ditekan agar tidak terlalu membengkak.

Hal ini dapat dilakukan karena pondasi rakit tergolong jenis pondasi dangkal sehingga pekerjaan penggalian yang dilakukan relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Selain itu, proses pembuatan pondasi rakit juga bisa dilakukan tanpa bantuan alat berat.

Sehingga Anda tidak perlu menganggarkan secara khusus untuk pengadaan atau untuk menyewa alat berat. Jadi, selain dapat menghemat sumber daya dan tenaga kerja, pembuatan jenis pondasi rakit juga dapat menghemat anggaran Anda.

4. Adaptasi Fisik Bangunan yang Baik

Kelebihan terakhir dari pondasi raft yaitu adaptasi bangunan yang lebih baik. Pengerjaan pondasi rakit sudah cukup teruji, hal ini dibuktikan dengan banyaknya gedung perkantoran dan gedung-gedung lainnya di Indonesia yang telah mengaplikasikan pondasi rakit pada bangunan tersebut.

Jenis pondasi rakit sendiri mampu mengikuti kondisi tanah yang mungkin saja terjadi, salah satunya yaitu penurunan tanah. Tentunya kondisi tersebut akan lebih aman dan tidak membahayakan bagi bangunan diatasnya. Karena apabila tanah mengalami penurunan, maka seluruh pondasi akan turun secara bersama-sama mengikuti tanah tersebut.

Sehingga bangunan diatasnya pun tidak akan mengalami kemiringan atau bahkan kerusakan yang berujung ambruk.

Kelebihan pondasi rakit, Sumber: castleforms.com
Kelebihan pondasi rakit, Sumber: castleforms.com

Apa Saja Kekurangan dari Pondasi Raft?

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, pondasi raft nyatanya juga tidak lepas dari beberapa kekurangan. Namun meskipun begitu, kekurangan dari pondasi rakit bisa diminimalisir keberadaannya. Diantara kekurangan-kekurangan tersebut, yakni sebagai berikut:

1. Pondasi Rakit Dapat Terkikis

Salah satu kekurangan yang dimiliki oleh pondasi rakit adalah dapat terkikis. Jika tidak dirawat dan diperhatikan dengan baik, pada bagian tepi alas pondasi rakit dapat terkikis seiring dengan berjalannya waktu. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena kekurangan yang satu ini dapat diatasi dengan mudah.

Anda hanya perlu menyediakan waktu untuk melakukan perawatan dan memperhatikan bagian tepi alas pondasi ini. Dengan memberikan perawatan terbaik, maka pondasi rakit dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

2. Membutuhkan Pekerja yang Berpengalaman

Meskipun dapat dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat, namun terkadang desain pondasi raft bisa menjadi sangat kompleks dan rumit. Hal inilah yang akhirnya mengharuskan kehadiran seorang ahli atau pekerja yang berpengalaman dalam proses pembuatannya.

Karena desain yang kompleks tersebut dapat menjadi masalah apabila pada proses pembuatannya tidak dilakukan oleh seseorang yang terampil dan teliti.

3. Membutuhkan Penguat Berat

Terkadang, jenis pondasi yang satu ini membutuhkan penguat berat tambahan pada area tertentu. Hal inilah yang tentunya dapat menambah biaya pengeluaran pada pembuatannya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tidak semua proses pembuatan pondasi rakit membutuhkan penguat berat tersebut.

Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com
Kekurangan pondasi rakit, Sumber: qhomemart.com

Metode Pelaksanaan Pondasi Raft

Setidaknya terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk pengerjaan pondasi rakit. Pelaksanaan pondasi rakit juga terbilang simpel dan tidak ribet. Berikut adalah langkah-langkah pengerjaan pondasi rakit, antara lain:

  • Galian basement sekaligus digunakan sebagai galian untuk pondasi rakit. Sehingga elevasi atau sudut kemiringan galian mengikuti sudut kemiringan yang telah ditentukan konsultan dengan nilai CBR minimal 50% dari luas bangunan. Jadi, apabila nilai CBR tidak memenuhi maka perlu dilakukan perbaikan tanah.
  • Pembuatan lantai kerja.
  • Membuat dan merakit pembesian sesuai dengan gambar kerja yang sudah ada.
  • Membuat bekisting (cetakan) dengan pasangan batako sebagai dinding basement.
  • Memasang pembesian dengan sistem pelat dua arah
  • Memasang pembesian untuk tulangan kolom dan dinding basement
  • Kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan obat anti rayap
  • Pengecekan kembali pembesian sebelum dilakukan pengecoran
  • Setelah semuanya sesuai, barulah dilakukan proses pengecoran pada tiap-tiap bagian pondasi tersebut.

Nah, itulah ulasan mengenai pondasi rakit dengan berbagai kelebihan dan kekurangan serta metode pelaksanaannya. Berbagai kelebihan dan kekurangan pondasi raft dapat Anda jadikan pertimbangan mengingat saat ini banyak jenis pondasi yang ada dalam pembangunan. Semoga ulasan tersebut dapat memberikan tambahan informasi bagi Anda dan kita semua.

Mengulas Secara Lengkap Mengenai Detail Pondasi Sumuran yang Penting untuk Bangunan


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com

Membangun sebuah bangunan tentunya membutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh, apalagi jika bangunan tersebut berukuran besar dengan bobot yang berat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Anda bisa menggunakan jenis pondasi sumuran. Untuk mengetahui detail dari pondasi sumuran, simak informasinya sampai selesai ya.

Sebelum mengenal lebih jauh detail dari pondasi yang satu ini, akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya pondasi itu. Pondasi sendiri merupakan salah satu elemen penting pada sebuah bangunan. Hal ini tentu saja karena pondasi adalah hal pertama yang harus ada sebelum elemen lain pada bangunan tersebut terbentuk. 

Atau dengan kata lain, pondasi merupakan penopang bagi bangunan itu sendiri. Mengingat pentingnya sebuah pondasi, maka pondasi perlu dibuat dengan kuat dan kokoh. Terdapat beberapa jenis pondasi pada sebuah bangunan, salah satunya adalah pondasi sumuran.

Ulasan lengkap mengenai pondasi sumuran, Sumber: hanggoroblog.wordpress.com
Ulasan lengkap mengenai pondasi sumuran, Sumber: hanggoroblog.wordpress.com

Mengenal Detail Pondasi Sumuran

Sesuai dengan namanya, pondasi sumuran merupakan jenis pondasi bangunan yang terdiri dari susunan pipa beton melingkar yang dicor sehingga memiliki bentuk silinder layaknya sebuah sumur. Jenis pondasi bangunan ini juga sering disebut dengan istilah cyclop.

Jenis pondasi sumuran termasuk jenis pondasi dalam yang biasanya digunakan pada konstruksi bangunan yang dilakukan ke arah vertikal. Oleh sebab itu, jenis pondasi yang satu ini sangat cocok dijadikan pilihan untuk gedung atau bangunan lain yang dibangun di kawasan pinggiran bukit maupun tanah berbatu.

Hal ini karena detail pondasi sumuran yang efektif memiliki fungsi untuk memperkokoh tanah bangunan. Sehingga mampu menahan tekanan tanah yang rentan terhadap longsor. Di samping itu, jenis pondasi ini juga berfungsi untuk menjaga dan menopang beban bangunan agar bangunan tetap stabil.

Beberapa contoh bangunan yang menggunakan pondasi jenis ini diantaranya seperti jembatan, apartemen, tower, rumah susun, dan masih banyak lagi.

Apa Saja Kelebihan Pondasi Sumuran?

Sama halnya dengan jenis pondasi bangunan lainnya, pondasi sumuran juga memiliki berbagai kelebihan untuk struktur bangunan. Di bawah ini adalah detail pondasi sumuran yang cocok untuk konstruksi bangunan dengan berbagai kelebihan, diantaranya sebagai berikut:

1. Ramah Lingkungan

Sebagian besar proses pembuatan pondasi dalam akan menimbulkan suara yang berisik atau bising. Biasanya suara tersebut muncul karena proses penggalian tanah. Nah, jika Anda menggunakan jenis pondasi ini maka hal tersebut bisa dihindari. Karena kelebihan dari pondasi ini yaitu sangat ramah lingkungan.

Ramah lingkungan disini artinya pada saat proses pembuatannya, pembangunan jenis pondasi ini menghasilkan polusi suara yang lebih rendah daripada jenis pondasi lainnya. Sehingga, ketika Anda membuat sebuah struktur bangunan dengan jenis pondasi ini, suara dari proses pembuatan yang dihasilkan tidak akan mengganggu orang lain di sekitar Anda.

Selain tidak menimbulkan suara bising, pembuatan detail pondasi sumuran juga tidak menimbulkan getaran keras. Seperti yang kita tahu, getaran dengan frekuensi yang tinggi selain dapat mengganggu ketenangan juga dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi bangunan yang ada di sekitarnya, seperti bangunan bisa roboh.

2. Bisa Diaplikasikan Pada Tanah Labil

Kelebihan lainnya dari jenis pondasi yang satu ini adalah bisa diaplikasikan pada tanah yang labil, seperti tanah bekas timbunan sampah hingga lokasi tanah yang berlumpur. Selain itu, pondasi bangunan yang satu ini juga sangat mudah diadaptasikan pada berbagai jenis tanah yang berada di dalam air.

Tentunya kita semua tahu bahwa tanah yang berada di dalam air mempunyai susunan struktur yang berbeda dengan tanah kering. Hal itulah yang terkadang menjadi penghalang untuk membangun sebuah pondasi.

Namun jika Anda menggunakan jenis pondasi ini, maka tanah tersebut tidak menjadi sebuah penghalang untuk proses pembangunannya. Dengan begitu, pembangunan dapat dilakukan dengan mudah.

Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com
Mengenal pondasi sumuran, Sumber: darkspecialistd.blogspot.com

3. Mampu Menahan Beban Berat

Berbicara mengenai ketahanan, tingkat ketahanan pondasi sumuran merupakan salah satu yang patut diunggulkan. Hal ini tentu saja karena pondasi ini merupakan jenis pondasi dalam, atau pondasi yang memiliki kedalaman cukup dalam. Penanaman pondasi jenis ini pun juga bisa mencapai titik tanah yang paling keras sekalipun.

Sehingga hal tersebut mampu membuat jenis pondasi dalam ini menahan beban dengan bobot yang berat. Dalam arti lain, beban yang dapat ditumpu oleh pondasi ini cukup besar, bahkan mampu dimanfaatkan untuk menopang beban bangunan yang bertingkat.

Mengingat tingginya tingkat ketahanan pada pondasi sumuran, pondasi jenis ini bisa digunakan sebagai struktur bangunan gedung yang biasanya memiliki banyak lantai atau bertingkat dan juga berukuran besar.

4. Biaya Pembuatan Relatif Terjangkau

Jika Anda ingin membuat pondasi bangunan dengan budget yang terjangkau, maka jenis pondasi yang satu ini bisa Anda jadikan solusi yang tepat. Jika dibandingkan dengan pondasi lainnya, jenis pondasi ini merupakan pondasi dengan biaya pembuatan yang relatif terjangkau.

Salah satu alasannya adalah karena detail pondasi sumuran yang efisien dan efektif tidak membutuhkan bantuan alat berat untuk proses pembuatannya. Selain itu juga karena pondasi sumuran memiliki struktur yang sangat sederhana. Material yang digunakan untuk membentuk pondasi sumuran juga tidaklah banyak.

Biaya paling besar hanya dibutuhkan untuk pengadaan bahan-bahan pengisi sumuran, yaitu berupa beton dan batu belah. Karena itulah biaya yang dikeluarkan untuk membuat pondasi sumuran tidak terlalu membengkak.

5. Pembuatan yang Tidak Rumit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu kelebihan dari pondasi bangunan yang satu ini adalah proses pembuatannya yang tidak rumit. Hal ini karena dalam proses pembuatannya tidak membutuhkan bantuan dari alat berat apapun. Semua tahapan dilakukan secara manual dengan bantuan tenaga manusia.

Dengan begitu, Anda tidak perlu menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan atau untuk menyewa alat berat yang tentu biayanya tidak sedikit.

Kelebihan dari sumuran, Sumber: pinhome.id
Kelebihan dari sumuran, Sumber: pinhome.id

Bagaimana Metode Pelaksanaan Pondasi Sumuran?

Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh para pekerja untuk melaksanakan pembuatan jenis pondasi ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Mulanya, para pekerja membuat galian untuk lubang hingga kedalaman alas pondasi dengan ukuran diameter yang sesuai dengan pipa beton yang digunakan.
  • Kemudian pipa beton pertama, kedua, dan pipa beton lainnya dimasukkan secara hati-hati pada galian atau lubang tersebut.
  • Langkah selanjutnya adalah penambalan celah-celah pipa beton dengan adukan semen dan pasir agar pipa-pipa beton tersebut dapat terikat dan semakin kuat.
  • Lalu, membuat adukan sebagai isian sumuran tersebut. Biasanya isian tersebut terdiri dari semen, kerikil, pasir, dan air.
  • Sebelum menuangkan adonan tersebut, para pekerja akan memasukkan batu kali terlebih dahulu. Barulah kemudian dimasukkan adonan diatasnya. Langkah tersebut dilakukan hingga elevasi ±1 (satu) meter di bawah cap/footing.
  • Dilanjutkan proses pengecoran dengan beton K 250 hingga permukaan atas dinding sumuran terisi secara merata dan penuh.
  • Pada bagian atas pondasi sumuran, dapat dilanjutkan pada tahap pekerjaan pembesian untuk membuat cap/footing dan kolom/pilar.

Demikian ulasan mengenai detail pondasi sumuran beserta dengan kelebihan dan metode pelaksanaannya. Semoga ulasan ini dapat memberikan informasi dan manfaat tambahan bagi Anda.

Gedung Sekolah di DKI Mulai Menggunakan Konsep Green Building, Apakah Diperlukan?


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Konsep bangunan hijau untuk gedung sekolah di DKI Jakarta, Sumber: housing.com

Sekarang mulai bermunculan bangunan yang dibuat dengan konsep green building. Salah satu yang menjadi alasannya ialah untuk menjaga serta melestarikan alam sekitar agar tidak lapuk oleh zaman. Salah satu bangunan yang digadang-gadang menggunakan konsep green building adalah gedung sekolah di DKI Jakarta. 

Namun yang jadi pertanyaan, sebenarnya perlukah gedung sekolah mengadopsi konsep satu ini? Simak selengkapnya hanya di artikel berikut ini.

Mengenal Konsep Green Building

Konsep green building adalah suatu konsep dalam membangun sebuah bangunan yang mana segala desain bangunan, konstruksi, dan operasinya sangat dijaga sedemikian rupa agar dapat berkontribusi mengurangi dampak negatif bagi lingkungan, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan alam disekitarnya.

Konsep satu ini berfokus pada optimalisasi sumber daya alam dan tidak berlebihan dalam menggunakannya. Antara satu komponen dengan komponen lain yang ada pada bangunan perlu untuk saling terhubung sehingga tak ada satu bagian pun yang dibangun dengan tanpa maksud dan tujuan alias sia-sia.

Karenanya agar dapat menghasilkan sebuah gedung impian yang ramah lingkungan perlu kiranya kontribusi dari segenap orang-orang yang terkait dengan bangunan ini seperti kontraktor, arsitek, insinyur, begitu juga dengan klien. Karena bangunan ramah lingkungan tidak dapat tercipta hanya kontribusi dari satu dua orang saja, namun perlu kerja sama tim.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi saat membangun green building, antara lain:

  • Penggunaan air dan sumber daya lainnya harus dilakukan secara efisien.
  • Memanfaatkan energi terbarukan pada bangunan, seperti memasang panel surya dan turbin udara.
  • Langkah-langkah pengurangan polusi dan limbah. Apabila memungkinkan, diperlukan adanya tempat untuk melakukan daur ulang limbah.
  • Mempertimbangkan kualitas hidup penghuni yang ada di dalamnya.
  • Desain bangunan yang dirancang supaya bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Penggunaan konsep green building, Sumber: ekonomi.bisnis.com
Penggunaan konsep green building, Sumber: ekonomi.bisnis.com

Manfaat dan Kegunaan Konsep Green Building

Apabila berbicara tentang manfaat dan kegunaan, maka konsep satu ini kaya akan manfaat, terutama untuk lingkungan alam disekitarnya. Memang sebuah bangunan yang mengusung konsep satu ini terlihat lebih mewah, berteknologi tinggi dan asri namun tidak hanya itu. Mari simak beberapa manfaat konsep green building berikut ini.

1. Hidup Lebih Berkualitas

Yang perlu dipahami bersama bahwa bangunan ramah lingkungan adalah sebuah bangunan yang menjaga betul alam sekitar sehingga memunculkan nuansa natural yang alami. Karena itu akan Anda temui bersama desain bangunan ini identik dengan ruang terbuka, tanaman yang hijau, dan juga fitur-fitur alami lainnya. 

Desain sedemikian rupa menjadikan penghuni bangunan akan memiliki hidup sehat dan lebih berkualitas. Konsep ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kesehatan yang terjaga bagi setiap orang yang tingga di dalamnya.

2. Sumber Daya Air yang Terefisien

Sebagai garda terdepan untuk menjaga lingkungan alam, konsep bangunan ramah lingkungan ini sangat memperhatikan betul penggunaan air. Dalam konsep ini toilet mengadopsi sistem vakum dimana sistem vakum diketahui mampu menghemat penggunaan air pada bangunan. Setidaknya bisa menghemat hingga lima liter air.

3. Berbagai Biaya yang Berkurang

Dengan menggunakan konsep green building maka secara tidak langsung Anda telah menghemat biaya operasional dan biaya pemeliharaan bangunan. Mengapa bisa? Karena dalam konsep ini bahan-bahan bangunan dipilih tidak bisa sembarangan. Hanya bahan-bahan berkualitas lah yang dipilih sehingga cenderung awet untuk beberapa tahun kedepan. 

Berbagai Aplikasi Green Building di Indonesia

Di Indonesia sendiri konsep satu ini sudah banyak diadopsi oleh bangunan baik apartemen, kantor hingga pusat perbelanjaan. Berikut beberapa bangunan di Indonesia yang sudah memakai konsep green building Indonesia.

Pertama, Alamanda Tower

Jangan dikira, sebuah gedung bertingkat 30 lantai ini menyabet penghargaan ‘Greenship Platinum’ yang dikeluarkan oleh Green Council Building Indonesia (GBCI). Gedung ini telah menggunakan sistem ramah lingkungan dengan cukup baik, terlihat dari adanya sistem ventilasi dan pencahayaan yang baik, membuat sirkulasi udara berjalan lancar.

Tidak hanya sistem ventilasi dan pencahayaan saja, bangunan satu ini juga dilengkapi dengan sistem pengolahan dan daur ulang air, juga hingga penggunaan lampu yang sudah memakai lampu LED pada seluruh bagian bangunan.

Kedua, Sequis Center

Bangunan kedua bisa dibilang adalah bangunan yang paling tua diantara bangunan-bangunan lainnya. Bangunan ini didirikan tahun 1980 Masehi dengan desain yang cukup baik. Namun semenjak gedung ini mengalami renovasi menjadi bangunan ramah lingkungan, setidaknya 28% penggunaan air dan listrik dapat dihemat dan efisien. 

Tidak sampai disitu, bangunan satu ini sudah mengadopsi sistem pengolahan dan daur ulang limbah ramah lingkungan yang lebih efisien.

Green building merupakan bangunan yang ramah lingkungan, Sumber: jendela360.com
Green building merupakan bangunan yang ramah lingkungan, Sumber: jendela360.com

Ketiga, Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum

Berikutnya ada gedung resmi milik pemerintah yaitu Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum. Sudah ada berbagai bagian dalam bangunan ini yang menerapkan konsep ramah lingkungan sehingga menjadikan bangunan ini menyabet sertifikasi GBCI dalam standar platinum. Sebut saja sensor lampu otomatis, sistem daur ulang air, dan juga penggunaan jendela berukuran besar.

Dengan konsep ramah lingkungan yang diterapkan, energi air dapat dikurangi penggunaannya hingga 40 persen dan untuk energi air ada 81 persen yang terefisien.

Gedung Sekolah DKI Pakai Konsep Green Building, Penting?

Beberapa waktu yang lalu gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan berharap agar terobosan revitalisasi gedung sekolah berkonsep ramah lingkungan dapat dilanjutkan meski ia sudah tak lagi menjabat. Ia berharap tahun 2023 setidaknya ada 20 sekolah di DKI Jakarta yang mengusung konsep bangunan hijau, yang mana saat ini sudah ada empat.

Gubernur DKI sangat berharap agar proyek ini dapat terus berlanjut meski dirinya sudah tidak menjabat. Ia berpesan kepada segenap jajaran dinas pendidikan agar dapat membantu menjaga keberlangsungan proyek baik ini, agar nantinya sekolah-sekolah di Indonesia mempunyai prinsip sustainable development.

Salah satu yang menjadi landasan mengapa gubernur DKI menginginkan sekolah dengan konsep bangunan hijau adalah supaya anak-anak mampu mempelajari bagaimana cara bangunan hijau dapat membantu mengurangi jejak karbon pada bangunan secara global. Agar nantinya anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil kebijakan dengan bijak.

Kedepan Indonesia khususnya Jakarta diharapkan menjadi wilayah yang mengusung konsep bangunan hijau dengan rancangan pada abad ke-21 yang modern. Setidaknya itulah yang menjadi mimpi besar gubernur DKI Jakarta.

Gedung utama Kementerian Pekerjaan Umum yang menerapkan konsep green building, Sumber: ekbis.sindonews.com
Gedung utama Kementerian Pekerjaan Umum yang menerapkan konsep green building, Sumber: ekbis.sindonews.com

Lalu pertanyaannya, apakah perlu gedung sekolah DKI dipakai konsep green building? Apabila melihat penuturan gubernur DKI dengan segenap argumen yang melatarbelakangi beliau dalam mimpi besar ini maka hal ini adalah sebuah tujuan yang mulia. Memang pada dasarnya konsep bangunan hijau idealnya menjadi standar bangunan yang ada.

Sehingga semestinya semua bangunan yang ada di dunia ini mengusung konsep green building. Selain karena lebih efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya, konsep satu ini membantu menjaga alam tetap sejahtera aman sentosa.

Untuk membuat demikian perlu kiranya melakukan perizinan lingkungan kepada banyak pihak, dan ini cukup melelahkan. Bagi Anda yang ingin menciptakan lingkungan dan alam sekitar tetap terjaga, cobalah pakai layanan jasa perizinan lingkungan di Eticon. Selamat mencoba, sampai jumpa.

Dianggap Sebagai Keajaiban Dunia, Siapa Sebenarnya Arsitek Candi Borobudur?


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Candi Borobudur masuk ke dalam situs warisan dunia, Sumber: tribunnews.com

Hampir semua lapisan masyarakat yang tinggal di Indonesia mengetahui adanya candi terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Kemegahan dari candi tersebut juga menjadikan tempat ini sebagai salah satu bukti kejayaan dan kehormatan Kerajaan Mataram Kuno. Akan tetapi, adakah diantara Anda yang mengetahui siapa arsitek Candi Borobudur yang merancang semua itu?

Salah satu candi atau kuil Buddha terbesar di dunia ternyata berada di kawasan Indonesia. Candi tersebut dinamakan Candi Borobudur. Candi ini berlokasi di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah atau sekitar 40 Km dari pusat kota Yogyakarta. Meski candi tersebut dikenals sebagai kuil tempat peribadatan umat Buddha, namun tidak jarang wisatawan lain mengunjungi kawasan ini.

Kemegahan Candi Borobudur yang dapat Anda saksikan dari kejauhan tentu membuat bertanya-tanya. Arsitek seperti apa yang bisa merancang bangunan kuil dengan ukuran yang sangat fantastis ini. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, mari simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Sejarah dari Candi Borobudur

Untuk mengetahui siapa sosok dibalik kemegahan bangunan Candi Borobudur, maka alangkah baiknya untuk menelusuri kembali sejarah masa lampau yaitu masa-masa kekuasaan Dinasti Syailendra. Menurut ahli sejarah, Candi Borobudur dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar tahun 780-840 Masehi.

Maksud dan tujuan dari dibangunnya candi tersebut yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk digunakan sebagai tempat pemujaan Budha dan sebagai tempat berziarah. Candi ini berisikan petunjuk-petunjuk agar manusia dapat menjauhkan dirinya dari hawa nafsu dunia dan beralih menuju pencerahan dan kebijaksanaan, menurut keyakinan agama Budha.

Sekitar tahun 1814, para pasukan penjajah Inggris yang berada di bawah kepemimpinan Sir Thomas Stamford Raffles berhasil menemukan peninggalan dari bangunan candi tersebut. Hingga pada akhirnya, area Candi Borobudur kemudian berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Candi Borobudur juga mengalami masa pemugaran sejumlah dua kali. Tujuan dari pemugaran candi yaitu memperkuat struktur-struktur bangunan agar jangka waktu ketahanannya bisa selama mungkin. Maka dari itu, sisi structural sangatlah penting dalam proses pemugaran. Proses pemugaran candi juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap nilai estetika dari bangunan itu sendiri.

Mengenal arsitek yang merancang Candi Borobudur, Sumber: tirto.id
Mengenal arsitek yang merancang Candi Borobudur, Sumber: tirto.id

Gunadharma, Arsitek Candi yang Merancang Bangunan Candi Borobudur

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Candi Borobudur didirikan pada masa Dinasti Syailendra yang diperintah oleh Raja Samaratungga pada tahun 824. Pembangunan candi tersebut konon baru dapat terselesaikan sekitar abad ke-9, yang kemudian diresmikan oleh permaisuri Rakai Pikatan yaitu Pramodawardhani.

Dibalik kemegahan bangunan dari Candi Borobudur, terdapat sosok yang diperintahkan untuk merancang dan membangun candi tersebut. Dia bernama Gunadharma atau Gunadarma yang merupakan seorang arsitek legendaris yang berasal dari Benua Afrika. Menurut peneliti sejarah, tidak banyak ditemukan detail informasi mengenai arsitek ini.

Meskipun begitu, masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan Candi Borobudur memiliki kepercayaan bahwa Bukit Menoreh yang berlokasi di Magelang merupakan perwujudan dari arsitek candi Gunadharma yang sedang terlelap tidur setelah selesai membangun Candi Borobudur.

Dilansir dari skripsi yang berjudul Relasi Makna Simbol Candi Borobudur Dengan Ajaran Buddha, arsitek candi Gunadharma membangun candi tersebut dalam 5 tahapan, antara lain:

1. Tahap Pertama di Tahun 780 Masehi

Proses pembangunan tahap awal ini dilakukan oleh arsitek Candi Borobudur di atas bukit. Pada bagian bukit dilakukan perataan dan area pelatarannya diperluas. Dalam proses pembangunan bukit, bahan yang dipakai yaitu tanah yang dipadatkan dan ditutup dengan struktur batu.

Struktur batu yang dimaksud menyerupai cangkang dan membungkus bukit tanah. Sementara pada sisa bagian bukit kemudian ditutup dengan struktur batu lapis demi lapis. Pada tahap pertama ini, pembangunan candi disusun secara bertingkat seperti piramida yang berundak.

2. Tahap Kedua dan Ketiga di Tahun 792 Masehi

Pada tahap kedua, terdapat penambahan dua undakan yang dibentuk persegi. Selain itu, dibuat dibangun juga area pagar langkan dan satu undak yang melingkar di bagian atasnya. Bagian undak tersebut memiliki stupa tunggal dengan ukuran yang besar.

Kemudian, pada tahap yang ketiga terdapat perubahan pada bagian rancangan bangunan candi. Bagian undak atas lingkaran yang sebelumnya telah dibangun kemudian diputuskan untuk dibongkar ulang. Lalu, stupa tersebut diganti dengan tiga undak lingkaran, sementara stupa-stupa kecil dibangun secara berbaris melingkar pada area pelataran undak-undak. Terakhir, stupa berukuran besar ditempatkan pada bagian tengah.

3. Tahap Keempat di Tahun 824 Masehi dan Tahap Kelima di Tahun 833 Masehi

Pada tahap keempat dan kelima, arsitek Candi Borobudur yakni Gunadharma kembali melakukan perubahan kecil dalam rancangan bangunannya. Misalnya seperti penambahan pagar langkan yang berada di paling luar. Selain itu, dilakukannya penyempurnaan relief, perubahan rancangan tangga, pelebaran ujung kaki, dan pelengkung atas gawang pintu.

Keindahan arsitektur Candi Borobudur yang dilihat dari atas, Sumber: sibakuljogja.jogjaprov.go.id
Keindahan arsitektur Candi Borobudur yang dilihat dari atas, Sumber: sibakuljogja.jogjaprov.go.id

Keistimewaan yang Dimiliki Bangunan Candi Borobudur

Layaknya keunikan dan keistimewaan yang dapat disaksikan dari arsitektur rumah adat Bali, arsitektur yang dimiliki oleh Candi Borobudur juga tidak kalah istimewa. Diantara keistimewaan dari bangunan Candi Borobudur adalah sebagai berikut.

1. Candi Borobudur Terdiri dari Dua Juta Blok Vulkanik

Sebenarnya masih banyak sejumlah perdebatan yang terkait dengan Candi Borobudur. Misalnya seperti salah satu dugaan yang mengatakan bahwa candi tersebut dibangun di atas sebuah danau purba yang telah mengering. Dugaan tersebut semakin menguat ketika terdapat bukti terendamnya bagian dasar candi pada abad ke-13 dan ke-14. Namun, dugaan tersebut belum bisa dibuktikan secara konkrit.

Meski begitu, salah satu yang pasti adalah bahwa Candi Borobudur yang dirancang oleh arsitek Gunadharma ini merupakan bangunan yang terdiri dari setidaknya dua juta blok batu vulkanik yang terpahat dengan baik. Setiap dari masing-masing balok tersebut saling mengunci, sehingga candi tetap berada pada kondisi yang baik sampai sekarang.

2. Relief yang Ada di Candi Borobudur Berkisah Tentang Kehidupan Buddha

Menurut peneliti sejarah, terdapat sekitar 2.672 patahan relief dengan ukuran 123 x 123 meter yang tersebar di area candi. Sebanyak 1.460 patahan relief berisi tentang cerita kisah Buddha. Salah satu kisah yang terdapat di relief tersebut yaitu mengenai kelahiran Buddha yang diceritakan pada relief Jataka dan Awadana.

Tidak hanya itu saja, terdapat setidaknya 504 arca Budhha yang terletak dalam 432 relung dan 72 stupa yang berlubang. Terdapat pula 100 talang yang membentuk seperti patung ikan dengan kepala gajah yang difungsikan sebagai saluran air.

Candi Borobudur yang menjadi tempat wisata ziarah bagi umat Buddha memang memiliki banyak keunikan dan keistimewaan dari segi struktur bangunannya. Meskipun, bangunan candi tersebut pernah mengalami kerusakan karena adanya bencana alam seperti gempa bumi dan letusan dari Gunung Merapi, tetapi renovasi bangunan terus dijalankan agar candi megah yang ada Indonesia ini tetap terus terlestarikan.

Proses pemugaran Candi Borobudur, Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Proses pemugaran Candi Borobudur, Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Demikianlah tadi, ulasan singkat mengenai struktur bangunan dari Candi Borobudur dan mengenal sosok arsitek candi yang merancang bangunan megah ini. Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, jangan sungkan untuk membagikannya kepada keluarga dan kerabat dekat. Sekian dan terima kasih.

Penjelasan Mudah Seputar Retak Struktur dan Non-struktural pada Bangunan


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
retak pada bangunan

Aktivitas Foreksik

Pengamatan Visual

Pelaksanaan dalam pengamatan visual kondisi struktur bangunan adalah langkah awal yang sangat penting dalam memutuskan (justifikasi) kondisi dari sebuah bangunan. Aktivitas ini merupakan sebuah metode forensik yang ditujukan untuk mengenali kondisi terakhir bangunan.

Adapun teknis pengamatan biasanya dilakukan dengan cara memperhatikan kondisi pada elemen-elemen struktur yang dapat terdiri dari balok, kolom, sekitar pondasi dan sambungan. Meski begitu, terdapat bagian non-struktural yang harus diperhatikan karena bisa saja mempengaruhi kondisi elemen struktural.

Continue reading

Semakin Diminati, Benarkah Solar Panel Memberikan Listrik Gratis di Rumah?


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Pemasangan solar panel di atas rumah, sumber: unsplash

Energi sudah menjadi salah satu kebutuhan vital masyarakat dalam menopang kehidupan dan mendukung jalannya kegiatan sehari-hari. Hampir bisa dikatakan setiap sendi-sendi kehidupan kita tidak bisa lepas dari yang namanya energi. Maka tak heran apabila adanya fenomena seperti panel surya, solar panel serta rumah hemat listrik menyeruak di tengah masyarakat.

Umumnya listrik yang kita digunakan selama ini berasal dari pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi dan gas alam). Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan bahan bakar fosil ini menciptakan bahaya dalam jangka panjang. Salah satunya adalah pemanasan global atau global warming akibat gas rumah kaca yang dihasilkannya.

Bumi tempat kita tinggal ini sudah sedemikian panas. Mencoba untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang dipadukan dengan kecanggihan teknologi bisa menjadi solusi dan akhir-akhir sedang banyak diperbincangkan. Intensitas matahari yang tinggi bisa menjadi sumber energi  ramah lingkungan yang cukup menjanjikan bagi masa depan energi listrik di tanah air.

Matahari merupakan sumber energi yang besar dan tidak akan ada habisnya. Penggunaan solar panel yang tidak melalui proses pembakaran tentu saja tidak berefek negatif bagi manusia dan lingkungan. Artinya tidak ada zat sisa berbahaya yang dihasilkan apabila kita kedepannya menggunakan solar panel sebagai ganti energi fosil.

Solar panel dan panel surya adalah sumber tenaga listrik yang biasanya dipasang pada atap rumah, perusahaan dan lain sebagainya yang bertujuan untuk memaksimalkan serapan cahaya yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik.

Tampilan panel solar, sumber: unsplash
Tampilan panel solar, sumber: unsplash

Fenomena Penggunaan Solar Panel di Indonesia

Tren adanya pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel sekarang ini marak digunakan di rumah-rumah warga. Meskipun memiliki harga yang tidak murah, industri tenaga solar menjadi pemandangan yang sudah tidak asing lagi di kota-kota besar.

Di Indonesia sendiri solar panel sudah banyak dipasang sebagai salah satu cara untuk menghemat biaya listrik serta menciptakan ekosistem baru rumah ramah lingkungan. Beberapa perumahan di Indonesia pun sudah mengaplikasikan konsep ini, misalnya pada perumahan Casa De Ramos di Tangerang Selatan.

Di lingkungan Kementerian ESDM pun semuanya telah menggunakan PLTS atap ini. Untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang ramah lingkungan, bahkan Kementerian ESDM mengeluarkan surat perintah agar seluruh kantor kementerian, lembaga non kementerian dan kantor pemerintah daerah untuk memasang solar panel atap minimal 13 kWp hingga 19 kWp.

Selain itu, Bali juga tengah digencarkan untuk menggunakan PLTS atap. Tak mau kalah dengan Kementerian ESDM, peraturan gubernur yang tertuang dalam Pergub Nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih pun menjadi landasan instruksionalnya. Yang mana bangunan pemerintah pusat dan daerah, komersial industri, sosial dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter wajib menggunakan PLTS atau solar panel.

Meskipun masih terbilang baru dibandingkan dengan Negara Negara maju lainnya, penggunaan PLTS atau solar panel di Indonesia cukup sangat diminati. Pada akhir desember 2019 saja, jumlah pengguna PLTS sudah mencapai 1.580 konsumen yang terbagi pada berbagai sektor, termasuk rumah tangga.

Keunggulan Solar Panel

Selain sebagai bentuk sayangnya kita pada bumi yang semakin panas akibat penumpukkan gas rumah kaca. Ternyata penggunaan solar panel juga menawarkan keunggulan bagi penggunanya, mulai dari tagihan yang terjangkau hingga meningkatkan nilai jual rumah. Ini dia beberapa keunggulannya:

Pemasangan solar panel di atas rumah, sumber: unsplash
Pemasangan solar panel di atas rumah, sumber: unsplash

Tagihan Listrik Terjangkau

Selain ramah lingkungan, penggunaan solar panel juga ternyata ramah di kantong. Ya, Anda bisa menghemat pengeluaran biaya listrik sampai enam puluh persen. Sebab, energi listrik yang diproduksi solar panel ini dapat langsung dimanfaatkan untuk pengisian energi dan adapun sisanya akan dialihkan ke jaringan PLN yang dapat mengurangi tagihan listrik.

Cocok untuk Semua Iklim

Konsep kerja dari solar panel ini adalah pemanfaatan panas matahari. Artinya selama di daerah tersebut masih ada matahari, maka selama itu juga alat satu ini bisa Anda manfaatkan. Namun, akan sangat optimal lagi jika diperuntukan di daerah dengan musim panas yang dominan seperti di Indonesia.

Anda pun tidak perlu merasa khawatir dari mana sumber energi listrik rumah Anda saat musim hujan, sebab alat ini umumnya memiliki kemampuan untuk menyimpan daya. Karenanya, Anda akan tetap memiliki listrik bahkan saat matahari tidak bersinar atau saat musim hujan. Sekali lagi, Indonesia adalah Negara yang sangat strategis untuk penggunaan PLTS ini.

Tidak Perlu Atap Baru

Selain memanfaatkan panas matahari, panel surya atau solar panel ini juga memanfaatkan kemiringan atap. Nah, hal ini tentu saja sangat cocok sekali dengan kondisi atap rumah di tanah air yang memang berbentuk miring. Jadi, Anda tidak perlu atap baru jika ingin menggunakan PLTS di rumah.

Biaya Perawatan Murah

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa panel surya yang telah dipasang di atas rumah tidak membutuhkan perawatan yang banyak. Anda hanya perlu membersihkannya secara rutin saja dan setiap 10 tahun sekali mengganti inverter yang bekerja mengubah energi matahari menjadi listrik.

Nilai Rumah Meningkat

Rumah yang dilengkapi dengan energi ramah lingkungan memiliki daya tarik dan nilai tersendiri. Selain tagihan listrik yang hemat, banyak orang yang mengincar tempat tinggal atau hunian yang bisa berkontribusi secara langsung pada penjagaan lingkungan.

Solusi Fenomena Kenaikan Harga Listrik

Penggunaan energi listrik berbasis fosil selain menghasilkan zat-zat sisa yang berbahaya ternyata juga menimbulkan masalah turunan lainnya. Salah satunya adalah masalah ketersediaan yang semakin menurun, yang selanjutnya menyebabkan harganya meroket tahun demi tahunnya.

PLTS solusi harga listrik yang naik, sumber: google.com
PLTS solusi harga listrik yang naik, sumber: google.com

Beberapa bulan belakangan, peraturan mengenai naiknya harga tarif listrik menjadi bahasan yang cukup hangat didiskusikan. Kita tidak akan fokus pada pro kontranya. Tapi marilah kita pikir, apakah tidak ada solusi yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah tersebut? Tentu saja ada. Dan jawabannya adalah menggunakan PLTS atau solar panel.

Syarat Pemasangan Solar Panel

Peraturan dan syarat mengenai pemanfaatan dan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya atap atau solar panel oleh konsumen PT PLN sudah diatur dalam peraturan Menteri ESDM Nomor 12-13 tahun 2019 tentang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi di antara isinya adalah:

  1. Konsumen PLN yang dapat menggunakan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS adalah rumah tangga, lembaga pemerintahan, badan sosial, kecuali untuk sektor industri.
  2. Daya atau power watt solar panel atap pada konsumen dibatasi paling maksimal 90% dan dari daya atau watt PLN yang tersambung. Kapasitas daya tersebut ditentukan dengan daya total inverter on grid atau hybrid.
  3. Wajib menggunakan KWH meter EXIM atau eksport import. Pergantian KWH meter bisa diajukan pada Unit Induk Wilayah atau Distribusi PT PLN yang dilengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis tambahan.
  4. Dan untuk konsumen prabayar harus mengajukan perubahan mekanisme pembayaran listrik menjadi pasca bayar.

Persyaratan Administrasi dan Teknis

  • Solar panel sistem on grid atau hybrid sudah terpasang.
  • Mengisi form photovoltaic permohonan pergantian KWH meter EXIM.
  • Surat kuasa permohonan jika diwakilkan.
  • Fotocopy KTP, NPWP pemohon.
  • Sertifikat Laik Operasi atau SLO.
  • Single line diagram atau wiring diagram atau diagram skema perkabelan.
  • Data spesifikasi solar py module dan inverter yang digunakan.
  • Dan membayar biaya penggantian KWH EXIM sesuai registrasi dari PLN.

Persyaratan SLO Permen ESDM

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2019, mengatur bahwa sistem PLTS Atap wajib memiliki izin kelistrikan dan SLO atau Sertifikat Laik Operasi dengan batasan kapasitas yang melebihi 500 KVA. Adapun sertifikat SLO dibutuhkan sebagai bukti kualitas instalasi, kabel dan komponen listrik lainnya bahwa sudah memenuhi persyaratan layak operasi.

Nah, itulah ulasan mengenai fenomena penggunaan solar panel. Jika Anda membutuhkan jasa perizinan kelistrikan untuk syarat layak operasi panel surya atau solar panel di rumah Anda, PT Etikon Rekayasa Teknik adalah solusi terbaik dan pilihan yang tepat. Yuk, hubungi kami untuk info detailnya!

Berbagai Kejadian Tribun Stadion Ambruk, Salah Satunya JIS


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Informasi mengenai berbagai kejadian tribun stadion yang ambruk, Sumber: aldrinrachmanpradana.com

Pernah mendengar fenomena tribun stadion ambruk? Ternyata sudah ada beberapa kejadian yang benar-benar terjadi. Lantas apa yang menjadi penyebab stadion yang dibuat bisa ambruk atau ambrol? Bangunan yang tidak layak fungsikah? Atau memang bangunannya yang sudah tua?

Meskipun bangunan sudah tua, namun seharusnya pihak pengelola tetap melakukan pemeliharaan. Hal tersebut bertujuan agar bangunan tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya. Misalnya saja dengan melakukan perpanjangan SLF (Sertifikat Laik Fungsi).

Dengan begitu, bangunan stadion bisa dilakukan pengecekan seperti saat pertama dibuatkan SLF. Sertifikat Laik Fungsi ini sangat penting dimiliki berbagai bangunan. Adanya SLF bisa membuktikan bahwa bangunan tersebut sudah laik fungsi dan memenuhi aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Fenomena Tribun Stadion

Salah satu hal yang menjadi penyebab stadion ambruk adalah bangunan tersebut tidak laik fungsi. Bahkan ada pula stadion yang baru saja diresmikan mengalami kejadian tersebut. Selain itu apakah ada lagi fenomena tribun yang runtuh lainnya? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Stadion Internasional Jakarta

Stadion Internasional Jakarta atau lebih dikenal dengan Jakarta International Stadium (JIS) merupakan stadion sepakbola yang bertaraf internasional. Stadion yang satu ini disebut-sebut sebagai mahakarya. Hal ini dikarenakan biaya pembangunannya yang mencapai sekitar 4,5 triliun rupiah. Biaya yang cukup fantastis untuk sebuah stadion bukan?

Namun sayangnya terdapat kejadian yang tidak terduga belakangan ini. Pasalnya terdapat insiden robohnya pagar pembatas tribun stadion JIS. Kejadian ambruknya pagar pembatas tersebut terjadi saat baru saja diresmikan. Insiden tersebut tentu saja mengundang tanda tanya besar terhadap kualitas bangunan stadion.

Bagaimana bisa stadion bertaraf internasional dan baru saja diresmikan, pagar pembatasnya bisa ambruk? Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun insiden tersebut tentu saja cukup menyita banyak perhatian. Kualitas dari sebuah bangunan tentu saja harus memberikan kenyamanan, keselamatan, kesehatan, hingga kemudahan bagi penggunanya.

Ada berbagai pihak yang meminta kualitas dari sarana dan prasarana yang ada di Jakarta International Stadium (JIS) untuk diperiksa kembali secara menyeluruh. Bukan tanpa sebab, hal ini bertujuan untuk meminimalisir kejadian serupa terulang kembali.

Pengecekan ulang mengenai kualitas bangunan yang ada di Jakarta International Stadium sangat dibutuhkan. Hal ini tentu saja mengingat mengenai biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah stadion tidak sedikit. Sehingga diharapkan kualitas bangunan dari JIS ini tidak sembarangan.

Peristiwa ambruknya pagar pembatas tribun JIS, Sumber: kompas.com
Peristiwa ambruknya pagar pembatas tribun JIS, Sumber: kompas.com

2. Stadion Arcamanik

Pada tanggal 9 November 2019, Stadion Arcamanik yang berlokasi di Bandung ini mengalami sebuah insiden. Bagian atap dari tribun Stadion Arcamanik tersebut runtuh dan menimpa halaman depan dan sebagian area voli pantai. Kejadian tersebut cukup menggegerkan warga dan membuat kaget masyarakat sekitar.

Peristiwa ambruknya atap stadion tersebut dikarenakan tiupan angin kencang yang melanda area sekitar. Kejadian tersebut berlangsung cukup cepat, hanya dalam waktu 1 menit atap-atap stadion sudah rubuh. Pada saat kejadian berlangsung, terdapat kelompok marching band Gita Pakuan yang sedang berlatih di sekitar stadion.

Namun untungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena tragedi tersebut. Pelatih dari kelompok marching band Gita Pakuan, langsung membubarkan timnya untuk menyelamatkan diri. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut tentu saja perlu diwaspadai dan tidak boleh terulang kembali.

Kejadian tersebut memang disebabkan karena tiupan angin kencang. Tapi bukan berarti faktor lainnya bisa dikesampingkan. Pihak terkait bisa mengkaji ulang mengenai kelaikan fungsi bangunan stadion. Hal ini bertujuan supaya kejadian serupa bisa diminimalisir. Dengan begitu stadion tetap aman digunakan meskipun ada banyak orang. 

Kejadian saat Stadion Arcamanik ambruk, Sumber: indozone.id
Kejadian saat Stadion Arcamanik ambruk, Sumber: indozone.id

3. Stadion Barombong

Fenomena tribun stadion ambruk selanjutnya datang dari Makassar, yakni Stadion Barombong. Kejadian ambruknya stadion tersebut terjadi pada tanggal 4 Desember 2017. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun para pekerja harus menghentikan pekerjaannya untuk sementara waktu.

Stadion bertaraf internasional ini disinyalir terdapat tindak pidana korupsi saat pembangunannya. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan bahan yang digunakan. Kejadian robohnya tribun lantai tiga bagian selatan ini terjadi pada saat proses pengecoran pembuatan tempat duduk.

Karena disinyalir terdapat tindak pidana korupsi, maka bisa jadi kualitas bangunan yang ada tidak sesuai standar. Itulah yang memungkinkan peristiwa ambruknya Stadion Barombong ini ambruk. Ketika kualitas bangunan tidak sesuai standar, maka kejadian serupa bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. 

Untuk meminimalisir kejadian serupa, tentunya setiap bangunan gedung membutuhkan uji kelaikan fungsi. Uji kelaikan fungsi tersebut akan dilakukan sebelum bangunan gedung digunakan. Dengan begitu, pihak pengelola bisa mengetahui apakah bangunan laik fungsi atau tidak. Jika tidak laik fungsi, maka bangunan tidak boleh digunakan.

Peristiwa ambruknya Stadion Barombong, Sumber: makassar.tribunnews.com
Peristiwa ambruknya Stadion Barombong, Sumber: makassar.tribunnews.com

4. Stadion Goffert

Jika tadi kita membahas mengenai stadion di Indonesia yang ambruk, kali ini kita akan membahas stadion ambruk yang ada di Belanda. Pada tanggal 17 Oktober 2021, terdapat sebuah insiden buruk yakni ambruknya tribun Stadion Goffert.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat Liga Belanda sedang berlangsung. Dimana para suporter sedang merayakan kemenangannya bersama tim pemain yang menang. Saat sedang selebrasi, tiba-tiba tribun stadion bagian depan roboh. Tribun bagian depan tersebut diisi paling tidak 35 orang penonton.

Beruntungnya, di bawah tribun terdapat kontainer yang mampu mencegah tribun jatuh lebih dalam. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun walikota Nijmegen meminta untuk di investigasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Kualitas bangunan yang ada di Stadion Goffert tentu saja dipertanyakan. Sebelum peristiwa tersebut terulang kembali, pihak dari stadion perlu melakukan investigasi lebih dalam. Sehingga mampu mengetahui penyebab utamanya.

Detik-detik saat tribun Stadion Goffert ambruk, Sumber: sportstars.id
Detik-detik saat tribun Stadion Goffert ambruk, Sumber: sportstars.id

Kesimpulan

Kejadian mengenai tribun stadion yang ambruk di atas hanyalah sebagian contoh tentang bangunan yang tidak laik fungsi. Kelalaian pihak pengelola terhadap kelaikan fungsi ini perlu dipertanyakan. Apalagi untuk bangunan yang bertaraf internasional. 

Jadi sebelum membukanya secara umum, pihak pengelola perlu memastikan bahwa bangunan tersebut sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi. SLF ini bisa dijadikan sebagai bukti bahwa bangunan sudah melewati tahap verifikasi keamanan untuk digunakan sebagaimana fungsinya.

Setiap bangunan gedung perlu memperhatikan mengenai tolok ukur keandalanya. Hal ini juga sudah ada di dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan meliputi aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Pastikan bahwa Anda menggunakan jasa penyedia SLF profesional untuk membantu Anda mengurusi Surat Laik Fungsi tersebut. Kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik siap untuk membantu Anda dalam hal pengurusan SLF. 

Jangan sampai bangunan gedung yang sudah Anda persiapkan mencelakai orang lain hanya karena tidak dilakukan pengecekan terlebih dahulu. 

Pastikan juga bila masa berlaku SLF habis, Anda segera mengurus perpanjangannya. Karena ketika mengurus perpanjangannya, akan ada uji kelaikan fungsi lagi seperti pada saat pertama kali membuat SLF. Dengan begitu bisa menghindari risiko bangunan ambruk seperti tribun stadion di atas.

Dampak Negatif Menyepelekan K3 Konstruksi, Anda Wajib Tau


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
K3 konstruksi, sumber: google.com

Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 konstruksi merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerjaan konstruksi.

Dalam upaya mewujudkan tertib dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, maka penyelenggara pekerjaan konstruksi harus dan wajib memenuhi berbagai syarat mengenai keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Dasar Hukum K3 Konstruksi

Berkaitan dengan diberlakukannya K3 dalam lingkungan kerja, ada beberapa landasan atau dasar hukum yang digunakan, di antaranya adalah:

  • UU no 01 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
  • UU no 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung
  • UU no 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
  • UU no 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi
  • Peraturan pemerintah no 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi
  • Peraturan pemerintah republik Indonesia no 36 tahun 2005 tentang bangunan gedung
  • Peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi republik Indonesia no 01 tahun 1980 tentang K3 konstruksi bangunan
  • Peraturan menteri tenaga kerja republik Indonesia no PER.05/MEN/1985 tentang pesawat angkat dan angkut
  • Peraturan menteri ketenagakerjaan RI no 9 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pada ketinggian
  • Keputusan direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no KEP-20/DJPPK/VI/2004 tentang sertifikasi kompetensi keselamatan kesehatan kerja bidang konstruksi bangunan
  • Keputusan direktur jendela pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no KEP-74/PPK/XII/2013 tentang lisensi keselamatan dan kesehatan kerja bidang supervise perncah
  • SKB menakertrans dan menPU ke 174/1986 dan no 104/KPTS/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan konstruksi beserta pedoman pelaksanaan K3 pada tempat kerja kegiatan konstruksi
  • Surat edaran dirjen binwas no 13/BW/1998 tentang akte pengawasan proyek konstruksi bangunan
  • Surat dirjen binawas no 147/BW/KK/IV/1997 tentang wajib lapor pekerjaan proyek konstruksi.
Landasan hukum K3, sumber: google.com
Landasan hukum K3, sumber: google.com

Tujuan K3 Konstruksi

Dalam undang-undang tahun 1970 dan landasan hukum lainnya terciptanya rambu-rambu K3 mempunyai peranan yang sangat penting untuk memfokuskan setiap kelancaran dan keselamatan selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Beberapa aturan dalam UU tersebut juga membahas tentang syarat hingga kelengkapan lain sebagai komponen dari keselamatan kerja. Begitu pula dengan tujuan dari K3 konstruksi, di antaranya adalah:

  • Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terintegrasi dan terstruktur
  • Untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dan menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktivitas
  • Untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan bermacam-macam risiko kecelakaan, kebakaran ataupun ledakan
  • Untuk memberikan petunjuk, arahan dan kesempatan jalan sebagai sarana penyelamatan diri pada suatu keadaan darurat yang sedang terjadi
  • Mampu menyalurkan pertolongan serta sebagai alat perlindungan saat terjadi suatu kecelakaan maupun keadaan darurat tertentu
  • Untuk melakukan pengendalian terhadap penyebarluasan kotoran, suhu, suara, angin, getaran serta berbagai faktor yang mempengaruhi lainnya
  • Untuk melaksanakan pengendalian terhadap timbulnya suatu penyakit karena kerja, baik fisik maupun psikis
  • Untuk penyelenggara dari aktivitas penyegaran suhu, udara dan kelembaban
  • Untuk memberikan penerangan yang sangat mencukupi pada kondisi darurat
  • Untuk mengatur langkah-langkah pengamanan sekaligus kelancaran pada proses evakuasi keadaan darurat sekaligus menjadi sarana pemeliharaan bangunan
  • Untuk menghasilkan adanya keserasian antara tenaga kerja dengan lingkungannya melalui aktivitas pemeliharaan kebersihan lingkungan dan
  • Untuk penyesuaian dan penyempurnaan bermacam-macam pengaman selama bekerja.

Prinsip Kerja K3 Konstruksi

Dalam melaksanakan setiap kegiatan dalam proyek konstruksi, perlu adanya prinsip kerja K3 dalam mencapai tujuan seluruh pihak, baik atasan maupun untuk pekerja itu sendiri. Di bawah ini beberapa prinsip kerja yang wajib diterapkan oleh seluruh pihak dalam K3 konstruksi.

Penyesuaian Kelengkapan Administrasi

Masalah surat menyurat atau administrasi wajib Anda lengkapi di awal pembangunan proyek konstruksi. Dimulai sejak pendaftaran proyek pada departemen kerja daerah pembangunan, pembayaran asuransi bagi tenaga kerja dan sebagainya.

K3 konstruksi, sumber: google.com
K3 konstruksi, sumber: google.com

Untuk bagian surat menyurat umumnya membutuhkan surat izin penggunaan jalan maupun fasilitas umum yang ada. Lebih dari itu, juga diperlukan surat keterangan penggunaan alat berat, karena mampu memberikan pengaruh tertentu bagi masyarakat sekitar.

Penyusunan Safety Plan

Salah satu rencana dalam pelaksanaan K3 ini bisa menunjang keberadaan pembangunan yang lebih lancar. Setiap pekerja tentu membutuhkan jaminan atas aktivitas maupun kegiatan konstruksi yang aman, nyaman dan terhindar dari adanya penyakit maupun kecelakaan.

Pelaksanaan dan Pelatihan Keamanan K3

Prinsip terakhir ini dilaksanakan melalui kerjasama yang transparan dan saling mendukung pada safety plan dengan perusahaan tertentu. pelaksanaan bisa terwujud dalam bentuk pengawasan khusus oleh K3 konstruksi.

Kegiatan pengawasan terdiri dari safety patrol, safety supervisor, serta safety meeting. Setiap unsurnya mempunyai peranan masing-masing bagi kesuksesan dan pencapaian tujuan pengawasan.

Fungsi K3 Konstruksi

Pada pelaksanaannya K3 mempunyai fungsi yang cukup banyak dan bermanfaat, baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja. Di bawah ini beberapa fungsi dari penerapan K3 konstruksi secara umum, adalah:

Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian akan adanya bahaya dan risiko bagi keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. Membantu memberikan saran dalam perencanaan, proses organisir, desain tempat kerja dan pelaksanaan kerja.

Sebagai pedoman dalam memantau kesehatan dan keselamatan para pekerja di lingkungan kerja. Memberikan saran mengenai informasi, edukasi dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.

Sebagai pedoman dalam membuat desain pengendalian bahaya, metode, prosedur dan program. Sebagai acuan dalam mengukur keefektifan tindakan pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya.

Efek Tidak Adanya K3 Konstruksi

Apabila K3 konstruksi tidak diterapkan ada beberapa efek yang akan terjadi. Dampak ini akan dirasakan oleh semua pihak baik perusahaan maupun para pekerjanya. Efek tersebut antara lain adalah:

Kerja Tidak Nyaman

Hal pertama yang akan terjadi adalah para pekerja tidak akan merasa nyaman saat bekerja. Hal tersebut disebabkan tidak diterapkannya prosedur dari K3 tersebut. Pola kerja pun menjadi lebih buruk dan para pekerja akan mempunyai rasa ragu saat bekerja.

Risiko Cedera dan Kematian

Apabila prosedur K3 konstruksi tidak dijalankan maka akan terjadi risiko cedera bahkan sampai risiko kematian oleh para pekerja. Padahal sebenarnya ada beberapa UU yang telah mengatur terkait dengan setiap pekerjaan yang mempunyai sifat yang spesifik.

Minimalisir cedera, sumber: google.com
Minimalisir cedera, sumber: google.com

Hasil Kerja Kurang Maksimal

Efek selanjutkan dari tidak adanya K3 konstruksi adalah hasil kerja yang kurang maksimal. Sebab salah satu tujuan diaplikasikannya prosedur K3 adalah untuk memberikan hasil yang lebih maksimal untuk setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja.

Merugikan Orang Lain di Area Kerja

Dampak negatif dari tidak diberlakukannya K3 bukan hanya bagi pekerja dan perusahaan saja, namun juga akan merugikan pihak lain di lingkungan perusahaan. Seperti kerugian yang disebabkan oleh limbah pabrik bagi masyarakat, baik secara langsung maupun bertahap. Untuk itu, penting menjalankan K3 dalam perusahaan konstruksi.

Kesulitan Menyelamatkan Diri Sendiri

Dampak negatif terakhir tidak adanya K3 adalah para pekerja sulit dalam menyelamatkan diri dan teman kerjanya saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Hal tersebut tentu saja akan sangat merugikan, baik secara materil maupun nyawa dan pada akhirnya mengganggu proses operasional dan produksi pada perusahaan.

Nah itulah, paparan singkat mengenai dampak negatif menyepelekan K3 konstruksi yang wajib Anda ketahui. Anda juga bisa membaca artikel berjudul pondasi bangunan untuk menambah wawasan Anda dan dapatkan artikel lainnya di website Eticon.