Bangunan Publik Wajib Ramah Difabel, Apa Saja Fasilitas yang Perlu Dipersiapkan?

Kaitan bangunan ramah penyandang disabilitas dengan SLF, Sumber: prideoneconstruction.com

Seperti halnya orang yang tidak memiliki keterbatasan, penyandang disabilitas pun juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas yang dapat memudahkan aksesibilitas mereka. Berbagai fasilitas khusus yang memadai harus dipersiapkan agar bangunan publik menjadi bangunan yang ramah difabel. 

Fasilitas khusus difabel, tidak hanya dapat memberikan kemudahan saja. Tetapi dengan fasilitas tersebut juga mampu memberikan kenyamanan bagi mereka ketika mengunjungi bangunan publik. Karena dibuat untuk mereka yang “spesial” maka standar dari fasilitasnya pun tentu berbeda dari fasilitas umumnya.

Fasilitas Penyandang Disabilitas yang Perlu Ada di Bangunan Publik

Lantas, fasilitas apa saja yang perlu dipersiapkan pada bangunan publik untuk memberikan kenyamanan bagi para penyandang difabel?

Bangunan publik wajib ramah difabel, Sumber: architectureanddesign.com.au
Bangunan publik wajib ramah difabel, Sumber: architectureanddesign.com.au

1. Ramp untuk Pengguna Kursi Roda

Sebuah bangunan dikatakan ramah untuk penyandang difabel apabila memiliki salah satu fasilitas, yaitu ramp. Secara umum, ramp adalah jalur pengganti anak tangga yang memiliki bidang dengan lebar dan kemiringan tertentu. Ramp digunakan sebagai akses alternatif untuk memudahkan mobilitas bagi orang yang tidak bisa menggunakan tangga, khususnya pengguna kursi roda baik diluar maupun didalam bangunan.

Idealnya, ramp memiliki lebar tidak kurang dari 90 cm (tanpa tepi) dan tidak kurang dari 120 cm (dengan tepi pengaman) agar memudahkan pengguna kursi roda saat menggerakkan rodanya sendiri. Untuk ramp yang berada di dalam bangunan memiliki sudut kemiringan tidak lebih dari 7 derajat. 

Sedangkan ramp di luar bangunan maksimal memiliki sudut kemiringan 6 derajat, karena jika lebih dari ketentuan tersebut dapat membuat ramp menjadi curam. Tidak hanya dapat diaplikasikan pada bangunan publik, ramp juga bisa dijadikan sebagai salah satu fasilitas tempat wisata yang harus dipenuhi.

2. Area Parkir Khusus Disabilitas

Fasilitas berupa area parkir khusus juga perlu disediakan pada bangunan publik agar ramah terhadap penyandang difabel. Karena digunakan oleh mereka yang memiliki keterbatasan, maka dari itu ukuran area parkir harus berukuran lebih luas dari area parkir umumnya.

Area parkir tersebut juga harus dilengkapi dengan passenger loading zones dimana fasilitas tersebut adalah tempat untuk akses naik turun dari kendaraan. Keberadaan tempat parkir difabel juga harus terletak dekat dengan rute menuju bangunan, maksimal 60 meter. Untuk ukurannya sendiri mempunyai lebar 370 cm (parkir tunggal) dan 620 cm (parkir ganda). 

Tempat parkir khusus ini dibuat lebih lebar dengan ruang bebas agar pengguna berkursi roda dapat dengan mudah masuk dan keluar dari kendaraannya. Umumnya, area parkir juga akan ditandai dengan simbol tanda parkir penyandang disabilitas yang berlaku.

3. Guiding Block

Guiding block (jalur pemandu) adalah markah yang sengaja dipasang untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya penyandang tunanetra ketika berjalan menuju ke sebuah bangunan publik. Jalurnya yang bertekstur inilah yang dimanfaatkan oleh penyandang tunanetra untuk mengarahkan atau memberi peringatan ketika sedang berjalan.

Guiding block sendiri memiliki dua tekstur yaitu garis-garis serta bulat, dan keduanya memiliki fungsi masing-masing. Dilansir dari kompas.com, dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan menjelaskan bahwa tekstur yang terdapat pada guiding block dibuat bukan tanpa alasan.

Tekstur garis-garis diartikan sebagai penunjuk arah perjalanan yang aman dilalui. Sementara tekstur bulat ditujukan sebagai peringatan terhadap adanya perubahan kondisi di sekitar jalan menuju bangunan yang dilewati. Guiding block juga memiliki warna berbeda dengan ubin lainnya, yaitu berwarna kuning mencolok untuk memberikan perbedaan warna antara ubin jalur pemandu dengan ubin lainnya.

4. Lift Prioritas

Sebuah bangunan juga dikatakan ramah bagi penyandang difabel jika menyediakan lift khusus di dalamnya. Fasilitas lift khusus dibuat dengan tujuan agar mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Standar ukurannya sendiri juga tentunya berbeda dengan lift pada umumnya, dan harus lebih lebar agar pengguna kursi roda dapat leluasa bergerak.

Di dalam ruang lift juga perlu dilengkapi hand-railing dengan tinggi minimal 80-90 cm yang berfungsi sebagai pegangan pengaman. Tombol lift juga dibuat dengan tinggi antara 90-120 cm atau minimal setinggi kursi roda agar mudah diakses.

Tidak sampai disitu saja, waktu buka-tutup lift harus lebih lama dari lift normal dan pastikan bahwa di atas lift terdapat tulisan “lift prioritas” agar fasilitas khusus tersebut tidak digunakan oleh sembarangan orang.

5. Toilet Khusus Difabel

Toilet merupakan salah satu kebutuhan vital bagi kehidupan manusia. Karena di tempat tersebut biasa dilakukan aktivitas buang air, cuci muka, maupun cuci tangan. Karena pentingnya fungsi toilet, maka tidak heran apabila setiap bangunan pasti memiliki setidaknya satu toilet, apalagi pada bangunan publik.

Untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna atau pengunjung, bangunan publik harus memiliki fasilitas toilet untuk pria, wanita, dan juga toilet khusus penyandang disabilitas. Tidak seperti toilet pada umumnya, standar toilet untuk penyandang disabilitas harus dibuat berbeda agar lebih aksesibel dan tidak membahayakan.

Umumnya, toilet difabel memiliki ukuran kubikal minimal 1,2 meter dengan lebar pintu minimal 100 meter agar pengguna kursi roda dapat leluasa keluar masuk. Untuk tinggi minimal kloset disabilitas adalah 44-45 cm dari lantai agar memudahkan perpindahan pengguna kursi roda.

Lantai toilet juga harus dibuat rata dengan material tidak licin serta dilengkapi dengan handrail sebagai pegangan menuju kloset. Terakhir, sediakan tombol alarm untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di dalam toilet dan pastikan tingginya 75-80 cm dari lantai agar mudah dijangkau.

Fasilitas toilet khusus yang perlu disediakan untuk penyandang difabel, Sumber: portablespace.co.uk
Fasilitas toilet khusus yang perlu disediakan untuk penyandang difabel, Sumber: portablespace.co.uk

Apakah Bangunan Publik Ramah Difabel Berkaitan dengan SLF?

Dari penjelasan diatas, mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa bangunan publik perlu menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas? Apakah hal tersebut berkaitan dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)?

Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung disebutkan bahwa penyediaan fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang cacat dan lanjut usia merupakan sebuah keharusan bagi semua gedung, kecuali tempat tinggal. Tidak sampai disitu saja, pada peraturan yang sama menjelaskan juga aksesibilitas pada bangunan gedung harus meliputi jalan masuk, jalan keluar, hubungan horizontal antar ruang. 

Juga hubungan vertikal dalam bangunan gedung dan sarana transportasi vertikal, serta penyediaan evakuasi bagi pengguna gedung termasuk kemudahan mencari, menemukan, dan menggunakan alat pertolongan dalam keadaan darurat bagi penghuni terutama bagi para penyandang disabilitas.

Bahkan dilansir dari news.harianjogja.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mewajibkan setiap pengembang yang mengajukan perizinan bangunan publik untuk menyertakan desain fasilitas khusus penyandang disabilitas ke dalam Gambar Perencanaan Arsitektur (GPA) untuk menciptakan bangunan yang ramah difabel.

Apabila tidak terdapat fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas maka perizinan bangunan tidak akan diproses dan tidak diterbitkan. Namun meskipun begitu, tidak hanya semata-mata menyediakan fasilitasnya saja tetapi perlu memastikan juga bahwa fasilitas yang tersedia memang layak digunakan dan dapat memberikan kemudahan.

Kaitan bangunan ramah penyandang disabilitas dengan SLF, Sumber: prideoneconstruction.com
Kaitan bangunan ramah penyandang disabilitas dengan SLF, Sumber: prideoneconstruction.com

Dari sini kita tahu bahwa untuk mengetahui apakah fasilitas disabilitas layak digunakan atau tidak, perlu dilakukan uji kelaikan fungsi bangunan yang dapat dibuktikan kelayakannya dengan terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Oleh karena itu, bagi para pengembang bangunan perlu mengurus perizinan bangunan bersama konsultan SLF terpercaya untuk memastikan bahwa bangunan yang dibuat ramah bagi penyandang difabel karena fasilitasnya memadai. Nah, itulah fasilitas bagi penyandang disabilitas yang perlu ada pada bangunan publik dan kaitannya dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Semoga bermanfaat!

Mengenal Lebih Dekat dengan Restorasi Bangunan yang Belum Banyak Orang Ketahui

Tujuan dari pemugaran bangunan, Sumber: essential.construction

Sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah restorasi. Istilah ini sering disangkutpautkan dengan permasalahan hutan, lahan konservasi, hingga bangunan yang sedang dalam masa perbaikan. Nah, tetapi pada kesempatan kali ini kami akan memberikan pemaparan mengenai restorasi pada bangunan. Apa itu yang dimaksud restorasi bangunan? Berikut penjelasan lengkapnya!

Mengenal Restorasi Bangunan

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah satu ini, restorasi atau pemugaran adalah suatu tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengembalikan suatu objek atau struktur ke kondisi seperti semula atau ke bentuk asli saat pertama kali dibuat, dalam hal ini adalah bentuk asli dari sebuah bangunan.

Dilansir dari media.neliti.com, terdapat dua definisi dari kegiatan pemugaran bangunan, pemugaran (dalam konteks yang luas) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan bentuk fisik bangunan seperti kondisi semula dengan menghilangkan tambahan-tambahan atau merakit kembali komponen eksisting menggunakan material baru.

Tentunya ini hampir sama dengan rekonstruksi bangunan yang proses pengembaliannya dapat menggunakan bahan lama maupun bahan baru. Sedangkan restorasi (dalam konteks terbatas) adalah proses pemugaran untuk mengembalikan bangunan semirip mungkin dengan bentuk aslinya yang disertai data pendukung, baik dari sisi konservasi arsitektur maupun strukturnya sehingga persyaratan teknis bangunan terpenuhi.

Proses pemugaran bisa dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari kondisi dan kebutuhan bangunan yang akan direstorasi. Upaya yang satu ini biasanya erat kaitannya dengan memperbaiki struktur, membersihkan, mengganti, dan memasang kembali bagian bangunan yang mengalami kerusakan atau lepas, hingga pengecatan ulang dengan tujuan untuk mengembalikan fungsinya seperti semula.

Pemugaran bangunan umumnya dilakukan pada bangunan-bangunan bersejarah, rumah, monumen, cagar budaya, dan bangunan penting lainnya untuk melindungi bangunan tersebut dari kerusakan yang dapat membuatnya kehilangan nilai sejarah dan ciri khasnya.

Mengenal lebih dekat dengan pemugaran bangunan, Sumber: usfa.fema.gov
Mengenal lebih dekat dengan pemugaran bangunan, Sumber: usfa.fema.gov

Apa Saja Tujuan dari Restorasi?

Jika dilihat dari penjelasan sebelumnya, tujuan utama dari restorasi adalah mengembalikan atau memulihkan bangunan seperti kondisi sebelumnya. Namun tidak hanya itu saja, karena terdapat beberapa tujuan lain dari dilakukannya kegiatan pemugaran bangunan. Apa saja tujuan tersebut? Simak penjelasannya sampai selesai!

1. Mengembalikan Keindahan Bangunan

Semakin tua usia bangunan, maka akan semakin berkurang pula nilai estetika pada bangunan tersebut. Biasanya bangunan akan mengalami kerusakan, cat mengelupas, hingga tampilan/visualnya tidak menarik lagi. Hal ini umumnya terjadi pada bangunan-bangunan bersejarah yang dibangun pada masa penjajahan.

Oleh sebab itu, tujuan dari restorasi adalah untuk mengembalikan keindahan bangunan tersebut. Tidak merubah tidak pula mengganti tampilan bangunannya, hanya saja dibuat kembali menjadi indah sesuai dengan awal dibuatnya bangunan tersebut.

Tujuan pemugaran ini bisa dilakukan dengan melakukan pengecatan ulang atau mengganti bagian yang sudah lepas dan hilang. Jadi bangunan akan kembali indah, namun tidak merubah fungsi dan nilai sejarahnya.

2. Mempertahankan Ciri Khas Desain Arsitektur

Setiap bangunan memiliki karakteristik desain dan arsitekturnya tersendiri. Karakteristik tersebut yang akhirnya membuat sebuah bangunan menjadi unik dan berbeda dari bangunan lainnya. Namun terkadang jika bangunan mengalami kerusakan dan dilakukan renovasi, akan membuat ciri khasnya menjadi hilang.

Hal tersebut tidak berlaku jika dilakukan dengan cara restorasi. Karena ketika kegiatan pemugaran dilakukan, ciri khas dari bangunan tersebut tidak akan hilang dan akan tetap terjaga. Bangunan akan dibuat dengan standar yang lebih baik, namun tidak meninggalkan ciri khas desain serta karakter sebelumnya.

3. Mempertahankan Nilai Bangunan

Sebagian besar orang beranggapan bahwa bangunan yang dibuat bukan hanya sekedar bangunan yang telah berdiri saja, namun terkadang bangunan tersebut memiliki nilai dan cerita bersejarah tersendiri di dalamnya.

Nilai yang dimaksud bukan hanya dalam sejarah bangunannya saja, tetapi juga mencakup cara penggunaan bangunan, dan bagaimana bangunan tersebut akhirnya dapat berdiri menjadi bangunan yang bernilai. Apabila bangunan tersebut mengalami kerusakan dan dilakukan renovasi, maka dapat menghilangkan nilai sejarah bangunannya.

Oleh karena itu, dilakukannya kegiatan pemugaran ini bertujuan untuk memperbaiki bangunan namun tetap mempertahankan nilai dari bangunan itu sendiri. Jadi, nilai sejarahnya tetap terjaga dan bangunan tepat terpelihara dengan baik.

Tujuan dari pemugaran bangunan, Sumber: essential.construction
Tujuan dari pemugaran bangunan, Sumber: essential.construction

Contoh Bangunan di Indonesia yang Direstorasi

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa bangunan yang memiliki nilai sejarah dan telah mendapatkan restorasi. Diantaranya sebagai berikut: 

1. Kota Tua Jakarta

Kota Tua merupakan salah satu ikon dari Kota Jakarta yang menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat di sekitarnya. Sebelumnya, tempat bersejarah yang mendapat julukan “Permata dari Asia” ini cukup lama terbengkalai dan tampilannya terlihat kusam. Bahkan gedung-gedung yang ada di Kota Tua sudah mengalami kerusakan parah.

Namun, saat mendapat restorasi pada tahun 2015, kawasan ini lebih layak untuk dikunjungi kembali. Dari pertama kali proses restorasi dilakukan hingga saat ini, bangunan bersejarah yang ada di kawasan tersebut, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Gedung Jasindo, dan museum lainnya menjadi lebih cantik dan dijadikan sebagai tujuan wisata sejarah di Ibu Kota Jakarta.

2. Gedung Indonesia Menggugat Bandung

Gedung Indonesia Menggugat adalah salah satu bangunan yang dianggap penting karena bagian dari sejarah Indonesia ketika Menuju Kemerdekaan. Rencana pemugaran bangunan yang terletak di Bandung ini dimulai pada tahun 1999, dan proses restorasinya berlangsung pada tahun 2004 hingga 2005.

Gedung Indonesia Menggugat dapat dikatakan sebagai contoh restorasi bangunan yang berhasil karena telah mengikuti prosedur peraturan tentang konservasi sesuai dengan peraturan daerah.

3. Candi Borobudur

Siapa yang tidak kenal dengan Candi Budha terbesar di dunia ini? Bangunan yang pernah masuk kedalam 7 keajaiban dunia ini merupakan warisan budaya dunia yang diakui UNESCO pada tahun 1991. Awalnya, Candi Borobudur ditemukan tidak dalam keadaan utuh seperti saat ini. Kemudian untuk pertama kalinya pada tahun 1955, dilakukan restorasi Candi Borobudur namun akhirnya proyek tersebut terhenti.

Lalu, pada 10 Agustus 1973 dilakukan kembali pemugaran Candi Borobudur yang harus selesai dalam waktu 10 tahun. Restorasi pada Candi Borobudur dimulai dengan meneliti penyebab kerusakan pada struktur candi, memperbaiki dinding dan lantai cantik yang miring, hingga menyusun kembali batu candi ke tempatnya semula.

Candi Borobudur sebagai salah satu contoh bangunan yang direstorasi, Sumber: unsplash.com
Candi Borobudur sebagai salah satu contoh bangunan yang direstorasi, Sumber: unsplash.com

Itulah penjelasan mengenai restorasi bangunan. Dimana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bangunan tua yang tidak layak dapat digunakan kembali dengan aman dan layak ketika sudah dilakukan restorasi. Tidak hanya itu, bangunan yang aman dan layak digunakan untuk operasional adalah bangunan yang sudah memenuhi persyaratan teknis, yang dibuktikan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sertifikat Laik Fungsi sendiri adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat untuk bangunan yang sudah memenuhi kelaikan fungsi bangunan. Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi bangunan yang Anda miliki, Anda bisa menggunakan konsultan SLF yang terpercaya dan berpengalaman dibidangnya. Dengan SLF, bangunan yang telah direstorasi akan kembali aman digunakan. Semoga informasinya bermanfaat!

Bangunan Modular, Apakah Kualitas Ketahanannya Sudah Bagus dan Layak? Begini Penjelasannya!

Kelayakan dan ketahanan bangunan prefabrikasi, Sumber: letsbuild.com

Pernahkan Anda mendengar bahwa komponen bangunan dapat diproduksi di sebuah pabrik terlebih dahulu dan kemudian baru dirakit ke lokasi? Bangunan dengan konsep ini digadang-gadang akan menjadi sebuah konsep pembangunan di masa depan yang memiliki segudang keunggulan. Bangunan tersebut dikenal sebagai bangunan modular.

Apa itu bangunan modular dan apakah bangunan yang diproduksi di pabrik tersebut layak digunakan dalam jangka waktu panjang? Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Bangunan Modular?

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan konstruksi modular, tetapi mungkin tidak sedikit juga yang masih belum familiar dengan istilah tersebut. Bangunan modular adalah bangunan yang proses pembuatan konstruksinya memanfaatkan fabrikasi pabrik, atau sederhananya kebanyakan struktur bangunan tersebut diproduksi di pabrik terlebih dahulu dan kemudian dilakukan perakitan ke lokasi dimana bangunan tersebut akan didirikan.

Oleh karena itu, jenis bangunan ini dikenal juga dengan istilah bangunan prefabrikasi. Karena proses pembuatannya dilakukan di pabrik, otomatis pembuatan setiap komponennya menggunakan bantuan mesin dan teknologi yang canggih. Berbeda dengan konstruksi konvensional pada umumnya yang bersifat permanen, konstruksi prefabrikasi dapat dibongkar pasang sesuai keinginan pemiliknya.

Meskipun begitu, bangunan modular tetap harus dirancang sesuai dengan aturan, pedoman, standar, dan kode bangunan khusus yang sudah ditetapkan. Tidak seperti konstruksi konvensional yang bisa dibuat oleh tukang bangunan, pada konstruksi prefabrikasi ini tidak semua tukang bangunan bisa membuatnya.

Hal ini karena jenis konstruksi modular merupakan metode baru yang membutuhkan ilmu dan pengetahuan khusus untuk proses pembangunannya. Konstruksi modular dapat diterapkan untuk berbagai jenis bangunan seperti rumah, bangunan pabrik, kantor modular, dan masih banyak lagi. Apakah tertarik mengaplikasikan jenis bangunan ini untuk hunian Anda? 

Mengenal jenis konstruksi modular, Sumber: thurstongroup.co.uk
Mengenal jenis konstruksi modular, Sumber: thurstongroup.co.uk

Mengenal Keunggulan dari Konstruksi Modular

Sama halnya dengan konstruksi konvensional, konstruksi modular juga memiliki keunggulan tersendiri. Berbagai keunggulan inilah yang membuatnya menjadi populer di kalangan masyarakat. Apa saja keunggulan dari bangunan prefabrikasi? Berikut penjelasannya. 

1. Biaya Pembangunan Relatif Terjangkau

Harga atau biaya adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk membuat sebuah bangunan. Apabila biaya yang dikeluarkan untuk membuat konstruksi konvensional dirasa sangat besar, maka bangunan prefabrikasi bisa dijadikan sebagai solusi tepat untuk permasalahan tersebut.

Biaya konstruksi untuk bangunan prefabrikasi relatif lebih terjangkau daripada bangunan konvensional. Terjangkaunya biaya bangunan modular disebabkan karena material yang digunakan untuk proses pembangunannya tidak begitu banyak, dapat dipangkas, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Di samping itu, Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar tukang dan alat-alat berat seperti pada pembangunan konstruksi konvensional. Dengan begitu, budget untuk membuat sebuah bangunan dapat ditekan dengan seminim mungkin. Tapi yang perlu diingat, harga dari bangunan prefabrikasi pastinya disesuaikan juga dengan luas dan besarnya bangunan itu sendiri.

2. Bangunan Ramah Lingkungan

Keunggulan lain dari bangunan prefabrikasi adalah bangunannya yang ramah lingkungan. Setiap komponen dari konstruksi modular dirakit melalui proses modern dengan menggunakan material ramah lingkungan.

Semua material yang digunakan pada jenis bangunan ini dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin sehingga dapat meminimalisir limbah yang bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Tidak hanya itu, umumnya bangunan modular juga lebih banyak menggunakan baja ringan pada strukturnya, berbeda dengan konstruksi konvensional yang memanfaatkan kayu sebagai materialnya.

3. Tidak Mengganggu Mobilitas

Karena sebagian besar komponen bangunannya diproduksi dan diselesaikan di pabrik, maka proses pembangunan konstruksi modular tidak akan mengganggu mobilitas di sekitarnya.  Lalu lintas kendaraan di lokasi pembangunan pun akan tetap aman, tidak terganggu dengan kendaran alat berat, truk pengangkut material seperti halnya dengan proses pembangunan konstruksi konvensional.

Dengan konsep modular ini proses membangun rumah akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan membangun rumah konvensional pada umumnya. 

4. Proses Pembangunan Cepat

Proses pembangunan yang cepat juga menjadi keunggulan dari konstruksi modular ini. Dibandingkan dengan proses membangun konstruksi konvensional, membangun konstruksi prefabrikasi memang memakan waktu yang relatif lebih cepat.

Pasalnya, bangunan dengan metode modular memiliki perencanaan awal yang lebih matang dan proses pembuatan komponennya dapat terus berjalan tanpa terganggu faktor perubahan cuaca. Di samping itu, setiap komponen bangunan dibuat menggunakan mesin yang pastinya dapat membuat proses pengerjaan menjadi lebih cepat karena dapat dilakukan secara bersamaan.

5. Struktur Bangunan Tahan Gempa

Proses pembuatan struktur konstruksi yang menggunakan mesin, terkadang membuat sebagian orang berfikir bahwa konsep bangunan modular tidak tahan gempa seperti bangunan konvensional pada umumnya. Namun ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Karena meskipun diproduksi di lingkungan manufaktur, rakitan struktur bangunan tersebut memiliki kualitas yang seragam. Selain itu, karena sebagian besar materialnya menggunakan baja ringan jadi lebih tahan terhadap guncangan gempa daripada material berat pada rumah konvensional.

Dengan metode prefabrikasi ini juga setiap komponen yang dirakit tidak luput dari pengawasan sehingga menghasilkan bangunan modular yang berkualitas.

Berbagai keunggulan jenis bangunan fabrikasi pabrik, Sumber: 360connect.com
Berbagai keunggulan jenis bangunan fabrikasi pabrik, Sumber: 360connect.com

Dari Segi Kelayakan, Apakah Bangunan Modular Layak Digunakan?

Meskipun memiliki berbagai keunggulan, namun tidak sedikit juga yang masih meragukan ketahanan dan kelayakan dari bangunan prefabrikasi ini. Tapi sebenarnya, apakah bangunan modular layak digunakan seperti bangunan konvensional pada umumnya? Dari segi ketahanan dan kelayakan, konstruksi prefabrikasi tergolong konstruksi yang aman dan layak digunakan.

Hal ini karena sebelum dilakukan proses pemasangan ke lokasi untuk membentuk sebuah bangunan yang utuh, setiap komponen dari bangunan telah diuji kelayakan terlebih dahulu di pabrik. Namun meskipun demikian, ketika setiap komponennya sudah terpasang dan menjadi satu kesatuan bangunan yang utuh tetap perlu dilakukan uji kelayakan pada bangunan tersebut sebelum digunakan.

Uji kelayakan bangunan ditujukan untuk menguji apakah bangunan modular aman digunakan demi mendapatkan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan dalam pemakaian konstruksi modular tersebut. Bangunan prefabrikasi yang sudah memenuhi persyaratan dan layak digunakan dapat dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sertifikat Laik Fungsi sendiri merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah setempat untuk bangunan yang sudah memenuhi persyaratan fisik maupun teknis, termasuk pada bangunan prefabrikasi. Oleh karena itu tidak hanya uji kelayakan dari pabrik saja, bangunan modular dapat dikatakan sebagai bangunan yang aman digunakan jika sudah memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang diterbitkan oleh pemerintah.

Kelayakan dan ketahanan bangunan prefabrikasi, Sumber: letsbuild.com
Kelayakan dan ketahanan bangunan prefabrikasi, Sumber: letsbuild.com

Itulah penjelasan mengenai bangunan modular yang tetap harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi sebelum digunakan. Mengingat pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan prefabrikasi, maka Anda harus segera mengurusnya agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Apabila mengurus Sertifikat Laik Fungsi dirasa merepotkan dan menyita waktu, Anda bisa menggunakan jasa konsultan SLF terpercaya dan berpengalaman. Dengan menggunakan jasa konsultan SLF, bangunan Anda akan mendapatkan sertifikat dengan mudah, cepat, dan tepat. Ayo segera urus SLF bangunan modular Anda kepada ahlinya untuk kenyamanan jangka panjang!

Pertamina Tower, Gedung Pencakar Langit yang Akan Dibangun di Indonesia

Menara Pertamina sebagai salah satu gedung pencakar langit di Indonesia, Sumber: ekbis.sindonews.com

Sebagian besar masyarakat di Indonesia tentunya sudah sempat mendengar berita yang beredar beberapa saat lalu mengenai gedung Pertamina Tower yang akan dibangun di kawasan Jakarta. Gedung tersebut digadang-gadang akan menjadi salah satu gedung tertinggi di Indonesia yang bahkan ketinggiannya dapat mengalahkan Menara Kembar Petronas yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun, bagaimana saat ini nasib dari Gedung Pertamina tersebut? Apakah pembangunannya dirampungkan sesuai rencana atau justru terhenti? Mungkin pembahasan kali ini bisa menjawab rasa penasaran Anda!

Rencana Pembangunan Pertamina Tower di Indonesia

Rencana pembangunan menara Pertamina memang sudah diberitakan pada tahun 2013 silam dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Pertamina Energy Tower adalah sebuah gedung yang digadang-gadang akan menjadi salah satu gedung pencakar langit yang dimiliki oleh Indonesia. Rencana awal, gedung ini akan dibangun di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta dengan tinggi kurang lebih 530 meter dan memiliki total 99 lantai.

Pertamina Tower akan dibangun di atas lahan seluas 5,7 hektar dengan luas total bangunannya sendiri sekitar 540 ribu m2 yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Berbagai fasilitas tersebut diantara seperti masjid yang memiliki kapasitas hingga 5 ribu orang, beberapa ruang pertemuan, pusat energi, hingga fasilitas olahraga.

Nantinya, Pertamina Tower juga ditargetkan akan menjadi tempat tinggal, bekerja, dan bermain yang mampu menampung sebanyak 23 ribu pekerja Pertamina dan seluruh anak perusahaan dengan tujuan agar para pekerja dapat bekerja secara efektif dan efisien untuk menangani berbagai aspek bisnis energi. Dengan biaya investasi sebesar, 1,7 miliar dolar AS, gedung ini dianggap akan menjadi simbol Pertamina di jajaran perusahaan kelas dunia.

Rencana pembangunan Pertamina Energy Tower saat ini, Sumber: civilarchitectureconstruction.blogspot.com
Rencana pembangunan Pertamina Energy Tower saat ini, Sumber: civilarchitectureconstruction.blogspot.com

Rencana serius pembangunan gedung Pertamina ini bahkan juga sudah ditandai dengan peletakan batu pertama pada Desember 2013 oleh Karen Agustiawan yang merupakan Dirut Pertamina pada saat itu. Tidak sampai disitu saja, rencana pembangunan Pertamina Tower ini juga akan menggandeng Skidmore Owings Merrill LLP (SOM) sebagai konsultan utama dan Turner Internasional sebagai project management.

Dimana keduanya merupakan konsultan yang terlibat dalam penggarapan proyek gedung tertinggi dan fenomenal di dunia yaitu Burj Khalifa yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dari dalam negeri, proyek pembangunan ini juga turut melibatkan PT Airmas Asri sebagai konsultan arsitek dan PT Wiratama & Associates sebagai konsultan struktur, KSO PT Pembangunan Perumahan, dan PT Hutama Karya sebagai pelaksana proyek Central Energy Plant.

Pertamina Energy Tower juga akan memanfaatkan seluruh potensi energi terbarukan seperti geothermal, elemen angin, elemen air, panas matahari, dan gas untuk menyokong aktivitas pada menara. Pasalnya, gedung ini akan menjadi ikon energi di Indonesia karena 80% dari menara ini diklaim hemat energi dan dimana 55% luas lahan akan digunakan sebagai area terbuka hijau yang terdapat sistem recycle air hujan serta dilengkapi dengan zero water run-off dan renewable energy showcase.

Dengan konsep green building yang diterapkan tersebut, diharapkan mampu membantu Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk menjaga resapan air hujan. Namun meskipun begitu, pembangunan gedung Pertamina tetap harus memiliki perizinan lingkungan untuk meminimalisir dampak pembangunan bagi lingkungan di sekitarnya.

Untuk desain bangunannya sendiri, rencananya bagian paling atas menara akan didesain membulat dan terbuka, sehingga bagian tersebut bisa menjadi “corong angin” yang bermanfaat untuk mempercepat kecepatan angin di lantai atas agar menghasilkan energi. Desain tersebut disesuaikan juga dengan kawasan Jakarta untuk dapat mengurangi panas dari matahari.

Menara Pertamina sebagai salah satu gedung pencakar langit di Indonesia, Sumber: ekbis.sindonews.com
Menara Pertamina sebagai salah satu gedung pencakar langit di Indonesia, Sumber: ekbis.sindonews.com

Bagaimana Rencana Pembangunan Pertamina Tower Saat Ini?

Setelah peletakan batu pertama pada tahun 2013, lalu bagaimana dengan perkembangan pembangunan gedung Pertamina saat ini? Sayangnya rencana pembangunan tersebut hanya sebatas peletakan batu pertama, karena gedung pencakar langit yang pembangunannya ditargetkan rampung pada tahun 2020 lalu ini ternyata pembangunannya telah berhenti sejak tahun 2014. 

Bahkan hingga saat ini belum terdapat lagi aktivitas bahwa akan dilakukan pembangunan kembali. Kalaupun pembangunan Pertamina Energy Tower dilanjutkan kembali, tidak lagi dibangun setinggi 530 meter dan jumlah lantainya pun tidak mencapai 99 tetapi akan dikurangi. Lantas, apa yang menyebabkan pembangunan tersebut berubah dari rencana awal? 

Dilansir dari kompasiana.com, Dwi Soetjipto selaku Dirut Pertamina pengganti Karen Agustiawan menjelaskan bahwa jumlah lantai akan dikurangi menyusul pertimbangan tarif sewa tenant yang semakin mahal sehingga tidak sesuai dengan market dan menjadi tidak ekonomis. Untuk biaya sewa per meter2 saja dibandrol dengan harga 70 dolar AS, jadi sudah bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk 99 lantai.

Dengan biaya sebesar itu, dikhawatirkan akan membuat pembeli atau penyewa gedung enggan untuk membeli maupun menyewa. Tetapi beliau juga menegaskan, pembangunan gedung Pertamina berpotensi dilanjutkan kembali apabila harga minyak mentah dunia yang turun 50% dibanding tahun 2014 lalu sudah membaik.

Berhentinya pembangunan Pertamina Energy Pertamina Tower juga disusul karena adanya revisi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Meskipun berpotensi untuk dilakukan pembangunan kembali, namun belum terdapat waktu pasti kapan pembangunannya akan mulai.

Karena saat ini, Pertamina masih fokus mendefinisikan proyek apa saja yang akan menjadi prioritas utama dari perusahaan yang terbentang dari hulu ke hilir, di dalam dan di luar negeri ini. Sayangnya dari berbagai prioritas tersebut, menara Pertamina tidak masuk dalam salah satu prioritas tersebut.

Sebenarnya cukup disayangkan pembangunan Pertamina Energy Tower dihentikan sampai waktu yang tidak ditentukan, karena mengingat proyek ini adalah proyek besar yang pastinya kehadirannya dinantikan terutama oleh para pekerja Pertamina. Dari rencana awal pembangunnya saja, sudah terbayangkan bahwa menara Pertamina akan menjadi bangunan yang megah dan mewah untuk bersaing di kelas dunia.

Ilustrasi hasil akhir menara Pertamina, Sumber: flickr.com
Ilustrasi hasil akhir menara Pertamina, Sumber: flickr.com

Apabila Dilanjutkan Kembali, Apakah Perlu Memiliki SLF?

Secara garis besar pembangunan Pertamina Tower tidak terkendala oleh perizinan dan lain halnya, hanya saja biaya yang semakin mahal memang menjadi alasan utama mengapa pembangunan gedung tersebut terhenti sementara waktu. Namun meskipun begitu apabila perencanaan pembangunan akan dilanjutkan kembali, gedung Pertamina tetap harus memiliki perizinan yang jelas terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Karena jika gedung tidak memiliki dan tidak dapat membuktikan kelayakannya dengan Sertifikat Laik Fungsi, maka pembangunan yang telah dilakukan akan menjadi percuma. Sama halnya dengan bangunan lainnya, gedung Pertamina yang tidak dilengkapi dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) tidak akan dapat dioperasionalkan sebagaimana mestinya. Parahnya, gedung tersebut dapat dibongkar secara paksa.

Mengingat pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk sebuah bangunan termasuk Pertamina Tower, maka para pengembang atau pemilik gedung harus mengurus Sertifikat Laik Fungsi sebelum gedung dioperasikan. Mengurus Sertifikat Laik Fungsi dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan akurat apabila menggunakan konsultan SLF yang berpengalaman. 

Oleh karena itu, para pengembang harus benar-benar mencari konsultan SLF yang berkompeten untuk kelancaran operasional bangunan. Semoga informasi tersebut bermanfaat!

Apakah SLF adalah Dokumen Penting untuk Perusahaan Multinasional? Begini Penjelasannya!

Contoh perusahaan multinasional di Indonesia, Sumber: ragamlampung.com

Perusahaan multinasional atau multinational corporation tentunya sudah sering kita dengar di kehidupan sehari-hari, karena di Indonesia pun banyak berdiri perusahaan tersebut. Tapi tentunya sebelum dapat dioperasikan, perusahaan multinasional perlu mendapatkan izin dan sertifikat dari pihak berwenang terlebih dahulu, salah satu dokumen tersebut adalah dokumen SLF. Tapi sebenarnya seberapa pentingkah dokumen SLF pada perusahaan multinasional?

Mengenal Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional atau multinational corporation tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Tapi terkadang kita hanya tau namanya saja tanpa tahu arti sesungguhnya dari perusahaan tersebut. Nah, sebenarnya apa perusahaan multinasional atau multinational corporation itu?

Perusahaan multinasional sendiri adalah perusahaan yang mengembangkan diri di pasar internasional dengan mencoba hadir di berbagai kota penting di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, perusahaan ini mempunyai kantor di berbagai negara lainnya. Secara umum, perusahaan multinasional dikembangkan dengan status perseroan terbatas (PT) di berbagai negara.

Tetapi, saham yang ada didalamnya akan dikendalikan oleh perusahaan induk dan saham perusahaan tidak akan terdaftar di bursa saham lokal. Perusahaan multinasional dapat dikatakan sebagai perusahaan yang mampu mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara.

Karena perusahaan ini memiliki peranan yang cukup penting dalam kegiatan ekspor dan impor, transaksi di tingkat internasional, hingga kegiatan penanaman modal asing di berbagai negara dengan tujuan tertentu. Di Indonesia sendiri terdapat banyak perusahaan multinasional yang cukup populer di kalangan masyarakat, seperti Semen Indonesia, Garuda Food, Indofood, Google, Nestle, Kentucky Fried Chicken (KFC), Unilever, hingga Nike.

Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi untuk perusahaan multinasional, Sumber: virtualofficeku.co.id
Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi untuk perusahaan multinasional, Sumber: virtualofficeku.co.id

Pentingkah Dokumen SLF untuk Perusahaan Multinasional?

Banyaknya perusahaan multinasional yang berkembang di Indonesia mungkin membuat sebagian dari kita bertanya-tanya, apakah mendirikan perusahaan tersebut sekedar mendirikan dan kemudian bisa digunakan atau membutuhkan berbagai dokumen penting yang harus dipersiapkan.

Mendirikan sebuah gedung tentunya tidak hanya sekedar gedung tersebut jadi kemudian digunakan begitu saja. Sebelum digunakan gedung haruslah mengantongi izin terlebih dahulu untuk digunakan secara legal, tak terkecuali gedung perusahaan multinasional. Salah satu dokumen atau izin yang harus dimiliki oleh perusahaan multinasional adalah Sertifikat Laik Fungsi atau SLF. 

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sendiri adalah sebuah dokumen atau sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk bangunan yang telah selesai dibangun dan sudah memenuhi persyaratan kelayakan bangunan baik secara administrasi maupun teknis. Tapi sebenarnya sebegitu pentingkah dokumen SLF untuk perusahaan multinasional?

Ya, posisi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sangat penting dan sangat mutlak dipersiapkan ketika akan menggunakan perusahaan tersebut. Pasalnya, perusahaan multinasional adalah tempat yang di dalamnya terdapat banyak orang untuk melakukan berbagai kegiatan. Sehingga dokumen SLF sangat penting dipersiapkan oleh perusahaan multinasional sebagai upaya untuk memenuhi kenyamanan dan keamanan para penggunanya.

Karena keandalan bangunan dibuktikan dengan adanya SLF dengan memenuhi beberapa aspek seperti aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan sebagai tolak ukur bahwa bangunan tersebut sudah dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Berbagai tolak ukur tersebut akan dilihat dan dikaji dari segi struktur bangunan, proteksi bahaya atau pengaman bencana, pencahayaan bangunan, ketersediaan air bersih, sanitasi, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pemanfaatan bangunan. Perusahaan multinasional tanpa dilengkapi dengan dokumen SLF adalah perusahaan yang dapat dikatakan ilegal.

Tidak hanya itu, perusahaan multinasional yang belum mengantongi izin maka tingkat keamanan dan kenyamanannya belum teruji dan dapat berpotensi membahayakan penggunanya dan lingkungan sekitar.

Dasar Hukum Perusahaan Multinasional Perlu Mengantongi SLF

Secara hukum, kepemilikan SLF bagi sebuah bangunan termasuk perusahaan multinasional telah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pada Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa setiap bangunan harus selalu dalam kondisi kokoh dan laik fungsi.

Sebagai bukti bahwa bangunan tersebut legal dan layak dioperasikan, pemerintah daerah dapat menerbitkan SLF bangunan gedung. Begitu pentingnya SLF, sehingga apabila perusahaan multinasional tidak memiliki sertifikat tersebut maka pengembang/pengguna tidak dapat menerbitkan Akta Jual Beli (AJB) hingga tidak dapat membuka cabang bank pada perusahaan tersebut.

Tidak sampai disitu saja, jika tidak melengkapi perusahaan multinasional dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) maka akan diberikan sanksi administrasi maupun pidana. Sesuai dengan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2014 Pasal 124, apabila bangunan tidak memiliki SLF maka akan diberikan sanksi administrasi berupa peringatan tertulis dan lebih parahnya perintah pembongkaran bangunan.

Jika dilakukan pembongkaran tentu akan sangat merugikan bagi semua pihak, bukan? Untuk pemilik, penanam saham, bahkan untuk karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Contoh perusahaan multinasional di Indonesia, Sumber: ragamlampung.com
Contoh perusahaan multinasional di Indonesia, Sumber: ragamlampung.com

Persyaratan Pengajuan SLF Perusahaan Multinasional

Dalam proses pengajuannya, terdapat beberapa persyaratan SLF yang harus harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dimana persyaratan tersebut meliputi dua pemenuhan, diantaranya persyaratan administratif dan teknis.

Persyaratan Administrasi

Adapun persyaratan administrasi untuk pengajuan dokumen SLF bagi bangunan, termasuk perusahaan multinasional, adalah sebagai berikut:

  1. Status hak atas tanah yang dapat dibuktikan dengan bukti status hak atas tanah atau surat perjanjian pemanfaatan apabila pemilik bangunan gedung bukan pemegang hak atas tanah
  2. Status kepemilikan bangunan gedung yang dilengkapi dengan KTP pemilik
  3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
  4. Surat permohonan kelaikan fungsi bangunan
  5. As-Built Drawing atau gambar rekaman akhir yang dibuat sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Persyaratan Teknis

Sementara persyaratan teknis bangunan gedung akan dikaji melalui tata bangunan dan keandalan bangunan gedung. Persyaratan tata bangunan yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Persyaratan peruntukan bangunan gedung, merupakan kesesuaian fungsi dengan peruntukan dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota, rencana detail tata ruang kabupaten/kota, maupun rencana tata bangunan dan lingkungan.
  2. Persyaratan intensitas bangunan gedung, yang meliputi kepadatan, ketinggian, dan jarak bebas bangunan gedung.
  3. Persyaratan arsitektur bangunan gedung, yang meliputi penampilan, tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya.
  4. Persyaratan pengendalian dampak lingkungan, merupakan persyaratan izin lingkungan untuk bangunan gedung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk perusahaan multinasional yang sudah memenuhi syarat dari hasil pemeriksaan kelaikan fungsi, maka akan diberikan SLF sebagai izin operasional gedung. Begitupun sebaliknya, apabila perusahaan multinasional belum memenuhi syarat maka tidak dapat diberikan SLF dengan catatan mengenai poin-poin yang harus diperbaiki atau dilengkapi sampai memenuhi persyaratan kelaikan fungsi.

Uji kelayakan untuk jaminan perusahaan multinasional yang aman, Sumber: eticon.co.id
Uji kelayakan untuk jaminan perusahaan multinasional yang aman, Sumber: eticon.co.id

Kepengurusan SLF Perusahaan Multinasional Bersama Eticon

Mengingat pentingnya dokumen SLF bagi perusahaan multinasional, maka dari itu para pengembang/pemilik perusahaan harus segera mengurus Sertifikat Laik Fungsi bagi bangunan tersebut.

Apabila mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dirasa merepotkan, para pengembang/pemilik perusahaan dapat menggunakan jasa dari konsultan SLF yang benar-benar berpengalaman. PT Eticon Rekayasa Teknik dapat Anda jadikan sebagai solusi yang tepat untuk membantu pengurusan dokumen SLF.

Dengan mempercayakan pengurusan Sertifikat Laik Fungsi perusahaan multinasional Anda kepada kami, proses pengurusan akan mudah, cepat, dan tepat. Jadi, jangan tunda untuk mengurus SLF perusahaan multinasional Anda bersama kami. PT Eticon Rekayasa Teknik siap menjadi partner terbaik bagi Anda!

Renovasi Stadion Kanjuruhan Dilakukan, Apakah Benar Karena Bangunan Tidak Layak Digunakan?

Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Malang, Sumber: jatim.inews.id

Pada tanggal 01 Oktober 2022 Indonesia digemparkan oleh tragedi yang cukup besar bahkan menyita perhatian dunia. Ya, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang sampai saat ini masih menyisakan duka mendalam, dimana tragedi tersebut menewaskan ratusan korban. Karena alasan itulah, Pemerintah Indonesia akan melakukan renovasi Stadion Kanjuruhan untuk menghindari hal serupa dapat terjadi kembali.

Sampai detik ini, tragedi Kanjuruhan memang masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepak bola dan keluarga yang ditinggalkan. Tragedi yang terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya ini menyebabkan ratusan orang menjadi korban.

Dilansir dari cnnindonesia.com, setidaknya total korban dari tragedi tersebut mencapai 754 orang, 596 mengalami luka ringan hingga sedang, 26 orang mengalami luka berat, dan 132 orang diantaranya meninggal dunia. Jumlah kematian tersebut adalah yang terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Tidak hanya menyisakan duka mendalam, tragedi Kanjuruhan juga cukup menyisakan tanya, mengapa insiden tersebut sampai bisa terjadi. Terdapat beberapa faktor mengapa insiden tumpah darah tersebut bisa terjadi. Mulai dari gas air mata yang ditembakkan aparat ke tribun stadion untuk meredam aksi yang memanas hingga penumpukan supporter di pintu keluar yang menyebabkan kekurangan oksigen dan membuat para suporter terinjak-injak.

Terjadinya penumpukan supporter di pintu keluar stadion disebabkan oleh banyaknya suporter yang saat itu mencapai 42rb, sedangkan kapasitas Stadion Kanjuruhan saja hanya 38rb. Tapi di samping itu semua, faktor lain yang juga menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan ini adalah Stadion Kanjuruhan Malang tidak layak digunakan dalam perhelatan sepak bola liga 1.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan Malang perlu dilakukan renovasi agar sesuai dengan standar untuk menghindari kejadian serupa.

Potret setelah tragedi Kanjuruhan pada tanggal 01 Oktober 2022, Sumber: rt.com
Potret setelah tragedi Kanjuruhan pada tanggal 01 Oktober 2022, Sumber: rt.com

Alasan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang

Selain karena insiden Kanjuruhan yang menyebabkan adanya kerusakan pada fasilitas stadion, terdapat berbagai alasan mengapa pemerintah melakukan renovasi total pada Stadion Kanjuruhan. Setidaknya, ditemukan tujuh indikasi yang menjadikan Stadion Kanjuruhan Malang tidak layak untuk digunakan.

Dimana tiga diantaranya terdapat indikasi yang berkaitan erat dengan terjadinya tragedi Kanjuruhan. Dengan berbagai indikasi tersebut, dapat dijadikan sebagai kriteria untuk melakukan renovasi total Stadion Kanjuruhan.

Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan sendiri akan dilakukan pada awal tahun 2023 dengan estimasi waktu kurang lebih 1 tahun kedepan. Terdapat berapa indikasi mengapa pemerintah melakukan renovasi pada Stadion Kanjuruhan Malang, diantaranya sebagai berikut: 

1. Tangga Tribun

Indikasi pertama yang ditemukan adalah tidak tersedianya tangga pada tribun ekonomi stadion. Sehingga hal tersebut membuat para penggunanya langsung turun ke bawah dari tribun atasnya tanpa bantuan tangga. Hal tersebut tentunya akan sangat membahayakan keselamatan penonton saat sedang dalam keadaan panik seperti pada tragedi Kanjuruhan 2022.

2. Pintu Stadion

Terdapat beberapa macam pintu yang ada di Stadion Kanjuruhan seperti pintu tipe harmonika dan juga tipe swing. Namun sayangnya, jarak antara pintu dan juga tangga stadion hanya berkisar 30 cm saja. Sehingga tidak ada protokol keselamatan untuk hal tersebut.

Jadi ketika sedang dalam keadaan panik ada kemungkinan bahwa penonton terjatuh, mengingat anak tangga tersebut cukup curam dan tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar yang berlaku.

3. Tidak Terdapat Pintu Darurat

Tidak tersedianya pintu darurat yang dapat diakses penonton juga menjadi alasan mengapa Stadion Kanjuruhan perlu dilakukan renovasi dan menjadi indikasi terjadinya tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa. Sebenarnya di Stadion Kanjuruhan terdapat total 6 pintu untuk kepentingan ambulans dan yang lainnya.

Hanya saja pintu tersebut tidak dapat diakses oleh penonton di tribun. Jadi, meskipun pintu tersebut berukuran cukup besar dan dapat dilalui oleh mobil, namun sayangnya pintu tidak dapat diakses oleh penonton. Atau dengan kata lain, ketika tragedi terjadi pintu tersebut tidak dibuka.

4. Minimnya Penerangan Tribun

Dari segi penerangan, penerangan pada tribun stadion juga masih kurang layak. Sehingga saat diselenggarakan pertandingan pada malam hari akan sangat menyulitkan.

Potret Stadion Kanjuruhan kebanggaan masyarakat Malang, Sumber: id.wikipedia.org
Potret Stadion Kanjuruhan kebanggaan masyarakat Malang, Sumber: id.wikipedia.org

5. Fasilitas Toilet yang Kurang Layak

Toilet yang tersedia di Stadion Kanjuruhan juga terbilang kurang layak. Belum lagi jumlah toiletnya yang terbatas untuk kapasitas penonton yang lebih dari 30rb.

6. Per Ring Level Stadion

Tidak adanya penyangga di pinggir stadion juga membuat penonton dapat masuk begitu saja. Padahal seharusnya, penonton tidak dapat masuk begitu saja. Perlu adanya per ring level di pinggir stadion yang lebih luas agar hal tersebut dapat diminimalisir dan penonton tidak mudah langsung masuk ke stadion.

7. Pagar Pembatas Penonton

Pagar pembatas penonton juga sangat perlu untuk dilakukan perbaikan. Karena pagar yang memisahkan tribun dan lapangan dapat dijadikan sebagai media untuk penonton memanjat. Jika pagar pembatas diperbaiki, maka dapat meminimalisir penonton yang dapat memanjat pagar stadion.

8. Pembuatan Monumen

Pembuatan monumen merupakan alasan tambahan dari rencana renovasi Stadion Kanjuruhan. Pembangunan monumen ini dilakukan untuk mengenang dan sebagai rasa hormat kepada para suporter yang menjadi korban pada tragedi Kanjuruhan.

Apakah Tragedi dan Renovasi Stadion Kanjuruhan Karena Tidak Memiliki SLF?

Dari segi fisik, mungkin stadion kebanggaan masyarakat Malang ini terlihat mentereng dan layak digunakan untuk berbagai event. Namun sayangnya, Stadion Kanjuruhan Malang masih jauh dari kata layak karena berbagai fasilitas yang dimilikinya masih kurang memenuhi standar yang berlaku.

Tidak sampai disitu saja, ternyata Stadion Kanjuruhan juga tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terbaru yang dapat dijadikan acuan untuk menjamin keselamatan penonton. Dilansir dari bicaraindonesia.id, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Stadion Kanjuruhan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) stadion namun persyaratan laik fungsinya tidak tercukupi dan menggunakan SLF dari tahun 2020.

Serta terdapat beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi tetapi tidak dipenuhi dan belum ada perbaikan terhadap catatan dari hasil verifikasi tersebut, khususnya terkait masalah keselamatan penonton. Padahal Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah salah satu dokumen penting yang harus dimiliki sebelum stadion dapat dioperasikan.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan dari pengguna stadion. Jika SLF lama belum diperbaharui apalagi masih terdapat catatan terkait keandalan bangunan stadion, artinya bangunan tersebut belum layak untuk dioperasikan. Apabila masih nekat dioperasikan, maka dapat membahayakan keselamatan penggunanya, termasuk yang terjadi pada tragedi Stadion Kanjuruhan.

Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Malang, Sumber: jatim.inews.id
Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Malang, Sumber: jatim.inews.id

Agar tragedi lain seperti tragedi Kanjuruhan tidak terulang kembali. Maka dari itu, selain memperbaiki fasilitas dan fisik dari stadion itu sendiri tetapi juga harus melengkapi bangunan stadion dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Apabila mengurus SLF dirasa merepotkan dan menyita waktu, sebenarnya pengelola stadion dapat menggunakan jasa dari konsultan SLF yang berpengalaman. PT Eticon Rekayasa Teknik dapat dijadikan sebagai pilihan yang tepat untuk pengurusan SLF bangunan stadion. 

Dengan mempercayakan pengurusan SLF kepada kami, proses pengurusan SLF untuk bangunan stadion akan lebih mudah dan cepat. Jadi, jangan tunggu sampai terjadi tragedi kembali, segera urus bangunan stadion atau bangunan lainnya kepada PT Eticon Rekayasa Teknik!

Dua Gedung Pencakar Langit di India Diruntuhkan, Akibat Tidak Tersertifikasi Laik Fungsi (SLF)?

Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com

Pernahkah Anda melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi di Indonesia atau bahkan di luar negeri? Jika pernah, apakah Anda tahu apa istilah yang tepat untuk menyebut gedung tinggi tersebut? Ya benar, gedung pencakar langit.

Kenapa Disebut Gedung Pencakar Langit?

Istilah gedung pencakar langit tentu sudah tidak asing lagi bagi kita, karena istilah tersebut seringkali disebut saat kita membicarakan perihal gedung-gedung yang menjulang tinggi. Tapi tahukah Anda mengapa disebut dengan gedung pencakar langit?

Penggunaan kata “pencakar langit” atau “skyscraper” adalah istilah untuk menyebut bangunan yang tinggi atau bangunan yang memiliki banyak lantai. Awalnya penggunaan pencakar langit ini digunakan oleh masyarakat Amerika Serikat. Mereka menggunakan kata tersebut untuk mewakili kekaguman pada gedung-gedung yang tinggi.

Sesuai dengan namanya, bentuk fisik pencakar langit sangatlah tinggi, sehingga seakan-akan dapat mencakar langit. Bagi sebagian besar masyarakat di kota-kota besar di dunia tentu sudah tidak asing lagi dengan gedung-gedung tinggi ini, karena jenis gedung ini biasanya berada di pusat kota-kota besar.

Sebenarnya pembangunan gedung-gedung tinggi yang banyak dilakukan di kota-kota besar bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena sebagian besar kota-kota besar memiliki ketersediaan lahan yang terbatas. Sehingga bangunan tersebut dibangun secara vertikal agar memiliki kapasitas yang besar meskipun tanpa lahan yang cukup luas.

Gedung yang menjulang tinggi, Sumber: medcom.id
Gedung yang menjulang tinggi, Sumber: medcom.id

Beberapa Gedung Pencakar Langit di Dunia

Umumnya, gedung-gedung tinggi dibangun untuk berbagai kebutuhan. Sebut saja seperti gedung perkantoran, perhotelan, apartemen, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Dilansir dari wikipedia, sebuah gedung bisa dikatakan sebagai gedung pencakar langit apabila gedung tersebut memiliki minimum tinggi 150 meter atau 490 kaki.

Saat ini rekor gedung pencakar langit tertinggi di dunia yaitu Burj Khalifa di Dubai, dengan ketinggian gedung mencapai 828 meter. Sementara negara yang memiliki gedung-gedung tinggi terbanyak di dunia yaitu China, dengan jumlah gedung kurang lebih 2.971. Di Indonesia sendiri, gedung yang menjulang tinggi banyak ditemukan di kota Jakarta.

Selain Burj Khalifa, terdapat ratusan bahkan ribuan gedung menjulang tinggi yang tersebar di berbagai negara di dunia. Dengan adanya gedung-gedung ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke negara tersebut. Di bawah ini adalah beberapa gedung tertinggi di dunia, yakni antara lain:

  • Burj Khalifa. Gedung yang berada di Dubai ini memiliki tinggi 828 meter dengan total lantai mencapai 163. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih 6 tahun, dari 2004 hingga 2010. Selain menjadi gedung pencakar langit tertinggi, Burj Khalifa juga merupakan salah satu gedung termegah di dunia.
  • Shanghai Tower. Gedung menjulang tinggi yang berada di China ini menempati posisi kedua untuk gedung tertinggi di dunia dengan bangunan yang menjulang setinggi 631 meter. Gedung ini dibangun pada tahun 2015 dengan total lantai mencapai 128.
  • Guangzhou CTF Finance Centre. Gedung yang menjulang tinggi ini terletak di Guangzhou. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih 6 tahun, sejak 2010-2016. Gedung ini memiliki tinggi 530 meter. Total biaya untuk pembangunan gedung ini mencapai 21,7 triliun.
  • CITIC Tower. Gedung tinggi satu ini berada di Beijing, China. CITIC Tower memiliki tinggi hingga 527 meter dengan total lantai yang dimiliki 117. Proses pembangunan gedung ini memakan waktu kurang lebih 5 tahun dengan biaya gingga 54,3 triliun.
  • Central Park Tower. Gedung pencakar langit ini terletak di kawasan elit Billionaire’s Row, New York, Amerika Serikat. Central Park Tower memiliki tinggi yang menjulang yaitu 472 meter. Central Park Tower selesai dibangun pada tahun 2020 dan  memiliki total 102 lantai. Bangunan ini digunakan untuk tempat tinggal yang tentu saja mewah.
  • Lakhta Center. Bangunan yang terletak di Rusia ini memiliki tinggi 462 meter dan merupakan gedung tertinggi di Rusia dan Eropa. Lakhta Center dimanfaatkan sebagai gedung perkantoran bagi beberapa perusahaan. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 201 dan selesai tahun 2019.
  • Vincom Landmark 81. Gedung pencakar langit yang satu ini berada di Ho Chi Minh City, Vietnam. Gedung ini diberi nama berdasarkan dengan dari total lantai yang dimiliki, yaitu berjumlah 81 lantai. Gedung yang berada di Vietnam ini menjulang setinggi 461 meter.
Gedung-gedung tinggi di dunia, Sumber: archdaily.com
Gedung-gedung tinggi di dunia, Sumber: archdaily.com

Peristiwa Gedung Pencakar Langit di India

Tahukah Anda bahwa beberapa waktu lalu terdapat dua gedung pencakar langit di India dirobohkan? Hal tersebut menjadi perbincangan banyak media Internasional bahkan media Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu 28 Agustus 2022 sekitar pukul 14:30 waktu setempat.

Sebelumnya gedung tersebut dimanfaatkan sebagai apartemen dengan total 850 buah. Dua bangunan tinggi di India tersebut memiliki tinggi mencapai 103 meter. Sebelum diruntuhkannya gedung tersebut, sekitar 7.000 orang dievakuasi untuk menjauhi gedung. Lebih dari 3.700 kg bahan peledak digunakan untuk meruntuhkan dua bangunan tersebut.

Akibat dari diruntuhkannya gedung tersebut terdapat gumpalan besar dari puing-puing debu. Peruntuhan gedung pencakar langit di India ini hanya berlangsung selama 9-10 detik, dan seketika gedung tersebut runtuh tanpa ada sedikitpun bangunan yang tersisa. Peruntuhan dua gedung pencakar langit di India sudah sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar.

Pasalnya setelah lebih dari satu dekade melakukan pertempuran hukum, dengan mengajukan petisi, akhirnya pada tanggal 28/08/2022 gedung tersebut dihancurkan. Hari itu tentunya menjadi puncak kemenangan bagi masyarakat yang berada di sekitar gedung.

Peruntuhan dua gedung di India bukanlah tanpa alasan, diruntuhkannya dua gedung tersebut karena melanggar aturan atau ilegal. Pembangunan gedung tersebut melanggar serangkaian peraturan bangunan dan juga norma keselamatan kebakaran. Atau sederhana, dua gedung di India tersebut tidak tersertifikasi laik fungsi.

Padahal sejatinya semua bangunan, apalagi gedung pencakar langit perlu ada legalitas kelayakan pemakaian sebelum digunakan. Hal itu bertujuan untuk keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan dalam penggunaan gedung. Karena melanggar aturan pembangunan itulah, dua gedung pencakar langit di India diruntuhkan.

Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com
Dua gedung tinggi di India diruntuhkan, Sumber: kumparan.com

Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan

Peristiwa diruntuhkannya dua gedung pencakar langit di India, tentunya menjadi acuan bagi kita untuk mengantongi sertifikasi SLF sebelum menggunakan suatu bangunan. SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bukti bahwa gedung yang telah dibangun bisa dimanfaatkan.

Setiap bangunan yang selesai dibangun wajib memiliki SLF sebagai syarat untuk menggunakan bangunan tersebut. SLF sangat penting karena bisa dijadikan sebagai bukti bahwa bangunan tersebut aman, siap digunakan, serta termasuk dalam upaya menjalankan ketertiban administrasi sebagai warganegara yang baik.

Untuk mengurus SLF, Anda bisa menggunakan jasa konsultan SLF yang berpengalaman. Anda bisa mengurus sertifikasi SLF bersama PT Eticon Rekayasa Teknik. Kami merupakan perusahaan konsultan SLF yang siap untuk membantu mengurus SLF bangunan Anda. Segera urus sertifikasi SLF kenyamanan serta kemudahan Anda dalam pemakaian bangunan.

4 Tips Memilih Konsultan atau Jasa SLF yang Terpercaya di Sekitar Anda

Tips Memilih Konsultan dan Penyedia Jasa SLF

Mengapa memilih jasa atau konsultan SLF yang tepat itu penting? Salah satu hal yang membuatnya penting adalah untuk menghindari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Misalnya saja seperti jasa SLF yang Anda pilih ilegal atau yang lainnya, sehingga mengganggu jalannya pengurusan serta penerbitan SLF. Jadi mengetahui berbagai tips memilih konsultan SLF yang tepat sangatlah diperlukan.

SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai dengan IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai dengan fungsinya. Kelaikan teknis sebuah bangunan gedung dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan dari instansi, pengkaji teknis, maupun penyedia jasa konsultan terkait.

Continue reading

Mengenal Studi Kelayakan Proyek

Untuk menjalankan sebuah proyek tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka berbagai persiapan perlu dilakukan supaya proyek yang akan dijalankan bisa terlaksana dengan sukses dan memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Salah satunya adalah dengan pengajuan studi kelayakan proyek.

Langkah pengajuan studi kelayakan proyek tersebut termasuk dalam langkah yang cukup kritis. Kenapa? karena dengan langkat tersebut akan membantu dalam memberikan gambaran apakah proyek memiliki peluang sukses atau justru menimbulkan kerugian.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai studi kelayakan proyek, dalam artikel ini akan kami sediakan informasi lengkapnya untuk Anda. Oleh karena itu, simak hingga akhir artikel ini.

Apa itu Studi Kelayakan Proyek?

Sesuai dengan namanya, studi kelayakan proyek adalah sebuah studi pengkajian yang bersifat menyeluruh dan menyoroti segala aspek kelayakan proyek untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan sukses.

Mengapa pengkajian ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan menyoroti segala aspek? Alasannya supaya hasil dari studi ini dapat memetakan apa yang dapat menjadi hambatan potensial dan menawarkan solusi alternatif yang bisa dilakukan.

Terlebih masa yang akan datang penuh akan  ketidakpastian, maka studi yang dilakukan perlu dilakukan secara menyeluruh.

Mulai dari waktu, anggaran, hukum hingga persyaratan tenaga kerja turut menjadi faktor yang akan diperhitungkan dalam studi kelayakan proyek. 

Ketika sebuah studi kelayakan ini dilakukan dengan baik, maka hasil dari studi tersebut akan membantu pengusaha dalam menentukan apakah pengusaha tetap melanjutkan ide atau gagasan yang dimiliki atau perlu diperbaiki dahulu atau bahkan memutuskan untuk tidak melanjutkannya.

Dengan demikian studi kelayakan bisa dijadikan sebuah pedoman penting saat proyek berlangsung.

Manfaat Studi Kelayakan Proyek

Manfaat studi kelayakan proyek. sumber: grapadikonsultan.com
Manfaat studi kelayakan proyek. sumber: grapadikonsultan.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa studi kelayakan proyek penting dilakukan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang proyek yang akan dilakukan.

Tak hanya itu saja, studi kelayakan juga mendatangkan banyak manfaat jika dilakukan. Apa saja? simak penjelasan berikut ini

  1. Meningkatkan keefektifan dan fokus tim proyek
  2. Mampu mendeteksi dan memanfaatkan peluang baru
  3. Mampu mendiagnosis kesalahan sebelum itu terjadi dan mampu melakukan pencegahan
  4. Memberikan alasan kuat atau bukti, mengapa dan bagaimana proyek ini harus dilakukan
  5. Tim dan pengusaha akan mendapatkan wawasan berharga mengenai proyek yang akan dilakukan

Aspek-aspek Penting dalam Studi Kelayakan

Pada umumnya, aspek-aspek yang akan dikaji dalam studi kelayakan proyek meliputi 6 aspek. Apa saja? berikut penjelasannya di bawah ini,

1. Aspek Pasar

Hal yang dikaji dalam aspek ini adalah hal yang berkaitan dengan potensi pasar dan produk yang akan dipasarkan, analisis kekuatan pesaing yang mencakup program pemasaran yang dilakukan, serta estimasi penjualan yang mungkin dapat diraih atau yang disebut juga sebagai market share.

2. Aspek Teknik

Sedangkan dalam aspek teknik adalah segala hal mengenai pemilihan lokasi proyek, pemilihan peralatan dan pembuatan gambar.

Dengan kata lain pengkajian ini akan melihat apakah perusahaan memiliki sumber daya teknis untuk melaksanakan proyek. Dimana nantinya pengkajian ini akan membantu pengusaha dalam menentukan sumber daya teknis yang tersedia mampu mencapai goals yang diharapkan.

3. Aspek Keuangan

Aspek keuangan dalam studi kelayakan
Aspek keuangan dalam studi kelayakan

Sesuai dengan sebutannya, aspek ini mengkaji segala hal yang berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proteksi pengembalian dengan tingkat biaya modal dari sumber dana yang bersangkutan.

Aspek ini cukup penting supaya kegiatan alokasi sumber daya keuangan bisa terarah dan tersistem.

Selain itu pengkajian ini juga yang akan menentukan apakah kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi dengan menyelesaikan proyek tersebut atau tidak. 

4. Aspek Hukum

Alasan dilakukannya pengkajian dalam aspek hukum tentunya untuk memastikan keberadaan proyek yang akan dibangun apakah sudah legal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku atau belum.

Dengan dilakukannya pengkajian dalam aspek ini, akan menghemat waktu dan tenaga bagi perusahaan karena sudah mengetahui berbagai faktor yang membuat proyek tidak memungkinkan untuk dijalankan sejak  awal.

5. Aspek Sosial Ekonomi Budaya

Aspek yang kelima ini mencakup segala hal yang diperkirakan akan dipengaruhi dengan keberadaan proyek. Seperti pendapatan nasional, penambahan dan pemerataan kerja dan masih banyak lagi.

6. Aspek Manajemen

Terakhir aspek manajemen adalah segala hal yang berkaitan dengan manajemen dalam pembangunan proyek dan manajemen dalam operasional nya.

Dengan pengkajian dalam aspek ini pula dapat dinilai apakah proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang masuk akal.

Tak  kalah penting dilakukan, aspek ini perlu dilakukan karena sebuah proyek akan dianggap gagal jika tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu.

Tahapan dalam Studi Kelayakan

Karena studi kelayakan perlu dilakukan secara mendalam dan menyeluruh, maka tentu ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan. Berikut adalah tahapan dalam melakukan studi kelayakan proyek :

1. Tahap analisis

Tahap analisis dilakukan untuk menyaring ide-ide proyek sebelum menginvestasikan waktu, tenaga dan uang yang ekstensif.

Penentuan produk yang akan dijual secara spesifik dilakukan pada tahap ini. Seperti menentukan siapa target market, karakteristik dari produk dan masih banyak lagi.

Tak hanya dari segi produknya saja, pada tahap ini juga menentukan segala perkiraan rintangan-rintangan yang akan dihadapi.

2. Tahap menyiapkan proyeksi laporan laba rugi

Pada tahap ini adalah tahap penentuan besar pendapatan yang diharapkan dari proyek tersebut. Dengan demikian, bisa melakukan pertimbangan investasi atau biaya apa saja  yang diperlukan untuk menjalankan proyek tersebut.

3. Tahap survei pasar

Survey pasar. sumber: www.harmony.co.id
Survey pasar. sumber: www.harmony.co.id

Alasan tahap survei pasar dilakukan adalah untuk mengetahui apakah proyek tersebut memiliki peluang dalam menciptakan barang atau jasa yang diminati di pasar.

Dalam hal ini pengaruh geografis, faktor demografi dan analisis pesaing bisa dijadikan sebagai faktor pertimbangan survei pasar.

4. Tahap pertimbangan struktur organisasi proyek

Disini, pengusaha mulai menentukan rencana kerja pelaksana pembangunan proyek itu sendiri. Seperti jenis pekerjan, jumlah dan kualifikasi tenaga kerja, ketersediaan dana dan sumberdaya lainnya.

5. Tahap menyiapkan proyeksi neraca

Dalam menyiapkan proyeksi neraca, maka diperlukan proyeksi pengeluaran dan pendapatan.

Saat membuat daftar tersebut diperlukan keakuratan yang mencakup perkiraan aset dan kewajiban yang harus dipenuhi. 

6. Tahap meninjau dan menganalisis semua data

Setelah semua tahap sebelumnya dilakukan, maka perlu dilakukan pemeriksaan kembali. 

Untuk dilakukan sebuah peninjauan kembali dalam membandingkannya dengan proyek yang sudah selesai dilakukan ataupun proyek yang sedang dilakukan.

7. Tahap pengambilan keputusan

Jika peninjauan dan menganalisis semua data sudah dilakukan, tahap terakhir adalah tahap pengambilan keputusan.

Keputusan yang diambil harus memperhatikan dengan hasil pertimbangan sebelumnya, jika tidak layak maka sebaiknya dibatalkan dengan menyebutkan alasannya.

Setelah mengenal studi kelayakan proyek, maka dapat disimpulkan bahwa suatu proyek pembangunan atau konstruksi bisa dikatakan layak dan bisa dikerjakan juga sudah lolos dalam pengajuan kelayakan proyek untuk menghindari kerugian yang tidak diharapkan.

Tetapi ternyata tidak berhenti disitu saja, sebuah proyek yang sudah selesai dan bangunan siap digunakan memerlukan sebuah perizinan SLF. Dimana perizinan tersebut yang menandakan bahwa bangunan tersebut layak digunakan.

Namun untuk mendapatkan sertifikasi perizinan SLF ini perlu dilakukannya konsultasi terlebih dahulu. Jika Anda bingung konsultasi kemana, Anda bisa berkosultasi kepada kami, konsultan SLF eticon.co.id.

Pihak kami akan menyediakan fasilitas yang profesional karena sudah berpengalaman dalam pelayanan jasa pembuatan berbagai macam perizinan termasuk sertifikat SLF.

Selain itu Kami juga memiliki jaringan yang luas, karena Eticon membuka layanan jasa perngurusan sertifikat SLF di beberapa kota besar di Indonesia.

Ingin tambahan layanan lainnya? Anda hanya perlu menghubungi kami untuk mendapatkan layanan lainnya. Maka tunggu apa lagi? segera hubungi kami melaui kontak yang telah kami sediakan di bawah ini.

Jasa Konsultan SLF Makassar, Informasi yang Anda Cari

Tim Eticon berkunjung ke lokasi, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik

Apakah Anda berdomisili di Makassar dan membutuhkan jasa konsultan SLF yang bisa mengurusi penerbitan SLF? Jika iya, maka Anda berada di tempat yang tepat. Oleh karena itu kami sarankan Anda menyimak artikel kali ini hingga selesai untuk mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Perlu Anda ketahui bahwa Makassar merupakan kota metropolitan terbesar keempat di Indonesia. Sehingga tidak heran jika saat ini mulai banyak proyek pembangunan yang terjadi di kota tersebut. Bukan hanya untuk rumah tinggal saja, tapi bangunan gedung yang digunakan untuk kepentingan publik pun juga ikut dibangun.

Pembangunan bangunan gedung tersebut dilakukan dengan banyak perhitungan dan pertimbangan. Mengingat akan digunakan untuk kepentingan publik, sehingga dibuat seaman mungkin. Untuk mewujudkan bangunan yang aman tentu saja dibutuhkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pemilik gedung bisa mengurusnya dengan bantuan  jasa konsultan SLF di Makassar yang profesional.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung sudah disinggung mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Bangunan gedung wajib meliputi empat aspek yakni aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan juga aspek kemudahan.

Tim Eticon berkunjung ke lokasi, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik
Tim Eticon berkunjung ke lokasi, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik

Untuk mencakup keempat aspek tersebut, bangunan gedung membutuhkan sebuah jaminan. Jaminan tersebut tidak lain dan tidak bukan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Apabila bangunan gedung tidak memiliki SLF maka status keandalannya masih diragukan. Apakah Anda mau menggunakan bangunan yang status keamanan masih belum jelas?

Tentu saja tidak bukan? Jadi kepengurusan SLF di Makassar ataupun kota yang lainnya memang penting. Terlebih bangunan gedung Anda merupakan tempat yang diperuntukan untuk kepentingan bisnis. Misalnya saja Anda membangun sebuah hotel, kemudian SLF hotel tersebut dipajang di lobby.

Dengan begitu akan semakin banyak orang yang melihat terutama para tamu yang berkunjung bukan? Jadi secara tidak langsung hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan tamu mengenai keamanan bangunan hotel. Ketika banyak tamu yang merasa percaya dan nyaman, maka nantinya juga akan meningkatkan kunjungan tamu untuk menginap di hotel tersebut.

Apa Itu Sertifikat Laik Fungsi?

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan langsung oleh pemerintah daerah setempat sesuai dengan lokasi gedung berada. Sertifikat Laik Fungsi ini akan diterbitkan pada saat bangunan gedung sudah selesai dibangun dan sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan tersebut.

Bukan hanya itu saja, SLF akan diterbitkan setelah bangunan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung. Persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung tersebut tentu saja sesuai dengan hasil pemeriksaan uji teknis dari instansi maupun jasa penyedia SLF terkait. Jadi tidak heran jika Anda memerlukan jasa konsultan SLF di Makassar yang profesional untuk menangani penerbitan SLF ini.

Prosesi sidang bersama tim Eticon, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik
Prosesi sidang bersama tim Eticon, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik

Terkesan rumit ya? Jangan salah, proses ini memang diperlukan untuk menjamin gedung layak untuk digunakan. Jika tidak layak, maka mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap gedung tersebut. Lalu siapa yang rugi? Tentu saja Anda sebagai pemilik gedung dan juga orang lain yang menggunakan gedung Anda.

Dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi ini maka bisa digunakan sebagai bukti bahwa bangunan gedung telah laik fungsi dan aman untuk difungsikan sebagaimana mestinya. Hal ini akan membuat siapa saja yang menggunakan gedung tersebut merasa aman dan tidak was-was lagi.

Apakah SLF Memiliki Masa Berlaku?

Tentu saja, SLF yang telah diterbitkan memiliki masa berlakunya. Ketika masa berlaku SLF habis, maka Anda wajib untuk melakukan perpanjangan. Untuk permasalahan perpanjangan SLF, nantinya juga mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Dalam kasus ini tentu saja berkaitan dengan Pemerintah Kota Makassar.

Untuk memudahkan Anda dalam mengurus persyaratan penerbitan SLF baik itu yang pertama kalinya maupun perpanjangan, maka Anda membutuhkan jasa konsultan SLF di Makassar.

Berapa masa berlaku SLF? Masa berlaku dari SLF dibagi menjadi 2 macam sesuai dengan jenis bangunan gedungnya. Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi rumah tinggal tunggal maupun rumah tinggal deret, berlaku dalam kurun waktu 20 tahun. Kemudian masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan untuk bangunan gedung lainnya, berlaku dalam kurun waktu 5 tahun.

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa ketika masa berlaku dari SLF habis, Anda wajib untuk melakukan perpanjangannya. Perpanjangan SLF akan dilakukan dalam kurun waktu 60 hari kalender sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi habis.

Proses serah terima SLF, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik
Proses serah terima SLF, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik

Syarat Penerbitan SLF

Untuk menerbitkan SLF tentu saja ada syarat yang perlu Anda penuhi. Syarat penerbitan SLF meliputi persyaratan administratif dan juga persyaratan teknis. Berikut persyaratan-persyaratan yang perlu dipenuhi untuk menerbitkan SLF sesuai dengan aturan yang berlaku.

1. Persyaratan Administratif

Persyaratan yang pertama ialah persyaratan administratif. Di dalam persyaratan administratif ini terdapat komponen-komponen dokumen yang wajib diajukan sebagai syarat penerbitan SLF. Diantaranya meliputi:

  • Status hak atas tanah, status ini bisa dibuktikan dengan adanya bukti status hak atas tanah atau surat perjanjian pemanfaatan apabila pemilik bangunan gedung bukanlah pemegang hak atas tanah.
  • Lalu yang selanjutnya ialah status kepemilikan bangunan gedung. Status kepemilikan ini dilengkapi dengan adanya KTP pemilik.
  • Terdapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
  • Adanya surat permohonan kelaikan fungsi bangunan.
  • As-Built Drawing (gambar rekaman akhir).

2. Persyaratan Teknis

Persyaratan yang kedua ialah persyaratan teknis. Berbagai persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk mengajukan penerbitan SLF diantaranya meliputi:

  • Persyaratan peruntukan bangunan gedung. Persyaratan ini adalah kesesuaian fungsi dengan peruntukan dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota, rencana detail tata ruang kabupaten/kota, maupun rencana tata bangunan dan lingkungan.
  • Persyaratan intensitas bangunan gedung. Persyaratan ini meliputi kepadatan, ketinggian, dan juga jarak bebas bangunan gedung.
  • Persyaratan arsitektur bangunan gedung. Pada persyaratan ini meliputi penampilan, tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya.
  • Persyaratan pengendalian dampak lingkungan. Persyaratan ini adalah persyaratan izin lingkungan untuk bangunan gedung yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk persyaratan yang lebih detail dan spesifiknya, Anda bisa menghubungi langsung jasa konsultan SLF yang Anda tunjuk untuk membantu kepengurusan SLF. Pastikan Anda memilih perusahaan pengkaji teknis yang profesional dan berpengalaman dalam mengurusi penerbitan SLF.

Jasa Konsultan SLF di Makassar

PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan salah satu jasa konsultan SLF profesional di Makassar yang siap membantu Anda. Kami berkomitmen tinggi untuk membantu dalam mengurus kebutuhan Anda yang berkaitan dengan penerbitan SLF.

Anda tidak perlu ragu mengenai kinerja kami, karena tim Eticon telah dilengkapi dengan tenaga profesional yang dibutuhkan dalam uji teknis kelaikan bangunan gedung. Tim kami terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan diantaranya meliputi arsitektur, teknik sipil, utilitas bangunan, desain lanskap, desain interior, pengembangan pariwisata, maupun bisnis perhotelan.

Tim Eticon sedang melakukan survey, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik
Tim Eticon sedang melakukan survey, Sumber: PT Eticon Rekaya Teknik

Bukan hanya itu saja, PT Eticon Rekayasa Teknik secara resmi telah disertifikasi untuk bekerja dalam proyek desain, studi, dan perencanaan. Perusahaan kami merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan juga Industri Indonesia (KADIN).

PT Eticon Rekayasa Teknik telah menyelesaikan banyak pekerjaan penilaian uji teknis bangunan gedung yang digunakan untuk menerbitkan SLF. Proyek tersebut ada di beberapa kawasan industri maupun kota-kota besar. Diantaranya meliputi Mojokerto, Pontianak, Majalengka, Bekasi, Serang, Jakarta, Semarang, Sidoarjo, Batam, Sragen, Kendal, dan beberapa kota lainnya.

Butuh jasa konsultan SLF yang ahli dan berpengalaman di Makassar? Segera hubungi kami PT Eticon Rekayasa Teknik. Kami akan dengan senang hati membantu Anda dalam hal penerbitan SLF di Makassar.