Bikin Rumah Kayu, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Rumah kayu minimalis, Sumber: orami.co.id

Sebagian orang berpikir bahwa rumah dari kayu itu ketinggalan zaman. Kenyataannya banyak orang yang bikin rumah kayu dengan tampilan yang estetik dan menawan. Sangat jauh dari kesan jadul yang ketinggalan zaman. Meskipun saat ini jarang orang yang memiliki rumah berbahan kayu, namun bukan berarti Anda tidak bisa membuatnya.

Desain rumah kayu modern maupun rumah kayu klasik, akan sama-sama menimbulkan kesan yang asri seperti dipedesaan. Bahkan tidak perlu pindah ke desa untuk menikmati suasana asri khas pedesaan. Anda bisa membuat rumah kayu di lokasi Anda dengan menambahkan halaman yang ditumbuh berbagai tanaman hijau. Hal tersebut sudah menimbulkan nuansa pedesaan yang sejuk dan asri.

Untuk bikin rumah dari kayu tersebut, Anda juga perlu memastikan kembali bahwa tanah yang akan Anda bangun telah mempunyai IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Hal tersebut untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi setelah proses pembangunan. Jika Anda belum punya IMB sebaiknya segera mengurusnya ya, sehingga tidak menghambat pembangunan rumah kayu Anda.

Rumah kayu minimalis, Sumber: orami.co.id
Rumah kayu minimalis, Sumber: orami.co.id

Anda bisa merealisasikan bikin rumah kayu ini menggunakan jasa desain rumah yang profesional dan berpengalaman. Penggunaan jasa tersebut akan lebih membantu Anda, karena jasa desain rumah lebih paham mengenai bagaimana cara membuat rumah dari kayu. Anda tentu saja tidak ingin terjadi masalah dikemudian hari bukan? Maka dari itu akan lebih aman jika mempercayakan pembuatan rumah tersebut pada ahlinya.

Perlu Anda ketahui bahwa untuk membangun rumah kayu diperlukan lokasi yang tepat. Anda tidak bisa membangun rumah kayu ini di daerah tepi pantai, mengapa demikian? Karena air laut memiliki kandungan yang dapat merusak struktur kayu. Jika hal tersebut terus dibiarkan, lama-kelamaan struktur bangunan rumah akan dengan mudah rusak. Oleh sebab itu, memilih lokasi yang tepat untuk rumah kayu merupakan hal yang penting.

Kelebihan Bikin Rumah Kayu

Sebelum mewujudkan rumah kayu yang telah Anda impikan selama ini, Anda perlu mengetahui apa saja kelebihannya. Apa saja kelebihan rumah kayu? Simak penjelasan di bawah ini.

Menambah Keindahan Rumah

Kesan hangat yang ditimbulkan kayu dapat menambah keestetikan sebuah rumah. Selain sebagai tempat tinggal, rumah juga perlu memancarkan keindahan agar penghuni nyaman menempati hunian tersebut. Semakin terlihat memukau sebuah rumah, akan menambah nilai jual di masa yang akan datang. Sehingga Anda memiliki investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Seperti yang Anda ketahui bahwa harga kayu yang berkualitas memiliki harga yang tinggi. Ditambah lagi sentuhan arsitektur yang mengesankan dari seorang seniman, rumah Anda akan terlihat memiliki nilai artistik yang tinggi.

Anda juga bisa menambahkan kanopi di rumah kayu idaman Anda. Ada banyak manfaat kanopi untuk rumah seperti untuk pelindung meja kursi dari matahari hingga menguatkan nilai estetik rumah kayu.

Salah satu desain rumah kayu, Sumber: traveloka.com
Salah satu desain rumah kayu, Sumber: traveloka.com

Membantu Menghemat Energi

Rumah kayu menimbulkan nuansa yang sejuk dan asri, sehingga akan membantu menghemat energi. Selain menghemat energi, rumah kayu juga lebih ramah lingkungan karena berasal dari alam. Pembangunan rumah kayu ini juga mendukung konsep arsitektur hijau yang menggunakan material ramah lingkungan. Penggunaan konsep ini akan membantu alam agar tetap sehat dan tidak menimbulkan berbagai pencemaran di masa depan.

Proses Pembangunan Cepat

Proses pembuatan rumah kayu juga dinilai lebih cepat daripada menggunakan material yang lainnya. Sehingga Anda dapat dengan segera menempati rumah impian Anda ini. Warna kayu yang alami dan menawan tidak perlu lagi membutuhkan pengecatan. Kesan yang timbul dari warna natural kayu itu dapat menambah kesan yang menawan pada bangunan rumah.

Bangunan Kuat dan Kokoh

Kelebihan rumah kayu selanjutnya ialah memiliki sifat yang kuat dan kokoh. Apalagi jika memutuskan untuk menggunakan jenis kayu yang berkualitas baik, seperti kayu jati. Meskipun harganya relatif lebih mahal dari jenis kayu yang lainnya, namun kayu jati masih menjadi primadona di masyarakat karena daya tahannya lebih kokoh dan kuat.

Jika dilakukan perawatan yang benar, rumah dari kayu jati akan lebih awet dan dapat bertahan selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Sehingga Anda tidak perlu khawatir pada saat memilih menggunakan bahan dari kayu jati ini.

Dapat Menyerap Suara

Jika Anda tidak terlalu menyukai suara bising dan ingin lebih tenang agar rileks, maka rumah kayu ini cocok dengan Anda. Kayu memiliki sifat penyerap suara yang baik. Anda bisa bikin rumah kayu yang dijadikan sebagai studio musik atau yang lainnya.

Kekurangan Rumah Kayu

Jika ada kelebihannya, maka ada pula letak kekurangannya. Meskipun kelebihannya banyak, namun ada beberapa kekurangan dari rumah kayu yang perlu Anda pertimbangkan lagi. Sehingga Anda tidak akan terkejut jika nantinya rumah Anda telah selesai dibuat. Berikut beberapa kekurangan dari rumah kayu.

Rawan Rayap

Permasalahan yang satu ini memang tidak bisa terelakkan dari risiko bikin rumah kayu. Jika tidak dirawat dengan benar, struktur bangunan kayu Anda akan terserang rayap. Rayap dapat menyerang habis kayu-kayu yang ada di dalam rumah. Jika kayu-kayu tersebut habis dimakan rayap, maka Anda harus siap untuk merenovasi rumah dengan mengganti kayu-kayu yang lapuk.

Baca juga: Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Harga Kayu Mahal

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa harga kayu yang memiliki kualitas baik misalnya saja kayu jati memiliki harga yang mahal. Oleh sebab itu untuk membuat rumah kayu yang kokoh dan kuat diperlukan budget yang tidak sedikit. Jika Anda asal-asalan dalam memilih kualitas kayu, nantinya akan mempengaruhi daya tahan rumah ke depannya.

Desain rumah kayu klasik, Sumber: agoda.com
Desain rumah kayu klasik, Sumber: agoda.com

Risiko Tinggi Terjadi Kebakaran

Jika tidak hati-hati menggunakan api, maka rumah Anda bisa terbakar dengan mudah. Kayu memiliki sifat yang mudah terbakar, jadi penggunaannya untuk rumah jika tidak berhati-hati dapat memunculkan risiko kebakaran. Pada bagian rumah yang sering menggunakan api seperti dapur, maka perlu jenis kayu yang lebih tahan akan api. Selain itu di dalam rumah juga perlu menyiapkan alat pemadam api ringan.

Sebelum memutuskan untuk membuat rumah dari kayu, perlu Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan seperti informasi di atas. Setelah Anda yakin dan ingin lanjut untuk bikin rumah kayu, maka Anda bisa segera menghubungi jasa desain rumah profesional untuk membantu pengerjaannya.

Manfaat Ventilasi Udara, Penting atau Tidak?

Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com

Penggunaan ventilasi udara di dalam rumah dapat memberikan manfaat yang penting atau tidak? Dari segi kesehatan, penggunaan ventilasi ini ternyata memberikan manfaat yang baik bagi penghuni rumah. Komponen yang tidak boleh ketinggalan saat membangun sebuah rumah adalah perencanaan mengenai ventilasi udara ini. Tujuannya agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar.

Mengenai penggunaan ventilasi udara di rumah ini juga telah diatur oleh kemenkes sebagai kriteria rumah sehat. Aturan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999. Poin yang mengetaur ventilasi tersebut dijelaskan bahwa, untuk luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

Sehingga sudah jelas bahwa ventilasi udara memberikan manfaat yang penting untuk kesehatan penghuni rumah, bahkan masuk dalam kriteria rumah sehat menurut Kementrian Kesehatan. Pergantian udara yang baik di dalam rumah dapat meminimalisir penyebaran penyakit pada penghuni rumah. Ada 2 jenis ventilasi udara yang bisa Anda gunakan, yakni ventilasi udara alami dan ventilasi udara mekanik.

Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com
Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com

Ventilasi udara alami, biasanya memanfaatkan angin yang keluar masuk melalui celah-celah jendela maupun pintu. Berikut beberapa contoh dari ventilasi alami:

  • Ventilasi Naco
  • Ventilasi Jendela
  • Loster
  • Boven
  • Jalusi

Sedangkan ventilasi udara buatan (mekanik) akan menggunakan alat seperti kipas angin yang membantu untuk pertukaran udara di dalam ruangan. Contoh dari ventilasi buatan ini ialah sebagai berikut:

  • Ventilasi Dinding
  • Ventilasi Industri
  • Ventilasi Pembuangan

Untuk Anda yang berencana membuat rumah, maka bisa mendiskusikan langsung mengenai ventilasi udara serta orientasi bangunan dengan jasa desain rumah profesional yang Anda pilih. Sehingga ke depannya setelah rumah Anda selesai dibangun dapat sesuai dengan kriteria rumah sehat dan membawa manfaat baik bagi kesehatan Anda serta keluarga.

Manfaat Penggunaan Ventilasi Udara

Supaya rumah dapat memberikan udara segar setiap harinya, maka diperlukan pertukaran udara di dalam ruangan dengan di luar ruangan. Maka dari itu penggunaan ventilasi udara dapat membantu sirkulasi udara terjadi dengan baik. Berikut beberapa manfaat dari ventilasi udara yang perlu Anda ketahui.

1. Tempat Keluarnya Polusi di Rumah

Apa manfaat ventilasi rumah bagi kesehatan organ pernapasan penghuni rumah? Salah satunya adalah untuk mengeluarkan polusi yang ada di dala m rumah. Jangan salah, polusi juga dapat terjadi di dalam rumah. Untuk menjaga organ pernapasan supaya tidak menghirup polusi udara kotor tersebut, diperlukan ventilasi udara sehingga udara kotor dapat berganti dengan udara bersih.

Baca juga: Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Layaknya berolahraga dengan teratur bisa menjaga organ pernapasan kita menjadi baik. Adanya ventilasi udara yang cukup juga dapat membantu menjaga organ pernapasan menjadi baik. Polusi udara yang terjadi di dalam rumah bisa disebabkan dari asap rokok hingga gas nitrogen dioksida yang dikeluarkan oleh kompor. Jika Anda menghirup udara kotor tersebut setiap hari, maka bisa menyebabkan masalah pernapasan yang serius.

Ilustrasi polutan dalam rumah, Sumber: pikiran-rakyat.com
Ilustrasi polutan dalam rumah, Sumber: pikiran-rakyat.com

2. Menekan Penyebaran Penyakit

Fungsi ventilasi rumah yang paling utama adalah untuk mengganti udara kotor yang ada di dalam ruangan dengan udara bersih dari luar ruangan. Seperti yang dilansir dari Alodokter, bahwa WHO menyatakan kualitas udara di dalam rumah yang buruk diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan meningkatnya penyebaran penyakit menular. Selain itu juga menjadi penyebab kematian pada negara-negara berkembang.

Kita ambil contoh jika salah satu anggota keluarga mengalami flu, maka cepat atau lambat ada anggota lainnya yang tertular. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kualitas udara yang berada di dalam yang telah tercampur oleh virus dan bakteri tidak dapat keluar. Sehingga dapat dengan mudah terhirup oleh anggota keluarga yang lainnya dan meningkatkan risiko tertularnya flu.

Namun dengan adanya ventilais udara yang baik, maka bisa diantisipasi. Udara yang sudah tercampur virus dan bakteri tersebut dapat diganti dengan udara yang segar. Jadi akan meminimalisir penghuni rumah lainnya tertular penyakit akibat menghirup udara yang kotor.

Meminimalisir tertularnya penyakit, Sumber: suara.com
Meminimalisir tertularnya penyakit, Sumber: suara.com

3. Menjaga Kelembaban Rumah

Perlu Anda ketahui bahwa ruangan yang lembab dapat memudahkan perkembangan jamur dan bekteri yang berbahaya. Kegunaan ventilasi rumah ialah untuk menjaga kelembaban rumah agar tidak menjadi sarang jamur. Rumah yang lembab selain berdampak pada kesehatan penghuninya, juga dapat berdampak pada rumah Anda.

Berbagai furniture di dalam rumah akan cepat lapuk jika kondisi rumah lembab. Selain itu juga dapat mengundang serangga-serangga untuk datang ke dalam rumah, misalnya saja rayap. Rayap suka dengan kondisi rumah yang lembab. Ventilasi rumah yang baik juga akan menghilangkan bau pengap yang timbul akibat rumah terlalu lembab.

Menjaga kelembaban rumah, Sumber: jawaracorpo.com
Menjaga kelembaban rumah, Sumber: jawaracorpo.com

4. Cahaya Matahari dapat Masuk ke Rumah

Manfaat ventilasi udara berikutnya ialah membantu masuknya cahaya matahari ke dalam rumah. Selain baik untuk kesehatan tubuh, cahaya matahari juga baik untuk mengontrol suhu di dalam udara agar tidak dingin karena lembab. Anda bisa membuka jendela-jendela dan pintu mulai dari pagi hingga sore, supaya cahaya dapat masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Adanya cahaya matahari ini juga dapat membantu menghemat energi. Anda bisa mematikan lampu pada siang hari, karena sudah terbantu oleh penerangan yang alami.

Cahaya matahari masuk ke rumah, Sumber: womantalk.com
Cahaya matahari masuk ke rumah, Sumber: womantalk.com

5. Meminimalisir Dampak Negatif VOC

Ventilasi udara juga memberikan manfaat untuk meminimalisir dampak negatif dari VOC. VOC (Volatile Organic Compound) bisa dijumpai pada berbagai peralatan rumah tangga. Konsetrasi tinggi yang ada di dalam VOC dapat berbahaya bagi kesehatan, apabila terhirup terus-menerus. Oleh karena itu dengan adanya ventilasi udara dapat membantu mengganti udara yang penuh dengan VOC ini menjadi udara yang lebih bersih.

Mengurangi dampak negatif VOC, Sumber: cnnindonesia.com
Mengurangi dampak negatif VOC, Sumber: cnnindonesia.com

Dari beberapa manfaat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan ventilasi udara yang cukup dapat memberikan manfaat yang penting bagi kesehatan penghuni rumah. Maka pastikan rumah Anda memiliki asupan ventilasi yang cukup, baik itu menggunakan ventilasi alami maupun ventilasi buatan (mekanik).

Stop Plastik! Gunakan Tas Belanja Ini Sebagai Pengganti

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Jika dilihat dari banyaknya sampah plastik, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik masih kurang. Bila dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk pencegahannya, penumpukan sampah plastik ini akan menjadi masalah yang serius. Masalah yang akan terjadi bukan hanya menyangkut manusia saja, namun juga seluruh ekosistem yang ada di bumi.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilansir dari Databoks, sumber sampah terbanyak yang disumbangkan Indonesia tahun 2020 berasal dari aktivitas rumah tangga. Persentasenya mencapai 37,3% yang kemudian disusul oleh pasar tradisional yang persentasenya mencapai 16,4%.

Pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan permasalahan sampah ini, agar tidak terjadi masalah yang lebih serius di masa yang akan datang. Terlebih sampah plastik yang sulit diurai. Namun upaya pemerintah ini juga harus didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pelaku bisnis, dan yang lainnya. Salah satu upayanya dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik.

Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id
Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id

Begitu juga untuk lingkup pariwisata, karena hingga saat ini masalah sampah di tempat wisata masih belum teratasi secara maksimal. Padahal sektor wisata merupakan salah satu sektor yang penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga masalah sampah ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu kegiatan pariwisata.

Untuk membantu menjamin kelestarian lingkungan pada dunia pariwisata, perlu menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Konsep ini memperhitungkan dengan baik seluruh dampak mulai dari lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perhitungan dampak tersebut untuk masa ini hingga di masa depan. Maka dari itu diperlukan penerapan konsep ini untuk menekan dampak negatif dari pengembangan pariwisata.

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik

Untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek), maka diperlukan alternatifnya. Anda bisa menggunakan berbagai tas ramah lingkungan untuk meletakkan belanjaan, sehingga tidak perlu menggunakan kantong plastik lagi. Berikut rekomendasi beberapa jenis tas belanja pengganti plastik yang telah kami rangkumkan untuk Anda.

1. Tote Bag sebagai Pengganti Plastik

Tote bag pengganti plastik sudah mulai digunakan banyak orang. Tas ini juga sering dikenal dengan sebutan tas kanvas. Ada berbagai motif lucu yang bisa Anda pilih. Selain menjadi tas belanja, banyak yang menggunakan tote bag untuk berbagai kegiatan. Misalnya saja untuk pergi ke kampus bagi kalangan mahasiswa.

Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk
Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk

2. Tas Model Jaring

Tas pengganti kantong plastik berikutnya ialah tas dengan model jaring-jaring. Biasanya tas model ini lebih sering digunakan untuk belanja buah-buahan ataupun sayuran yang berukuran besar. Karena modelnya jaring-jaring yang memiliki lubang, jadi tas ini tidak dapat digunakan untuk belanja kebutuhan yang memiliki ukuran kecil.

Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id
Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id

3. Paper Bag

Paper bag ini biasa dijumpai pada toko-toko baju. Jika Anda memiliki bisnis di bidang fashion, maka bisa menggunakan paper bag sebagai pengganti kantong plastik. Tas ini juga memiliki tampilan yang lebih eksklusif daripada kantong plastik. Anda juga bisa mencetak dengan menampilkan logo perusahaan pada permukaan paper bag sebagai branding.

Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com
Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com

4. Tas Belanja Lipat

Tas belanja pengganti plastik berikutnya terbuat dari bahan parasut, sehingga dapat dilipat dan dibawa kemana saja dengan mudah. Model dan motif yang ditawarkan oleh tas lipat ini snagat beragam, jadi Anda dapat memilihnya seusai dengan motif kesukaan. Tas belanja ini juga bisa Anda bawa dengan mudah karena tidak akan memakan banyak tempat.

Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com
Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com

5. Tas Anyaman

Tas anyaman sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan untuk berbelanja. Namun banyak yang menganggap tas ini memiliki model yang sudah jadul, sehingga sudah jarang yang menggunakannya. Tetapi jangan salah, seiring perkembangannya tas anyaman ini telah berubah. Saat ini banyak tas anyaman yang memiliki model yang cantik dan lebih fashionable.

Baca juga: Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Tas pengganti kresek ini dapat digunakan berkali-kali, sehingga tidak mencemari lingkungan. Terbuat dari bahan yang kuat untuk mengangkut banyak barang belanjaan Anda. Daripada menggunakan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan, lebih baik beralih ke tas anyaman yang cantik ini bukan?

Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com
Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com

6. Tas dari Kaos Daur Ulang

Punya kaos bekas yang sudah tidak dipakai? Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan sebagai tas belanja. Banyak tutorial yang bisa Anda ikuti untuk pembuatannya di internet. Bahkan tas dari kaos ini juga bisa dijadikan sebagai ide bisnis yang bisa menghasilkan tambahan pendapatan.

Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com
Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com

7. Tas Belanja Pengganti Plastik dari Karung Goni

Karung goni biasanya digunakan sebagai wadah untuk berbagai produk pertanian (kentang, ketela, dan yang lainnya). Namun ternyata inovasi terbaru dari karung goni, dapat dijadikan sebagai tas belanja yang cantik. Anda bisa menggunakan tas ini sebagai pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan.

Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id
Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id

8. Tas Spunbond

Tas spunbond ini terbuat dari bahan kain sintetis. Jenis tas ini juga sudah mulai banyak ditemukan di pasaran sebagai tas belanja pengganti plastik. Walaupun memiliki tekstur yang kaku, tas ini tetap nyaman digunakan sebagai wadah untuk berbagai belanjaan Anda.

Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com
Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com

9. Plastik dari Singkong

Akibat penggunaan kantong plastik yang masih sulit diatasi, banyak yang melakukan berbagai inovasi. Salah satunya adalah terciptanya pengganti plastik yang terbuat dari singkong. Jika dilihat secara kasat mata, kantong ini seperti plastik yang terbuat dari bahan kimia. Namun sebenarnya ini adalah plastik yang terbuat dari singkong, yang diklaim lebih ramah lingkungan.

Plastik singkong ini mudah larut di dalam air, tapi tidak perlu khawatir jika terkena air hujan. Karena plastik ramah lingkungan ini akan larut di dalam air pada suhu tertentu. Kantong ini dapat dijadikan sebagai alternatif dari penggunaan kantong plastik berbahan kimia, jadi akan lebih ramah lingkungan.

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id
Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Mari ciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan menekan penggunaan kantong plastik di kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini kita telah berupaya bersama-sama untuk menyelamatkan bumi di masa yang akan datang. Mulai dari diri sendiri sadar akan bahaya sampah plastik yang mengintai keselamatan. Jika tidak mulai dari sekarang, kapan lagi?

Kenali Berbagai Jenis Pondasi Bangunan Ini!

Jenis pondasi bangunan, Sumber : archify.com

Secara umum, pondasi merupakan struktur bangunan yang berada di bagian paling bawah yang berguna untuk menopang beban seluruh struktur bangunan dan disalurkan ke bagian tanah. Sebelum merencanakan membangun sebuah hunian atau bangunan lainnya, akan lebih baik mengenal terlebih dahulu berbagai jenis pondasi bangunan yang biasa digunakan untuk mendukung konstruksi.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan wilayah yang rawan akan bencana alam seperti gempa bumi. Oleh sebab itu menggunakan pondasi yang kokoh sangat diperlukan dalam membuat sebuah bangunan. Jika melihat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, di dalamnya memuaat mengenai persyaratan struktur bangunan gedung.

Peryaratan tersebut mencakup bahwa bangunan gedung haruslah dibuat dengan struktur yang kuat, kokoh, dan stabil untuk memikul beban bangunan. Untuk menentukan apakah bangunan tersebut sudah memenuhi keandalan sebuah bangunan, diperlukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis bangunan, agar dapat diketahui apakah bangunan tersebut sudah laik fungsi atau belum.

Jenis pondasi bangunan, Sumber : archify.com
Jenis pondasi bangunan, Sumber : archify.com

Jenis Pondasi Bangunan

Untuk jenis dari pondasi ini dibagi menjadi 2 tipe, yakni pondasi dalam dan pondasi dangkal. Setiap jenis pondasi tersebut juga memiliki jenis-jenis turunannya lagi. Berikut penjelasan singkat mengenai pondasi dalam dan pondasi dangkal.

Pondasi Dalam

Pondasi dalam biasanya digunakan untuk bangunan yang berdiri di lokasi permukaan tanah tertentu. Selain itu pondasi dalam ini juga dipasang dengan kedalaman lebih dari 3 meter ke dalam lapisan tanah. Penggunaan jenis pondasi bangunan ini juga diterapkan untuk bangunan yang memiliki ukuran yang lebar. Jenis dari pondasi dalam ini meliputi:

  • Pondasi Tiang Pancang
  • Pondasi Bore Pile
  • Pondasi Piers

Pondasi Dangkal

Untuk pondasi dangkal ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki struktur bangunan yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu berat. Umumnya pondasi dangkal ini difungsikan untuk pembuatan hunian tempat tinggal yang tidak memiliki beban yang berat. Penggunaan pondasi ini diterapkan di jenis tanah yang permukaannya bersifat stabil. Untuk kedalaman pemasangannya juga tidak lebih dari 3 meter. Jenis dari pondasi dangkal meliputi:

  • Pondasi Memanjang
  • Pondasi Raft
  • Pondasi Sarang Laba-Laba
  • Pondasi Setempat
  • Pondasi Tapak

Macam-Macam Pondasi Dalam

Di bawah ini merupakan beberapa jenis pondasi bangunan yang masuk dalam kategori pondasi dalam, meliputi pondasi tiang pancang, pondasi bore pile, dan pondasi piers. Berikut penjelasan yang bisa Anda simak.

1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi bangunan yang masuk dalam kategori pondasi dalam. Saat ini pondasi ini digunakan sebagai pondasi untuk pembangunan bangunan dalam skala kecil maupun besar. Pondasi tiang pancang dikenal sebagai pondasi yang memiliki daya tahan yang lama. Karena kerangka dari pondasi ini dapat menghindari karat hingga pelapukan yang terjadi di dalam tanah.

Dari segi harga, pondasi tiang pancang memang terbilang cukup mahal. Namun jika dilihat dari kekuatan bahannya yang kokoh, maka akan setimpal dengan biaya yang dikeluarkan. Ada beberapa macam dari pondasi tiang pancang ini, yakni tiang pancang kayu, tiang pancang beton, hingga tiang pancang baja.

Ilustrasi pondasi tiang pancang, Sumber : pengadaan.web.id
Ilustrasi pondasi tiang pancang, Sumber : pengadaan.web.id

2. Pondasi Bore Pile

Jenis pondasi dalam selanjutnya adalah pondasi bore pile. Pondasi bore pile merupakan sebuah pondasi yang memiliki bentuk layaknya sebuah tabung panjang yang kemudian ditancapkan ke dalam tanah. Biasanya jenis pondasi bangunan ini difungsikan untuk menjaga kestabilan bangunan bertingkat maupun bangunan yang berlokasi di area sekitar lereng.

Kelebihan dari penggunaan pondasi ini adalah pada saat pemasangan sedang berlangsung, pondasi ini tidak mengeluarkan suara yang bising. Selain itu penggunaannya juga tidak akan mengalami pergeseran, meskipun struktur tanah bergelombang.

3. Pondasi Piers

Pondasi piers ini digunakan untuk meneruskan beban berat dari stuktur bangunan. Biasanya pondasi ini dipasang dengan cara menggali tanah dengan kedalaman yang sudah ditentukan, barulah kemudian pondasi ini ditancapkan ke dalam tanah yang sudah digali sebelumnya. Biasanya pondasi ini dibuat dari bahan beton precast, yang nantinya balok beton diafragma akan mengikuti ukuran dari tinggi pondasi yang sudah diperhitungkan.

Macam-Macam Pondasi Dangkal

Berikut di bawah ini ada beberapa jenis pondasi dangkal yang dapat Anda simak penjelasannya. Kategori pondasi dangkal meliputi pondasi memanjang, pondasi raft, pondasi sarang laba-laba, pondasi setempat, dan pondasi tapak.

1. Pondasi Memanjang

Pondasi memanjang atau juga dikenal dengan pondasi jalur merupakan jenis pondasi dangkal yang berfungsi untuk mendukung beban bangunan yang berbentuk memanjang. Jenis pondasi ini secara umum dibuat dalam bentuk memanjang baik itu berbentuk persegi panjang, persegi, maupun trapesium. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat pondasi ini adalah cor beton tanpa tulang, pecahan batu, serta batu kali.

2. Pondasi Raft

Pondasi raft atau biasa juga dikenal dengan sebutan pondasi rakit merupakan pelat beton yang memiliki bentuk rakit melebar. Pondasi ini biasanya digunakan untuk meneruskan beban dari bangunan menuju lapisan tanah dasar yang berada di bawahnya. Biasanya pondasi rakit ini juga dimanfaatkan sebagai penopang dari beberapa peralatan untuk kebutuhan industri.

Baca juga : Apa yang Menjadi Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan?

3. Pondasi Sarang Laba-Laba

Pondasi sarang laba-laba merupakan jenis pondasi yang masuk ke dalam pondasi dangkal. Jenis pondasi ini memiliki bentuk yang mirip dengan sarang dari laba-laba, yakni memiliki bentuk jaring-jaring yang melingkar. Pondasi ini memanfaatkan tanah sebagai kekuatan untuk struktur pondasinya.

Ilustrasi pondasi sarang laba-laba, Sumber : docplayer.info
Ilustrasi pondasi sarang laba-laba, Sumber : docplayer.info

4. Pondasi Setempat

Pondasi setempat biasanya digunakan untuk menahan kolom yang ada di bangunan bertingkat. Jenis pondasi ini hanya digunakan untuk menahan bagian kolom saja, sedangkan untuk bagian dinding-dindingnya menggunakan balok, ataupun sloof pengikat. Pondasi setempat ini digunakan sebagai struktur utama pada bangunan yang bertingkat.

5. Pondasi Tapak

Bangunan yang dibuat dengan bentuk melingkar atau bulat, biasanya akan menggunakan pondasi tapak ini. Namun ada juga bangunan yang memiliki bentuk persegi menggunakan jenis pondasi ini. Pondasi ini difungsikan untuk menopang titik beban tunggal yang ada pada bangunan. Jenis pondasi ini juga cocok digunakan untuk lokasi yang memiliki permukaan tanah yang lunak.

Penggunaan pondasi yang kokoh bertujuan untuk menjaga keselamatan penghuni bangunan. Hal tersebut juga sesuai dengan yang ada di dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yakniu aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Kriteria Rumah Sehat Kemenkes, Apa Aja?

Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id

Kondisi yang sehat tidak hanya diperlukan untuk tubuh saja, melainkan sebuah hunianpun juga perlu dalam kondisi sehat. Ada berbagai syarat yang masuk ke dalam kriteria rumah sehat menurut kemenkes yang perlu diperhatikan pada saat membangun rumah tinggal. Rumah yang sehat juga bisa memperngaruhi kondisi kesehatan penghuninya.

Terlebih seperti kondisi saat ini yang mengharuskan kita berdiam diri di rumah agar tidak tertular virus covid-19. Untuk menjaga tubuh tetap sehat, perlu dipastikan kembali bahwa rumah yang ditinggali sudah memiliki kriteria rumah sehat layak huni. Hal yang paling sederhana adalah dari kondisi sirkulasi udara yang ada di rumah. Sirkulasi udara yang baik, akan menentukan pula kondisi kesehatan penghuni rumah.

Anda bisa berkonsultasi langsung dengan penyedia jasa desain rumah yang profesional untuk menyesuaikan desain dengan kriteria rumah sehat menurut kemenkes. Selain sehat, rumah juga harus mencakup aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penghuninya. Seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan.

Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai tempat berlindung, oleh sebab itu menjaga kondisi rumah agar tetap sehat merupakan tanggung jawab seluruh penghuni rumah. Jika rumah tidak dijaga dengan baik bahkan dibiarkan kotor, maka akan mendatangkan berbagai penyakit. Maka dari itu mengikuti persyaratan mengenai kriteria rumah sehat memang diperlukan.

Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id
Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id

Kriteria Rumah Sehat

Kriteria rumah yang sehat telah ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999. Keputusan tersebut terkait dengan persyaratan kesehatan rumah tinggal. Meskipun telah ditetapkan persyaratan mengenai kesehatan tempat tinggal agar menjaga kesehatan penghuni rumah, masih banyak yang belum menerapkannya. Di bawah ini merupakan kriteria rumah sehat menurut kemenkes.

Bahan Bangunan

Kriteria pertama adalah dari segi bahan bangunan yang digunakan. Bahan bangunan yang digunakan tidak terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Aturan dari bahan bangunannya meliputi debu total tidak lebih dari 150 µg m3, asbes bebas yang terkandung tidak melebihi dari 0,5 fiber/m3/4 jam, serta kandungan timah hitam tidak lebih dari 300 mg/kg.

Selain itu, ada lagi aturan mengenai bahan bangunan ini. Yakni bahan bangunan yang digunakan tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya mikro organisme patogen.

Komponen dan Penataan Ruang Rumah

Syarat rumah sehat berikutnya adalah dari segi komponen rumah haruslah memenuhi persyaratan fisik serta biologis. Untuk lantai menggunakan yang sifatnya kedap air dan mudah dibersihkan. Kemudian untuk bagian dinding yang ada di ruang tidur, ruang keluarga harus dilengkapi dengan ventilasi untuk mengatur sirkulasi udara.

Pada bagian dinding kamar mandi serta tempat mencuci diperlukan yang bersifat kedap air dan mudah untuk dibersihkan. Bagian langit-langit menggunakan yang mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. Jika rumah atau hunian memiliki bumbungan yang tingginya 10 meter, maka diperlu dilengkapi dengan penangkal petir.

Untuk berbagai ruangan yang ada di dalam rumah perlu penataan yang baik sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada bagian dapur diperlukan sarana untuk pembuangan asap.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

Pencahayaan

Diperlukan pencahayaan untuk hunian tempat tinggal, meliputi pencahayaan alami maupun buatan. Pencahayaan alami bisa di dapatkan dari sinar matahari, untuk pencahayaan buatan didapatkan dari penggunaan lampu. Untuk seluruh ruangan minimal intensitas cahayanya adalah 60 lux serta tidak menyilaukan.

Sumber air bersih di rumah, Sumber : suara.com
Sumber air bersih di rumah, Sumber : suara.com

Kualitas Udara

Untuk kualitas udara yang baik di dalam rumah tidak melebihi beberapa ketentuan yang sudah diatur. Ketentuan tersebut meliputi suhu udara yang nyaman berkisar antara 18 derajat hingga 30 derajat celcius. Kemudian untuk kelembaban udara berada dikisaran 40% hingga 70%. Untuk konsentrasi gas SO2 tidak lebih dari 0,10 ppm/24 jam.

Selain itu dari segi pertukaran udaranya 5 kaki kubik per menut untuk per penghuninya. Untuk konsentrasi gas CO tidak lebih dari 100 ppm/8 jamnya. Setelah itu untuk konsentrasi gas formaldehid tidak lebih dari 120 mg/m3.

Ventilasi

Penggunaan ventilasi yang cukup dapat menghasilkan sirkulasi yang baik. Ventilasi juga menjadi kriteria rumah sehat dari kemenkes, yang diatur sebagai berikut. Untuk luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

Binatang Penular Penyakit

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tikus merupakan salah sat binatang yang dapat menularkan penyakit kepada manusia. Bahkan banyak kasus fatal yang terjadi akibat banyak tikus yang bersarang di dalam rumah. Sehingga perlu dipastikan bahwa tidak ada tikus yang bersarang di dalam rumah.

Air

Untuk kesediaan air bersih di dalam rumah harus mencakup kapasitas minimal 60 liter/hari/orang. Serta dipastikan bahwa kualitas air yang dimiliki memenuhi persayaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga : Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Sarana Penyimpanan Makanan

Tersedianya saranan penyimpanan makanan yang aman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tempat penyimpanan tersebut juga harus dipastikan higienis agar tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Limbah

Untuk limbah cair yang berasal dari rumah haruslah tidak mencemari sumber air yang ada. Selain itu juga tidak menimbulkan bau serta tidak mencemari permukaan tanah. Kemudian untuk limbah padat haruslah dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan bau. Selain itu juga tidak mencemari permukaan tanah serta air tanah.

Ventilasi rumah, Sumber : bangka.tribunnews.com
Ventilasi rumah, Sumber : bangka.tribunnews.com

Kepadatan Hunian Rumah Tidur

Di dalam kriteria rumah sehat menurut kemenkes ini juga dijelaskan mengenai ruang tidur. Yakni luas ruang tidur minimal 8 meter serta tidak disarankan untuk menggunakannya lebih dari 2 orang. Bisa digunakan untuk 2 orang jika yang menggunakannya anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Supaya dapat merealisasikan konsep rumah dengan mengikuti aturan rumah sehat, maka Anda perlu berkonsultasi dengan penyedia jasa desain rumah dan bangunan yang profesional. Anda bisa menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik untuk mewujudkan bangunan rumah sesuai dengan yang Anda impikan.

Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id

Sebagai makhluk hidup yang meninggali bumi, sudah seharusnya kita bersama-sama bersatu untuk melestarikan alam sekitar. Hal tersebut sebagai penunjuk bahwa kita telah merawat bumi dengan baik. Karena sebagian besar kerusakan lingkungan yang terjadi tidak lain adalah akibat atau ulah dari manusia itu sendiri yang tidak peduli dengan kelestarian alam.

Menjaga kelestarian alam sekitar juga merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk membantu pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan adanya pariwisata berkelanjutan tidak hanya dari faktor ekonominya saja yang dipikirkan, namun dari kelestarian alam dan budayanya juga diperhitungkan. Sehingga dapat menjamin kestabilan pariwisata di masa depan tanpa adanya dampak kerusakan lingkungan.

Pelestarian lingkungan juga merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata, sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Melestarikan alam sekitar bukanlah tanggung jawab dari satu atau dua orang saja, namun meliputi seluruh aspek masyarakat ataupun wisatawan juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Lalu apa maksud dari melestarikan alam sekitar? Yakni kita bersama-sama untuk menjaga serta melindungi seluruh aspek yang berkaitan dengan lingkungan alam. Tujuannya agar alam tidak mengalami kerusakan yang mengakibatkan dampak buruk bagi makhluk hidup di sekitarnya. Menjaga kelestarian alam harus dimulai sejak sekarang demi menjaga kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id
Pelestarian lingkungan sekitar, Sumber : pppa.or.id

Akibat Tidak Menjaga Lingkungan

Apabila kita sebagai manusia tidak menjaga lingkungan dengan baik, maka kerusakan alam tersebut dapat membawa dampak besar di masa yang akan datang. Berikut beberapa contoh akibat dari tidak menjaga lingkungan alam dengan baik.

1. Mendatangkan Bencana Alam

Contoh yang paling sering terjadi hingga sekarang adalah terjadinya penebangan liar dimana-mana. Adanya penebangan hutan secara liar serta tidak ada upaya untuk melakukan penghijauan kembali atau reboisasi, maka dapat mendatangkan bencana. Bencana yang bisa terjadi akibat illegal logging adalah kekeringan, banjir, hingga tanah longsor.

Jika terus dibiarkan maka bisa merusak tatanan ekosistem. Kekeringan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya atau kurangnya cadangan air di tanah karena hilangnya akar-akar pohon sebagai tempat menyimpan air.

2. Punahnya Hewan dan Tumbuhan

Apabila kita tidak melestarikan alam sekitar, maka dampak yang terjadi adalah punahnya berbagai hewan dan tumbuhan. Pencemaran lingkungan yang terjadi dapat merusak hewan dan tumbuhan yang ada. Jika ada salah satu spesies yang punah, maka akan mempengaruhi berbagai spesies lainnya karena menyangkut mengenai rantai makanan yang ada.

Kerusakan lingkungan mengancam punahnya hewan, Sumber : gurugeografi.id
Kerusakan lingkungan mengancam punahnya hewan, Sumber : gurugeografi.id

3. Hilangnya Sumber Makanan

Seperti yang kita ketahui bahwa sumber makanan manusia berasal dari sejumlah hewan dan tumbuhan. Apa jadinya jika hewan dan tumbuhan mengalami kepunahan? Tentu saja manusia akan kehilangan sumber makanannya, sehingga yang terjadi adalah bencana kelaparan yang merajalela. Secara tidak langsung punahnya hewan dan tumbuhan akan berakibat pula pada punahnya manusia.

4. Habisnya Sumber Energi

Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan akan berdampak pada habisnya sumber energi. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita menjaga sumber daya alam dengan baik. Salah satu caranya adalah menghemat energi, Anda bisa mulai beralih menggunakan panel surya untuk menghemat penggunaan listrik dari bahan bakar fosil.

Langkah-Langkah Melestarikan Alam Sekitar

Ada beberapa usaha sederhana yang bisa kita gunakan untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak rusak. Memang benar harus dari kesedaran diri sendiri, namun kesedaran bersama juga diperlukan untuk mengupayakannya. Dengan menjaga alam sekitar merupakan salah satu upaya untuk membangunan pariwisata berkelanjutan.

1. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Usaha sederhana yang bisa digunakan untuk melestarikan alam sekitar adalah biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai. Bahkan ada wisatawan yang berkunjung ke pantai juga membuang sampahnya ke laut. Jika hal ini terus dibiarkan, lama-kelamaan akan terjadi pencemaran lingkungan.

Tidak membuang sampah sembarangan, Sumber : jubi.co.id
Tidak membuang sampah sembarangan, Sumber : jubi.co.id

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Untuk permasalah sampah di tempat wisata masih menjadi topik penting di dalam dunia pariwisata. Terlebih banyak ditemukan sampah plastik yang susah diurai. Mengurangi penggunaan plastik masih perlu digalakkan, agar menekan jumlah sampah plastik yang ada. Dengan berkurangnya sampah plastik merupakan salah satu langkah yang bagus untuk kelestarian lingkungan.

Mengurangi penggunaan plastik, Sumber : klikhijau.com
Mengurangi penggunaan plastik, Sumber : klikhijau.com

3. Menanam Pohon

Rutin menanam pohon dapat membantu untuk menjaga kelestarian lingkungan. Walaupun langkah ini terbilang sederhana, namun jika dilakukan bersama-sama dengan masyarakat maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk alam. Apalagi kelangsung hidup manusia di masa yang akan datang juga bergantung pada apa yang kita lakukan saat ini, termasuk menanam pohon.

Menanam pohon, Sumber : djarumtreesforlife.org
Menanam pohon, Sumber : djarumtreesforlife.org

4. Menghemat Energi Listrik

Seiring berjalannya waktu kebutuhan manusia akan listrik semakin meningkat, hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pula jumlah populasi. Oleh sebab itu menghemat penggunaan listrik diperlukan untuk menjaga sumber daya alam agar tidak habis. Anda bisa mematikan lampu di siang hari, sebagai gantinya Anda bisa memanfaatkan sinar matahari untuk penerangan di waktu siang.

Ilustrasi menghemat energi listrik, Sumber : youtube.com
Ilustrasi menghemat energi listrik, Sumber : youtube.com

5. Tidak Melakukan Penebangan Liar

Penebangan liar merupakan salah satu faktor utama yang dapat merusak alam. Oleh sebab itu tidak melakukan penebangan hutan secara liar merupakan cara yang ditempuh. Jika memang diperlukan penebangan, maka bisa melakukan sistem tebang pilih. Sistem ini tentu saja dapat menjadi solusi agar tidak terjadi penebangan hutan secara berlebihan tanpa adanya upaya untuk melestarikannya kembali.

Ilustrasi penebangan hutan secara liar, Sumber : pontas.id
Ilustrasi penebangan hutan secara liar, Sumber : pontas.id

6. Menjaga Ekosistem Laut

Upaya melestarikan alam sekitar selanjutnya bisa dengan menjaga ekosistem laut. Dengan tidak membuang sampah ke laut, tidak membuang limbah berbahaya ke laut, hingga tidak merusak terumbu karang merupakan upaya untuk menjaga ekosistem laut. Selain itu menghindari penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan bagi para nelayan juga termasuk langkah untuk melestarikan ekosistem laut.

Menjaga ekosistem laut, Sumber : berkahkhair.com
Menjaga ekosistem laut, Sumber : berkahkhair.com

7. Penggunaan Transportasi Umum

Maraknya penggunaan kendaraan pribadi masyarakat dapat meningkatkan polusi udara. Sehingga diperlukan kesadaran untuk mengurangi menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan transportasi umum yang telah disediakan. Pencemaran udara melalui kendaraan pribadi merupakan aspek terbesar yang ditemukan di beberapa kota besar.

Penggunaan transportasi umum, Sumber : ekonomi.bisnis.com
Penggunaan transportasi umum, Sumber : ekonomi.bisnis.com

Itu tadi informasi yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai melestarikan alam sekitar sebagai upaya untuk pengembangan pariwisata. Mari bersama-sama bersatu untuk menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan hidup yang baik di masa yang akan datang.

Sosial Media Untuk Promosi Wisata, Bagaimana? (Penjelasan)

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Di dalam perkembangan dunia digital yang cukup pesat ini, tentu saja Anda tidak akan asing dengan sosial media. Saat ini sosial media digunakan untuk berbagai hal termasuk untuk promosi wisata. Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta jiwa. Kemudian untuk 95% dari data tersebut mengakses internet untuk bermain di jejaring sosial.

Dari data tersebut sudah terlihat bagaimana potensi yang bisa didapatkan dari promosi di sosial media. Semakin banyak orang yang mengakses media sosial, maka semakin besar pula peluang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dilirik penggunanya. Sebenarnya penggunaan media sosial untuk promosi sudah lama digunakan oleh pelaku bisnis.

Namun masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan medsos untuk promosi produk maupun jasa yang ditawarkannya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan sosial media dengan tepat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang melemahkan perekonomian dari berbagai aspek termasuk pariwisata.

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com
Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Bahkan sejak masuknya covid-19 ke Indonesia, sudah banyak destinasi wisata yang ditutup untuk menurunkan penyebaran virus corona. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Selain itu pendapatan negara dari sektor pariwisata juga ikut menurun, karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

Tetapi bukan berarti pelaku usaha yang ada di dunia pariwisata menyerah akan masalah ini. Banyak pelaku usaha yang terus berusaha agar tempat usahanya tetap hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan. Walaupun tempat wisata ditutup sementara jangan sampai promosi terhenti.

Pemilik usaha tetap bisa mempromosikan tempat wisata saat pandemi melalui jalur online. Salah satunya dengan menggunakan sosial media, bisa melalui facebook, instagram, twitter, tiktok, dan jejaring sosial lainnya. Sehingga pada saat wisatawan sudah diperbolehkan melakukan perjalanan wisata, destinasi wisata tersebut bisa menjadi tujuan bagi para pengunjung.

Tips Memaksimalkan Sosial Media Untuk Promosi Pariwisata

Ada beberapa cara untuk memaksimalkan penggunaan sosmed sebagai wadah promosi pariwisata. Sehingga walaupun dunia pariwisata sedang mengalami penurunan di masa pandemi, pelaku usaha tetap berusaha agar usahanya bisa bertahan. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti oleh pemilik usaha untuk pengembangan pariwisata.

1. Rutin Membuat Konten

Gunakan tren terkini untuk memperkaya konten pada sosial media sebuah tempat wisata. Dengan rutinnya konten yang dihasilkan, dapat membuat konsumen semakin penasaran. Buatlah konten yang berhubungan dengan tempat wisata, misalnya saja membahas satu per satu mengenai spot yang ada di destinasi wisata tersebut.

Selain itu juga bisa memperlihatkan keindahan pemandangan di lingkungan sekitar. Berikan berbagai informasi yang bermanfaat untuk konsumen, dengan begitu akan menumbuhkan kepercayaan di dalam diri konsumen terhadap tempat wisata tersebut. Cara ini dapat membantu untuk meningkatkan jumlah pengikut atau followers pada sosial media yang digunakan sebagai tempat promosi.

Dalam membuat konten juga tidak boleh asal-asalan, untuk menarik perhatian pengunjung dibutuhkan visual konten yang menarik. Bisa juga disisipi dengan promo atau diskon yang diadakan secara berkala. Informasi tersebut dapat menarik perhatian pengunjung untuk datang mengunjungi destinasi wisata tersebut. Dampak positif sosial media tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan pengunjung.

Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id
Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id

2. Menggunakan Influencer

Bukan hal baru di dalam dunia sosial media menggunakan influencer untuk mempromosikan sebuah jasa atau produk. Banyaknya pengikut atau followers dari si influencer ini bisa berdampak pada kenaikan pengunjung di tempat wisata yang direkomendasikan oleh influencer. Ada banyak influencer dari berbagai bidang dan usia, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan sendiri mana yang cocok untuk mempromosikan usahanya.

Untuk menentukan menggunakan jasa influencer juga tidak boleh sembarangan, diperlukan riset terlebih dahulu. Riset tersebut bisa dilakukan dengan cara melihat rentang usia pengikut si influencer, kemudian jumlah followersnya, serta cara komunikasi si influencer itu sendiri. Sehingga barulah dipilih mana yang sesuai dengan brand image tempat wisata tersebut.

Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id
Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id

3. Sering Melakukan Interaksi dengan Pengikut

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melakukan interaksi kepada pengikut di sosial media. Salah satunya bisa dengan membuat konten yang berisi permainan semacam kuis atau pertanyaan yang seru dan menarik. Dengan adanya interaksi tersebut dapat menumbuhkan rasa kedekatan diantara pelaku usaha dengan konsumennya.

Baca juga : Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

Seringnya melakukan interaksi dengan pengikut di sosial media juga akan berdampak pada kemudahan saat akan riset market. Pemilik usaha bisa dengan mudah mengumpulkan data-data dari konsumen, misalnya saja tren apa yang sedang disukai oleh banyak orang saat ini. Sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan serta fasilitas yang disediakan di tempat wisata tersebut.

Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com
Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com

4. Mengumpulkan Testimoni Pelanggan

Testimoni pelanggan merupakan sesuatu hal yang penting dalam memasarkan produk atau jasa, termasuk promosi wisata. Anda bisa mengumpulkan berbagai cerita mengenai kunjungan wisata oleh pengunjung tersebut, kemudian di upload ulang dengan menambahkan beberapa kata agar konten lebih menarik perhatian.

Testimoni pelanggan tersebut dapat menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap calon pengunjung lainnya. Sehingga calon pengunjung akan semakin tertarik dan penasaran ingin segera mengunjungi destinasi wisata Anda. Selain itu, testimoni yang diupload kembali di sosial media juga dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung yang telah datang berwisata di destinasi tersebut.

Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com
Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com

5. Memanfaatkan Fitur Iklan di Sosial Media

Jika Anda menggunakan instagram sebagai wadah untuk promosi tempat wisata di sosial media, maka bisa memanfaatkan fitur instagram ads. Fitur ini bisa membantu Anda untuk menjangkau lebih luas lagi target pasar yang ingin Anda tuju. Semakin luas jangkauannya, maka peluang untuk naiknya pengunjung juga menjadi lebih besar.

Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com
Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com

Itulah tadi penjelasan mengenai sosial media untuk promosi wisata. Kondisi seperti sekarang ini membuat para pelaku usaha untuk terus mengupayakan bagaimana cara agar tempat wisatanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan sosial media untuk terus melakukan branding pariwisata, agar terus berkembang dan tidak terlupakan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata: Apa Saja Itu?

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Kurangnya atau tidak memadainya fasilitas penunjang yang ada di tempat wisata, dapat berdampak pada sepinya pengunjung. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas dari destinasi wisata ialah memberikan fasilitas lengkap untuk seluruh wisatawan. Fasilitas pariwisata inilah yang nantinya dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi para wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang menunjang perekonomian, oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik. Salah satu solusi untuk membangun pariwisata ke arah yang lebih baik adalah dengan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) ini merupakan konsep pengembangan pariwisata dengan memperhitungkan serta memperhatikan keseluruhan dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Maka dari itu, memperbaiki fasilitas yang tidak terawat dan membangun fasilitas lain di tempat wisata menjadi salah satu usaha untuk mengembangkan wisata.

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com
Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Faktanya masih banyak ditemukan beberapa destinasi wisata yang tidak memiliki fasilitas umum yang lengkap, sehingga menyulitkan wisatawan. Bahkan ada juga yang sudah memiliki fasilitas penunjang, namun tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan kotor begitu saja. Padahal apabila disediakan fasilitas yang lengkap dapat memudahkan serta membuat wisatawan nyaman saat liburan.

Hal tersebut juga relevan dengan pasal 7 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengenai salah satu pilar yang ada dalam pembangunan kepariwisataan yakni pembangunan destinasi pariwisata. Di dalam pembangunan destinasi pariwisata mencakup pembangunan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, prasarana dan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata

Lalu apa sajakah fasilitas pariwisata yang dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan? Berikut beberapa fasilitas penunjang yang dibutuhkan di destinasi wisata, sebagai upaya untuk pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik.

1. Tersedianya Fasilitas Toilet yang Memadai

Untuk setiap tempat wisata sudah seharusnya memiliki toilet yang memadai. Bukan hanya dari segi jumlahnya yang banyak, namun juga harus terawat kebersihannya agar wisatawan nyaman menggunakannya. Karena pada kenyataannya banyak sekali destinasi wisata yang menyediakan toilet dengan kondisi yang memprihatinkan, atau dalam kata lain tidak bersih dan tidak terawat.

Memiliki tim yang mengatur kebersihan toilet, sudah seharusnya dimiliki oleh tempat wisata. Pihak pengelolalah yang wajib mengatur mengenai kebersihan dari fasilitas paling penting di destinasi wisata ini. Ketika toilet bersih dan wangi, pengunjungpun merasa nyaman untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com
Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com

2. Tersedianya Tempat Sampah

Ketersediaan fasilitas tempat sampah di lokasi wisata, sampai saat ini masih menjadi catatan penting bagi pengelola tempat wisata. Seperti yang kita ketahui, permasalahan sampah di tempat wisata masih menjadi hal penting yang perlu diatasi. Banyak sekali ditemukan sampah-sampah plastik yang dibuang ke sembarang tempat.

Bahkan untuk tempat wisata alam seperti laut, banyak sekali ditemukan sampah plastik yang dibuang ke laut. Jika dibiarkan terus-menerus hal tersebut dapat mencemari laut. Apabila laut tercemar, maka akan berdampak besar pada rusaknya ekosistem laut. Oleh sebab itu, kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik harus terus digalakkan.

Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id
Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id

3. Tersedianya Fasilitas Ramah Difabel

Seluruh destinasi wisata merupakan tempat umum yang bisa dikunjungi oleh siapa saja, termasuk bagi teman difabel. Namun ketersediaan fasilitas penunjang bagi difabel di destinasi wisata masih kurang. Sehingga diperlukan upaya untuk menciptakan tambahan fasilitas di setiap destinasi wisata yang ramah difabel.

Mulai dari adanya petugas yang mengusai bahasa isyarat hingga toilet khusus difabel. Bahkan peraturan mengenai fasilitas difabel terkait toilet juga telah diatur oleh pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 60 Tahun 2006. Dengan adanya fasilitas ramah difabel ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyaman, serta keselamatan bagi teman difabel.

Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co
Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co

4. Ketersediaan Ruang Hijau

Adanya ruang hijau di tempat wisata juga akan membantu meyediakan udara yang sejuk dan asri di sekitar tempat wisata. Hal itu juga merupakan upaya untuk menjaga kelestarian alam sekitar. Banyaknya tumbuhan dan tanaman hijau dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Ruang hijau ini akan diletakkan pada titik-titik tertentu di sekitar tempat wisata agar memberikan sirkulasi udara yang baik.

Saat ini sudah banyak daerah yang membangun ruang hijau di pusat kota. Ruang hijau tersebut bisa berupa taman kota hingga hutan kota yang amat bermanfaat untuk pengunjung wisata di kota tersebut. Bisa juga dimanfaatkan untuk aktivitas warga lokal.

Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com
Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com

5. Tersedianya Tempat Ibadah

Fasilitas yang tidak kalah penting yang harus ada di lokasi wisata adalah tempat ibadah, misalnya saja seperti masjid atau mushola. Dengan adanya mushola ini dapat membantu pengunjung muslim yang akan menunaikan ibadah. Mushola yang tersedia di tempat wisata inipun juga harus dijaga kebersihannya, mulai dari tempat mengambil air wudhu hingga karpet yang digunakan di dalam mushola atau masjid.

Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com
Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com

6. Terdapat Akses yang Mudah

Fasilitas selanjutnya adalah ketersediaan akses yang mudah bagi para wisatawan. Misalnya saja kondisi jalan yang baik sehingga nyaman dan memudahkan pengunjung untuk sampai ke tempat wisata tersebut. Kemudian lahan parkir resmi yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Bisa juga dengan disediakannya angkutan umum yang membawa wisatawan dari tempat parkir menuju spot tertentu yang diinginkan.

Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com
Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com

7. Tersedianya Area Food Court

Area wisata yang di dalamnya tersedia area makanan atau food court, maka akan semakin lengkap. Biasanya wisatawan yang datang berkunjung, setelah selesai berkeliling tempat wisata akan merasakan haus atau lapar. Untuk itu, tersedianya fasilitas food court ini dapat membantu bagi para wisatawan yang ingin makanan maupun bersantai di area kuliner tersebut.

Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com
Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com

Terima kasih telah berkenan membaca artikel di atas, mari bersama-sama membantu untuk menyukseskan pengembangan pariwisata di Indonesia. Ikut membangun pariwisata bersama masyarakat juga termasuk dalam upaya untuk pengembangan pariwisata menuju ke arah yang lebih baik.

Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai memang terdapat banyak kelebihan. Salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai aset investasi properti yang menjanjikan. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyewa villa ataupun rumah yang ada di pinggir pantai. Hal tersebut dikarenakan pemandangan yang langsung menghadap ke laut lepas.

Namun untuk membangun sebuah bangunan di pinggir pantai seperti itu tetap memiliki aturan tersendiri. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai, bahwasannya pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya.

Hal tersebut tertuang dalam peraturan daerah masing-masing wilayah, mengenai rencana tata ruang wilayah provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu tujuan dibuatnya peraturan mengenai batas sempadan pantai ini untuk menjaga dan melindungi kelestarian ekosistem serta sumber daya yang ada di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil disekitarnya.

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Sehingga membangun sebuah bangunan yang difungsikan untuk rumah pribadi, investasi, ataupun bisnis di tepi pantai boleh-boleh saja. Namun harus mengikuti peraturan mengenai batas sempadan pantai yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing wilayah. Sebagai warga negara yang baik Anda selaku pemilik bangunan, wajib mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), biasanya bangunan tersebut tidak sesuai dengan gambar yang ada di dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika pemilik bangunan tersebut terbukti melanggar peraturan yang telah ditetapkan dari Garis Sempadan Bangunan, maka terdapat sanksi hukum yang harus dijalani.

Tips Membangun Rumah di Pinggir Pantai

Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk membangun bangunan yang berada di tepi pantai. Untuk membangun bangunan di area ini juga tidak boleh sembarangan, karena bangunan di lokasi ini harus dibuat kuat dari segi arsitekturnya. Berikut tips atau langkah-langkah yang bisa Anda jadikan referensi pada saat akan membangun rumah di pinggir pantai.

1. Mengikuti Aturan dari Batas Sempadan Pantai

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengecek mengenai ketetapan daerah mengenai batas sempadan pantai untuk bangunan yang akan Anda dirikan. Dengan mengikuti aturan ini, Anda juga bisa meminimalisir rumah dari risiko ancaman bencana alam. Misalnya saja seperti badai, banjir, erosi atau abrasi, tsunami, hingga bencana lainnya yang sering terjadi di pantai.

Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com
Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com

2. Menggunakan Konsep Arsitektur Tropis

Untuk membangun rumah atau bangunan di tepi pantai, perlu menggunakan konsep bergaya arsitektur tropis. Desain rumah ini sangat cocok digunakan di kawasan pantai yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga Indonesia memiliki iklim tropis.

Ketika merealisasikan konsep rumah arsitektur tropis ini dibutuhkan jasa desain rumah ahli yang profesional serta memiliki pengalaman yang berkaitan dengan desain rumah. Karena pada saat mendesain rumah ini tidak boleh sembarangan, harus mencakup beberapa aspek agar rumah nyaman, aman, serta berkualitas.

Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com

3. Bangunan Dibuat seperti Rumah Panggung

Untuk bangunan yang ada di pinggir pantai, biasanya akan dibuat seperti rumah panggung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila air laut sedang pasang. Sehingga air laut tidak akan masuk ke dalam rumah, dan berbagai barang yang ada di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari air. Arsitek Anda tentu saja sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa terjadi pada rumah Anda.

Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com
Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com

4. Bangunan Utama Menghadap ke Pantai

Tujuan utama memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai adalah untuk menikmati keindahan pemandangan laut. Oleh sebab itu, bangunan utamanya haruslah menghadap ke arah laut lepas. Anda bisa membuat ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi menghadap ke arah laut. Sehingga Anda dapat menikmati keindahan pemandangan pantai setiap saat.

Bangunan dengan posisi tersebut juga akan menguntungkan apabila kedepannya akan dijadikan sebuah bisnis. Bisa dengan bisnis restoran ataupun bisnis penginapan. Bangunan yang menghadap ke pantai tersebut akan menjadikannya sebagai daya tarik, sehingga banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi bisnis Anda tersebut.

Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com

5. Memilih Bahan Bangunan yang Tepat

Untuk membuat bangunan di tepi pantai juga diperlukan ketepatan dari material yang digunakan. Misalnya saja menentukan pondasi yang tepat untuk bangunan agar struktur bangunan tidak mudah roboh. Hal tersebut perlu disesuaikan pula dengan kondisi tanah sekitar, Anda bisa mendiskusikannya dengan arsitek yang bekerja sama dengan Anda.

Mengingat bangunan atau rumah berada di tepi pantai, maka diperlukan material seperti kayu dan beton yang kuat dan tahan akan air. Selain itu Anda juga wajib memastikan semua aspek di dalam struktur bangunan rumah memiliki daya tahan yang kuat akan angin, hingga berbagai cuaca seperti panas dan hujan.

Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com
Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com

6. Menggunakan Konsep Terbuka

Melihat area dari rumah yang berada di pinggir pantai, maka menggunakan konsep terbuka sangat cocok digunakan. Sebenarnya hal ini sudah sepaket dengan menggunakan arsitektur tropis. Anda bisa menggunakan konsep terbuka untuk desain dapur Anda, sehingga Anda bisa memasak di luar ruangan dengan pemandangan yang mengarah ke pantai.

Anda juga bisa menambahkan berbagai tanaman, agar nuansa rumah lebih asri dan sejuk. Karena hawa di pantai terkadang sangat panas, sehingga memiliki banyak tanaman di dalam maupun di luar rumah sangat disarankan. Berikan jendela besar di tengah-tengah bangunan utama, agar pemandangan laut bisa langsung terlihat dari dalam rumah.

Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com

Itulah tadi tips mengenai membangun rumah di pinggiran pantai. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan dimanapun itu. Mempercayakannya kepada jasa desain dan perancanaan merupakan salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan bangunan impian Anda.

Penjelasan Efek Rumah Kaca: Apa Itu?

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

Untuk mengetahui penjelasan dari efek rumah kaca, maka bisa dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Efek rumah kaca merupakan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan bumi seperti layaknya rumah kaca. Bisa dikatakan bahwa panas matahari yang masuk ke bumi terjebak di dalam atmosfer, sehingga menyebabkan suhu dibumi menjadi lebih hangat.

Hal itu dikarenakan gas-gas yang ada di atmosfer menahan panas matahari, gas itu dikenal dengan sebutan gas rumah kaca. Namun sebenarnya gas-gas ini muncul dilingkungan secara alami, akan tetapi ada juga yang diakibatkan oleh kegiatan atau aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang terdapat di dalam atmosfer meliputi CO2 (karbon dioksida), N2O (nitrogen dioksida), CH4 (metana), serta freon (SF6, HFC dan PFC).

Penjelasan mengenai pengertian efek rumah kaca di atas sudah sedikit memberikan gambaran, bahwa di zaman saat ini terdapat beberapa aktivitas manusia yang membuat meningkatnya gas rumah kaca. Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus terjadi, maka bumi akan semakin rusak. Bisa jadi bumi tidak mampu lagi untuk menjaga kehidupan makhluk hidup yang menghuninya.

Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com
Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com

Sebenarnya efek rumah kaca ini juga memiliki dampak positif untuk bumi kita ini. Ketika prosesnya, panas bumi akan kembali masuk dan mengakibatkan suhu di bumi naik yang kemudian menghangat. Proses tersebut menjadikan bumi layak untuk di tinggali berbagai makhluk hidup. Namun jika efek rumah kaca terus-menerus terjadi, maka tidak hanya menjadi hangat namun bumi bisa memanas.

Istilah memanasnya bumi inilah yang sering disebut dengan global warming atau pemanasan global. Untuk mencegah terjadinya global warming, kita sebagai manusia yang meninggali bumi tentu saja harus lebih peduli dengan kondisi bumi yang seperti ini. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah membangun bangunan yang ramah lingkungan atau biasa disebut dengan green architecture.

Penyebab dari Efek Rumah Kaca

Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa hal yang menyebabkan efek rumah kaca ialah gas-gas yang ada di dalam atmosfer. Gas rumah kaca inilah yang mengakibatkan panas dari matahari terjebak di atmosfer. Gas-gas tersebut terbentuk secara alami karena lingkungan, namun ada beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan gas-gas ini meningkat secara drastis. Apa saja itu?

1. Penggunaan Sumber Daya Alam Berlebihan

Penggunaan sumber daya alam yang dilakukan secara besar-besaran dan berlebihan dapat menjadi salah satu faktor penyebab efek rumah kaca. Misalnya saja penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Padahal seiring berjalannya waktu populasi manusia terus bertambah, sehingga kebutuhan listrik juga ikut bertambah.

2. Sampah Rumah Tangga

Sampah atau limbah yang berasal dari rumah tangga ini juga bisa menjadi penyebab dari efek rumah kaca. Ketika sampah rumah tangga tersebut hanya dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk mengatasinya, maka dapat menghasilkan gas karbon dioksida dan methana. Padahal sampah-sampah yang ditimbun tersebut banyak dijumpai di kota-kota besar.

3. Penebangan Hutan secara Liar

Penebangan hutan yang dilakukan secara liar dapat menjadi faktor yang menyebabkan efek rumah kaca semakin meningkat. Tanpa adanya tumbuhan hijau disekitar, maka sarana yang digunakan untuk meminimalisir efek rumah kaca juga akan berkurang. Jika penebangan liar terus terjadi dapat mengakibatkan pembakaran hutan yang dilakukan secara berlebihan yang akan menghasilkan gas rumah kaca berupa karbon dioksida.

Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com
Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com

4. Terjadinya Pencemaran Laut

Terjadinya pencemaran laut ini tidak jauh dari permasalahan sampah yang sampai saat ini belum dapat teratasi. Misalnya saja seperti permasalahan sampah di tempat wisata, sebagian besar wisatawan yang berlibur akan menyumbangkan sampah plastik yang bisa mengancam kelestarian lingkungan. Jika sampah-sampah tersebut dibuang ke laut tentu saja akan mencemari laut.

Hasil dari pencemaran laut berdampak pula pada meningkatnya efek rumah kaca. sampah-sampah tersebut akan mempengaruhi ekosistem yang ada di laut, sehingga banyak populasi di laut yang mati. Padahal laut memiliki peran penting dalam penyerapan salah satu gas rumah kaca yakni karbon dioksida.

5. Industri Peternakan

Limbah atau sampah pada industri peternakan ternyata dapat menghasilkan gas rumah kaca, misalnya saja kotoran sapi. Limbah sapi tersebut dapat menghasilkan gas rumah kaca seperti CO2 (karbon dioksida) dan CH4 (metana). Jika tidak ditanggulangi maka akan semakin besar dampak yang diakibatkan oleh gas rumah kaca tersebut.

6. Industri Pertanian

Penyebab dari efek rumah kaca juga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk nonorganik. Walaupun pupuk tersebut dipercaya dapat meningkatkan hasil dari pertanian, namun penggunaannya dapat merusak lingkungan. Pupuk nonorganik dapat menghasilkan gas rumah kaca misalnya saja N2O (nitrous oksida), yang dapat meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Penjelasan mengenai efek rumah kaca berikutnya adalah dari segi dampaknya. Tentu saja feke rumah kaca memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan bumi yang kita tinggali ini. Berikut dampak yang terjadi akibat efek rumah kaca.

1. Terjadinya Global Warming

Telah disampaikan sebelumnya, apabila suhu bumi terus meningkat maka lama kelamaan bumi akan memanas. Istilah tersebut lebih akrab dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Pemanasan global merupakan salah satu dampak terburuk dari efek rumah kaca ini.

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com
Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

2. Mencairnya Es di Kutub Utara dan Selatan

Dampak berikutnya dari efek rumah kaca berkaitan dengan pemanasan global, akibat dari naiknya suhu bumi berpengaruh pula pada wilayah kutub utara dan selatan. Es-es yang ada di kutub ini akan mulai mencair, sehingga dapat menaikkan air laut. Hal yang ditakutkan adalah daratan semakin lama bisa tenggelam karena air air laut terus mengalami kenaikan volume.

Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com
Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com

3. Lapisan Ozon Menipis

Lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi yang terpancar dari ultraviolet (UV) serta mencegah sinar UV tersebut mengenai permukaan bumi, karena dianggap berbahaya dan merugikan makhluk hidup. Namun jika lapisan ozon mulai menipis, bukan tidak mungkin radiasi ultraviolet dapat dengan mudah masuk ke bumi dan mengancam keselamatan makhluk hidup di bumi.

Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com
Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com

Cara Menganggulangi Efek Rumah Kaca

Sebagai makhluk hidup yang meninggali bumi, tentu saja menjaga kelestarian bumi merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Untuk itu agar kelangsungan hidup bumi terus berlangsung maka kita harus mengupayakan untuk menanggulangi efek rumah kaca. Berikut penjelasan mengenai cara menanggulangi efek rumah kaca.

1. Melakukan Reboisasi

Cara pertama yang dapat digunakan untuk menanggulangi efek rumah kaca adalah melakukan reboisasi atau penghijauan kembali. Reboisasi ini dilakukan pada hutan-hutan gundul yang terjadi penebangan liar di dalamnya.

2. Penghematan Listrik

Cara berikutnya adalah dengan menghemat penggunaan listrik. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa pembangkit listrik dari bahan bakar fosil yang dapat berdampak pada efek rumah kaca. Sehingga Anda bisa menghemat penggunaan listrik dengan menggantinya menggunakan panel surya. Panel surya ini diyakini dapat dijadikan solusi untuk penghematan listrik.

3. Menekan Penggunaan Plastik

Sampah plastik merupakan salah satu barang yang sangat sulit diurai, dengan menekan penggunaannya maka dapat membantu untuk mengurangi efek rumah kaca. Menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan juga dapat mengurangi masalah yang terjadi di tempat wisata, yakni penggunaan sampah plastik di destinasi wisata.

Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id
Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id

4. Pengolahan Limbah Industri Peternakan

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa limbah dari industri peternakan dapat meningkatkan efek rumah kaca. Oleh sebab itu, limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas. Biogas dapat difungsikan untuk energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil.

5. Menggunakan Pupur Organik

Penggunaan pupuk nonorganik dapat meningkat efek rumah kaca semakin besar, karena gas-gas yang dihasilkannya. Maka dari itu beralis ke pupuk organik merupakan salah satu cara untuk menanggulangi efek rumah kaca.

Terima kasih telah berkenan membaca artikel dari PT Eticon Rekaya Teknik mengenai penjelasan dari efek rumah kaca di atas. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda, sehingga dapat saling membantu untuk mengurangi efek rumah kaca yang terjadi.