Project Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) PT DAI ICHI KIMIA RAYA Karawang

Project penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya Karawang, Sumber: doc pribadi

Seperti yang kita semua tahu, Karawang merupakan salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan-perusahaan industri yang berdiri di kota tersebut, tak terkecuali perusahaan asing yang juga mempercayakan bangunannya untuk berdiri di kota yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi, Bogor, dan Jakarta ini.

Salah satu perusahaan asing yang juga berdiri di Kota Karawang adalah PT Dai Ichi Kimia Raya. PT Dai Ichi Kimia Raya sendiri merupakan anak perusahaan dari Dai-Ichi Kogyo Seiyaku Co. Ltd yang berada di Jepang. Perusahaan yang juga dikenal dengan nama PT DKR ini merupakan perusahaan profesional yang bisnisnya berfokus pada produksi dan pemasaran produk-produk kimia berkualitas tinggi.

Berbicara mengenai perusahaan yang telah berdiri dengan sempurna, terkadang kita perlu mempertanyakan apakah bangunan tersebut benar-benar aman dan layak digunakan atau tidak. Karena itu untuk dapat menjamin keamanannya, setiap bangunan perlu mengantongi perizinan yang kita kenal dengan nama SLF atau Sertifikat Laik Fungsi.

Dan pada kesempatan kali ini, kami diberikan tanggung jawab dan kepercayaan penuh untuk membantu penerbitan SLF perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri KIIC Lot G No.2, Jalan Maligi 2, Sukaluyu, Karawang Barat, Sukaluyu, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat ini.

Survei lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Survei lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya Karawang

Sertifikat Laik Fungsi merupakan salah satu perizinan yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan sebelum bangunan tersebut dioperasionalkan. Karena dengan kepemilikan SLF, hal tersebut membuktikan bahwa bangunan yang telah berdiri siap untuk dioperasionalkan dan akan menjadi bangunan gedung yang aman digunakan.

Sehingga secara tidak langsung juga dapat menunjang kenyamanan, keselamatan, serta keamanan semua penggunanya. Bahkan kepemilikan SLF juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Dimana pada peraturan tersebut menjelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi atau yang biasa disebut juga dengan SLF adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan.

Sebagai salah satu perusahaan besar yang mempekerjakan banyak karyawan, tentu saja keamanan, kenyamanan, dan keselamatan karyawan menjadi fokus utama bagi PT Dai Ichi Kimia Raya. Karena alasan itulah, PT Dai Ichi Kimia Raya bekerjasama dengan tim Eticon dalam project penerbitan SLF untuk bangunan industri tersebut. 

Proses pelaksanaan sidang, Sumber: doc pribadi
Proses pelaksanaan sidang, Sumber: doc pribadi

Alur Penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya

Sertifikat Laik Fungsi untuk salah satu perusahaan di Karawang ini tentu tidak terbit begitu saja. Setidaknya, perlu melewati beberapa tahapan terlebih dahulu sebelum akhirnya SLF dapat diterbitkan. Untuk project penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya sendiri perlu melewati alur pengurusan sebagai berikut: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Persyaratan Administratif dan Teknis untuk Penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya

Perlu diketahui bahwa proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi dari satu daerah dengan daerah lainnya memiliki peraturan dan ketentuannya masing-masing. Hal ini berlaku juga untuk persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa mengantongi SLF.

Karena itu, pada project penerbitan SLF untuk PT Dai Ichi Kimia Raya harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Karawang, karena mengingat perusahaan tersebut berada di Kota Karawang. Diantara berbagai persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Karawang untuk penerbitan SLF, yakni antara lain: 

Persyaratan Administratif SLF

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis SLF

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis
Serah terima SLF dengan pihak PT Dai Ichi Kimia Raya Karawang, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF dengan pihak PT Dai Ichi Kimia Raya Karawang, Sumber: doc pribadi

Kepengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bersama PT. Eticon Rekayasa Teknik

Tim Eticon telah berhasil membantu project penerbitan SLF di Karawang untuk PT Dai Ichi Kimia Raya. Dari keberhasilan ini, dapat menjadi bukti nyata bahwa kami sebagai jasa konsultan SLF selalu berkomitmen dan berupaya semaksimal mungkin dalam membantu setiap klien. 

Tentu saja klien yang membutuhkan bantuan atau memiliki kebutuhan perihal penerbitan Sertifikat Laik Fungsi bahkan hingga prosesnya selesai. Maka dari itu melalui keberhasilan project penerbitan SLF kali ini, Anda tidak perlu ragu lagi akan kinerja kami dan tidak perlu ragu menggunakan jasa kami.

Karena kami merupakan jasa konsultan yang memiliki tenaga ahli di berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan untuk proses penerbitan SLF bangunan. Penerbitan SLF PT Dai Ichi Kimia Raya ini bukanlah satu-satunya project yang telah berhasil kami tangani. Karena tim Etcion juga telah berhasil membantu project penerbitan di Balikpapan, Mojokerto, Bekasi, dan kota-kota lain di Indonesia.

Apa Itu KAK Pembangunan Gudang? Simak Penjelasannya Disini!

Isi yang harus ada di dalam Kerangka Acuan Kerja, Sumber: bilabil.com

Pernahkah Anda mendengar istilah KAK (Kerangka Acuan Kerja) pada saat mengerjakan proyek pembangunan gudang atau yang lainnya? Bagi sebagian orang yang awam tentang proyek pembangunan, mungkin akan awam juga dengan istilah ini. Namun, tidak sedikit juga yang tahu bahkan pernah membuatnya.

Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengulas lebih lengkap tentang apa itu KAK (Kerangka Acuan Kerja) pada pembangunan gudang. Karena itu, simak penjelasannya sampai selesai!

Pengertian Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Seperti yang kita tahu, gudang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan. Sebut saja seperti menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai, hingga untuk tempat penyimpanan genset. Namun sebelum mulai pembangunan gudang, akan lebih baik dan matang lagi prosesnya apabila disertai dengan Kerangka Acuan Kerja.

Kerangka Acuan Kerja atau biasa disingkat KAK merupakan sebuah dokumen atau berkas yang di dalamnya berisi penjelasan mengenai landasan, tujuan, serta struktur proyek yang akan segera dilaksanakan. Dalam kasus ini tentu saja untuk proyek pembangunan gudang. Tidak hanya itu saja, KAK juga berisi mengenai perjanjian, waktu atau jadwal pertemuan, serta negosiasi dengan pihak yang terkait dengan proyek yang akan dilaksanakan.

Atau secara sederhana, Kerangka Acuan Kerja ini merupakan panduan dan acuan yang digunakan dalam pelaksanaan sebuah proyek. Jadi, ketika Anda ingin mengadakan sebuah proyek pembangunan gudang yang memungkinkan akan melibatkan peran banyak orang dan membutuhkan perhitungan yang detail, maka Anda juga perlu mempunyai landasan untuk melakukannya.

Karena itulah, KAK sangat penting dalam hal ini, karena nantinya landasan tersebut akan dituangkan dalam KAK ini. Apabila Anda kurang mengenal istilah KAK, Kerangka Acuan Kerja ini juga biasa disebut dengan TOR (Term of Reference). Isi dari Kerangka Acuan Kerja sendiri disusun menurut kaidah 5W+2H (what, why, where, when, who, how, dan how much).

KAK (Kerangka Acuan Kerja) pada pembangunan gudang, Sumber: gramedia.com
KAK (Kerangka Acuan Kerja) pada pembangunan gudang, Sumber: gramedia.com

Apa Saja Isi Kerangka Acuan Kerja?

Melalui penjelasan sebelumnya, tentu secara garis besar kita sudah mendapat gambaran mengenai KAK dalam perencanaan proyek. Tapi sebenarnya, elemen penting apa saja yang ada di dalam Kerangka Acuan Kerja?

1. Latar Belakang

Background atau latar belakang tentu menjadi hal pertama yang harus ada dalam berkas KAK. Latar belakang pada KAK pembangunan gudang disini mewakili konsep why atau mengapa. Dengan begitu, latar belakang dalam sebuah KAK akan memberikan gambaran dan penjelasan mengenai latar belakang mengapa sebuah proyek akan dilaksanakan dan tentu saja dijelaskan dengan sangat rinci/detail.

Mulai dari ide, landasan, hingga konsepnya akan tertuang dalam latar belakang. Selain itu, kebijakan dan juga dasar hukum terkait proyek yang akan dilaksanakan juga dapat dituangkan pada latar belakang KAK ini.

2. Uraian Kegiatan

Sesuai dengan namanya, tentu saja pada bagian Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang satu ini berisi penjelasan lengkap mengenai apa saja jenis kegiatan yang akan dilakukan pada proyek. Serta tidak lupa juga untuk mencantumkan batasan-batasan dari kegiatan tersebut. Untuk bagian uraian kegiatan pada KAK mewakili konsep what (apa).

3. Maksud dan Tujuan

Sama halnya dengan bagian latar belakang, pada bagian maksud dan tujuan juga digunakan untuk mewakili why. Dalam bagian Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang satu ini, Anda harus menerapkan apa saja maksud dan tujuan dari dilakukannya proyek pembangunan gudang. 

Secara garis besar, Anda bisa menuliskan hasil akhir yang diharapkan serta manfaat yang didapatkan dari proyek yang dijalankan.

Isi yang harus ada di dalam Kerangka Acuan Kerja, Sumber: bilabil.com
Isi yang harus ada di dalam Kerangka Acuan Kerja, Sumber: bilabil.com

4. Metode dan Tahapan

Metode dan tahapan disini mewakili konsep how (bagaimana). Pada bagian ini biasanya menjelaskan mengenai bagaimana proyek tersebut akan dilakukan. Mulai dari metode apa saja yang akan digunakan, tahapan pelaksanaan proyek mulai dari awal hingga akhir, serta komponen penting yang dapat mendukung dan menunjang keberhasilan proyek.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan materi berupa dokumen pendukung, data, hasil wawancara, laporan observasi yang berkaitan dengan rencana proyek.

5. Jadwal dan Tempat

Jika dilihat dari namanya, tentu saja bagian ini berbeda dengan bagian lainnya. Untuk jadwal dan tempat mewakili dua konsep yaitu when (kapan) dan where (dimana). Dalam hal ini, dapat dituliskan jadwal dan tempat yang telah disetujui untuk mengadakan pertemuan, pra-kunjungan, kapan proyek akan dilakukan, hingga jadwal pertemuan.

Atau, pada bagian KAK ini bisa juga menyertakan time table yang berisi kapan, berapa lama,  dan dimana proyek pembangunan gudang akan dilaksanakan.

6. Tim Evaluasi

Pada bagian ini, KAK pada proyek pembangunan gudang berisi mengenai spesifikasi siapa saja yang terlibat dan bergabung menjadi tim dalam pelaksanaan proyeknya.

Di bagian ini biasanya berisi biodata atau data diri dari masing-masing anggota tim, keterampilan dan kemampuan apa saja yang dikuasai, pengalaman mengerjakan proyek lain sebelumnya. Serta tidak lupa juga dicantumkan total keseluruhan anggota tim yang nantinya bekerja. Pada bagian tim evaluasi, tentu saja mewakili konsep who (siapa).

7. Logistik dan Anggaran

Logistik dan anggaran disini mewakili konsep how much (berapa banyak). Secara garis besar, bagian dari KAK pembangunan gudang ini menjelaskan mengenai susunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara rinci, lengkap, dan detail yang nantinya diperlukan selama proyek berjalan.

Setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu dicantumkan pada bagian ini. Diantaranya seperti nominal gaji, penggantian biaya, akomodasi perjalanan, serta apa saja fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kelancaran jalannya proyek. Misalnya seperti komputer/laptop, transportasi, layanan jaringan internet, dan lain sebagainya.

8. Pelaksana dan Penanggung Jawab

Selain anggota tim yang akan bekerja dalam proyek tersebut, rincian mengenai siapa yang akan ditugaskan sebagai pelaksana dan juga penanggung jawab proyek juga perlu dicantumkan pada bagian ini.

Sehingga, nantinya mereka yang ditunjuk sebagai pelaksana dan penanggung jawab dapat dengan mudah mengawasi kinerja anggota tim saat sedang bekerja.

Tujuan dan manfaat adanya Kerangka Acuan Kerja, Sumber: pengadaan.web.id
Tujuan dan manfaat adanya Kerangka Acuan Kerja, Sumber: pengadaan.web.id

Tujuan dan Manfaat Adanya KAK pada Pembangunan Gudang

Dibuatnya Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini tentu bukanlah tanpa alasan. Karena apapun itu yang dibuat memiliki tujuan dan manfaatnya masing-masing, begitupun dengan dibuatnya KAK ini.

Tujuan utama yang menjadi dasar dan landasan KAK dalam proyek pembangunan gedung ini agar nantinya ketika proyek dilaksanakan, tidak ditemukan ketidaksesuaian kondisi di lapangan dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Sehingga nantinya ketidaksesuaian tersebut dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Sedangkan manfaat dari Kerangka Acuan Kerja sendiri antara lain:

  • Menjadi landasan maupun dasar dari rencana proyek atau kegiatan yang akan dijalankan
  • Sebagai dasar perhitungan audit pihak manajemen dan keuangan
  • Menjadi bahan penilaian kualifikasi dari sebuah proyek yang akan dijalankan
  • Sebagai media dan sarana bagi seorang pimpinan dalam mengendalikan kinerja pegawainya.

Nah, itulah tadi ulasan lengkap mengenai KAK (Kerangka Acuan Kerja) untuk proyek pembangunan gedung. Semoga dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, dapat menjadi informasi baru bagi kita semua!

Bagaimana Alur Pengurusan SLF Apabila Bangunan Belum Memiliki PBG? Berikut Penjelasannya!

Alur pengurusan SLF apabila bangunan belum memiliki PBG, Sumber: advancedbiofuelssummit.com

Sertifikat Laik Fungsi dan Persetujuan Bangunan Gedung merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap bagunan. Persetujuan Bangunan Gedung biasanya diperoleh sebelum bangunan itu didirikan. Sementara Sertifikat Laik Fungsi diperoleh ketika bangunan sudah berdiri dan bangunan tersebut sudah melalui uji kelayakan fungsi bangunan. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana alur pengurusan SLF apabila bangunan yang sudah berdiri tersebut belum memiliki PBG?

Mengenal PBG dan SLF Secara Umum

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai bagaimana alur pengurusan SLF sebelum bangunan memiliki PBG, akan lebih baik jika kita mengulas sedikit tentang apa itu SLF dan juga PBG. Bagi sebagian besar orang yang telah menyadari keberadaannya, mungkin SLF dan PBG bukan satu hal yang asing lagi. Namun tidak sedikit juga yang masih belum familiar dengan perizinan tersebut. 

Pengertian Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung, Sertifikat Laik Fungsi atau yang biasa disingkat dengan SLF adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan.

Pengertian Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)

Sementara PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung di dalam peraturan yang sama merupakan perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan merawat bangunan gedung sesuai dengan standar teknis bangunan gedung yang berlaku.

SLF sebagai salah satu persyaratan operasional bangunan gedung, Sumber: virtualofficeku.co.id
SLF sebagai salah satu persyaratan operasional bangunan gedung, Sumber: virtualofficeku.co.id

Alur Pengurusan SLF Apabila Bangunan Belum Memiliki PBG

Setelah mengetahui secara umum mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan juga Sertifikat Laik Fungsi (SLF), tentunya sudah ada sedikit gambaran mengenai kedua perizinan tersebut. Nah, jika umumnya pengurusan SLF dan PBG diurus secara terpisah sesuai kebutuhan, lalu bagaimana alur pengurusan SLF dan PBG dengan bangunan yang sudah terbangun?

Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa seharusnya PBG harus diurus sebelum proses pembangunan dilakukan. Alur pengurusan SLF untuk bangunan terbangun yang belum memiliki PBG sebenarnya hampir sama dengan mengurus SLF bangunan terbangun sudah memiliki BPG.

Hanya saja yang membedakan adalah jasa konsultan perlu mengurus kedua perizinan tersebut secara bersamaan. Karena untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, bangunan tersebut harus memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) terlebih dahulu. Alur pengurusan SLF apabila bangunan terbangun belum memiliki PBG, sebagai berikut:

  • Collect Data. Mengumpulkan data disini artinya, jasa konsultan akan mengumpulkan berbagai data atau dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan administratif untuk SLF dan juga PBG.
  • Field Survey (survei lapangan). Survei ini dilakukan untuk menyesuaikan apakah data administratif yang diberikan pemilik bangunan sesuai dengan kondisi lapangan atau tidak. Serta memastikan apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau belum.
  • Paparan Internal  (Study results explanation) & Submit sistem SIMBG. Pada tahap ini dilakukan presentasi oleh pihak internal (klien dan konsultan) yang membahas tentang administratif dan mengulas tentang apa saja yang perlu direvisi (jika ada) sebelum masuk ke sidang eksternal. Jika semua sudah selesai, barulah dilakukan submit atau upload sistem SIMBG (administratif  untuk SLF dan PBG).
  • Sidang paparan dan konsultasi dengan Dinas terkait. Setelah upload sistem SIMBG dan tidak ada evaluasi dari Dinas terkait (PUPR), maka dilanjutkan dengan sidang. Nah, yang membedakan adalah pada tahapan sidang kali ini. Jika hanya mengurus SLF, maka hanya akan dilakukan sidang SLF saja. Tetapi dalam kasus ini terdapat 2 hal yang disidangkan, yaitu SLF dan PBG yang dilakukan secara bersamaan.
  • Terbitnya SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah). Lalu setelah sidang dengan dinas terkait dan dengan TPA/TPT adalah review dan evaluasi dari pihak dinas terkait. Jika memang sudah tidak ada revisi ataupun lainnya, maka alur pengurusan SLF selanjutnya adalah penerbitan SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah). Jika surat tersebut sudah keluar, maka pihak klien diwajibkan untuk membayar retribusi sesuai nomor rekening yang tertera dalam surat.
  • Penerbitan SLF dan PBG. Barulah setelah itu, akan terbit SLF dan PBG secara bersamaan.
Uji teknis kelaikan fungsi bangunan untuk mendapatkan SLF, Sumber: eticon.co.id
Uji teknis kelaikan fungsi bangunan untuk mendapatkan SLF, Sumber: eticon.co.id

Itulah alur pengurusan SLF apabila bangunan terbangun belum memiliki PBG. Tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya berbeda pada proses sidang saja. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, SLF merupakan perizinan yang sangat penting dan wajib dimiliki. 

Oleh karena itu, sebagai pemilik bangunan sudah seharusnya segera mengurus SLF untuk menghindari berbagai hal yang dapat terjadi di kemudian hari. Untuk mengurus Sertifikat Laik Fungsi, jasa konsultan SLF profesional dan berpengalaman memang dibutuhkan dalam hal ini.

Dan apabila Anda membutuhkan bantuan jasa konsultan SLF berpengalaman, maka kami bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Karena kami merupakan jasa konsultan dengan tim dari berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan dalam penerbitan SLF. Jadi, mari wujudkan bangunan yang aman dengan melengkapi SLF bersama tim Eticon!

Kenali 4 Jenis Metode Analisis Struktur Bangunan Berikut Ini

Faktor-faktor penting pada analisis struktur konstruksi, Sumber: adhyaksapersada.co.id

Analisis struktur bangunan merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum mulai ke tahap pembangunan. Karena adanya sebuah analisa ini, maka dapat menentukan akan seperti apa struktur tersebut bekerja. Tapi sebenarnya, apa analisis struktur bangunan itu? Berikut penjelasannya!

Mengenal Analisis Struktur Bangunan

Analisis struktur bangunan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghitung serta menentukan efek dari beban yang bekerja pada struktur bangunan. Segala jenis bangunan perlu dilakukan sebuah analisa untuk mengetahui apakah beban yang bekerja pada struktur bangunan dapat menimbulkan reaksi gaya dalam (internal force) pada struktur bangunan atau tidak.

Baik itu struktur bangunan tahan gempa seperti rumah, jembatan, dermaga, atau bangunan lainnya. Analisis struktur bangunan sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bagaimana alur, distribusi, serta efek beban terhadap struktur bangunan itu sendiri.

Dengan dilakukannya analisis struktur, maka akan didapatkan hasil bagaimana perilaku struktur dan tingkat keamanannya ketika bangunan tersebut dikenai atau diberikan beban yang diperkirakan akan bekerja.

Mengenal lebih dekat dengan analisis struktur konstruksi, Sumber: kompas.com
Mengenal lebih dekat dengan analisis struktur konstruksi, Sumber: kompas.com

Apa Saja Faktor Penting pada Analisis Struktur Bangunan?

Dalam prakteknya, terdapat hal-hal penting yang harus diketahui dalam pengerjaan analisa struktur bangunan, yakni antara lain: 

1. Sifat Material Struktural

Untuk melakukan analisis struktural yang akurat, data lengkap mengenai sifat material yang digunakan adalah kunci utama dan sangat penting. Data-data dapat diperoleh melalui pengujian, dimana data-data tersebut meliputi berat jenis, kuat tarik, modulus elastisitas, poisson ratio, dan lain sebagainya.

Selain dari sifat material, tentunya material yang digunakan pun harus sesuai standar peraturan yang berlaku, dalam hal ini Standar Nasional Indonesia (SNI).

2. Pembebanan

Keakuratan elastisitas beban yang diperkirakan akan membebani struktur bangunan adalah salah satu elemen penting dalam proses analisis. Dengan mengetahui besarnya beban yang akan membebani struktur bangunan ketika bekerja, maka dapat diketahui pula kekuatan elemen tersebut.

Jadi dengan begitu, secara otomatis juga dapat diketahui struktur bangunan akan mampu menahan beban yang bekerja atau tidak. Karena apabila beban yang diberikan melebihi kekuatan struktur bangunan, maka dapat menyebabkan kegagalan struktur.

3. Sistem Struktur

Selain sifat material penyusun struktur dan pembebanan yang bekerja pada struktur, hal penting lainnya yang tidak boleh luput dalam analisis struktur bangunan adalah sistem struktur. Sistem struktur ini akan mempengaruhi distribusi beban dari mulai lokasi beban hingga akhirnya tersalurkan melalui sistem struktur sampai ke pondasi dan tanah di bawahnya.

Faktor-faktor penting pada analisis struktur konstruksi, Sumber: adhyaksapersada.co.id
Faktor-faktor penting pada analisis struktur konstruksi, Sumber: adhyaksapersada.co.id

Jenis Metode pada Analisis Struktur Bangunan

Karena menganalisis struktur bangunan bukanlah hal yang mudah, maka lahirlah metode-metode yang digunakan dalam proses tersebut. Berbagai metode tersebut digunakan sebagai langkah untuk menjaga keamanan bersama.

Tetapi, metode yang digunakan untuk menganalisis struktur bangunan harus disesuaikan dengan jenis rangka, konfigurasi dalam rangka bertingkat, serta derajat ketidaktentuan. Berikut ini adalah empat metode yang digunakan pada analisis struktur bangunan antara lain: 

1. Metode Gaya (Forced Method)

Metode gaya atau forced method adalah metode yang digunakan untuk menghitung gaya dalam (internal force) serta reaksi pada struktur tak tentu. Metode analisis yang satu ini juga dikenal dengan sebutan metode fleksibilitas atau deformasi konsisten.

Metode gaya sangat cocok dipakai untuk menganalisis bingkai statis tak tentu dengan satu lantai dan geometri tak umum seperti bingkai runcing. Dalam aplikasinya, metode gaya digunakan untuk mencari nilai Derajat Ketidaksesuaian. Karena hal yang tidak diketahui dalam force method adalah gaya dan momen.

2. Metode Perpindahan (Displacement Method)

Jika di metode gaya yang tidak diketahui adalah gaya dan momen, maka lain halnya dengan metode perpindahan atau displacement method ini. Karena pada metode perpindahan yang tidak diketahui adalah defleksi dan juga rotasi.

Dengan kenyataan tersebut, maka untuk menentukan nilai perpindahan dapat dihitung menggunakan persamaan kesetimbangan. Untuk menganalisis struktur menggunakan metode ini, terdapat tiga metode yang bisa dipakai dimana ketiga saling berkaitan satu sama lain.

  • Metode Slope Defleksi (Slope Deflection Method). Dalam prakteknya, metode ini dapat digunakan untuk menganalisis balok, rangka statis tertentu, serta rangka statis tidak tentu. 
  • Metode Distribusi Momen (Moment Distribution Method). Ini merupakan metode aproksimasi (pembulatan nilai) yang dapat dilakukan pada setiap tingkatan akurasi yang diinginkan. 
  • Metode Kekakuan Langsung (Direct Stiffness Method). Metode yang satu ini merupakan metode analisis matriks yang dirumuskan dalam persamaan kesetimbangan hubungan matriks tunggal.

3. Metode Perkiraan (Approximate Method)

Jenis metode yang dapat digunakan dalam proses analisis struktur bangunan selanjutnya adalah metode perkiraan atau approximate method. Metode yang satu ini berguna untuk menentukan gaya dan momen pada elemen struktur yang berbeda serta mendalam demi mendapatkan desain awal.

Berasal dari desain awal, dapat dianalisis menggunakan metode perkiraan secara lebih detail. Sehingga akan menghasilkan desain yang lebih sempurna. Analisis menggunakan metode perkiraan dilakukan dengan cara membuat asumsi struktur bangunan secara realistis.

Sama halnya dengan metode perpindahan, dalam metode perkiraan juga memiliki tiga metode yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Diantaranya sebagai berikut: 

  • Metode Portal (Portal Method). Jenis metode ini dimanfaatkan untuk menganalisis bingkai beban horizontal dengan menggunakan asumsi: titik belok terletak di tengah-tengah ketinggian tiap-tiap kolom, titik belok terletak di pusat tiap-tiap balok, tegangan geser horizontal terbagi di antara tiap-tiap kolom dengan catatan bahwa kolom interior membutuhkan dua kali lipat kolom eksterior.
  • Metode Kantilever (Cantilever Method). Metode kantilever digunakan untuk analisis struktur bangunan tinggi dengan asumsi: titik infleksi terjadi pada titik tengah tiap gelagar, titik infleksi terjadi pada ketinggian titik tengah setiap kolom, serta pada tingkat tertentu intensitas tegangan aksial dalam kolom sebanding dengan jarak horizontal dari pusat gravitasi semua kolom pada tingkat tersebut.
  • Metode Poin Infleksi (Points of Inflection Method). Jika metode portal digunakan untuk menganalisis rangka dengan beban horizontal, maka metode poin infleksi dipakai untuk menganalisa rangka dengan beban vertikal. Pada metode ini, pembebanan setiap rangka terdistribusikan secara merata dengan mengasumsikan titik infleksi terletak pada 0,1 L dari tumpuan kanan dan kiri, serta mengabaikan gaya aksial pada balok.

4. Metode Kani (Kani’s Method)

Metode Kani merupakan nama lain dari metode kontribusi rotasi. Metode yang satu ini diambil dari seseorang dengan nama Gaspar Kani pada tahun 1940 silam. Pada metode Kani melibatkan distribusi momen ujung tetap yang tidak diketahui dari komponen struktur menuju sambungan yang berdekatan.

Hal ini bertujuan agar memenuhi kondisi kontinuitas lereng dan perpindahan. Salah satu hal yang menarik dari metode Kani adalah self-correction. Self-correction memiliki makna jika kesalahan yang terjadi pada setiap literasi dapat dikoreksi pada langkah selanjutnya.

Metode yang digunakan pada analisis struktur konstruksi, Sumber: anakteknik.co.id
Metode yang digunakan pada analisis struktur konstruksi, Sumber: anakteknik.co.id

Nah, itulah tadi empat jenis metode yang dapat digunakan dalam analisis struktur bangunan. Apapun struktur bangunan yang akan dibangun, baik struktur bangunan rumah sakit, hotel, jembatan, rumah tinggal, dan sebagainya perlu dilakukan analisis terlebih dahulu.

Karena analisis tersebut erat kaitannya dengan keamanan bangunan jika sudah dioperasikan sebagaimana mestinya. Semoga informasi tadi bermanfaat. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar bangunan, atau lainnya Anda bisa mengunjungi laman website Eticon!

Apa Itu Fasad Bangunan? Mari Kenali Istilah Ini Lebih Dalam

Fungsi keberadaan fasad, Sumber: timbercladdingsolutions.co.uk

Pada saat melihat sebuah bangunan, pasti pertama kali yang tertangkap oleh mata adalah bagian depan atau bagian luar dari desain bangunan tersebut. Karena tampilan luar sebuah bangunan biasanya akan merepresentasikan bagian dalam dan juga merepresentasikan sang pemilik bangunan itu sendiri. Bagian luar dari bangunan tersebut dikenal dengan istilah fasad.

Dalam dunia arsitektur, fasad dapat dikatakan sebagai salah satu elemen penting pada setiap bangunan, khususnya dari sudut pandang desain. Karena tidak hanya mampu memberikan kesan pertama bagi siapa saja yang melihatnya, tetapi juga memiliki berbagai fungsi untuk bangunan itu sendiri. Nah, tapi sebenarnya apa itu fasad bangunan dan mengapa bagian ini penting untuk sebuah bangunan?

Apa Itu Fasad Bangunan?

Tidak banyak yang tahu tentang istilah fasad sebagai penggunaan kata sebuah wajah/muka bangunan. Istilah fasad berasal dari Bahasa Perancis yaitu facade yang berarti “depan” atau “wajah”. Sementara dalam istilah Indonesia, fasad mengacu pada bagian luar atau bagian paling depan pada sebuah bangunan.

Karena akan menjadi hal pertama yang dilihat pada sebuah bangunan, maka dari itu facade perlu dibuat dengan desain yang matang. Karena selain dapat memberikan nilai estetika tambahan, fasad juga digunakan untuk menentukan tata letak, desain, serta dekorasi untuk interior.

Konsep fasad bangunan umumnya sesuai dengan keinginan sang pemilik rumah. Namun juga perlu disesuaikan dengan gaya arsitektur bangunan itu sendiri. Sehingga akan menciptakan keselarasan antara facade dan keseluruhan bangunan.

Mengenal lebih dekat dengan facade yang menjadi kesan pertama bangunan, Sumber: bramblefurniture.com
Mengenal lebih dekat dengan facade yang menjadi kesan pertama bangunan, Sumber: bramblefurniture.com

Fungsi Fasad pada Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa adanya fasad tidak hanya dilihat dari segi eksterior saja. Namun lebih dari itu, fasad pada sebuah bangunan memiliki berbagai fungsi tersendiri. Diantara beberapa fungsi adanya fasad, yakni antara lain: 

1. Visual Pertama Sebuah Bangunan

Fasad yang berada di bagian depan pada sebuah hunian berfungsi sebagai visual pertama pada hunian tersebut. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, saat pertama kali orang melihat sebuah bangunan pasti yang pertama dilihat adalah tampilan depannya.

Sebagai elemen pertama yang dapat ditangkap secara visual, maka fasad sudah pasti dapat memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai sebuah bangunan. Jadi tidak heran juga rasanya meskipun berawal dari fasad namun orang lain dapat mengerti secara jelas bagaimana tata letak dan keadaan di dalam hunian itu sendiri.

2. Menunjukkan Identitas Sebuah Bangunan

Tidak sampai disitu saja, fasad pada sebuah hunian juga dapat menunjukkan identitas pada gaya arsiteknya. Dimana identitas tersebut mampu memberikan karakteristik (ciri khas) yang membedakannya dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya.

Selain itu, facade juga seringkali digambarkan sebagai identitas sebuah karya arsitektur yang dijadikan sebagai fokus utama dalam sebuah bangunan. Karena itu, tidak heran apabila fasad dapat merepresentasikan karakter dan ciri khas sebuah bangunan bahkan dapat merepresentasikan sang pemilik hunian itu sendiri.

3. Memiliki Nilai Komersial

Selain mencerminkan karakteristik sebuah bangunan, facade pun juga memiliki nilai komersial akan bangunan tersebut. Ketika akan membeli sebuah bangunan, maka calon pembeli akan melihat bagian fasadnya terlebih dahulu. Hal itu tentu saja karena facade merupakan visual pertama dari sebuah bangunan.

Maka dari itu, tidak heran apabila fasad bangunan tinggi seperti hotel, perkantoran, apartemen, dan lain sebagainya memiliki pengaruh yang signifikan pada bangunan tersebut. Karena itu, fasad juga perlu dibuat dengan semenarik mungkin agar memiliki nilai estetika yang berpengaruh pada nilai komersilnya.

4. Mempengaruhi Suhu dalam Ruang

Tahukan Anda bahwa fasad ternyata juga dapat mempengaruhi suhu dalam ruangan? Ya, tidak banyak orang tahu bahwa fasad sedikit banyak dapat mempengaruhi suhu yang ada di dalam ruangan. Hal ini dapat terjadi apabila pemilihan material fasad tepat.

Pemilihan material fasad bangunan yang tepat seperti kayu dan batu dapat membantu menyerap dan mengeluarkan kelembaban yang terjadi di dalam ruangan. Sehingga ruangan tersebut akan memiliki kelembaban yang stabil.

Tidak hanya itu saja, pemilihan material yang sesuai juga mampu menyerap dan menyimpan panas pada siang hari. Dengan begitu, pada malam hari suhu ruangan akan tetap terjaga kehangatannya. Fasad juga dapat membantu menjaga udara di dalam ruangan tetap segar dan bersih. 

Fungsi keberadaan fasad, Sumber: timbercladdingsolutions.co.uk
Fungsi keberadaan fasad, Sumber: timbercladdingsolutions.co.uk

Komponen Utama Fasad Bangunan

Seperti halnya sebuah bangunan utuh yang memiliki berbagai komponen. Fasad sendiri juga memiliki komponen atau elemen tersendiri. Lantas, apa saja komponen utama dari fasad bangunan itu? Berikut penjelasannya!

1. Pintu

Kita tentu saja tahu bahwa fungsi utama pintu adalah sebagai akses keluar dan masuk bangunan. Adanya pintu juga berfungsi untuk memberikan dan menjaga privasi bagi penghuni yang ada di dalam bangunan. Karena orang yang berada di luar rumah tidak dapat melihat aktivitas apa yang sedang dilakukan oleh pemilik bangunan.

2. Jendela

Secara general, jendela berfungsi sebagai ventilasi yang dapat mengatur cahaya serta udara yang masuk ke dalam bangunan. Sehingga ruangan akan lebih cerah dan sejuk. Tetapi dilihat dari segi keindahan, jendela pada fasad juga mampu menambah nilai estetika. Selain itu, keberadaan jendela pada fasad bangunan juga dapat mempertegas karakter bangunan itu sendiri.

3. Dinding

Dinding atau tembok adalah komponen yang berfungsi sebagai pelindung dan penahan bagi bangunan. Dinding yang memiliki struktur kuat, mampu menahan beban dan tekanan dari lantai maupun atap.

Dinding berfungsi sebagai pelindung karena keberadaannya mampu menjadi penghalang dari benda-benda asing hingga hujan. Bahkan dapat meredam suara yang memungkinkan orang lain dapat mendengar suara dari luar bangunan.

4. Tritisan

Tritisan atau atap tambahan merupakan komponen fasad yang terletak diatas pintu dan jendela. Komponen yang satu ini mampu melindungi atau mencegah pintu dan jendela dari kemungkinan air hujan atau angin yang masuk ke dalam bangunan.

5. Sun Shading (Penghalang Cahaya)

Sesuai dengan namanya, salah satu komponen utama fasad ini berfungsi untuk menghalangi sinar matahari yang masuk kedalam ruangan secara langsung.

Dengan begitu, cahaya yang masuk ke dalam ruangan akan berkurang dan tidak akan membuat ruangan menjadi sangat menyengat karena sinar matahari. Sun shading sendiri memiliki bentuk atau struktur yang beragam layaknya gorden pada jendela.

Sun shading sebagai salah satu komponen fasad, Sumber: muliaarsitek.com
Sun shading sebagai salah satu komponen fasad, Sumber: muliaarsitek.com

Jenis Material Fasad Bangunan

Berikut ini adalah beberapa material yang sering digunakan sebagai fasad, yakni antara lain: 

  • Batu Bata. Material yang satu ini umumnya dipilih untuk membuat fasad karena mampu memberikan struktur bangunan yang kokoh. Selain itu, dari segi keindahan batu batu juga mampu memberikan kesan klasik pada fasad. Sehingga mampu menambah nilai estetika dan menampilkan karakter bangunan yang unik. 
  • Metal. Bahannya yang cenderung halus dan licin membuatnya juga banyak dijadikan sebagai pilihan untuk fasad. Hal ini karena metal mampu menciptakan fasad dengan kesan modern dan elegan. Selain itu, bahan metal juga menjadi favorit karena mudah dibersihkan dari kotoran maupun debu yang menempel.
  • Kayu. Kayu yang diaplikasikan pada fasad mampu memberikan kesan natural dan hangat. Tidak hanya itu saja, pemilihan kayu sebagai material fasad semata-mata juga karena kayu mampu menahan beban dan tekanan berat. Sehingga mampu menjadikannya ideal untuk membentuk struktur rumah.
  • Bebatuan. Selain kayu, batuan alam juga dapat memberikan kesan natural jika diaplikasikan pada fasad bangunan apalagi untuk bangunan hijau. Fasad dengan material batuan alam juga bertahan lama, awet, serta mampu memberikan struktur yang kokoh. Maka dari itu, tidak heran apabila banyak yang menjadikan batuan alam sebagai material utama untuk membuat fasad.

Itulah ulasan lengkap mengenai fasad pada sebuah bangunan. Dalam menentukan dan membuat fasad rumah tentu saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Alih-alih memberikan fungsi dan nilai estetika, fasad yang pemilihannya tidak tepat justru dapat merusak karakter dari gaya arsitektur bangunan yang sudah direncanakan.

Karena itu, dalam hal ini peran dari jasa desain dan perencanaan yang profesional sangat dibutuhkan. Dengan begitu, perencanaannya akan lebih matang hingga proses pembangunannya. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Inilah Contoh Keterangan Rencana Kota (KRK) Beserta Penjelasannya!

Pentingnya KRK sebelum membuat sebuah bangunan, Sumber: rumah123.com

Dari sekian banyaknya dokumen yang dibutuhkan untuk mendirikan dan mengoperasionalkan bangunan, KRK merupakan salah satu contoh dokumen yang keberadaannya juga cukup krusial. Dokumen ini wajib dimiliki sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Mungkin bagi sebagian besar dari Anda bertanya-tanya, apa itu KRK, seberapa penting dokumen tersebut, dan juga seperti apa contoh dokumen KRK itu sendiri. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai KRK. Jadi, simak penjelasannya sampai selesai!

Tampilan halaman depan dari contoh KRK, Sumber: doc pribadi
Tampilan halaman depan dari contoh KRK, Sumber: doc pribadi

Mengenal Keterangan Rencana Kota (KRK) Secara Umum

Seperti yang kita tahu, setiap bangunan wajib memiliki PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Tapi tahukah Anda bahwa sebelum mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pemilik bangunan terlebih dahulu harus mengurus KRK. Nah pertanyaannya, apa itu KRK?

Keterangan Rencana Kota atau KRK adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh Dinas Tata Ruang. Dokumen ini memuat rencana tata ruang yang dimana didalamnya berisi semacam peta. Serta dilengkapi dengan keterangan yang detail mengenai pemanfaatan lahan tanah.

Sama halnya dengan perizinan lainnya, dokumen satu ini dapat dikatakan sebagai salah satu dokumen krusial yang dibutuhkan oleh pemilik bangunan (perorangan maupun perusahaan) sebelum dapat mengajukan dan mendapatkan PBG. Tujuan utama dari dokumen Keterangan Rencana Kota sendiri yaitu untuk mengetahui fungsi lahan, Garis Sempadan Bangunan (GSB), Koefisien Dasar Bangunan (KDB), serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Karena nantinya hal tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam mengembang desain dan perencanaan. Tidak sampai disitu saja, dengan adanya KRK perencana juga dapat dengan mudah mengetahui rencana tata kota yang diajukan untuk mendirikan sebuah bangunan. Sehingga nantinya dengan kepemilikan KRK tersebut pemilik bangunan serta perencana tidak akan melanggar zona tertentu. 

Zona yang kemungkinan oleh Pemerintah tidak diperbolehkan untuk mendirikan sebuah bangunan. Bahkan apabila nantinya di kemudian hari terdapat kesalahan atau kekeliruan, KRK yang telah diterbitkan dapat langsung dicabut perizinannya. Kewajiban memiliki KRK juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Selain itu, tertuang juga pada peraturan pemerintah daerah masing-masing. Karena alasan itulah, dokumen yang satu ini tidak dapat dianggap remeh dan disepelekan begitu saja. KRK ini juga sama seperti perizinan lain yang harus dilakukan perpanjangan. Apabila Keterangan Rencana Kota yang baru telah diterbitkan, maka Keterangan Rencana Kota (KRK) sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.

KRK merupakan salah satu syarat mendapatkan PBG, Sumber: doc pribadi
KRK merupakan salah satu syarat mendapatkan PBG, Sumber: doc pribadi

Penjelasan Isi dari Contoh Keterangan Rencana Kota (KRK)

Setelah mengetahui Keterangan Rencana Kota (KRK) secara umum, kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai isi dari contoh KRK yang ada. Seperti terlihat jelas pada gambar diatas yang merupakan contoh Keterangan Rencana Kota (KRK) untuk Kota Mojokerto.

Pada contoh KRK tersebut terdapat gambar dengan berbagai warna yang berbeda-beda. Perbedaan warna tersebut ditujukan semata-mata bukan tanpa tujuan. Tetapi secara sengaja ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang bagian-bagian yang ada pada contoh KRK tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai perbedaan warna dari contoh KRK diatas.

  • Persegi panjang dengan tepi berwarna kuning. Gambar dan warna tersebut menjelaskan mengenai batas tanah seluas 59,224.00 m2. Pada contoh KRK di atas, total tanah yang dimohonkan adalah 59,224.00 m2. Garis kuning tersebut dimaksudkan sebagai batas antara tanah kepemilikan pemohon dan tanah yang bukan milik pemohon. Itu artinya, di luar dari line kuning yang ada bukan merupakan tanah yang dimohonkan.
  • Persegi panjang kuning dengan garis hitam di dalamnya. Gambar tersebut menunjukkan daerah yang terpotong Garis Sempadan Pagar (GSP) seluas kurang lebih 436.93 m2.
  • Persegi panjang berwarna merah. Pada contoh KRK tersebut, warna merah pada gambar menunjukkan bahwa daerah tersebut menjadi daerah dimana bangunan industri dapat didirikan dari total luas tanah yang dimohonkan.
  • Persegi panjang berwarna kuning. Sementara pada contoh KRK di atas, warna kuning blok diperuntukkan sebagai tanda bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah pemukiman penduduk pedesaan. Dimana luas pemukiman tersebut adalah kurang lebih 10.915.49 m2 dari total luas tanah yang dimohonkan.
  • Persegi panjang berwarna hijau. Warna hijau blok pada gambar di atas menunjukkan tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang harus dimiliki. Ruang Terbuka Hijau dapat diperuntukkan untuk pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya.
  • Garis merah lurus. Garis dengan warna tersebut menunjukkan Garis Sempadan Pagar (GSP). GSP sendiri merupakan garis yang diaplikasikan pada bagian luar area pagar pekarangan. Garis ini juga dapat dikatakan sebagai patokan pembangunannya. Dimana pada bagian luar garis tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan jenis bangunan apapun.
  • Garis hijau lurus. Garis lurus dengan warna hijau tua ini menunjukkan Garis Sempadan Tritis (GST). Garis ini merupakan jarak bebas minimum dari bidang-bidang terluar massa bangunan. Dimana garis tersebut tidak boleh dilewati oleh jenis pembangunan apapun.
Contoh dari keterangan rencana kota, Sumber: doc pribadi
Contoh dari keterangan rencana kota, Sumber: doc pribadi

Nah, itulah penjelasan dari isi contoh KRK yang dilampirkan di atas. Karena begitu pentingnya kepemilikan KRK pada PBG, maka dari itu sudah seharusnya pemilik bangunan mengurus dokumen tersebut. Dengan begitu, pembangunan yang akan dijalankan pun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Project Penerbitan SLF PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Karawang

Serah terima SLF kepada pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Sumber: doc pribadi

Karawang merupakan salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Hal ini tentu saja karena banyaknya perusahaan-perusahaan industri yang berdiri di kota yang berbatasan langsung dengan Bekasi, Bogor, dan Jakarta ini. Bahkan Karawang juga telah dipercaya banyak perusahaan asing untuk mendirikan perusahaannya di kota ini.

Salah satu perusahaan besar dan ternama yang berdiri dengan megah di Kota Karawang adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia. PT Isuzu Astra Motor Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Pasalnya, perusahaan yang satu ini merupakan perusahaan otomotif yang telah memproduksi kendaraan komersial dan mesin terkemuka di dunia.

Bahkan mungkin diantara Anda juga memiliki salah satu koleksi kendaraan dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia. Pada kesempatan kali ini, kami dari tim Eticon diberikan kepercayaan dan tanggung jawab penuh untuk membantu penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk perusahaan yang berlokasi di Jl. Surya Utama Kav 1 Blok DEIJ No.66, Mulyasari, Kec. Ciampel, Karawang, Jawa Barat ini.

Project penerbitan SLF PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF PT Isuzu Astra Motor Indonesia

Perlu diketahui bahwa Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan salah satu perizinan yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan. Karena dengan adanya perizinan SLF, bangunan tersebut akan menjadi bangunan gedung yang aman digunakan. Sehingga dapat menunjang keamanan, kenyamanan, serta keselamatan para pekerjanya.

Karena jika bangunan belum mengantongi SLF, itu artinya bangunan tersebut belum lolos uji kelayakan bangunan. Dimana hal tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi bangunan serta penghuni bangunan itu sendiri. Misalnya seperti berpotensi terjadinya kerusakan bahkan dibongkar secara paksa.

Hal inilah yang juga diperhatikan oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia. Untuk dapat menunjang berbagai aspek tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia bekerjasama dengan tim Eticon untuk project penerbitan SLF bangunan perusahaan tersebut.

Pentingnya SLF untuk setiap bangunan juga ditegaskan dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Di samping peraturan dari pemerintah pusat, terdapat juga peraturan daerah Kota Karawang terkait dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Alur Pengurusan SLF di Karawang (PT Isuzu Astra Motor Indonesia)

Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari pemerintah setempat, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilewati terlebih dahulu. Pada project penerbitan SLF di Karawang untuk PT Isuzu Astra Motor Indonesia alur pengurusan yang perlu dilewati diantaranya sebagai berikut:

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Sidang dan paparan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Sidang dan paparan untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi Kota Karawang

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan perizinan yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh pemerintah kota setempat. Oleh sebab itu, dokumen yang perlu disiapkan pun juga harus merujuk pada peraturan yang telah ditentukan oleh  pemerintah Kota Karawang.

Karena umumnya, setiap daerah memiliki peraturan dan persyaratan masing-masing terkait penerbitan SLF. Untuk mendapatkan perizinan SLF di Kota Karawang, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Serah terima SLF kepada pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik Sebagai Konsultan SLF Berpengalaman

Keberhasilan kami dalam project penerbitan SLF untuk PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kami selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membantu setiap mitra dalam proses penerbitan SLF. Tidak hanya itu saja, hal tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa PT. Eticon Rekayasa Teknik merupakan jasa konsultan SLF yang profesional dan berpengalaman.

Didukung pula dengan tenaga berpengalaman dibidangnya dengan berbagai latar belakang keilmuan yang kami miliki. Tidak hanya membantu dalam project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Karawang, kami juga telah berhasil membantu beberapa perusahaan di berbagai kota di Indonesia.

Salah satunya yaitu project penerbitan SLF Tuban, Tangerang, hingga Kota Balikpapan. Atas keberhasilan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh berbagai klien kami tersebut, Anda tidak perlu lagi meragukan kinerja dari tim Eticon. Anda juga tidak perlu ragu menggunakan jasa kami, karena dengan senang hati kami akan menjadi partner terbaik untuk pengurusan SLF bangunan Anda!

Project Penerbitan SLF PT Musashi Auto Parts Indonesia di Karawang

Serah terima SLF kepada PT Musashi Auto Parts Indonesia, Sumber: doc pribadi

Sertifikat Laik Fungsi merupakan salah satu perizinan yang harus dimiliki oleh setiap bangunan. Bangunan yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi artinya sudah melalui dan sudah lolos uji kelayakan bangunan. Mengapa keberadaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sangat penting pada setiap bangunan gedung?

Karena kepemilikan SLF tidak hanya sebatas untuk mendapatkan pengakuan di mata hukum saja. Tetapi juga menjadi tolak ukur untuk menunjang keamanan, keselamatan, kesehatan, kemudahan, serta kenyamanan para pengguna bangunan. Sehingga bangunan tersebut akan menjadi bangunan yang aman digunakan.

Lantas bagaimana jika sebuah bangunan tidak memiliki SLF? Terdapat banyak sekali kemungkinan yang dapat terjadi apabila bangunan tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi. Misalnya bangunan tersebut akan berpotensi membahayakan penggunanya, bahkan yang lebih parah dapat dihancurkan secara paksa.

Seperti halnya gedung pencakar langit di India yang terpaksa diruntuhkan akibat tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kemungkinan-kemungkinan buruk itulah yang coba diminimalisir oleh salah satu mitra kami, yaitu dari PT Musashi Auto Parts Indonesia. Karena itu, pihak PT Musashi Auto Parts Indonesia bekerjasama dengan Eticon untuk membantu pengurusan Sertifikat Laik Fungsi bangunan mereka.

Tim Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi
Tim Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF PT Musashi Auto Parts Indonesia

PT Musashi Auto Parts Indonesia sendiri merupakan perusahaan bagian Astra Group yang memproduksi sparepart kendaraan roda dua maupun roda empat. Perusahaan ini berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Jl. Surya Madya Kav. 1-36 BC, Ds. Kutanegara, Kec. Ciampel, Kab. Karawang 41361, Jawa Barat.

Sebagai salah satu perusahaan besar dan memiliki banyak karyawan, tentu saja PT Musashi Auto Parts Indonesia juga tidak luput dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pekerjanya ketika sedang menjalankan pekerjaan. Salah satu langkah yang dilakukan oleh PT Musashi Auto Parts Indonesia yaitu melengkapi bangunannya dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Karena itu, PT Musashi Auto Parts Indonesia mempercayakan kepengurusan Sertifikat Laik Fungsi perusahaannya kepada kami. Keberhasilan salah satu project penerbitan SLF di Karawang ini menjadi bukti bahwa tim Eticon benar-benar serius untuk membantu semua mitra. Tidak hanya itu, melalui keberhasilan ini tim Eticon juga membuktikan bahwa kami adalah salah satu jasa konsultan SLF yang profesional.

Alur Pengurusan SLF pada PT Musashi Auto Parts Indonesia Karawang

Sebelum Sertifikat Laik Fungsi diterbitkan, tentu perlu melalui tahapan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan apakah bangunan tersebut benar-benar layak mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi atau tidak. Berikut ini adalah alur pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada PT Musashi Auto Parts Indonesia Karawang, yakni antara lain:

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Ilustrasi uji kelaikan bangunan gedung, Sumber: doc pribadi
Ilustrasi uji kelaikan bangunan gedung, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administratif Pengurusan SLF di Kota Karawang

Sertifikat Laik Fungsi merupakan perizinan yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh pemerintah daerah dimana bangunan tersebut berdiri. Dan perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki peraturannya masing-masing terkait persyaratan atau dokumen yang perlu dilengkapi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi itu sendiri.

Untuk menyelesaikan project penerbitan SLF pada PT Musashi Auto Parts Indonesia, tentu saja tim Eticon harus mengikuti berbagai persyaratan yang telah diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Karawang. Karena mengingat project kali ini berada di Karawang. Berikut persyaratan administratif yang harus dipenuhi untuk pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kota Karawang:

  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • SLP APK ( Sertifikat Layak Pakai Alat Proteksi Kebakaran)
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Serah terima SLF kepada PT Musashi Auto Parts Indonesia, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada PT Musashi Auto Parts Indonesia, Sumber: doc pribadi

Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bersama PT. Eticon Rekayasa Teknik

Pentingnya dokumen SLF untuk setiap bangunan, membuat pemilik atau pengelola bangunan harus mengupayakan memiliki SLF. Dalam hal ini, keberadaan jasa konsultan SLF memang dibutuhkan dalam membantu pengurusan SLF.

Kami merupakan jasa konsultan SLF yang berpengalaman dan profesional, hal itu dibuktikan dengan perusahaan-perusahaan besar di berbagai kota di Indonesia yang mempercayakan kepengurusan SLF bangunannya kepada kami. Dimana salah satunya adalah PT Musashi Auto Parts Indonesia di Karawang ini.

Oleh sebab itu, melalui keberhasilan project penerbitan SLF untuk PT Musashi Auto Parts Indonesia ini Anda tidak perlu ragu lagi perihal kinerja tim Eticon. Serta tidak perlu ragu lagi menggunakan jasa dari kami.

Karena PT Eticon Rekayasa Teknik akan dengan sungguh-sungguh membantu proses pengurusan SLF bangunan Anda hingga prosesnya selesai. Jadi, mari wujudkan bangunan yang aman dan nyaman dengan kelengkapan perizinan SLF bersama tim Eticon!

Project Penerbitan SLF PT KSB Indonesia di Cibitung

Dokumentasi Eticon bersama pihak PT KSB Indonesia Cibitung, Sumber: doc pribadi

Sebagai salah satu jasa konsultan SLF profesional di Indonesia, hingga saat ini tim Eticon telah berhasil membantu berbagai project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk beberapa perusahaan di berbagai kota di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, kami diberikan kepercayaan dan tanggung jawab penuh untuk membantu menyelesaikan project penerbitan SLF untuk salah satu perusahaan di daerah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Perusahaan yang kali ini mempercayakan pengurusan Sertifikat Laik Fungsi kepada PT Eticon Rekayasa Teknik adalah PT KSB Indonesia yang berlokasi di Jl. Timor Blok D2-1 Kawasan Industri MM-2100 Cibitung 17520 Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya, tim Eticon juga pernah bekerjasama dengan PT. KSB Indonesia untuk project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Balikpapan.

Dan untuk project penerbitan SLF perusahaan yang berada di Cibitung ini, lagi-lagi PT. KSB Indonesia mempercayakannya kepada kami. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sendiri merupakan perizinan yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan. Apabila bangunan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi artinya bangunan tersebut telah lolos uji kelayakan dan sudah dapat dioperasionalkan sebagaimana mestinya.

Penerbitan SLF untuk PT KSB Indonesia Cibitung, Sumber: doc pribadi
Penerbitan SLF untuk PT KSB Indonesia Cibitung, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan SLF di Cibitung (PT KSB Indonesia)

Sebaliknya, apabila bangunan belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF), maka bangunan tersebut belum layak atau belum dapat dioperasionalkan. Karena apabila nekat dioperasionalkan tanpa mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF), maka dapat berpotensi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Misalnya seperti kebakaran gedung akibat tidak memiliki sistem proteksi kebakaran yang tidak lolos uji kelayakan, atau potensi bahaya-bahaya lainnya. Potensi bahaya inilah yang juga dihindari oleh pihak PT KSB Indonesia Cibitung dengan mengurus SLF untuk perusahaan tersebut.

Karena Sertifikat Laik Fungsi menjadi tolak ukur sebuah bangunan untuk menjamin keselamatan, keamanan, kesehatan, dan kemudahan penggunanya. Sehingga para pekerja PT KSB Indonesia Cibitung juga akan lebih merasa nyaman saat sedang menjalankan aktivitas bekerja di perusahaan tersebut. 

Alur Pengurusan SLF PT KSB Cibitung

Untuk menyelesaikan project penerbitan SLF di Cibitung pada perusahaan PT KSB Indonesia, tentu saja tim Eticon perlu melalui alur pengurusan yang ada. Karena untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) tidak dapat dilakukan dengan instan begitu saja. Berikut ini adalah alur pengurusan Sertifikat Laik Fungsi untuk PT KSB Indonesia Cibitung:

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Survey lapangan untuk uji kelaikan fungsi bangunan oleh Eticon, Sumber: doc pribadi
Survey lapangan untuk uji kelaikan fungsi bangunan oleh Eticon, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administratif Penerbitan SLF di Cibitung

Selain perlu melewati alur pengurusan yang ada, tim Eticon juga perlu memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan. Perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki peraturan dan persyaratannya masing-masing terkait penerbitan Sertifikat Laik Fungsi.

Karena kali ini tim Eticon menyelesaikan project penerbitan untuk PT KSB Indonesia di Cibitung, maka dari itu kami juga perlu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah Cibitung. Untuk persyaratan administratif yang perlu dilengkapi sesuai peraturan pemerintah daerah Cibitung, yakni antara lain: 

  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Dokumentasi Eticon bersama pihak PT KSB Indonesia Cibitung, Sumber: doc pribadi
Dokumentasi Eticon bersama pihak PT KSB Indonesia Cibitung, Sumber: doc pribadi

Kepengurusan SLF Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik

Begitu pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk setiap bangunan, maka sudah seharusnya jika pengelola atau pihak pemilik bangunan melakukan pengurusan SLF. Hal ini dilakukan bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan pengakuan hukum saja, tetapi juga untuk menunjang kenyamanan serta keamanan para pengguna bangunan.

Melakukan pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) memang tidak semudah kelihatannya. Karena perlu melewati alur pengurusan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan bantuan dari jasa konsultan SLF profesional dan berpengalaman dibidangnya. 

Melalui keberhasilan project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi untuk PT KSB Indonesia di Cibitung, tim Eticon berhasil membuktikan bahwa kami berkomitmen untuk membantu setiap klien yang membutuhkan jasa penerbitan SLF hingga proses serah terima.

Selain itu, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan salah satu jasa konsultan SLF yang akan semaksimal mungkin membantu setiap klien. Atas keberhasilan tersebut, Anda tidak perlu lagi akan kinerja tim Eticon dan tidak perlu ragu menggunakan jasa kami untuk membantu penerbitan SLF bangunan Anda.

Mari ciptakan bangunan yang aman dan nyaman dengan perizinan SLF bersama PT Eticon Rekayasa Teknik!

Project Penerbitan SLF PT. Nittsu Shoji Indonesia Bekasi

Survey lapangan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Pada saat ini, Eticon telah berhasil menyelesaikan berbagai project penerbitan SLF di Kabupaten Bekasi. Salah satu perusahaan yang telah berhasil mengantongi perizinan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dengan bantuan tim Eticon adalah PT. Nittsu Shoji Indonesia yang berada di Kabupaten Bekasi.

Perusahaan ini berlokasi di Jl. Halmahera, Gandamekar, Kec. Cikarang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. PT. Nittsu Shoji Indonesia atau yang juga dikenal dengan nama ALOZ ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha logistik ekspor dan impor. Dimana perusahaan ini melayani keseluruhan jasa logistik.

Sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia, tentu saja keselamatan, keamanan, kemudahan, serta kenyamanan karyawan dalam bekerja juga sangat perlu diperhatikan. Mungkin secara kasat mata, perusahaan PT. Nittsu Shoji Indonesia terlihat mentereng dan kokoh.

Project penerbitan SLF PT. Nittsu Shoji Indonesia Bekasi, Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF PT. Nittsu Shoji Indonesia Bekasi, Sumber: doc pribadi

Penerbitan SLF PT. Nittsu Shoji Indonesia

Namun, ternyata kokoh secara kasat mata saja belum dapat menjamin keselamatan para pengguna bangunan tersebut. Oleh sebab itu, PT. Nittsu Shoji Indonesia bekerjasama dengan PT. Eticon Rekayasa Teknik yang merupakan jasa konsultan SLF untuk membantu menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk perusahaan tersebut.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan perizinan yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan. Dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi (SLF), sebuah bangunan akan menjadi bangunan gedung yang aman digunakan. Karena sudah melalui dan sudah lolos uji kelayakan fungsi bangunan.

Sebaliknya, jika bangunan tidak mengantongi Sertifikat Laik Fungsi maka tidak menutup kemungkinan akan berpotensi membahayakan pengguna bangunan tersebut. Karena itu, keberadaan Sertifikat Laik Fungsi bagi setiap bangunan sangatlah penting.

Kepemilikan SLF untuk setiap bangunan juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2021. Di samping itu, kepemilikan SLF juga ditegaskan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 61 Tahun 2015 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

Alur Pengurusan SLF PT. Nittsu Shoji Indonesia

Sebelum Sertifikat Laik Fungsi (SLF) diterbitkan, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui terlebih dahulu. Diantara berbagai alur pengurusan yang perlu dilalui, yakni sebagai berikut: 

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Survey lapangan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Survey lapangan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Bekasi

Sertifikat Laik Fungsi merupakan perizinan yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat dimana bangunan tersebut didirikan. Karena itu, untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi perlu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

Dalam project kali ini, untuk mendapatkan SLF bagi PT. Nittsu Shoji Indonesia maka perlu memenuhi persyaratan dari Pemerintah Kota Bekasi mengingat perusahaan ini berdiri di wilayah Bekasi. Dan perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki persyaratannya masing-masing untuk penerbitan SLF. Berikut ini adalah persyaratan administratif untuk project penerbitan SLF di Bekasi, yakni antara lain:

  • Rekom Damkar Wajib atau SLP APK
  • Keterangan Rencana Kota (KRK) Wajib
  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Prosesi serah terima SLF kepada pihak PT. Nittsu Shoji Indonesia, Sumber: doc pribadi
Prosesi serah terima SLF kepada pihak PT. Nittsu Shoji Indonesia, Sumber: doc pribadi

Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bersama Eticon

Tim Eticon telah berhasil menyelesaikan project penerbitan SLF di Bekasi pada perusahaan PT. Nittsu Shoji Indonesia. Tentu saja bukan menjadi hal yang mudah dalam melakukannya. Namun dengan kinerja tim Eticon yang solid dari berbagai bidang keilmuan yang dimiliki, project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT. Nittsu Shoji Indonesia dapat berjalan hingga proses serah terima dengan perusahaan.

Dengan keberhasilan project penerbitan SLF di Bekasi ini, menjadi salah satu bukti nyata bahwa PT. Eticon Rekayasa Teknik adalah salah satu jasa konsultan SLF yang profesional. Selain itu, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa tim Eticon selalu berkomitmen dalam membantu setiap klien yang memiliki kebutuhan akan penerbitan SLF.

Serta akan semaksimal mungkin membantu klien dalam pengurusan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi. Dengan keberhasilan ini pula, Anda tidak perlu ragu lagi dengan kinerja tim Eticon dan tidak perlu lagi menggunakan jasa kami untuk membantu penerbitan SLF bangunan Anda.Selain project penerbitan SLF untuk PT. Nittsu Shoji Indonesia di Bekasi, tim Eticon juga telah berhasil membantu project penerbitan SLF di Mojokerto, Tangerang, Tuban, dan kota-kota besar lain di Indonesia.