Project Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) PT Nikomas Gemilang Serang

Project penerbitan SLF PT Nikomas Gemilang di Serang, Sumber: doc pribadi

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan salah satu perizinan yang wajib dan harus dimiliki oleh setiap bangunan. Apalagi jika bangunan tersebut akan dioperasionalkan sebagai tempat usaha. Pada kesempatan kali ini, tim Eticon diberikan tanggung jawab dan kepercayaan untuk membantu menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk salah satu perusahaan di Serang, yaitu PT. Nikomas Gemilang.

PT. Nikomas Gemilang merupakan salah satu perusahaan sepatu yang telah mendunia. Berbagai merek sepatu terkenal telah diproduksi di perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Serang – Jkt No.KM, RW.71, Tambak, Kec. Kibin, Kabupaten Serang, Banten ini. Sejalan dengan perusahaannya yang sangat besar, bangunan industri yang satu ini tentunya juga memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pekerjanya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menunjang berbagai aspek tersebut adalah melengkapi bangunan dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat dimana bangunan tersebut didirikan.

Proses survey lapangan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Proses survey lapangan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), sebuah bangunan dapat dikatakan menjadi bangunan gedung yang aman digunakan. Mengapa? Karena itu artinya, bangunan tersebut telah melewati berbagai uji teknis kelaikan fungsi bangunan. Namun, dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT. Nikomas Gemilang Serang ini juga tidaklah dapat dilakukan secara instan.

Karena perlu melewati berbagai proses terlebih dahulu sebelum akhirnya Sertifikat Laik Fungsi dari Pemerintah Kota Serang diterbitkan. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk setiap bangunan di Kota Serang juga telah ditegaskan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung. Sehingga sudah seharusnya setiap bangunan memiliki Sertifikat Laik Fungsi, tak terkecuali PT. Nikomas Gemilang.

Alur Penerbitan SLF PT. Nikomas Gemilang Serang, Banten

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi perlu melewati berbagai tahap terlebih dahulu. Untuk project penerbitan SLF PT. Nikomas Gemilang sendiri perlu melewati alur pengurusan sebagai berikut sebelum SLF dapat diterbitkan:

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Sidang dan paparan untuk proses penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Sidang dan paparan untuk proses penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administratif Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Kota Serang

Perlu diketahui bahwa penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari satu daerah dengan daerah lainnya memiliki peraturannya masing-masing. Hal ini berlaku juga untuk peraturan penerbitan SLF di Kota Serang. Dalam prakteknya, terdapat beberapa persyaratan administratif yang harus dipenuhi terlebih dahulu sesuai dengan peraturan pemerintah Kota Serang, diantaranya yakni sebagai berikut:

  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).

Dimana As Built Drawing atau gambar rekaman akhir merupakan gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi akhir bangunan terbangun di lapangan yang telah disesuaikan dengan perubahan selama proses konstruksi berlangsung. Karena seperti yang kita tahu, bahwa dalam proses pembangunan tentu saja terdapat beberapa hal yang tidak sesuai rencana awal. Karena itu, dibutuhkan As Built Drawing dalam hal ini.

Proses serah terima SLF kepada pihak PT Nikomas Gemilang, Sumber: doc pribadi
Proses serah terima SLF kepada pihak PT Nikomas Gemilang, Sumber: doc pribadi

Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi Bersama PT. Eticon Rekayasa Teknik

Karena begitu pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bagi sebuah bangunan, oleh sebab itu sudah seharusnya para pemilik bangunan untuk segera mengurus perizinan tersebut. Apabila mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dianggap merepotkan, maka Anda bisa menggunakan bantuan dari jasa konsultan SLF yang terpercaya dan berpengalaman.

Project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT. Nikomas Gemilang Serang ini menjadi salah satu bukti keberhasilan kami sebagai jasa konsultan SLF profesional. Di samping itu, project kali ini juga menjadi bukti nyata bahwa PT. Eticon Rekayasa Teknik selalu berupaya semaksimal mungkin untuk membantu semua mitra dalam penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga proses serah terima.

Keberhasilan project kami kali ini juga tidak lepas dari tenaga ahli dari berbagai latar belakang keilmuan yang dibutuhkan untuk penerbitan SLF yang kami miliki. Selain keberhasilan kami dalam membantu penerbitan SLF untuk PT. Nikomas Gemilang, kami juga telah berhasil membantu menerbitkan SLF untuk berbagai perusahaan lan di berbagai kota Indonesia.

Karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi akan kinerja dari tim Eticon dalam membantu kepengurusan bangunan Anda.

Contoh SLF (Sertifikat Laik Fungsi) Bangunan yang Telah Berhasil Diterbitkan

Pentingnya SLF untuk bangunan gedung, Sumber: eticon.co.id

Selain bangunan wajib memiliki PBG, setiap bangunan gedung juga diharuskan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Apa itu SLF dan bagaimana contoh SLF untuk bangunan gedung yang sudah diterbitkan? Melalui artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk mengulas mengenai pengertian, dasar hukum, alur pengurusan, serta contoh dari SLF bangunan yang sudah diterbitkan. Karena itu simak penjelasannya sampai tuntas, ya! 

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, akan lebih baik jika kita mengenal terlebih dahulu mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Terdapat banyak definisi yang menjelaskan tentang apa itu Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Tetapi apapun itu definisinya, Sertifikat Laik Fungsi adalah salah satu sertifikat penting yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan.

Diantaranya banyaknya definisi tentang SLF, Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung. Sertifikat Laik Fungsi atau yang biasa disingkat dengan SLF adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan.

Bangunan wajib mengantongi SLF, Sumber: eticon.co.id
Bangunan wajib mengantongi SLF, Sumber: eticon.co.id

Dasar Hukum Kewajiban Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Kepemilikan SLF bukan semata-mata hanya untuk formalitas saja. Tetapi lebih dari itu, dengan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi, artinya bangunan tersebut sudah sah dimata hukum atau legal. Karena terdapat dasar hukum tentang kewajiban kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), diantaranya sebagai berikut:

  • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas – Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung

Contoh SLF Bangunan yang Pernah Ditangani PT Eticon Rekayasa Teknik

Bagi Anda yang masih asing dengan Sertifikat Laik Fungsi, di bawah ini adalah contoh SLF bangunan yang telah berhasil diterbitkan dengan jasa dari tim Eticon.

Pentingnya SLF untuk bangunan gedung, Sumber: eticon.co.id
Pentingnya SLF untuk bangunan gedung, Sumber: eticon.co.id

Alur Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui terlebih dahulu sebelum SLF benar-benar diterbitkan. Di bawah ini adalah alur pengurusan Sertifikat Laik Fungsi yang perlu dilalui, yakni antara lain: 

  • Collect Data. Tahap ini merupakan tahapan awal dalam pengurusan SLF. Collect data atau pengumpulan data disini artinya jasa konsultan akan mengumpulkan berbagai data atau dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan administrasi untuk penerbitan SLF.
  • Field Survey (Survei Lapangan). Survei lapangan perlu dilakukan dengan tujuan untuk menyesuaikan apakah data administrasi yang diberikan pemilik bangunan sesuai dengan kondisi bangunan yang ada di lapangan atau tidak. Serta digunakan juga untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau belum.
  • Paparan Internal  (Study results explanation) & Submit Sistem SIMBG. Paparan internal disini artinya akan dilakukan presentasi oleh pihak internal (klien dan konsultan). Alur pengurusan pada tahap ini membahas tentang administrasi dan mengulas apa saja yang perlu direvisi (jika ada) sebelum masuk ke sidang eksternal bersama dinas terkait. Jika semua sudah selesai dan tidak ada revisi dari internal, barulah dilakukan submit atau upload sistem SIMBG (administrasi untuk SLF).
  • Sidang Paparan dan Konsultasi dengan Dinas Terkait. Setelah upload sistem SIMBG, maka tahap selanjutnya adalah sidang paparan dan konsultasi. Karena pada kasus ini adalah mengenai penerbitan SLF, maka dari itu sidang yang dilakukan adalah sidang untuk Sertifikat Laik Fungsi.
  • Revisi Sidang. Setelah sidang paparan selesai dilakukan, maka masuk ke tahap revisi sidang. Revisi sidang eksternal umumnya dilakukan oleh pihak jasa konsultan SLF dan juga dinas terkait dalam hal ini PUPR. Apabila dalam sidang paparan terdapat revisi, maka perlu dilakukan revisi terlebih dahulu. Sementara jika tidak ada revisi pada sidang paparan, maka SLF dapat langsung diterbitkan. 
  • Penerbitan SLF. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika tidak ada revisi untuk sidang paparan yang dilakukan secara eksternal. Maka dinas terkait (PUPR) akan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan yang dimohonkan.
Pentingnya SLF untuk bangunan gedung, Sumber: eticon.co.id
Pentingnya SLF untuk bangunan gedung, Sumber: eticon.co.id

Melalui contoh SLF bangunan yang telah diterbitkan oleh tim Eticon tersebut dapat menjadi salah satu bukti bahwa kami merupakan jasa konsultan SLF profesional. Kami selalu berupaya dengan semaksimal mungkin untuk membantu proses penerbitan SLF bagi bangunan setiap mitra yang membutuhkan bantuan kami.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi akan kinerja tim Eticon dan tidak perlu ragu untuk menggunakan jasa kami. Segera hubungi dan konsultasikan kepada kami perihal penerbitan SLF bangunan Anda. Dengan senang hati, kami akan menjadi partner terbaik bagi Anda!

Project Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Kantor BCA KCU, Tuban

Kantor BCA KCU Tuban, Sumber: doc pribadi

Sebagai salah satu jasa konsultan SLF berpengalaman di Indonesia, hingga saat ini tim Eticon telah berhasil menyelesaikan berbagai project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di berbagai kota di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, kami diberikan kepercayaan untuk membantu mengeluarkan atau menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk kantor BCA KCU Tuban, Jawa Timur. Bangunan kantor ini berlokasi di Jl. Panglima Sudirman No.35, Baturetno, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Penerbitan SLF Project BCA KCU Tuban

Seperti yang kita semua tahu, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat dimana bangunan gedung tersebut didirikan. Pemerintah daerah akan menerbitkan SLF apabila sebuah bangunan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) diberikan untuk sebuah bangunan sebagai salah satu tolak ukur bahwa bangunan tersebut memang benar-benar layak digunakan dan mampu memberikan aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan bagi para penggunanya. Apabila sebuah bangunan belum mengantongi SLF maka bangunan tersebut belum dapat dioperasikan sebagaimana mestinya karena beresiko membahayakan penggunanya.

Hal tersebut juga sesuai dengan amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, berkenaan mengenai tolak ukur keandalan sebuah bangunan gedung yang wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Perlu Anda ketahui bahwa proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya, begitupun untuk daerah Tuban kali ini. Project penerbitan SLF untuk kantor BCA KCU Tuban yang telah berhasil diselesaikan ini tentu saja mengikuti persyaratan yang telah diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Tuban.

Tentu saja bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun dengan kinerja dari tim yang solid, pada akhirnya tim Eticon dapat membantu kantor BCA KCU Tuban dalam mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) secara lancar hingga proses serah terima dengan pengelola kantor.

Project penerbitan SLF untuk kantor BCA KCU Tuban, Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF untuk kantor BCA KCU Tuban, Sumber: doc pribadi

Persyaratan SLF di Kota Tuban, Jawa Timur

Untuk menyelesaikan project penerbitan SLF tentunya harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa di setiap daerah atau wilayah memiliki persyaratan masing-masing terkait penerbitan SLF, tak terkecuali di Kota Tuban. Tentunya persyaratan tersebut sudah diatur sedemikian rupa oleh Pemerintah Kota Tuban. 

Berikut ini adalah beberapa persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi untuk pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kota Tuban, sebagai berikut: 

  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Konsultasi kepada dinas terkait untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Konsultasi kepada dinas terkait untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Dimana As Built Drawing atau gambar rekaman akhir sendiri merupakan gambar yang dibuat sesuai kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan selama proses pekerjaan konstruksi.

Karena seperti yang kita ketahui bahwa setiap proses pekerjaan konstruksi biasanya tidak selesai sesuai dengan perencanaan. Karena itu, setiap perubahan perlu dibuatkan gambar revisinya yang biasa disebut sebagai As Built Drawing dan tentu saja harus diverifikasi oleh penyedia jasa konstruksi maupun penyedia jasa konsultasi.

Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bersama Eticon

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) tidak hanya sebatas formalitas saja. Namun, kepemilikan SLF untuk sebuah bangunan dapat menjadi salah satu tolak ukur bahwa bangunan gedung yang akan dioperasionalkan benar-benar aman dan nyaman untuk digunakan. Karena sebelum SLF diterbitkan, terlebih dahulu dilakukan uji kelaikan fungsi bangunan.

Dalam proses kepengurusannya, peran dan serta dari penyedia jasa konsultan SLF yang berpengalaman memang sangat diperlukan untuk membantu proses tersebut. Karena itu, PT. Eticon Rekayasa Teknik hadir sebagai jawaban dan solusi untuk membantu dalam mengurus kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan.

Berhasilnya project penerbitan SLF untuk bangunan kantor BCA KPU Tuban ini menjadi salah satu bukti bahwa tim Eticon berkomitmen tinggi untuk membantu mitra dalam kepengurusan SLF hingga prosesi serah terima.

Konsultasi kepada dinas terkait untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi
Konsultasi kepada dinas terkait untuk penerbitan SLF, Sumber: doc pribadi

Dengan mengandalkan tenaga profesional dan berpengalaman dari berbagai latar belakang keilmuan yang dimiliki, kami juga telah menyelesaikan banyak uji teknis bangunan gedung guna penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di beberapa kota besar. Sebut saja seperti Mojokerto, Balikpapan, Tangerang, dan beberapa kota lainnya.

Melalui keberhasilan project ini, Anda tidak perlu ragu lagi menggunakan jasa kami untuk membantu mengurus dan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan Anda.

Project Penerbitan PBG Tangerang (PT Multi Bintang Indonesia) oleh Eticon

Project penerbitan PBG untuk PT Multi Bintang Indonesia di Tangerang, Sumber: doc pribadi

Pada kesempatan kali ini, tim Eticon telah berhasil menyelesaikan project penerbitan perpanjangan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) lama di Kota Tangerang. Salah satu perusahaan yang telah berhasil menerbitkan PBG baru dengan bantuan Eticon ialah PT. Multi Bintang Indonesia.

PT. Multi Bintang Indonesia sendiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produsen minuman dan telah menghasilkan serta memasarkan berbagai produk dagangnya di pasaran Nasional. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Raya Daan Mogot No.KM.19, RT.004/RW.001, Poris Gaga, Kec. Batuceper, Kota Tangerang, Banten.

Sebelumnya, tim Eticon juga pernah bekerjasama dengan PT. Multi Bintang Indonesia namun untuk project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kota Mojokerto. Dan kali ini, project yang ditangani oleh Eticon untuk salah satu perusahaan terkenal ini adalah project penerbitan PBG baru.

Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki apabila ingin mendirikan bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi, maupun merawat bangunan gedung lama. Umumnya sebuah bangunan wajib memiliki PBG sebelum proses pembangunannya dimulai. Apabila PBG telah terbit, maka barulah proses pembangunan dapat dimulai.

Apabila tidak mengantongi PBG namun tetap mendirikan sebuah bangunan, hasilnya bangunan tersebut akan menjadi mangkak. Seperti halnya beberapa bangunan mangkrak di Indonesia yang terpaksa tidak dapat dioperasionalkan akibat tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari pemerintah.

Project penerbitan PBG oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Project penerbitan PBG oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Project Penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Kota Tangerang

Selain digunakan sebagai salah satu syarat untuk mendirikan bangunan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga menjadi salah satu syarat dalam penerbitan SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Sama halnya dengan SLF, Persetujuan Bangunan Gedung juga diterbitkan atau dikeluarkan oleh pemerintah daerah dimana bangunan tersebut akan dibangun.

Karena itu, untuk project kali ini pihak yang berhak mengeluarkan PGB untuk PT. Multi Bintang Indonesia adalah Pemerintah Kota Tangerang. Karena mengingat project kali ini berada di Kota Tangerang.

Dan perlu Anda ketahui, bahwa untuk mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) perlu melengkapi berbagai persyaratan yang telah ditentukan pemerintah daerah setempat. Karena pada umumnya, setiap daerah memiliki ketentuannya masing-masing terhadap persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). 

Karena kali ini project yang dikerjakan oleh tim Eticon adalah project untuk perusahaan di Tangerang, maka dari itu harus melengkapi persyaratan sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Kota Tangerang.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administratif Penerbitan PBG Tangerang

Untuk dapat menyelesaikan project penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk PT. Multi Bintang Indonesia di Tangerang ini, terdapat beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi. Berikut ini adalah persyaratan administratif untuk pengajuan PBG baru di Kota Tangerang, yakni antara lain:

  • SPPL Wajib
  • PKKPR Wajib
  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Serah terima PBG kepada pihak PT Multi Bintang Indonesia Tangerang, Sumber: doc pribadi
Serah terima PBG kepada pihak PT Multi Bintang Indonesia Tangerang, Sumber: doc pribadi

Kepengurusan PBG Bersama PT Eticon Rekayasa Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Persetujuan Bangunan Gedung adalah perizinan yang sangat vital bagi sebuah bangunan. Karena tanpa mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), bangunan tidak dapat dibangun sesuai dengan rencana.

Karena itu, bagi Anda yang berniat untuk mendirikan bangunan apalagi digunakan untuk industri, sangat wajib untuk mengantongi PBG terlebih dahulu. Untuk mendapatkan Persetujuan Bangunan (PBG), peran serta dari konsultan PBG memang sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Karena dengan bantuan dan kerjasama dari konsultan PBG, Anda dapat menerbitkan PBG tanpa harus repot mengurusnya sendiri. PT Eticon Rekayasa Teknik hadir sebagai salah satu konsultan PBG yang dapat menjawab permasalahan Anda. Kami memiliki tenaga profesional yang ahli dari berbagai keilmuan yang dibutuhkan untuk penerbitan PBG.

Keberhasilan kami dalam project penerbitan PBG baru untuk PT. Multi Bintang Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa kami bersungguh-sungguh dan berkomitmen tinggi untuk membantu mitra. Bahkan tidak hanya di Kota Tangerang saja, kami juga telah membantu mitra di berbagai kota di Indonesia untuk menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). 

Dengan keberhasilan ini, Anda tidak perlu ragu-ragu untuk bekerjasama dengan kami. Selain menjadi konsultan PBG, PT Eticon Rekayasa Teknik juga berfokus dan berpengalaman sebagai jasa konsultan SLF untuk bangunan. Karena itu, mari melakukan kepengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bersama kami!

Penerbitan SLF PT KSB Indonesia di Balikpapan oleh Eticon

Serah terima Sertifikat Laik Fungsi kepada pihak PT KSB Indonesia, Sumber: doc pribadi

Sebelum bangunan dapat dioperasikan dengan semestinya, tentunya terdapat berbagai dokumen yang perlu dimiliki oleh bangunan tersebut. Diantara semua jenis perizinan yang ada, salah satu dokumen atau perizinan yang wajib dimiliki oleh sebuah bangunan ialah Sertifikat Laik Fungsi atau SLF. 

Namun dalam prakteknya tidak semua bangunan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi tetapi masih nekat untuk beroperasi. Tapi sebenarnya mengapa sebuah bangunan wajib mengantongi SLF? Hal ini karena tentu saja Sertifikat Laik Fungsi merupakan salah satu tolak ukur bangunan gedung dianggap layak untuk digunakan.

Bangunan yang sudah memiliki SLF artinya bangunan tersebut sudah lolos uji kelayakan dan dapat memberikan kenyamanan serta keamanan bagi penggunanya. Berbeda halnya dengan bangunan tanpa SLF, akan berpotensi terjadi masalah-masalah di kemudian hari.

Sebut saja seperti bangunan roboh, hingga bangunan tersebut terpaksa harus berhenti beroperasi. Bahkan bangunan modular yang dibuat di pabrik menggunakan mesin canggih pun juga harus dibuktikan kelayakannya dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Project penerbitan SLF PT KSB Indonesia di Balikpapan, Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF PT KSB Indonesia di Balikpapan, Sumber: doc pribadi

Penerbitan SLF di Balikpapan (PT KSB Indonesia)

Berbicara mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF), pada kesempatan kali ini kami diberikan kepercayaan oleh salah satu mitra kami untuk membantu dalam penerbitan Sertifikat Laik Fungsi bangunannya. Kali ini tim Eticon berhasil menangani project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk salah satu bangunan industri di Balikpapan yaitu PT. KSB Indonesia.

PT KSB Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi bangunan dan berlokasi di Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebagai salah satu perusahaan besar, tentu saja PT KSB Indonesia perlu mengantongi perizinan berupa Sertifikat Laik Fungsi untuk menunjang keamanan serta kenyamanan bagi para pekerjanya.

Perlu Anda ketahui bahwa Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat dimana bangunan tersebut didirikan. Karena itu dalam project kali ini, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT KSB Indonesia diterbitkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang.

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan di Balikpapan juga ditegaskan dalam Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung.

Survei lapangan oleh PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi
Survei lapangan oleh PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administratif Penerbitan SLF Balikpapan

Untuk dapat menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi, setidaknya terdapat beberapa dokumen yang wajib dilengkapi. Dokumen atau berkas yang dibutuhkan tentu saja sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Kota Balikpapan. Karena setiap kota memiliki persyaratan masing-masing untuk penerbitan Sertifikat Laik Fungsi, begitupun dengan Kota Balikpapan.

Berikut ini adalah beberapa persyaratan administratif yang wajib dilengkapi untuk project penerbitan SLF Balikpapan, yakni antara lain: 

  • Rekom Damkar Wajib
  • Keterangan Rencana Kota (KRK) Wajib
  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Sidang paparan dan konsultasi, Sumber: doc pribadi
Sidang paparan dan konsultasi, Sumber: doc pribadi

Kepengurusan SLF Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik

Karena begitu pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) maka sudah seharusnya para pemilik bangunan segera mengurus perizinan tersebut. Namun sayangnya, banyak dari mereka yang enggan mengurus SLF karena beranggapan bahwa mengurus Sertifikat Laik Fungsi sangat merepotkan dan menguras waktu.

Mungkin anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru karena dalam pengurusannya perlu melalui berbagai tahapan terlebih dahulu. Tapi apapun alasannya, seharusnya para pemilik bangunan tetap harus mengurus Sertifikat Laik Fungsi bangunan untuk memastikan bahwa bangunan yang akan dioperasionalkan benar-benar menjadi bangunan gedung aman digunakan.

Apabila mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dianggap merepotkan dan menyita banyak waktu, Anda sebagai pemilik bangunan bisa menggunakan jasa konsultan SLF berpengalaman untuk membantu kepengurusan tersebut. Bagi Anda yang memiliki bangunan di wilayah Balikpapan dan sekitarnya dapat menggunakan jasa konsultan SLF PT Eticon Rekayasa Teknik untuk membantu kepengurusan SLF bangunan Anda.

Serah terima Sertifikat Laik Fungsi kepada pihak PT KSB Indonesia, Sumber: doc pribadi
Serah terima Sertifikat Laik Fungsi kepada pihak PT KSB Indonesia, Sumber: doc pribadi

Keberhasilan kami dalam membantu menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi untuk PT KSB Indonesia di Balikpapan menjadi bukti bahwa Eticon adalah jasa konsultan SLF Balikpapan yang berpengalaman dan profesional. Dengan tenaga yang ahli dalam berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan dalam uji teknis kelaikan fungsi bangunan, kami berkomitmen tinggi dalam membantu mitra untuk mengurus SLF hingga proses serah terima.

Sehingga dengan begitu, mitra kami memiliki Sertifikat Laik Fungsi dan bangunan yang dioperasionalkan dapat menjadi bangunan yang aman serta nyaman digunakan dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya di daerah Balikpapan, kami juga telah berhasil mengeluarkan SLF untuk berbagai bangunan di berbagai kota besar di Indonesia.

Project Penerbitan SLF Bangunan Industri di Balikpapan (PT. OBM DRILCHEM)

Field survey oleh PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi

Pada saat ini, Eticon telah berhasil menyelesaikan berbagai project penerbitan SLF di wilayah Balikpapan. Salah satu perusahaan yang telah berhasil mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dengan bantuan Eticon ialah PT. OBM DRILCHEM yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sendiri merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat dimana bangunan tersebut didirikan. Sertifikat Laik Fungsi dikeluarkan untuk sebuah bangunan apabila bangunan tersebut sudah memenuhi persyaratan dan sudah lolos uji kelaikan fungsinya.

Jadi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, bangunan gedung harus melalui proses uji kelayakan teknis terlebih dahulu oleh jasa konsultan SLF. Bangunan gedung sangat wajib mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai bukti bahwa bangunan memang layak digunakan dan mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi para penggunanya maupun lingkungan sekitar.

PT. OBM DRILCHEM di Balikpapan dalam project penerbitan SLF, Sumber doc pribadi
PT. OBM DRILCHEM di Balikpapan dalam project penerbitan SLF, Sumber doc pribadi

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Balikpapan

Karena apabila bangunan tidak mengantongi Sertifikat Laik Fungsi, maka bangunan tersebut tidak dapat dioperasionalkan sebagai mestinya dan berujung menjadi bangunan mangkrak. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi juga termuat dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, berkenaan mengenai tolak ukur keandalan sebuah bangunan gedung yang wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Tidak hanya itu, kepemilikan SLF untuk bangunan gedung juga termuat dalam Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung. Mengingat pada kesempatan kali ini tim Eticon membantu dalam project penerbitan SLF yang ditujukan untuk salah satu perusahaan di Balikpapan.

Pemerintah Kota Balikpapan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang setempat dengan persyaratan yang sudah ditentukan. 

Sidang paparan & konsultasi dengan dinas terkait, Sumber: doc pribadi
Sidang paparan & konsultasi dengan dinas terkait, Sumber: doc pribadi

Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Project PT. OBM DRILCHEM

Sebagai salah satu perusahaan besar, tentu saja PT. OBM DRILCHEM wajib mengantongi Sertifikat Laik Fungsi sebagai upaya untuk memastikan bahwa bangunan yang didirikan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi semua penggunanya.

Perlu Anda ketahui, bahwa untuk menyelesaikan project penerbitan SLF di Balikpapan pada bangunan industri PT. OBM DRILCHEM, tentu saja tim Eticon perlu melengkapi berbagai persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan untuk penerbitan SLF sendiri berbeda-beda sesuai dengan daerah masing-masing dimana bangunan tersebut didirikan.

Karena project kali ini untuk bangunan industri di Balikpapan, karena itu kami harus memenuhi dan melengkapi berbagai persyaratan yang telah diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Field survey oleh PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi
Field survey oleh PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber: doc pribadi

Persyaratan Administrasi SLF di Kota Balikpapan

Berikut berbagai persyaratan administratif atau dokumen yang harus dilengkapi untuk pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kota Balikpapan, antara lain:

  • Rekom Damkar Wajib.
  • Keterangan Rencana Kota (KRK) Wajib.
  • Izin prinsip/izin lokasi.
  • Bukti kepemilikan atas tanah atau hak untuk menggunakan tanah atau bangunan gedung.
  • SK IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) yang dilengkapi dengan gambar IMB yang telah disahkan.
  • Dokumen lingkungan.
  • Analisis Dampak Lalu Lintas.
  • Sertifikat Keselamatan kebakaran.
  • Sertifikat Laik Operasi Genset dan Tegangang Menengah Tegangan Rendah.
  • Pengesahan Pemakaian Peralatan/Utilitas dalam Bangunan (Pesawat Angkat Angkut, Bejana Tekan, dsb).
  • Selain itu, pemohon juga harus memiliki dokumen perencanaan (gambar desain dan/atau shop drawing; hasil soil test) dan dokumen gambar terbangun (As Built Drawing).
Serah terima Sertifikat Laik Fungsi kepada PT. OBM DRILCHEM, Sumber: doc pribadi
Serah terima Sertifikat Laik Fungsi kepada PT. OBM DRILCHEM, Sumber: doc pribadi

PT. Eticon Rekayasa Teknik

Melalui pembahasan yang sudah dijelaskan sebelumnya, tentu saja kita dapat mengambil kesimpulan bahwa keberadaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) memang sangat vital untuk sebuah bangunan gedung. Karena dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi, bangunan tersebut menjadi bangunan gedung yang aman digunakan.

Bahkan sebegitu pentingnya Sertifikat Laik Fungsi untuk sebuah bangunan, bangunan tidak dapat dioperasionalkan seperti seharusnya jika belum mengantongi SLF. Dalam proses pengurusan dan penerbitan SLF, peran serta dari jasa konsultan SLF memang sangat dibutuhkan.

Karena dengan bantuan jasa konsultan SLF tersebut, pemilik bangunan dapat mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dengan lebih mudah dan tanpa merasa repot. Project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk PT. OBM DRILCHEM menjadi salah satu bukti keberhasilan kami sebagai jasa konsultan SLF Balikpapan yang profesional.

Tidak hanya itu, project tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa kami selalu berupaya dengan semaksimal mungkin untuk membantu menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi bagi mitra kami hingga prosesnya selesai. Karena kami merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa khususnya jasa konsultasi SLF yang memiliki tenaga profesional dan berpengalaman dengan berbagai latar belakang keilmuan yang dibutuhkan untuk penerbitan SLF.

Selain telah berhasil membantu menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi untuk PT. OBM DRILCHEM di Balikpapan, kami juga telah berhasil menyelesaikan project penerbitan SLF untuk perusahaan-perusahaan lain di berbagai kota di Indonesia. Atas berbagai project yang telah berhasil kami lakukan, Anda tidak perlu ragu lagi terhadap kinerja tim Eticon dalam membantu kepengurusan SLF bangunan Anda.

Bagaimana Tahapan Perencanaan Proyek untuk Konstruksi Bangunan yang Tepat? Begini Penjelasannya!

Tahapan yang harus dilakukan pada proyek pembangunan, Sumber: self-build.co.uk

Melakukan pekerjaan konstruksi bangunan tentu bukanlah hal sepele dan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Dalam prakteknya dibutuhkan orang-orang khusus yang setidaknya dengan latar belakang keilmuan terkait. Dengan begitu, proyek yang akan dilaksanakan dapat terlaksana dengan lebih tepat tentunya. Namun di samping itu, terdapat satu hal yang juga tidak kalah pentingnya yaitu perencanaan proyek yang harus dilakukan secara matang. 

Perencanaan proyek adalah bagian dari manajemen proyek yang fokus utamanya dan erat kaitannya dengan pembagian, pengalokasian, dan penjadwalan pekerjaan dalam lingkup proyek. Dimana melalui perencanaan ini, bagaimana caranya agar proyek dapat selesai dalam waktu tertentu yang sudah disepakati, dengan tahapan tertentu, serta sumber daya yang telah ditentukan.

Dengan begitu, proyek konstruksi yang akan dijalankan sesuai dengan perencanaan awal. Perencanaan proyek sendiri melibatkan beberapa tahapan yang harus dilakukan agar proyek dapat berjalan dengan lancar dan lebih tepat.

Pada intinya, tahapan perencanaan proyek mencakup proses pra kerja (sebelum menjalankan proyek) dan pasca kerja (setelah proyek selesai dilakukan) yang menjamin hasil akhir proyek optimal dan memuaskan sesuai keinginan pemilik bangunan. Dan pastinya sesuai dengan target, rancangan, dan harapan sejak awal.

Tahapan ini dapat diaplikasikan untuk proyek sederhana seperti pembangunan rumah pribadi hingga proyek berskala besar seperti halnya pembangunan hotel untuk bisnis hotel yang mungkin ingin dijalankan.

Perencanaan proyek yang harus dilakukan dengan matang, Sumber: statistiques.public.lu
Perencanaan proyek yang harus dilakukan dengan matang, Sumber: statistiques.public.lu

Bagaimana Tahapan Perencanaan Proyek?

Dalam setiap pekerjaan konstruksi baik dari yang konstruksi sederhana hingga konstruksi kompleks tentunya terdapat beberapa langkah dan proses yang harus diikuti. Hal ini bertujuan agar nantinya proyek yang akan dijalankan dapat berjalan dengan lancar, berhasil, dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Nah, lantas bagaimana tahapan perencanaan proyek untuk konstruksi bangunan yang tepat?

1. Tahap Perencanaan (Planning)

Seperti yang kita semua tentunya tahu, segala sesuatu yang akan dijalankan selalu diawali dengan perencanaan dan konsep, begitupun dengan proyek konstruksi bangunan. Tahap perencanaan atau planning dimulai dari membuat gagasan maupun rencana dan dibangun berdasarkan kebutuhan.

Pada tahap ini biasanya membutuhkan waktu selama beberapa hari bahkan sampai beberapa bulan. Hal ini tentu saja tergantung dan dipengaruhi oleh kebutuhan proyek yang akan dijalankan. Pada tahapan planning ini kekuasaan sepenuhnya masih dipegang oleh pemilik proyek. Jadi para pekerja konstruksi pun belum mendapatkan banyak masukan.

2. Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Langkah selanjutnya ialah studi kelayakan. Studi kelayakan biasa disebut juga dengan analisis kelayakan atau laporan kelayakan. Tahapan ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah rencana proyek yang akan dijalankan dapat berhasil atau tidak dan untuk menilai apakah proyek dapat dilanjutkan atau bahkan ditunda terlebih dahulu.

Namun sebagian besar dari tahapan ini bertujuan untuk menyakinkan pemilik proyek bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan, Baik dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi (biaya dan sumber pendanaan), maupun aspek lingkungannya. 

Umumnya, pada tahap studi kelayakan dilakukan berbagai kegiatan seperti menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.

Selain itu, memaparkan juga manfaat yang akan diperoleh apabila proyek tersebut dilaksanakan (baik manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung), hingga menganalisis dampak yang mungkin saja akan terjadi bagi lingkungan sekitar dari proses pembangunan proyek tersebut.

3. Tahap Penjelasan (Briefing)

Mungkin hampir semua dari kita sudah tidak asing dengan istilah briefing. Karena sama halnya dengan tahapan perencanaan, briefing juga sering dilakukan di awal untuk memulai segala sesuatu. Briefing atau tahap penjelasan dari perencanaan proyek ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan.

Sehingga dengan begitu, konsultan perencana dapat dengan tepat menafsirkan keinginan dari pemilik. Brief yang baik dapat dikatakan sebagai titik awal terbaik untuk membuat rencana proyek yang hebat. Dimana pada akhirnya, proyek yang akan dijalankan akan menjadi sukses.

Proyek untuk konstruksi bangunan, Sumber: mhwilliams.com
Proyek untuk konstruksi bangunan, Sumber: mhwilliams.com

4. Tahap Perancangan (Designing)

Tahap selanjutnya dan tidak kalah penting adalah tahap perancangan atau desain. Pada tahapan ini yaitu melakukan perancangan yang lebih detail sesuai dengan keinginan pemilik proyek. Ada berbagai keputusan yang dibuat dalam tahapan ini, mulai dari ukuran bangunan, luas bangunan, serta jumlah ruangan yang dibutuhkan untuk bangunan tersebut.

Tidak hanya itu, tahapan ini juga bertujuan untuk meneliti peralatan yang mungkin diperlukan, biaya yang dibutuhkan, serta bahan atau material yang digunakan. Dalam tahapan ini terdapat beberapa langkah yang diterapkan, diantaranya pemrograman dan kelayakan, desain skematik, dan pengembangan desain atau rancangan.

Pemrograman dan kelayakan ditujukan untuk menguraikan semua tujuan dan sasaran proyek dengan baik. Desain skematik berfungsi untuk menggambarkan ruang, bahan, warna, dan juga struktur yang menjadi landasan dalam tahapan desain selanjutnya.

5. Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender)

Pada tahapan ini, tim proyek bertugas untuk mempersiapkan bahan atau material, peralatan yang dibutuhkan, serta mempersiapkan juga tenaga kerja untuk keberhasilan proyek.

Perlu Anda ketahui, bahwa tahapan pengadaan dalam perencanaan proyek dipengaruhi atau tergantung dari seberapa besar proyek yang akan dikerjakan, sumber daya yang tersedia, serta waktu mulai yang ditentukan sebelumnya.

Di tahap ini, pemilik proyek akan membuat prakualifikasi dan membuat dokumen kontrak. Dimana dokumen kontrak biasanya digunakan untuk memberikan penawaran untuk mengerjakan proyek.

6. Tahap Pelaksanaan (Construction)

Setelah tahapan-tahapan sebelumnya sudah terlewati, barulah masuk ke tahapan pelaksanaan atau tahap konstruksi. Sesuai dengan namanya, dalam tahap ini rencana proyek yang telah disusun secara matang mulai diwujudkan atau mulai dibangun oleh kontraktor dengan bantuan sub-kontraktor yang telah ditunjuk sebelumnya pada tahap pengadaan.

Proyek dilaksanakan sesuai dengan tenggang waktu yang sudah disepakati, rencana anggaran biaya (RAB), serta manajemen kualitas mutu yang telah ditentukan sebelumnya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan ini diantaranya merencanakan, mengkoordinasikan, serta mengendalikan semua operasional di lapangan.

7. Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan (Maintenance & Start Up)

Tahapan terakhir dari rangkaian perencanaan proyek yaitu tahap pemeliharaan dan persiapan penggunaan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap maintenance diantaranya mempersiapkan data-data pelaksanaan, baik data selama pelaksanaan maupun as built drawing (gambar rekam terakhir).

Selain itu, dilakukan juga penelitian terhadap kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi agar dapat segera dilakukan perbaikan. Serta mempersiapkan petunjuk operasional/pelaksanaan dan pedoman pemeliharaan bangunan tersebut.

Tujuan dari adanya tahapan maintenance adalah untuk menjamin bahwa bangunan yang telah sesuai dibuat sesuai dengan dokumen kontrak yang telah disepakati dan juga memastikan bahwa fasilitas bekerja sebagaimana mestinya.

Tahapan yang harus dilakukan pada proyek pembangunan, Sumber: self-build.co.uk
Tahapan yang harus dilakukan pada proyek pembangunan, Sumber: self-build.co.uk

Demikianlah ulasan mengenai tahapan perencanaan proyek yang tepat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk menjalankan sebuah proyek konstruksi perlu melalui tahap perencanaan (planning) dan perancangan (designing) terlebih dahulu.

Karena itu, dibutuhkan jasa desain dan perencanaan profesional yang dapat membantu mewujudkan proyek konstruksi impian Anda. Semoga informasi tadi dapat memberikan manfaat bagi kita semua!

Apa Itu KRK? Sebelum Mengajukan PBG, Anda Wajib Memiliki Ini

Mengenal apa itu KRK dalam Persetujuan Bangunan Gedung, Sumber: pekanbaru.go.id

Semua konstruksi baik dalam skala kecil maupun skala besar membutuhkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar tata letak bangunan sesuai dengan peruntukkan lahan. Tapi tahukah Anda bahwa sebelum mengajukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Anda wajib mengurus KRK terlebih dahulu? Nah, apa itu dokumen KRK dan seberapa pentingkah dokumen tersebut? Simak penjelasannya sampai selesai, ya!

Apa Itu KRK dalam PBG?

Kita tentunya tahu bahwa setiap bangunan wajib memiliki PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Tapi di samping itu, untuk mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung ternyata juga harus mengurus KRK terlebih dahulu. KRK sendiri dapat dikatakan sebagai dokumen yang cukup krusial dan penting. Namun sayangnya, tidak semua orang mengetahui dan memahami tentang dokumen KRK.

Bagi Anda yang masih asing dengan KRK mungkin bertanya-tanya apa itu KRK dan apa hubungannya dengan PBG. KRK adalah salah satu dokumen atau surat yang dibutuhkan oleh perorangan maupun perusahaan untuk mengajukan dan mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Keterangan Rencana Kota (KRK) sendiri merupakan dokumen rencana tata ruang yang berisi peta dan dilengkapi dengan keterangan rinci atau detail mengenai pemanfaatan lahan tanah. Dokumen ini dikeluarkan atau diterbitkan oleh Dinas Tata Ruang.

Nantinya, dokumen Keterangan Rencana Kota (KRK) akan dijadikan sebagai acuan dalam desain dan perencanaan. Jadi secara garis besar, sebelum pemilik bangunan mengajukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk bangunan yang akan dibangun, terlebih dahulu harus mengurus Keterangan Rencana Kota (KRK).

Mengenal apa itu KRK dalam Persetujuan Bangunan Gedung, Sumber: pekanbaru.go.id
Mengenal apa itu KRK dalam Persetujuan Bangunan Gedung, Sumber: pekanbaru.go.id

Tujuan Keterangan Rencana Kota (KRK)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dokumen Keterangan Rencana Kota (KRK) merupakan dokumen yang krusial. Oleh karena itu, keberadaannya pun tidak boleh disepelekan. Tujuan utama dari perlunya pemilik bangunan mengurus dokumen Keterangan Rencana Kota adalah untuk mengetahui fungsi lahan, GSB, KDB, RTH. 

Dimana hal tersebut dijadikan sebagai acuan perencana dalam mengembangkan desainnya agar sesuai. Jika belum ada Keterangan Rencana Kota (KRK) maka Persetujuan Bangunan Gedung pun belum bisa disahkan. Apabila desain tidak sesuai dengan KRK, maka akan menyebabkan pelanggaran.

Selain itu, tanpa kepemilikan KRK pemilik bangunan pun tidak akan bisa mendapatkan dan mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dimana nantinya bangunan tersebut akan menjadi bangunan yang ilegal serta akan menemui berbagai permasalahan di kemudian hari.

Tidak sampai disitu saja, tujuan lain dari kepemilikan KRK yang juga tidak kalah penting adalah agar perencana mengetahui rencana tata kota dari lokasi yang diajukan untuk mendirikan bangunan. Dengan begitu, pemilik bangunan dan juga perencana tidak akan melanggar zona tertentu yang mungkin saja oleh pemerintah tidak diperbolehkan untuk pendirian bangunan.

Apabila memiliki Keterangan Rencana Kota (KRK), maka rencana pembangunan pun akan lebih tenang dan aman. Karena artinya proses pembangunan dilakukan secara benar dan sah dimata hukum.

Dasar Hukum Keterangan Rencana Kota (KRK)

Sama halnya dengan perizinan lainnya, kepemilikan Keterangan Rencana Kota (KRK) tertuang dan termuat jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan dan Gedung.

Selain peraturan dari pemerintah pusat, Keterangan Rencana Kota juga memiliki dasar hukum masing-masing di setiap pemerintah kota atau kabupaten. Seperti dasar hukum Keterangan Rencana Kota (KRK) Jakarta yang telah diatur dalam beberapa peraturan, diantaranya:

  • Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Mengenal apa itu KRK dalam Persetujuan Bangunan Gedung, Sumber: pekanbaru.go.id
Mengenal apa itu KRK dalam Persetujuan Bangunan Gedung, Sumber: pekanbaru.go.id

Syarat dan Prosedur Mengurus Surat Keterangan Rencana Kota (KRK)

Untuk mengajukan Keterangan Rencana Kota (KRK) terdapat beberapa syarat yang perlu disiapkan dan dipenuhi. Dilansir dari rumah.com, berikut ini adalah beberapa syarat untuk mengurus surat Keterangan Rencana Kota (KRK) yakni antara lain:

  • Formulir permohonan yang telah ditandatangani pemohon
  • Fotocopy identitas diri (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tahun terakhir
  • Fotocopy bukti kepemilikan tanah atau lahan yang sah. Bisa berupa sertifikat tanah, akta jual beli, atau leter C/D SKPT
  • Surat pernyataan yang berkaitan dengan permohonan Keterangan Rencana Kota yang diajukan
  • Untuk permohonan berbadan hukum, harus melampirkan akte pendiri badan hukum (PT, CV, Firma, Yayasan, dan lain sebagainya)
  • Surat kuasa (apabila pengurusan KRK yang dikuasakan)
  • Berbagai dokumen yang dianggap perlu. Misalnya seperti rekom ketinggian bangunan dari instansi teknis (DishubKominfo) untuk bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari 4 lantai. Selain itu, surat persetujuan atau izin lokasi dari Walikota dimana KRK diajukan.

Apabila dokumen yang diperlukan untuk mengajukan Keterangan Rencana Kota (KRK) telah lengkap, maka untuk mengurusnya dapat mengikuti prosedur yang berlaku, yakni sebagai berikut:

  • Pemohon mengambil dan mengisi formulir permohonan ke Dinas Penataan Ruang daerah tempat pengajuan KRK. Serta melengkapi persyaratan pendaftaran yang kemudian diserahkan kepada petugas
  • Berkas permohonan akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kelengkapannya. Jika berkas yang diberikan lengkap maka petugas akan memberikan bukti tanda terima berkas untuk diagendakan dan diberi arsip permohonan. Namun jika belum lengkap, berkas akan dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi terlebih dahulu
  • Berkas yang sudah lengkap akan diserahkan kepada Back Office (BO) untuk dilakukan penelitian dan validasi
  • Apabila berkas (persyaratan administrasi dan persyaratan teknis) sudah lengkap dan sesuai, selanjutnya petugas Back Office akan membuat undangan survey untuk peninjauan ke lokasi sebagai salah satu dasar penerbitan SK Keterangan Rencana Kota
  • Permohonan KRK akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jika telah selesai diproses SK KRK akan diterbitkan. Penerbitan SK KRK akan ditandatangani oleh Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja kota setempat.
Syarat dan prosedur mengurus surat Keterangan Rencana Kota, Sumber: virtualofficeku.co.id
Syarat dan prosedur mengurus surat Keterangan Rencana Kota, Sumber: virtualofficeku.co.id

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai apa itu Keterangan Rencana Kota (KRK) yang harus dipenuhi sebelum mengajukan Persetujuan bangunan Gedung (PBG). Karena pentingnya dokumen Keterangan Rencana Kota (KRK) untuk bangunan, maka dari itu sebagai pemilik bangunan Anda perlu segera mengurus KRK agar pembangunan yang direncanakan berjalan dengan lancar.

Nah, setelah mengurus KRK, Anda bisa langsung mengajukan pengurusan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Untuk mengurus PBG sendiri pastinya juga membutuhkan berbagai dokumen persyaratan yang harus dilengkapi. Serta membutuhkan waktu yang mungkin tidak sebentar. Tapi jangan khawatir, apabila mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dirasa merepotkan dan menyita waktu berharga Anda.

Anda bisa menggunakan jasa layanan PBG profesional untuk membantu pengurusan tersebut. Dengan bantuan jasa layanan PGB, proses pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Anda menjadi lebih mudah dan tepat. Semoga informasi tadi bermanfaat dan dapat membantu Anda yang berencana atau sedang mendirikan sebuah bangunan.

Bingung mengurus PBG untuk syarat SLF?

Percayakan kepada PT Eticon Rekayasa Teknik. Hubungi kami segera !

Mengenal Lebih Dekat dengan Struktur Bangunan Bentang Lebar, Apa Itu?

Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com

Dalam dunia arsitektur, memang banyak istilah-istilah yang mungkin masih terdengar asing di telinga. Apalagi bagi masyarakat umum yang memang sama sekali tidak familiar dengan dunia arsitektur. Seperti halnya dengan salah satu istilah mengenai struktur bangunan bentang lebar. 

Konsep Struktur Bangunan Bentang Lebar

Dari namanya saja, pasti banyak dari kita yang mengartikan bahwa bangunan bentang lebar adalah jenis bangunan dimana arsitekturnya memiliki ukuran lebar dan panjang membentang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, karena memang jenis bangunan bentang lebar adalah bangunan yang luas dan tentu saja lebar.

Namun, secara ilmu arsitektur memang definisi tersebut masih kurang tepat. Lantas, apa yang dimaksud dengan struktur bangunan bentang lebar itu sendiri? Secara umum, bangunan bentang lebar adalah bangunan yang memiliki konsep membentang sangat lebar dan luas. Sehingga menghasilkan ruangan yang lebih lenggang dan dapat memudahkan ruang gerak penggunaannya.

Jenis bangunan dengan konsep seperti ini memiliki ciri khusus yaitu pada area yang digunakan tidak memiliki sekat pembatas, tidak terdapat tiang, maupun kolom-kolom yang membatasi ruang gerak. Sehingga tidak membuat areanya menjadi terlihat sempit.

Umumnya, bangunan yang menerapkan konsep bentang lebar dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang memerlukan ruangan bebas dan luas. Sebut saja seperti gedung kegiatan olahraga, gedung pertunjukan, gedung kesenian, hingga gedung auditorium.

Karena dibuat membentang luas dan tanpa sekat, maka dapat dipastikan bahwa bangunan gedung bentang lebar sengaja dirancang agar bisa menampung banyak orang di dalamnya. Namun dalam penerapannya, arsitektur ini juga sering dimanfaatkan sebagai ikon mewah suatu negara, mungkin salah satunya di Indonesia.

Konsep bangunan bentang lebar, Sumber: arch2o.com
Konsep bangunan bentang lebar, Sumber: arch2o.com

Jenis Sistem Bangunan Bentang Lebar

Dilihat dari bentuk dan kerumitan dalam proses pembuatannya, umumnya struktur bangunan gedung bentang lebar dikelompokkan menjadi dua yang berbeda. Yaitu bangunan bentang lebar sederhana dan bangunan bentang lebar kompleks. Nah, apa perbedaan diantara kedua jenis bangunan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Bentang Lebar Sederhana

Sesuai dengan namanya, tentu saja bangunan bentang lebar sederhana memiliki bentuk yang sederhana. Jenis bangunan bentang lebar yang satu ini adalah jenis bangunan yang luas dan lebih berorientasi pada fungsi bangunannya. Sehingga umumnya jenis bangunan ini memiliki bentuk yang terlihat sederhana dan monoton.

Namun dari segi proses pembangunan, bangunan bentang lebar sederhana jauh lebih mudah dan cepat. Umumnya, struktur bangunan bentang lebar sederhana dapat ditemui di sarana olahraga yang memang fokus utamanya berada pada fungsi dari bangunan itu sendiri.

2. Bentang Lebar Kompleks

Berbeda dengan bangunan bentang sederhana yang dibuat dengan mengedepankan fungsinya. Bangunan bentang lebar kompleks umumnya dibuat dengan berorientasi pada fungsi bangunannya sekaligus penampilan atau estetika bangunan. Karena itu, tidak heran jika bangunan bentang lebar kompleks memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.

Namun sebanding dengan keindahan yang dimiliki, untuk proses pembangunan jenis bangunan ini juga tergolong lebih rumit dan memerlukan waktu yang relatif lebih lama daripada bangunan bentang lebar sederhana. Karena mengingat bentuk yang dibuat lebih beragam.

Bangunan bentang lebar kompleks biasanya diaplikasikan pada gedung pertunjukan, pameran, atau opera. Karena mampu merepresentasikan tempat seni dengan tampilan gedung yang dimiliki. Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini bandara, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan pun juga banyak yang menerapkan konsep bangunan bentang lebar kompleks.

Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com
Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com

Sistem Struktur Bangunan Bentang Lebar

Dalam membuat struktur bangunan jenis ini, terdapat setidaknya empat kategori sistem yang umumnya digunakan. Yakni antara lain: 

  • Form Active Structure System. Sistem dimana keseluruhan beban bangunan ditanggung oleh bentuk struktur itu sendiri.
  • Bulk Active Structure System. Sistem pembangunan bentang lebar yang beban bangunannya akan ditransmisikan langsung kepada materialnya melalui kolom atau balok. Umumnya, sistem penyusunnya bersifat kaku dan padat.
  • Vector Active Structure System. Bentangan dengan sistem batang lurus pendek, padat, lurus, yang mampu mengalihkan atau menyalurkan gaya eksternal terutama dari susunan unsur tekan dan unsur tarik.
  • Surface Active Structure System. Struktur bentangan yang fleksibel namun mampu menahan tekanan dan perubahan gaya. karena itu, struktur yang satu ini memiliki karakteristik menggunakan lengkungan maupun lipatan bangun ruang.

Struktur Bangunan Bentang Lebar di Dunia

Setelah mengetahui konsep dari struktur bangunan bentang lebar, kali ini kami akan mengajak Anda untuk melihat contoh dari konsep bangunan tersebut. Di dunia bahkan di Indonesia sendiri pun juga terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep bangunan bentang lebar.

Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan di dunia yang menerapkan struktur bangunan bentang lebar, yakni antara lain: 

1. Sydney Opera House

Siapa yang tidak tahu Sydney Opera House? Mungkin sebagian besar dari kita pernah tahu atau bahkan pernah datang langsung kesana. Dari segi visual, Sydney Opera House menerapkan sistem bentang lebar kompleks. Dimana konsep yang diterapkan dalam pembangunan gedung terkenal ini adalah bentuk geometri dan rancangan bangunan dengan struktur keong.

Luas wilayah yang digunakan untuk membangun Sydney Opera House secara keseluruhan adalah kurang lebih 1,8 Ha. Sedangkan tinggi atap dari bangunan tersebut mencapai 67 meter diatas permukaan laut. Jadi, sudah sangat bisa dibayangkan seberapa luas dan lebarnya bangunan tanpa kolom ini. 

2. Abu Dhabi International Airport

Bandara Internasional Abu Dhabi juga merupakan salah satu bangunan yang mengusung bentang lebar. Bandara Internasional ini sengaja dirancang sedemikian rupa agar dapat menampung hingga kurang lebih 8.500 orang setiap jamnya.

Sistem atap yang digunakan pada bandara ini adalah bentang panjang bersandar lengkungan. Dengan desainnya yang seperti itu mampu membuat kesan yang ditampilkan jauh lebih ringan, luas, dan nyaman.

Salah satu contoh bangunan bentang lebar di dunia, Sumber: commons.wikimedia.org
Salah satu contoh bangunan bentang lebar di dunia, Sumber: commons.wikimedia.org

3. Gedung DPR RI

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia juga menerapkan struktur bangunan bentang lebar. Sama halnya dengan Sydney Opera House di luar negeri, salah satu bangunan ikonik di Indonesia ini juga menerapkan bangunan bentang lebar kompleks. 

Bangunan ini menggunakan sistem atap menyerupai kubah dengan desain dan struktur yang begitu unik. Di samping itu, terdapat salah satu sisi menarik dari gedung ini yaitu terletak pada area Nusantara I atau Lokawirasabha yang memiliki 24 lantai dengan ketinggian mencapai 100 meter. Sementara kemiringannya terukur hingga 7 derajat. 

4. Teater IMAX Keong Emas TMII

Jika di Australia memiliki Sydney Opera House, maka di Indonesia memiliki Teater IMAX Keong Emas yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bangunan ini juga menerapkan struktur bangunan bentang lebar kompleks yang menggunakan sistem atap cangkang keong.

Jadi sesuai dengan namanya, desain pada Teater IMAX Keong Emas TMII meniru keong emas yang dimana membuat bentuknya mirip bahkan hampir menyerupai cangkang keong namun dengan ukuran raksasa.

Karena mengusung struktur cangkang, maka atapnya pun memiliki sifat yang lebih kaku, melengkung, tipis, dan tiga dimensi. Gedung tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai tempat pertunjukan teater maupun pertunjukan film.

Itulah ulasan mengenai struktur bangunan bentang luas yang ternyata juga banyak diterapkan oleh beberapa gedung di Indonesia. Hadirnya bangunan bentang lebar yang menarik tersebut tentu tidak lepas dari peran serta jasa desain dan perencanaan yang digunakan.

Karena pada dasarnya, sebelum bangunan dapat dieksekusi dengan baik diperlukan perencanaan yang matang terlebih dahulu. Semoga ulasan tadi dapat memberikan informasi baru bagi Anda!

Apa Itu Arsitektur Vernakular? Kenali Ciri hingga Contoh Bangunannya!

Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com

Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya desain dan gaya arsitektur mengalami berbagai perkembangan. Baik secara desain maupun penggunaan materialnya. Namun berbeda halnya dengan gaya arsitektur vernakular. Karena sejauh apapun perkembangan desain yang ada, gaya arsitektur yang satu ini tetap menerapkan dan mengedepankan nilai budaya pada pembangunannya. Namun, apakah yang dimaksud dengan bangunan vernakular?

Perkembangan desain arsitektur yang saat ini memang sangat mengikuti perkembangan zaman. Gaya desain modern memang seolah mendominasi dan memaksa para perancang arsitektur untuk terus mengikuti hal tersebut. Namun, dari sekian banyaknya gaya arsitektur yang akhir-akhir diterapkan pada pembangunan bangunan, terdapat salah satu gaya arsitektur berbeda yang bahkan tidak mengusung konsep modern di dalamnya.

Ya, desain tersebut adalah desain arsitektur vernakular. Jika dibandingkan dengan gaya arsitektur lain yang ada di dunia, mungkin gaya arsitektur yang satu ini menjadi salah satu desain yang masih asing di telinga. Namun sebenarnya gaya arsitektur ini sudah ada sejak zaman dahulu dan juga sudah banyak diaplikasikan. Bahkan di Indonesia pun banyak bangunan yang mengaplikasikan jenis arsitektur ini.

Desain vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu, Sumber: pelitabatak.com
Desain vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu, Sumber: pelitabatak.com

Apa Itu Arsitektur Vernakular?

Tapi sebenarnya apa itu gaya arsitektur vernakular? Vernakular berasal dari bahasa Latin, “Vernaculluc” yang artinya lokal, domestik, asli, dan pribumi. Dari pengertian tersebut, vernakular didefinisikan sebagai gaya arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat setempat.

Dimana gaya arsitektur jenis ini masih memanfaatkan bahan atau material tradisional dari daerah setempat dan tidak mendatangkan material dari daerah lain. Bahan yang digunakan untuk gaya arsitektur ini juga menggunakan bahan-bahan alami seperti jerami, bambu, batu-bata, dan lain sebagainya.

Pada proses pembangunannya, gaya arsitektur vernakular tidak menggunakan campur tangan arsitek profesional seperti pada pembangunan saat ini. Proses pembangunan gaya arsitektur jenis ini hanya mengandalkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman (trial and error) masyarakat lokal daerah setempat.

Secara sederhananya, gaya arsitektur vernakular adalah gaya atau desain arsitektur yang disesuaikan dengan kondisi setempat dan dipengaruhi oleh budaya masyarakat lokal. Jadi, sebuah daerah yang masih menerapkan desain vernakular biasanya akan memiliki bangunan yang hampir sama.

Karena bangunan tersebut dibuat menggunakan material serupa yang terdapat di daerah tersebut. Jenis arsitektur ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk warisan dari sebuah budaya yang ada karena diberikan secara turun-temurun.

Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com
Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com

Mengenal Ciri-Ciri Arsitektur Vernakular

Setiap jenis arsitektur pastinya memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing. Ciri khas inilah yang nantinya dapat memberikan identitas tersendiri yang membedakan satu gaya arsitektur dengan gaya arsitektur lainnya.

Hal ini juga berlaku untuk gaya arsitektur vernakular. Gaya arsitektur ini memiliki cirinya sendiri yang membuatnya berbeda dari jenis arsitektur lainnya. Nah, apa saja ciri-ciri dari bangunan vernakular? Simak penjelasan lengkapnya!

  • Bangunan vernakular dibuat menggunakan material tradisional/lokal daerah setempat dan sama sekali tidak mengandalkan bahan bangunan dari daerah di luar daerahnya. Serta memanfaatkan bahan bangunan alami seperti jerami, kayu, batu-bata, batu, dan bahan bangunan alami lainnya.
  • Bangunan yang dibangun menggunakan gaya vernakular pada umumnya masih mengusung dan memiliki nilai-nilai tradisional yang masih kuat. Serta masih kental dengan budaya lokal daerah tersebut.
  • Dalam proses pembangunannya, bangunan vernakular dibuat tanpa bantuan alat atau mesin-mesin berat. Karena masih memanfaatkan teknologi tradisional yang ada. Tidak hanya itu, tenaga yang dimanfaatkan untuk membangun bangunan vernakular mayoritas adalah tenaga penduduk lokal tanpa campur tangan arsitek maupun kontraktor.
  • Bangunan vernakular juga dibuat berdasarkan iklim lokal. Sederhananya, jika suatu daerah memiliki iklim dingin, maka bangunan akan dibuat dengan mengandalkan insulin alami seperti jerami dan kayu. Sehingga bangunan tersebut akan menjadi lebih hangat dan nyaman untuk ditinggali. 
  • Proses pembangunan yang mengusung gaya vernakular cenderung lebih terjangkau. Karena mengingat bahan yang digunakan adalah bahan lokal. Sehingga dapat meminimalisir pengeluaran. Selain itu, proses pembangunannya yang tidak membutuhkan alat berat juga dapat menekan biaya pembangunan.
Karakteristik dari bangunan vernakular, Sumber: re-thinkingthefuture.com
Karakteristik dari bangunan vernakular, Sumber: re-thinkingthefuture.com

Apakah Desain Vernakular dan Tradisional Sama?

Jika Anda bertanya-tanya apakah desain vernakular dan desain tradisional sama, maka jawabannya berbeda. Memang tidak bisa dipungkiri jika desain vernakular dan desain tradisional memiliki keterkaitan satu sama lain.

Namun jika diulas lebih dalam, keduanya memiliki berbagai perbedaan. Secara garis besar dan paling signifikan, perbedaan keduanya terletak pada nilai yang dimiliki. Diantara berbagai perbedaan tersebut, antara lain:

  • Bangunan dengan desain tradisional dalam pembangunannya mulai memanfaatkan teknologi modern dan menggunakan bantuan tenaga ahli. Sehingga bangunannya pun memiliki hasil yang lebih maksimal. Sedangkan bangunan vernakular menggunakan material dan tenaga lokal.
  • Bahan baku yang digunakan untuk bangunan vernakular menggunakan bahan alami tanpa mengganggu ekosistem yang ada. Sementara bangunan tradisional juga menggunakan bahan alami, namun tidak sepenuhnya menggunakan bahan alami. Karena dikombinasikan juga dengan bahan-bahan modern lainnya.
  • Perbedaan lain dari kedua gaya arsitektur ini adalah gaya desain yang diterapkan. Vernakular menggunakan konsep desain alami yang konseptual. Sementara arsitektur tradisional menggunakan desain yang telah diberikan secara turun-temurun dari generasi terdahulu dan lebih dikembangkan secara modern.

Contoh Arsitektur Vernakular Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di Indonesia sendiri sudah mengadopsi desain arsitektur vernakular sejak zaman dahulu. Keanekaragaman suku dan budaya membuat Indonesia mempunyai banyak desain bangunan yang unik dan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya.

Dilansir student-activity.binus.ac.id, arsitektur rumah Bali merupakan salah satu yang menerapkan arsitektur vernakular di Indonesia. Arsitektur tradisional Bali menjadi wadah kehidupan bagi masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun dan menerapkan berbagai aturan yang berkembang sejak zaman dulu.

Arsitektur rumah Bali sebagai jenis arsitektur vernakular dikenal menerapkan dan memiliki ciri khas dalam penggunaan bahan alami lokal dalam mewujudkan setiap bangunannya. Tidak hanya itu saja, dalam perancangan arsitektur rumah Bali juga dipengaruhi oleh kebudayaan serta kepercayaan masyarakatnya terhadap tradisi Hindu.

Arsitektur rumah Bali juga begitu kental dengan nilai filosofi sehingga mampu merepresentasikan nilai dan makna kultural dari masyarakat Bali terhadap tempat hunian mereka.

Rumah adat Bali sebagai salah satu contoh dari desain vernakular, Sumber: factsofindonesia.com
Rumah adat Bali sebagai salah satu contoh dari desain vernakular, Sumber: factsofindonesia.com

Nah, itulah penjelasan mengenai gaya arsitektur vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dimana proses pembangunannya tidak melibatkan tenaga profesional dibidangnya karena pada zaman dahulu belum terdapat arsitek yang dapat membantu untuk merancang sebuah bangunan.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan zaman sekarang dimana untuk membantu mewujudkan desain hunian impian membutuhkan peran serta dari jasa desain dan perencanaan profesional. Karena seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran jasa desain dan perencanaan profesional sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang indah, aman, dan nyaman digunakan.

Namun meskipun dibangun dengan atau tanpa bantuan jasa profesional, yang terpenting adalah setiap bangunan yang dibuat pasti memiliki nilai dan makna tersendiri bagi para pemiliknya. Semoga ulasan tadi dapat memberikan informasi tambahan bagi Anda!