Instalasi listrik rumah sesuai standar adalah hal yang sangat penting dilakukan guna memastikan keamanan sebuah hunian. Instalasi listrik yang dilakukan sesuai standar, tidak hanya akan menjamin aliran listrik yang stabil. Melainkan juga dapat mengurangi berbagai risiko bahaya korsleting listrik maupun kebakaran.
Dalam praktiknya, setiap komponen listrik harus dipasang dengan tepat dan harus memenuhi ketentuan dari badan berwenang. Baik dari segi pemasangan saklar, jenis kabel yang dipasang, sampai panel distribusi, semua harus dipastikan terinstal dengan baik dan tepat.
Hal ini menjadi penting karena bagaimanapun, kebutuhan listrik di rumah semakin meningkat. Ditambah juga dengan kepemilikan berbagai perangkat elektronik serta perabotan rumah tangga yang membutuhkan pasokan energi listrik secara konsisten dan besar. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami standar instalasi listrik rumah.
Karena hal ini menjadi langkah awal yang cukup krusial dalam upaya menjaga keamanan peralatan elektronik, menjaga properti, dan menjaga keamanan keluarga Anda. Bukan tidak mungkin, instalasi tidak sesuai standar akan memberikan potensi bahaya yang mengancam keselamatan.

Persiapan Sebelum Instalasi Listrik di Rumah
Sebelum masuk pada proses instalasi listrik di rumah yang harus dilakukan sesuai dengan standar, penting bagi Anda untuk memahami juga apa-apa saja yang perlu dipersiapkan dalam proses instalasi. Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai instalasi listrik, yang meliputi:
1. Mengetahui Luas Rumah dan Jumlah Ruangan
Untuk bisa mengalirkan listrik ke seluruh penjuru rumah dan ruangan, tentu dibutuhkan kabel-kabel yang cukup panjang. Jadi, pastikan bahwa Anda telah mengukur luas rumah dan berapa jumlah ruangan yang akan dialiri dengan listrik untuk memastikan seberapa panjang kabel yang dibutuhkan.
Pastikan juga mengetahui berapa banyak jumlah lampu, stop kontak, dan saklar yang ada di setiap sudut rumah.
2. Mengetahui Besaran Daya Listrik
Salah satu komponen terpenting dalam instalasi listrik adalah MCB atau Miniature Circuit Breaker yang berfungsi sebagai sistem proteksi arus listrik dalam mengantisipasi beban berlebih.
Untuk tahu seberapa banyak MCB yang dibutuhkan di rumah, Anda juga perlu tahu berapa besar daya listrik rumah. Semakin besar daya listrik di rumah, maka MCB yang dibutuhkan juga harus lebih dari satu. Hal ini bertujuan agar apabila terjadi kerusakan minor, tidak akan berpengaruh atau menjalar ke instalasi listrik lainnya.
3. Mengetahui Kualitas Kabel
Anda tentunya tahu bahwa kabel listrik memiliki bentuk, ukuran, dan fungsinya yang berbeda-beda. Maka dari itu, pilihlah jenis kabel listrik yang memang tepat digunakan untuk instalasi di rumah agar tidak menimbulkan korsleting listrik dan hubungan arus pendek.
Pastikan juga, memilih kabel yang berkualitas dan sudah berstandar SNI. Jangan asal memilih jenis kabel, karena kabel yang sudah SNI artinya kelayakan dan keamanannya sudah terjamin.

Standar Instalasi Listrik Rumah dari PLN
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam proses instalasi listrik rumah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Agar terhindar dari berbagai potensi bahaya yang mengancam.
Kali ini, kami akan memaparkan instalasi listrik rumah standar PLN. Karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menetapkan standar terkait instalasi listrik agar lebih aman, khususnya terkait pemilihan kabel, yang meliputi:
1. Memperhatikan Kapasitas Listrik kWh
Berikut ini adalah kapasitas listrik sesuai standar PLN untuk rumah dengan tegangan 220 V dan 380 V:
- 450 VA = 2A
- 900 VA = 4A
- 1300 VA = 6A
- 2200 VA = 10A
Umumnya, kapasitas ini banyak digunakan oleh konsumen Indonesia. Di mana semakin besar kapasitas listrik, maka semakin besar pula ampernya. Namun perlu diingat, ketentuan ini hanya berlaku untuk tegangan dengan 220 V dan 380 V
2. Menentukan Kabel Instalasi Berdasarkan Kapasitas VA
Untuk dapat menentukan ukuran kabel listrik yang akan digunakan dalam instalasi listrik rumah sesuai standar PLN, bisa ditentukan dengan menggunakan kapasitas VA nya, hal ini meliputi:
- Kapasitas 450 VA. Apabila rumah memiliki kapasitas kWh meter sebesar 450 VA atau yang setara dengan 2A, maka Anda bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1.5 mm2. Penggunaan kabel ini sudah sangat cukup karena kapasitasnya adalah 17 Ampere.
- Kapasitas 900 VA. Untuk kapasitas 900 VA ini, Anda bisa menggunakan jenis kabel dengan ukuran 1.5 mm2 seperti pada kapasitas 450 VA. Karena ya, kapasitas kabel mencapai 17 Ampere.
- Kapasitas 1.300 VA. Kapasitas 1.300 VA setara dengan 6A. Untuk kapasitas ini cukup menggunakan kabel berukuran 1.5 mm2. Atau jika menginginkan yang lebih awet dan tahan lama, bisa menggunakan kabel berukuran 2.5 mm2.
- Kapasitas 2200 VA. Untuk kapasitas 2200 VA yang setara dengan 10A sangat disarankan menggunakan kabel dengan ukuran 2.5 mm2 agar tidak terlalu panas.
3. Memilih Kabel Instalasi Listrik Rumah Standar PLN
Jenis-jenis kabel listrik untuk instalasi rumah tangga yang disarankan dan sesuai standar PLN, sebagai berikut:
- Kabel NYA. Kabel dengan inti tunggal yang berlapis dengan PVC. Memiliki ukuran kurang lebih 1.5 mm2 dan sangat cocok untuk instalasi lampu serta stop kontak di hunian Anda.
- Kabel NYM. Kabel ini memiliki 1-4 inti dengan lapisan PVC. Kabel NYM tergolong lebih tahan lama dibandingkan dengan kabel NYA.
- Kabel NYY. Apabila Anda ingin instalasi listrik rumah di bawah tanah, kabel NYY bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat karena lapisannya tebal untuk ketahanan terhadap gigitan tikus.
- Kabel NYAF. Jenis kabel ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dan penghantar tembaga dengan lapisan PVC.
- Kabel NYFGbY. Jenis kabel ini bisa menjadi pilihan alternatif apabila ingin instalasi listrik bawah tanah. Karena memiliki lapisan pelindung paling tebal dan kapasitas listriknya lebih besar.

Kesimpulan
Demikianlah informasi seputar standar instalasi listrik pada skala rumah tangga yang harus diperhatikan. Agar instalasi listrik rumah dapat dilakukan secara efisien dan aman. Sehingga, penggunaan listrik dalam jangka panjang tidak memberikan potensi bahaya bagi penghuni bangunan.
Nah, setelah instalasi listrik dipasang, pemilik rumah wajib mengajukan Surat Laik Operasi (SLO). Surat Layak Operasi atau SLO sendiri adalah surat yang menyatakan bahwa instalasi rumah tersebut aman dan telah memenuhi standar instalasi.
Dan untuk mengajukannya, Anda bisa mengandalkan jasa SLO profesional sebagai mitra terpercaya. Bersama jasa SLO terpercaya, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dapat dilakukan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat.


































